LOGINJantung Kelvin berdegup kencang. Dia berpikir sejenak sebelum bertanya, "Kamu yakin?""Ya!" Wanita itu berbicara sambil mengangguk, "Sejak aku punya kesadaran, selain menjaga Tamara agar Mantra Pedang Teratai Hijau nggak jatuh ke tangan orang lain, aku menghabiskan waktu luangku untuk mengumpulkan informasi tentang organisasi Nomor 0. Karena aku berbentuk jiwa, justru lebih gampang bagiku untuk menyelidiki.""Para penanggung jawab organisasi Nomor 0 sangat tertutup. Aku belum pernah melihat langsung ketiga orang itu. Tapi, aku pernah berhubungan dengan beberapa anggota luar. Mereka sering pergi ke sebuah toko serba 20 ribu di Jalan Soues lingkar ketiga," lanjut wanita itu."Kamu yakin?" tanya Kelvin."Yakin," jawab wanita itu sambil mengangguk. "Tapi menurutku, tempat itu sangat berbahaya. Dengan kekuatanku sekarang yang masih lemah, aku nggak berani masuk.""Orang yang dulu menyerangku adalah seorang ahli formasi, bahkan sudah level tiga. Kalau dia memasang formasi di sana, aku pasti
Wanita itu terdiam cukup lama dan terlihat ragu-ragu. Pada akhirnya, dia menggertakkan gigi sebelum berucap, "Aku bisa menceritakan masalahku dengan mereka.""Oke, silakan," kata Kelvin."Saat masih hidup, aku juga seorang kultivator, bahkan sudah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual," ucap wanita itu dengan nada penuh ketidakpuasan. "Aku punya sebuah sekte kecil yang beranggotakan sekitar belasan orang. Sekitar sepuluh tahun lalu, sekte kami dimusnahkan oleh organisasi Nomor 0. Selain aku, semua orang mati. Aku melarikan diri ke Kota Yanira dan berniat mencari perlindungan dari Pengawas Malam.""Tapi ... sebelum sempat menemukan mereka, aku sudah disergap oleh orang-orang itu di sebuah proyek bangunan," lanjut wanita itu sambil tersenyum pahit. "Kami bertarung di sana dan akibatnya bangunan runtuh. Pada saat itu, ada banyak orang biasa yang ikut tewas."Raut wajah Kelvin sedikit berubah.Pertarungan antara kultivator, terutama yang sudah mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual dan memi
Melihat wanita di depannya, Kelvin sampai tertegun.Pemandangan ini terkesan agak terlalu menggoda.Jakun Kelvin bahkan sedikit bergerak.Namun saat ingat wanita ini hanyalah tubuh jiwa dan yang sedang dirinya lihat sekarang sebenarnya bukan tubuh nyata, ketertarikannya langsung hilang."Dewa, ampuni aku!" seru wanita itu dengan penuh kesakitan.Ekspresi Kelvin sedikit berubah. Teknik Akupunktur Pengikat Jiwa ini memang ditujukan untuk jiwa. Kalau digunakan pada manusia biasa, bahkan kultivator pun tidak akan bisa bergerak sama sekali. Apalagi pada tubuh jiwa seperti ini. Dia tentu saja lebih sulit menahannya.Kelvin menatapnya. Kekuatan wanita ini hanya sekitar Tahap Pemurnian Energi tingkat lima. Dia tergolong sangat lemah.Kelvin berjalan mendekat dan berbicara dengan tenang, "Kamu mencelakai orang di tempat ini. Aku nggak akan membiarkanmu.""Bukan begitu!" Wanita itu buru-buru berujar, "Orang-orang yang tinggal di sini sebelumnya memang pantas mati!""Benarkah?" Kelvin berucap sam
Sore tadi, Kelvin sudah merasakan adanya gelombang kekuatan spiritual. Gelombang itu tidak terlalu kuat, kira-kira hanya di Tahap Pemurnian Energi sehingga dia berani memutuskan untuk membeli rumah ini.Kelvin pun membuka pintu. Baru masuk beberapa langkah, tiba-tiba angin dingin berembus. Bahkan, Kelvin sampai merinding.Pada saat yang sama, rumput dan daun di sekitarnya terangkat oleh angin itu. Di bawah cahaya lampu jalan yang redup, rumput dan daun tersebut perlahan berkumpul di depan Kelvin dan membentuk satu kata![Pergi!]Melihat kata itu, perasaan sedang diawasi kembali muncul.Kelvin berbicara sambil tersenyum tipis, "Rumah ini kubeli dengan uangku. Aku pemiliknya sekarang. Yang seharusnya pergi sepertinya bukan aku."Sebenarnya sejak sore tadi, Kelvin sudah punya dugaan. Sosok di rumah ini kemungkinan adalah siluman ... atau seorang kultivator hantu!Bahkan, Kelvin merasa kemungkinan yang kedua lebih besar.Dia sendiri belum pernah bertemu kultivator hantu, tetapi pernah mend
