Beranda / Rumah Tangga / Salah Pengantin / Rahasia Sang Mertua

Share

Rahasia Sang Mertua

Penulis: ARCELYOS
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-15 18:57:28

Suara derap langkah terburu-buru di lorong rumah sakit mewah di New York itu memecah kesunyian malam. Joseph, yang baru saja hendak memejamkan mata di sofa sempit samping tempat tidur Archy, tersentak saat pintu kamar rawat inap VIP itu didorong terbuka dengan kasar.

"Mana Archy? Di mana menantu kesayangan Mama?!"

Suara melengking Arshavina—Mama Jo—menggelegar. Jo membelalakkan mata saat melihat kedua orang tuanya berdiri di ambang pintu, lengkap dengan koper-koper kecil dan tumpukan tas berisi
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Salah Pengantin   Simulasi Menjadi Bapak

    Sinar matahari pagi menyelinap malu-malu di balik gorden, memberikan pencahayaan alami pada pemandangan yang sanggup membuat jantung Archy berdegup di luar irama normalnya. Di sampingnya, Joseph masih terlelap dengan posisi bertelanjang dada. Rambut hitamnya yang berantakan menutupi sebagian kening, sementara lengannya yang kokoh dan penuh tato melingkar posesif di pinggang Archy, seolah mengunci istrinya agar tidak beranjak ke mana-mana.Archy menopang dagu dengan tangan kirinya, menatap wajah suaminya dari jarak yang sangat dekat. Ia memperhatikan setiap inci wajah itu—bulu mata yang ternyata cukup lentik, hidung bangir, hingga rahang tegas yang semalam berkali-kali menyentuh ceruk lehernya."Ganteng banget sih, heran. Padahal kelakuan kayak gorila," bisik Archy pelan, jemarinya gatal ingin menyentuh tato di lengan Jo.Tiba-tiba, sudut bibir Jo terangkat membentuk seringai tipis. Tanpa membuka mata, ia menarik pinggang Archy hingga tubuh mereka menempel tanpa celah."Ih maen tarik a

  • Salah Pengantin   Ancaman di Balik Cangkir Herbal

    Layar iMac di ruang kerja Archy menampilkan sederet foto hasil jepretan kemarin. Archy menopang dagu, matanya berbinar menatap setiap inci tubuh Joseph yang tertangkap kamera. Dengan latar belakang ranjang yang berantakan dan pencahayaan yang dramatis, Jo terlihat sangat maskulin, liar, namun tetap elegan."Sempurna," gumam Archy tanpa sadar.Diam-diam, Archy mengunggah beberapa foto itu ke akun portofolio profesionalnya tanpa mencantumkan nama asli Jo—ia hanya menuliskan 'The Muse'. Siapa sangka, dalam hitungan jam, notifikasi ponselnya meledak. Puluhan agensi model internasional dan beberapa brand fashion lokal bertanya-tapa siapa pria misterius itu. Mereka menawarkan kontrak iklan dengan angka yang fantastis."Chy! Lo apain foto gue?!"Pintu ruang kerja terbuka dengan dentuman keras. Jo masuk sambil membanting ponselnya ke meja. "Gue baru buka Instagram dan muka gue ada di mana-mana! Ini agensi-agensi dari mana lagi yang nge-DM gue? Mereka pikir gue mau jadi pajangan apa?!"Archy t

  • Salah Pengantin   Luka di Balik Sehat

    Kepulangan dari Amerika Serikat membawa Jo dan Archy kembali ke realita kesibukan di Jakarta. Meski begitu, suasana di antara mereka sudah jauh berbeda. Tidak ada lagi kecanggangan atau keraguan; yang ada hanyalah benang-benang asmara yang semakin hari semakin membelit kuat. Namun, ada satu aturan yang ditetapkan Papa Jo sebelum mereka pulang: Archy harus istirahat total dan mereka belum diperbolehkan melakukan hubungan suami istri sampai Archy benar-benar pulih seratus persen. Satu minggu di Indonesia, Archy mulai merasa bosan. Ia memutuskan untuk mulai mencicil desain terbarunya untuk koleksi musim panas pria. "Jo, berdiri di situ! Lepas kemejamu," perintah Archy sembari memegang kamera DSLR dan beberapa sketsa kain di tangannya. Jo yang sedang asyik menyesap kopi hitamnya langsung tersedak. "Apa? Lo mau jadiin gue manekin? Ogah! Cari model bule aja di agensi, banyak yang nganggur." "Enggak mau! Tubuh kamu itu proporsional banget, Jo. Bahu kamu lebar, pinggang kamu kecil, da

