Setelah merasa lebih baik, Allea kembali mengunjungi butiknya. Sudah satu tahun ini, tepatnya sebelum menikah Allea sudah membuka butik wanita. Namun karena dihantam oleh krisis ekonomi, butik ini tak seramai dulu.Menyedihkannya, hanya ada satu pembeli saja terkadang untuk satu hari. Allea terpaksa mengurangi jumlah pegawainya. Termasuk dalam stok barang.Saat Allea berkunjung, wanita ini terkejut setelah ada butik lain yang baru saja grand opening. Para wanita berkerumun seperti semut untuk mendapatkan barang-brang branded dengan harga terjangkau. Berbanding tebalik dengan butiknya saat ini yang sepi pembeli."Hai, mbak Allea. Udah sehat?" Tanya satu wanita yang menjadi pegawai di butik Allea ini."Iya. Alhamdulillah. Gimana butik selama aku tinggal?"Wanita yang bernama Ratih ini tersenyum pahit."Ya.. begitulah. Seperti yang aku kasih tahu ke mbak."Allea menarik nafas panjang. "Sepertinya kita gulung tikar aja, Ratih.""Loh? Mbak menyerah?"Allea mengangguk. "Aku udah banyak ban
Last Updated : 2026-08-31 Read more