공유

Bab 5

작가: Fen
Setelah malam yang penuh gairah itu, Nancy terbangun keesokan paginya.

Dia melihat bercak-bercak tanda merah di sekujur tubuhnya, pipinya terasa panas seperti terbakar.

Jeremy yang berada di sampingnya, juga sudah terbangun. Dia menatap Nancy dengan tatapan yang sulit diartikan. Seolah ada ribuan kata yang ingin diucapkan, namun akhirnya hanya kalimat dingin yang keluar, "Jaga mulutmu. Jangan berani-berani kamu mengadu pada Seria."

Nancy tersenyum pahit. Dia adalah istri Jeremy, melakukan hubungan suami istri adalah hal wajar. Namun, dia dilarang memberitahu Seria. Adakah hal yang lebih konyol dari ini di dunia ini?

Nancy tertawa getir. "Tentu. Selama kamu memberiku uang, aku nggak akan bicara sepatah kata pun."

Wajah Jeremy memucat karena amarah. Dia mengambil segepok tebal uang tunai, melemparkannya dengan jijik ke arah Nancy, lalu mengenakan pakaiannya dan pergi tanpa menoleh lagi.

Sepulangnya ke rumah, Nancy baru tahu bahwa mulai hari ini, Seria akan pindah dan tinggal bersama mereka.

Barang-barangnya memenuhi ruang tamu, para pelayan sibuk merapikannya.

Melihat kehadiran Nancy, Seria menyapanya dengan gaya layaknya nyonya rumah.

"Kamu sudah pulang? Kamarmu sudah kusuruh pindahkan ke kamar tamu oleh pelayan. Kamu nggak keberatan, ‘kan?"

Rasa keberatannya tidak penting. Tak ada yang peduli pada perasaannya, dan Nancy pun tidak akan lama lagi tinggal di rumah ini.

Sejak Seria pindah, mereka berdua seperti pasangan pengantin baru yang tak terpisahkan.

Saat makan, Jeremy akan menyuapinya, mengupaskan udang, bahkan memastikan suhu sup sudah pas sebelum diberikan padanya.

Di ruang tamu, Nancy sering kali tanpa sengaja melihat mereka sedang berpelukan dan berciuman mesra.

Bahkan di kamar tamu sekalipun, suara-suara ambigu itu masih terdengar sampai ke lorong di malam hari.

Mereka seolah menenun jaring yang mengurungnya, perlahan-lahan mengencang hingga dia terluka luar dalam.

Jeremy sengaja menyiksa Nancy. Saat bermesraan dengan Seria, dia menyuruh Nancy berjaga di depan pintu.

"Bukannya kamu suka uang? Jaga pintu kamar kami semalaman. 200 juta semalam, bagaimana?"

Wajahnya begitu tampan, namun bibir tipisnya yang melengkung memancarkan keangkuhan yang dingin.

Nancy menatapnya lama sebelum akhirnya menjawab, "400 juta."

Otot wajah Jeremy berkedut, urat nadi di dahinya menonjol mengerikan.

Dia mengatupkan rahang rapat-rapat, lalu melemparkan seikat uang kepada Nancy dengan jijik.

"Sana, keluar kamu."

Nancy memungut uang itu tanpa ekspresi. Saat keluar, dia bahkan dengan sopan menutupkan pintu untuk mereka.

Penghinaan semacam ini datang bertubi-tubi. Jeremy menyuruhnya mendekorasi kamar tidur mereka, menyuruhnya membelikan pakaian dalam seksi untuk Seria, menyuruhnya memandikan Seria setelah mereka berhubungan, bahkan menyuruhnya membersihkan "bekas pertempuran" mereka.

Bayaran untuk semua itu adalah lembaran uang yang dilemparkan ke wajahnya.

Nancy tidak pernah menolak. Dia tidak menunjukkan emosi apa pun.

Tidak ada kemarahan, tidak ada kesedihan.

Dia hanya memungut uang itu dengan tenang dan menyelesaikan tugasnya seperti sebuah mesin.

Seolah-olah, urusan pria itu tidak ada hubungannya lagi dengannya.

Dia tidak peduli pria itu tidur dengan wanita lain. Dia tidak peduli pria itu mencintai orang lain.