  • Salah Pengantin   Tahta di Balik Pelukan

    Sinar matahari pagi New York menembus kaca jendela ruang rawat inap dengan lebih ceria hari ini. Kondisi Archy sudah jauh membaik; rona merah di pipinya telah kembali, dan binar matanya tidak lagi sayu tertutup demam. Ia sudah bisa duduk bersandar di tumpukan bantal, meskipun selang infus masih setia menggantung di tangan kirinya.Di sofa seberang, Papa Jo duduk dengan wibawa tenangnya sembari melipat koran pagi. Sementara Joseph, seperti biasa, duduk di pinggir ranjang sembari mengupas jeruk untuk Archy—meskipun lebih banyak yang masuk ke mulutnya sendiri daripada ke mulut istrinya.Papa berdeham, suaranya yang berat seketika membuat suasana santai itu berubah menjadi sedikit formal. Ia menatap Joseph dengan pandangan yang sangat intens."Jo, dengerin Papa," ujar Papa pembuka. "Archy sudah membaik, tapi kejadian kemarin harus jadi pelajaran besar buat kamu. Papa tahu kamu masih muda, tapi kamu harus paham kapasitas fisik istrimu. Tubuh wanita itu memang kuat, tapi punya batasannya se

  • Salah Pengantin   Rahasia Sang Mertua

    Suara derap langkah terburu-buru di lorong rumah sakit mewah di New York itu memecah kesunyian malam. Joseph, yang baru saja hendak memejamkan mata di sofa sempit samping tempat tidur Archy, tersentak saat pintu kamar rawat inap VIP itu didorong terbuka dengan kasar."Mana Archy? Di mana menantu kesayangan Mama?!"Suara melengking Arshavina—Mama Jo—menggelegar. Jo membelalakkan mata saat melihat kedua orang tuanya berdiri di ambang pintu, lengkap dengan koper-koper kecil dan tumpukan tas berisi segala jenis buah-buahan, vitamin, hingga bubur instan premium dari Jakarta."Ma? Papa? Kok bisa ada di sini?!" Jo berdiri dengan wajah linglung. Rambutnya berantakan, dan wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa kepanikan.Mama tidak memedulikan putranya. Ia langsung menghambur ke arah ranjang Archy. "Duh, sayang... wajahmu pucat sekali! Kenapa bisa sampai begini? Jo, kamu itu bagaimana, sih? Menjaga istri satu saja tidak becus!"Papa ikut mendekat, menepuk bahu Archy dengan lembut sementara tanga

  • Salah Pengantin   Pelindung Yang Gagal

    Pagi itu di New York, sang surya menyelinap melalui celah gorden kamar Joseph yang bergaya klasik, memantulkan cahaya pada perabot kayu tua yang telah berpindah tangan menjadi saksi bisu kemesraan mereka semalam. Joseph terbangun dengan senyum miring yang enggan luntur dari wajah tampannya. Ingatan tentang bagaimana ia "menghukum" Archy di kamar lamanya ini masih terasa begitu nyata. Ia merasa menjadi pria paling beruntung karena akhirnya memiliki Archy seutuhnya di tempat yang paling pribadinya.Namun, kebahagiaan itu menguap dalam hitungan detik saat ia mengulurkan tangan untuk memeluk tubuh mungil di sampingnya. Begitu kulitnya bersentuhan dengan bahu Archy, Joseph tersentak. Panas yang menjalar dari tubuh istrinya bukan lagi panas gairah, melainkan panas yang membakar."Chy?" panggil Jo, suaranya mendadak berat karena cemas.Ia memutar tubuh Archy yang meringkuk lemah. Wajah Archy merah padam, bibirnya yang biasanya ranum kini tampak kering dan pecah-pecah. Matanya terpejam rapat,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status