Share

Bab 94

Author: Stary Dream
last update publish date: 2026-11-04 23:11:27

Afadh dibawa pulang ke rumah setelah dinyatakan baik-baik saja. Dokter bilang pria paruh baya ini mengalami serangan jantung ringan. Namun semuanya sudah membaik setelah Afadh diberikan oksigen dan obat-obatan.

"Pagi nggak perlu ke kantor. Sekarang limpahkan semua pekerjaan papa pada Arash saja. Pasti ini semua karena beban pekerjaan papa yang berat." Ucap Bagas mengomel.

Anak sulung ini membantu orang tuanya berjalan sampai ke kamar. Mataha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 102

    Allea mengusap matanya yang basah. Ia turun dari tempat tidur ketika adzan maghrib menyapa. Tubuhnya limbung. Kepalanya berat. Seluruh badannya sakit. Padahal Allea tak melakukan apapun di rumah selain bersantai. Namun badan ini sakit semua. Hmm.. sembari menahan letih yang tak kunjung usai. Allea juga memijit kepalanya perlahan. Hampir satu bulan ini dia sakit kepala. Dan itu semua gara-gara berhubungan dengan pria. Ketika berhasil lepas dari hubungan toxicnya bersama Arash. Sekarang Allea malah terjebak dalam pernikahan. Haruskah Allea bersyukur ? Sementara di dalam hati ini ia merasa gelisah. Ada rasa takut saat menjalani hubungan yang baru. Usai mengembalikan tenaganya. Allea keluar dari kamar untuk pergi membasuh diri di kamar mandi. Matanya tertuju pada vas bunga yang ada di atas nakas tepi sofa tamu. Vas baru dengan bunga lili ungu yang ada di atasnya. Di dalam vas itu ada

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 101

    "Apa? Kamu dan Allea menikah??" Bagas mendelik kepada Rahul. Pria ini memang tidak bisa menyimpan rahasia. Suaranya yang nyaring terdengar oleh beberapa karyawan lain yang sedang berpapasan dengan mereka. Akhirnya, Bagas menyeret Rahul masuk ke ruang kerjanya sebelum keterkejutan pria ini semakin menjadi hingga berujung menyanyikan lagu India. "Astaga, Bagas! Aku nggak nyangka Arash setega itu!" Rahul sampai tak habis pikir. "Dimana dia sekarang?" Bagas mengedikkan bahu. "Entahlah. Mungkin sedang berlibur keluar negeri. Tahu sendiri bagaimana orangnya." "Ckckck si petualang! Terus Allea gimana? Dia pasti hancur sekali." Bagas menghela nafas. "Mungkin. Aku nggak tahu juga. Kamu ingat malam itu dia kemari untuk mengantarkan lamaran kerja? Nah, sebenarnya itu hanya alasan." "Hah? Maksudmu?" Rahul tak mengerti. Bagas pun menceritakan apa yang terjadi malam itu. Dimana

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 100

    Satu rumah komersil dihadiahkan oleh Afadh untuk anak dan menantunya. Tadinya, Afadh ingin memberikan rumah yang lebih besar. Dua tingkat dengan taman yang luas. Wajar saja. Dia adalah pemilik dari PT properti yang menghasilkan banyak perumahan. Dengan satu telunjuknya, ia bisa memberikan rumah manapun untuk Bagas. Namun sayangnya, Bagas memilih rumah dengan ukuran kecil tapi memiliki taman yang luas di depannya. Rumah sederhana, hanya memiliki dua kamar namun terasa lapang. Allea tahu spesifik rumah ini karena pernah mempromosikannya saat masih menjadi marketing di kantor utama. Sejujujurnya saja, selera Allea dan Bagas hampir mirip. Rumah sederhana satu tingkat dengan memiliki taman depan yang luas. Allea berencana untuk berkebun jika semangatnya telah berkumpul. Setelah izin pindah didapatkan, Bagas membawa Allea untuk tinggal bersama di rumah baru mereka. Di perumahan yang letaknya tak jauh dari kantor Bagas bekerja. "Ini rumahnya." Ucap Bagas mempersilahkan Allea mas

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 99

    "Sampai kapan kamu mau terus begini, Allea? Selalu menghindariku dan menepis perasaanku.." "Aku tidak pernah menepis perasaanmu, mas. Aku hanya tidak terbiasa dengan cinta yang sehangat ini." **** Dua hari setelah pernikahan tak terduga, Afadh diperbolehkan pulang ke rumah. Bagas dan Nurani siap menjaga. Allea hanya bersikap seadanya. Dia hanya orang asing yang tiba-tiba masuk dalam rumah tangga ini. Allea hanyalah seorang wanita yang dibuang oleh Arash. Namun dipungut oleh kakaknya. Sekantung obat sudah ada dalam genggaman Nurani. Malam ini setelah makan bersama, Afadh meminum obat dalam jumlah yang banyak. Obat yang bisa menstabilkan kondisinya. "Kamu masih mau pindah, Bagas?" Bisik Nurani. Keduanya tengah bersama ke dapur untuk mengambil air minum. "Belum tahu, ma." Jawab Bagas tersendat.

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 98

    "Arash bilang dia akan kembali kalau sudah tenang." Ucap Nirmala mengunjungi kakak iparnya di rumah sakit. "Dia bahkan tidak mau mengangkat panggilan dariku, Nirmala." Sahut Nurani sedih. "Sejak siang tadi aku terus menghubunginya." "Mungkin dia takut sama mas Afadh, mbak." Nirmala menarik nafas. "Ya sudahlah. Ini telah menjadi garis takdirnya. Arash dan Allea nggak bisa bersama tapi digantikan dengan yang lain." Yang lebih baik. Mendengar kalimat Nirmala yang terakhir, membuat suasana menjadi hening seketika. Arash memang tidak ditakdirkan bersama dengan Allea. Namun, semesta sepertinya memiliki rencana lain. Di sisi lain, Allea tertidur lelap setelah menjalani hari yang melelahkan. Sudah berapa lama ia tak tidur di kasur yang empuk, seprai yang wangi dan selimut yang tebal.. belum lagi AC yang dingin ini memberikannya kesejukan. Ketika Allea terjaga, wanita ini baru tersadar ji

  • Sampai Aku Mati Rasa   Bab 97

    Allea berjalan. Terus berjalan. Heelsnya yang tinggi, terkait di tangannya. Kakinya melangkah menyusuri lorong rumah sakit. Telapaknya dingin. Cenderung kotor karena terus terseret. Ia menjadi perhatian orang banyak dengan kebaya pengantinnya. Raut wajah layu itu menunjukkan dirinya seperti cinderella yang baru saja kehilangan sepatunya. Kaki Allea terhenti setelah tiba di lorong yang sepi. Di area belakang rumah sakit. Tanpa ada sinar matahari. Dengan hawa dingin yang berdesir ke punggungnya. Pandangan Allea gelap. Dadanya sesak. Ia ingin muntah dan juga pingsan. Namun air mata ini lebih dulu mengaliri wajahnya. Allea jatuh terduduk di kursi. Menangis hebat. Membiarkan suara tangisan itu menggema terdengar karena dibawa udara. Allea lalu tertawa sembari memejamkan mata. Ada yang lucu tapi tak tahu apa. Seperti ada yang mengejeknya dari depan sana.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status