Share

Bab 305

Author: Jimmy Nugroho
"Kamu!" William menoleh ke arah Jimmy dan berkata, "Beraninya kamu menggoda Bu Niveria di depan umum. Cepat atau lambat, orang sepertimu akan menimbulkan masalah bagi perusahaan. Sekarang ...."

Dia menunjuk ke pintu dan melanjutkan, "Keluar dari sini sesegera mungkin!"

Semua mata tertuju pada Jimmy. Dia merasa sangat tidak nyaman. Dia tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini.

...

Rapat itu berlanjut lama. Kelvin, Niveria, dan Deven masih menunggu di kantor. Sekitar pukul 11.30, Victor
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 360

    Kini, gadis berkuncir dua itu terlihat sedikit canggung. Dia berkata, "Ganteng, maaf ya. Tadi ... aku terlalu panik, makanya bersikap seperti itu. Tolong jangan dimasukkan ke hati."Kelvin merespons sembari menggeleng, "Nggak apa-apa. Aku mengerti keadaanmu waktu itu. Lagian, itu cuma bantuan kecil."Gadis berkuncir itu itu menggeleng lagi dan berkata, "Kakekku menyuruhku datang untuk minta maaf. Sebenarnya dia ingin datang sendiri, tapi aku mengkhawatirkan kondisinya."Segera setelah itu, gadis berkuncir dua melanjutkan, "Kami juga ingin memberi ucapan terima kasih. Kakekku nggak suka berutang budi. Kamu bisa menyebutkan apa pun yang kamu inginkan sebagai balasan.""Nggak perlu," kata Kelvin sambil tersenyum. "Aku seorang ahli pengobatan. Aku nggak pernah minta bayaran untuk mengobati orang. Kalian nggak perlu terlalu memikirkan ini. Anggap saja sebagai bantuan kecil."Gadis berkuncir dua itu terdiam sejenak, lalu menatap Kelvin dengan sedikit bingung. Dia bertanya, "Benarkah?""Tentu

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 359

    Seluruh penumpang di kabin pesawat langsung menatap ke arah Kelvin.Gadis itu sangat panik. Dia langsung menarik baju Kelvin. Wajahnya penuh kemarahan dan kecemasan.Di samping, pasangan dokter itu mundur sedikit. Salah satu dari mereka berkata, "Masalah ini nggak ada hubungannya dengan kami."Jelas, jika sesuatu terjadi pada si pria tua, mereka tidak ingin ikut terseret. Bagi seorang dokter, kesalahan medis bisa berdampak besar pada reputasi mereka."Apa yang kamu lakukan pada kakekku?""Apa yang kamu lakukan pada kakekku?"Gadis itu mencengkeram baju Kelvin dengan erat. Air matanya hampir jatuh.Di belakang, Bernard melihat kejadian itu. Dia tersenyum tipis sambil berkata pelan, "Padahal nggak ada hubungannya denganmu. Sekarang malah kena masalah, 'kan?"Niveria hanya melirik sekilas, lalu kembali duduk dan melanjutkan tidur.Dia sangat percaya pada kemampuan Kelvin.Pada saat itu, pria tua yang terbaring di lantai tiba-tiba mengeluarkan suara aneh dari mulutnya, lalu mulai bernapas

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 358

    Saat pria paruh baya itu melihat kondisi si pria tua, ekspresi wajahnya langsung berubah. Dia bertanya, "Ada apa dengannya?"Pria tua itu terus mengeluarkan busa dari mulutnya, sementara warna kebiruan di wajahnya makin pekat."Kami juga nggak tahu. Kakekku sehat-sehat saja selama ini. Waktu sebelumnya naik pesawat dari Kota Yanir juga nggak ada masalah. Nggak disangka kali ini ...." Gadis muda dengan rambut dua kuncir di sampingnya sudah panik sampai menangis."Baringkan dia dulu!" ucap wanita itu dengan cepat.Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri dan bekerja sama dengan sangat kompak.Mereka segera membaringkan pria tua itu di lorong pesawat."Apa yang sebenarnya terjadi?" Gadis berkuncir itu berucap, "Tolong selamatkan kakekku. Selama bisa menyelamatkannya, aku akan membayar berapa pun!""Ini serangan jantung mendadak, disertai beberapa komplikasi," jelas wanita paruh baya itu sambil mengernyit. "Di pesawat nggak ada obat atau alat medis yang memadai. Kami cuma bisa coba m