"Pembunuh peringkat satu dan dua di daftar pembunuh bayaran?" Pada saat ini, suara orang dari seberang telepon terdengar lagi. "Bukannya yang peringkat satu itu, menurut Leluhur kemungkinan besar adalah orang dari organisasi Nomor 0?""Pokoknya, coba hubungi dia dulu. Kalau bisa merekrutnya, aku nggak peduli lagi soal organisasi Nomor 0," ucap Ella dengan raut wajah muram."Oke. Aku akan coba menghubungi mereka lewat jaringan ilegal," jawab orang di seberang telepon. "Tapi, kamu harus pikirkan baik-baik. Kalau sampai terlibat dengan organisasi Nomor 0 dan diketahui oleh Pengawas Malam, itu bisa membawa bencana besar bagi Keluarga Christian.""Aku tahu!" ucap Ella sambil menggertakkan gigi. "Tapi ... di lehernya ada salah satu harta tahap fondasi yang sangat langka di dunia ini. Aku ... harus ambil risiko!"....Di sisi lain, mobil melaju dengan cepat. Kelvin bersandar sambil memikirkan sesuatu.Julukan Evira adalah Seribu Bayangan. Dia selalu merasa pernah mendengar nama itu di suatu t
Sheren dan Ella yang awalnya memandang rendah Kelvin, langsung mengubah ekspresi mereka.Bahkan sebelum Niveria sempat mengambil kartu itu, Sheren sudah lebih dulu meraihnya. Dia meraba kartu itu, lalu langsung berkomentar, "Gila! Ini benar-benar Kartu Emas!"Memang, kartu itu berwarna emas dan terasa dingin saat disentuh, seolah terbuat dari emas murni. Di atasnya, ada ukiran yang sangat halus. Di satu sisi bergambar pemandangan alam, sementara di sisi lain berupa ukiran Balai Munres."Nggak mungkin!" Ella juga tertegun sejenak sebelum menambahkan, "Katanya, selama ini Balai Munres cuma pernah mengeluarkan dua Kartu Emas. Kalau ini dihitung, berarti yang ketiga. Bahkan enam keluarga besar di Kota Yanir, termasuk Keluarga Jahan saja nggak punya kartu seperti ini."Kedua wanita itu menatap Kelvin dengan penuh keterkejutan.Niveria lalu menjelaskan, "Waktu di pesawat kemarin, kami bertemu dengan pemilik Balai Munres. Dia terkena serangan jantung dan hampir meninggal. Kelvin pernah belaja
Kelvin menyeringai, lalu berbicara sambil mengangguk, "Oke, aku akan langsung menelepon Hasan dan meminjam vilanya sebentar."Satu jam kemudian, di vila milik Hasan, tepatnya di bagian atap vila, sebuah tungku obat dipanaskan hingga memerah. Kelvin mengendalikan besar kecilnya api dengan kekuatan se
Apalagi Karlo sama sekali tidak tahu bahwa masih ada seorang leluhur yang hidup di Keluarga Lorenz.Di sisi lain, Albus memegang mikrofon. Dia tersenyum tipis, lalu berkata, "Para hadirin sekalian, tentu ada alasan aku mengundang kalian semua berkumpul di sini hari ini. Pertama, karena sudah cukup l
Ekspresi Charles sedikit bergetar."Kalau dibandingkan dengan Niveria, Shintia itu kalah dalam segalanya. Dari penampilan, bentuk tubuh, latar belakang keluarga, pembawaan diri, sampai kepribadiannya, nggak ada satu pun hal darinya yang bisa menyaingi Niveria." Kelvin melanjutkan, "Kalau bukan karen
Di vila Keluarga Limanta.Tepatnya di depan vila, sebuah mobil berhenti mendadak dengan kecepatan tinggi.Dari kursi belakang, Daniel turun dengan tergesa-gesa, lalu langsung berlari masuk ke vila. Raut wajahnya dipenuhi kepanikan dan kegelisahan.Begitu masuk, pembantu yang sedang membersihkan vila