Namun, sikap dingin Nancy justru membuat Jeremy gila. Di tengah malam yang sepi, dia tak tahan lagi. Dia merangkul pinggang Nancy dan menyudutkannya ke dinding.

"Kenapa reaksimu begitu dingin?”

“Kenapa kamu nggak peduli? Kenapa kamu nggak cemburu?”

“Apa kamu memang nggak pernah mencintaiku? Nancy! Bagimu, aku ini sebenarnya apa?"

Nancy tetap tenang, tak ada setitik pun rasa cinta di matanya.

"Aku hanya peduli pada uang. Kalau kamu ingin aku berakting sesuai harapanmu, boleh saja, tapi harus tambah jumlah uangnya."

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 26

    "Nancy ...." "Ikhlaskan dia." "Jangan terlalu sedih."Di depan makam, Nancy menatap batu nisan itu dengan pandangan kosong. Rekan-rekan sejawatnya mencoba menghiburnya. Mereka semua tahu betapa besarnya risiko menjadi polisi anti-narkotika, satu kesalahan kecil bisa berarti kehancuran seluruh keluarga.Dulu, keluarga Nancy dibantai oleh kartel narkoba. Dia datang terlambat dan tidak sempat melihat mereka untuk terakhir kalinya. Sekarang, pria yang paling dia cintai juga mati di tangan kartel yang sama. Tepat di depannya, dipukuli sampai mati demi melindunginya.Dari hasil autopsi, dokter menyatakan bahwa hampir seluruh tulang di tubuh Jeremy patah dan organ dalamnya hancur. Betapa luar biasa rasa sakit yang dia tanggung. Namun pada akhirnya, hanya karena mendengar ucapan cinta dari Nancy, Jeremy pergi dengan senyuman.Hal ini membuat Nancy sangat membenci dirinya sendiri. Dia akhirnya merasakan kepedihan yang sama dengan yang dirasakan Jeremy saat dia memalsukan kematiannya dulu.

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 25

    Tak lama kemudian, suara sirene polisi menggema di luar. Gudang itu seketika menjadi kacau balau."Ada polisi!" "Bagaimana polisi bisa menemukan tempat ini?" "Jelas-jelas nggak ada yang tahu lokasi ini, bagaimana mereka bisa sampai ke sini?"Para penjaga di sana, yang semuanya adalah orang-orang Keluarga Lumadi, panik luar biasa. Namun, karena sudah bertahun-tahun bergelut di dunia hitam, mereka langsung menaruh curiga pada Naomi."Pasti wanita ini yang membocorkannya! Belum lama dia dikurung, polisi sudah datang!" "Jalang sialan, ternyata dia bekerja sama dengan polisi!" "Kalau kami nggak bisa lari, dia juga nggak boleh hidup!"Orang yang sudah terdesak bisa melakukan apa saja, apalagi mereka yang memang terbiasa hidup dalam bahaya. Sekelompok pria dengan beringas membawa tongkat besi, berniat menghabisi Naomi sebelum polisi merangsek masuk.Mereka mengepungnya, menghujani tubuhnya dengan pukulan tongkat tanpa ampun, meluapkan amarah atas kegagalan mereka."Dasar jalang!" "Mati

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 24

    Meski sempat terjadi kekacauan karena Jeremy, pesta pertunangan itu akhirnya selesai. Naomi pun sudah menenangkan emosinya."Ayo pulang, hari ini aku akan membawamu ke rumah utama Keluarga Lumadi untuk bertemu dengan para tetua," ujar Daren dengan semangat. Dia sudah lama ingin membawa Naomi ke sana, tetapi baru sekarang dia punya alasan yang tepat. Mata pria itu berkilat penuh ketamakan."Oke. Karena kita sudah bertunangan, kapan kita akan menikah, Daren? Kamu tahu sendiri, aku nggak punya posisi kuat di Keluarga Stevina," tanya Naomi sambil merangkul lengan Daren dengan nada khawatir."Nggak perlu buru-buru. Kita sudah bertunangan, pernikahan tinggal selangkah lagi. Setelah Kakek bertemu dan menyukaimu, semuanya akan beres. Tenang saja," jawab Daren dengan nada meremehkan.Daren memilih Naomi justru karena statusnya sebagai anak angkat Keluarga Stevina yang sebatang kara. Naomi tidak punya saham besar dan saudara-saudara angkatnya justru sangat membencinya dan ingin dia menyingkir