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 357

    Kelvin bertanya dengan terkejut, "Kenapa?"Pria berkacamata emas itu tersenyum, lalu mengeluarkan kartu nama dan menyerahkannya kepada Kelvin. Dia memberi tahu, "Ini kartu namaku."Kelvin menerima kartu itu dan melihatnya. Di atasnya tertulis beberapa kata.[Desainer Utama Grup Starca, Bernard Hartanto!] Pria itu tersenyum tipis, lalu bertanya, "Kamu tahu Grup Starca?""Nggak tahu," jawab Kelvin sambil menggeleng."Itu perusahaan perhiasan," jelas Bernard sambil tersenyum. "Kami punya banyak cabang di seluruh negeri. Nilai perusahaan sekitar 60 triliun lebih.""Jadi kenapa?" tanya Kelvin dengan heran.Bernard sedikit mengernyit, lalu tetap tersenyum dan berkata, "Dalam hidup, jarang-jarang orang bisa bertemu dengan seseorang yang bisa mengubah nasibnya. Mungkin ... aku adalah orang itu untukmu."Setelah itu, Bernard melanjutkan sambil tersenyum, "Aku nggak tahu siapa yang membelikan tiket kelas bisnis untukmu, tapi dari yang kulihat, kamu sepertinya orang desa yang belum punya banyak p

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 356

    Usman berencana membawa Julia pergi dari Kota Lamur dan membangun kembali sekte mereka. Untuk lokasi, nantinya baru akan diberitahukan kepada Kelvin setelah dipilih dan ditentukan.Namun saat ini, mereka masih belum meninggalkan Kota Lamur.Kelvin mengobrol sebentar dengan Julia, lalu menyimpan ponselnya dan menatap keluar jendela mobil.Jalanan Kota Lamur dipenuhi kendaraan yang lalu-lalang.Sejak meninggalkan Desa Jayaka, ini adalah kota paling ramai yang pernah dilihat Kelvin.Hanya saja, Kelvin tidak terlalu menyukai kota ini. Di sini penuh dengan godaan, tetapi juga dipenuhi tipu daya dan persaingan licik. Tidak senyaman hidup di Desa Jayaka.Kelvin juga tidak tahu, saat nanti dia kembali ke Kota Lamur untuk kedua kalinya, apakah kota ini akan menjadi sangat berbeda.Mobil melaju hampir satu jam sebelum akhirnya mereka tiba di bandara.Niveria mengenakan kacamata hitam, lalu turun dari mobil.Setelah berpamitan dengan Kate, mereka berdua masuk ke dalam bandara.Ini adalah pertama

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 355

    Malam pun berlalu dengan tenang tanpa terasa.Kelvin memasukkan hampir semua barangnya ke dalam cincin penyimpanan, lalu turun ke bawah."Barang bawaanmu mana?" tanya Niveria dengan heran saat melihat Kelvin.Kelvin berdeham sebelum berkata, "Aku nggak bawa banyak barang."Niveria menatapnya dengan sedikit curiga, tetapi tidak bertanya lebih jauh. Dia hanya mengangguk dan berkata, "Nggak apa-apa, nanti beli di Kota Yanir saja. Kali ini, aku juga cuma bawa satu koper."Sekarang, mereka tidak kekurangan uang, jadi untuk membeli kebutuhan sehari-hari memang bukan masalah.Kate menggandeng lengan Niveria sambil berkata, "Ah, kali ini kamu pergi ke Kota Yanir. Kita baru bisa ketemu lagi saat libur musim dingin nanti."Niveria mencubit hidung Kate dengan lembut, lalu berucap, "Kamu fokus saja belajar. Paman Aaron nggak menyuruhmu sekolah ke luar negeri?""Aku nggak mau!" kata Kate dengan nada manja. "Bahkan kuliah S2 saja aku nggak mau. Nanti setelah lulus S1, aku akan langsung ke Kota Yanir

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 123

    Kelvin bisa dengan jelas merasakan bahwa niat membunuh itu berasal dari tubuh Nelson dan Vinno.Hati Kelvin langsung terkejut.Kelvin memang memiliki pemahaman dasar tentang para kultivator. Saat ini, dirinya berada di tahap kedua dalam jalur kultivasi. Terhadap orang-orang yang berada di bawah ting

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 114

    Wanita cantik itu mengangkat kepala. Sepasang mata besarnya yang indah menatap Kelvin dengan saksama. Matanya sedikit bergerak, lalu dia bertanya, "Kamu mau mengirim barang apa?"Kelvin berpikir sejenak, lalu menjawab, "Obat pil."Kelvin dengan jelas menangkap kilatan keterkejutan di mata wanita itu

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 112

    "Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, namanya Kelvin. Sepertinya cuma orang kampung dan dia baru tiba di Kota Lamur hari ini," ucap pria tua itu."Cuma orang kampung? Apa dia pantas membuat Keluarga Jahan turun tangan seperti itu, bahkan sampai mengutusmu secara pribadi?" Nelson bertanya dengan

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 110

    Tatapan Kelvin tertuju tajam pada Aaron. Di matanya, tidak terlihat sedikit pun niat untuk mundur.Saat Aaron melihat sorot mata Kelvin, di wajahnya yang selalu serius sempat terlintas sedikit rasa terkejut.Pengalaman hidup Aaron terlalu kaya.Sebagai orang yang berada di lapisan paling atas masyar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status