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 23

    Harapan Jeremy pupus, Naomi menolaknya. Wajah Jeremy seketika pucat pasi. Dia menyambar tangan wanita itu dengan kuat."Nggak boleh. Kamu harus ikut denganku! Daren bukan pria baik-baik! Dia akan mencelakaimu, semua yang kukatakan ini benar, bisnisnya di luar negeri itu sebenarnya ....""Cukup, Jeremy!"Naomi mengibaskan tangan pria itu. Di matanya terdapat kekecewaan, kemarahan, dan kecaman, sama sekali tidak ada cinta. Hal itu menghunjam jantung Jeremy dengan telak."Justru bersamamu yang akan membunuhku! Kamu memaksaku mendonorkan darah untuk Seria, kamu menghinaku dengan uang berkali-kali! Kamulah bajingan yang sebenarnya! Aku sudah susah payah pergi dari kamu, kenapa kamu masih mencariku?""Aku suka Daren, aku mencintainya! Dia beda dari kamu, dia nggak akan menyakitiku! Jeremy, kamu pikir semua orang sepertimu?"Naomi berteriak dengan napas tersengal, mengerahkan seluruh tenaganya. Matanya memerah, tetapi mata Jeremy jauh lebih merah karena air mata yang mulai mengalir."Apa kam

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 22

    Beberapa hari kemudian, pesta Keluarga Lumadi berlangsung sesuai rencana. Mengingat pengaruh Keluarga Lumadi yang terbatas, tamu yang datang biasanya hanya kerabat dan teman dekat. Tidak ada yang menyangka Jeremy akan muncul di sana."Pak Jeremy, mohon maaf atas sambutan yang kurang memadai ini. Kami sungguh tidak menyangka Anda berkenan hadir di pesta kecil kami ini," ujar CEO Perusahaan Lumadi, Pak Wilbert, dengan perasaan tersanjung saat ini. Keluarga mereka tidak pernah bermimpi bisa menjalin koneksi dengan tokoh besar seperti Jeremy."Haha, istri tercintaku tertarik dengan acara ini, jadi aku datang untuk melihat apa yang sedang dia mainkan di sini," jawab Jeremy datar tanpa ekspresi."Oh, ternyata istri Anda juga hadir? Di mana beliau? Saya akan meminta anak-anak muda di keluarga kami untuk menyambutnya," sahut Pak Wilbert dengan sangat sopan.Apa pun alasannya, kehadiran Jeremy di pesta mereka hari ini memiliki arti yang luar biasa. Pak Wilbert mengabaikan tamu lain dan fokus

  • Salju Jatuh Mengucap Cinta   Bab 21

    "Apa kamu sudah tuli? Kenapa belum melakukannya?" Jeremy mengerutkan kening. Seria tidak pernah membangkang perintahnya sebelumnya."Kenapa aku harus melakukannya? Kalau ada orang yang bersalah padanya, itu adalah kamu!" Siksaan berhari-hari membuat Seria tidak sanggup lagi menahan diri. Kabar bahwa Nancy masih hidup adalah hal terakhir yang mematahkan akal sehatnya. Dia tidak percaya bahwa segala penderitaannya masih tidak bisa mengalahkan wanita jalang itu.Seria menatap Jeremy dengan penuh kebencian. "Apa Nancy sepenting bagimu? Walaupun dia mencampakkanmu berulang kali? Lalu aku? Aku ini apa? Aku juga mencintaimu selama bertahun-tahun, Jeremy!""Jelas-jelas dulu kamu juga suka padaku, ‘kan? Kalau nggak, kenapa kamu setuju menikah denganku? Benar, ‘kan?""Nancy sudah lama mati, dia nggak menginginkanmu lagi! Kenapa kamu nggak bisa melihatku sekali saja!"Seria berteriak histeris, namun kata-katanya hanya membuat Jeremy semakin murka. Jeremy mencekik leher Seria dan menekannya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status