Share

Bab 468

Author: Jimmy Nugroho
Topeng yang dikenakan Kelvin menutupi seluruh wajah, bahkan suaranya pun sudah diubah.

Kelvin menggelengkan kepala, lalu berencana mencari kesempatan untuk bertanya kepada Felix nanti.

"Kenapa dia ... nggak pakai topeng?" tanya Andriyan sambil mengernyit.

"Kalian ini pertama kali ikut pertemuan kultivator di Kota Yanir ya?" Pada saat itu, dua penjaga bertopeng kepala sapi dan kepala kuda menatap mereka.

Kelvin dan Andriyan menoleh dengan rasa penasaran.

Kelvin melihat di balik topeng kedua penja
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 468

    Topeng yang dikenakan Kelvin menutupi seluruh wajah, bahkan suaranya pun sudah diubah.Kelvin menggelengkan kepala, lalu berencana mencari kesempatan untuk bertanya kepada Felix nanti."Kenapa dia ... nggak pakai topeng?" tanya Andriyan sambil mengernyit."Kalian ini pertama kali ikut pertemuan kultivator di Kota Yanir ya?" Pada saat itu, dua penjaga bertopeng kepala sapi dan kepala kuda menatap mereka.Kelvin dan Andriyan menoleh dengan rasa penasaran.Kelvin melihat di balik topeng kedua penjaga itu. Mata mereka terlihat menyimpan senyum.Andriyan bertanya, "Dia terkenal?""Tentu saja. Di Kota Yanir, Master Anderson sangat terkenal," ucap orang yang memakai topeng kepala sapi sambil tersenyum. "Pokoknya, malam ini kalian berdua hati-hati saja saat berjalan."Setelah berkata begitu, mereka tidak menjelaskan lagi.Kelvin dan Andriyan saling memandang dengan bingung. Sambil berjalan masuk, Kelvin bertanya, "Dulu waktu kamu ikut, memangnya nggak pernah lihat dia?""Dulu aku memang pernah

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 467

    Waktu sebelumnya saat berhadapan dengan Ratna, Kelvin sudah berusaha keras menahan auranya. Untungnya saat itu Ratna tidak menyangka Kelvin bisa mencapai Tahap Pemeliharaan Spiritual dalam waktu sesingkat itu, jadi dia tidak terlalu curiga.Kalau tidak, saat itu Kelvin akan sulit menyelamatkan Julia sekaligus membunuh Ratna.Metode untuk menyembunyikan aura sebenarnya tidak terlalu sulit. Setelah melihat sekilas, Kelvin langsung memahaminya. Dia segera menjalankan metode tersebut dan tak lama kemudian berhasil mengendalikan auranya hingga terlihat seperti berada di Tahap Pembukaan Batin tingkat tiga."Menurutmu, kultivator dari Keluarga Jahan bakal datang juga nggak?" tanya Kelvin."Kemungkinan besar," jawab Andriyan.Sambil berbicara, mereka terus berjalan. Orang-orang di sekitar makin sedikit dan mereka berdua juga mengenakan topeng.Topeng Kelvin masih yang berbentuk rubah perak, sedangkan Andriyan memakai topeng hitam pekat.Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah tempat yang mi

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 466

    "Masalah ini ceritanya panjang," ucap Kelvin sambil menatap Golden. "Kalau nanti aku benar-benar sampai pada situasi hidup mati dengan Keluarga Jahan, kamu benar-benar mau melawan mereka?""Tentu saja!" Golden menambahkan, "Nasib dan hidupku sekarang ini diberikan olehmu. Selama kamu bilang, apa pun akan aku lakukan!"Mata Kelvin sedikit menyipit.Kalau apa yang Golden katakan itu benar, dalam rencana Kelvin menghadapi Keluarga Jahan, orang ini bisa memainkan peran yang sangat besar.Golden bisa menjadi orang dalam untuk Kelvin dan membantunya mengumpulkan informasi.Tentu saja, Kelvin juga belum sepenuhnya yakin. Bagaimanapun, mereka sudah bertahun-tahun tidak bertemu.Golden terlihat jujur, tetapi Kelvin tetap tidak berani langsung memercayainya sepenuhnya. Apalagi setelah berubah wujud menjadi manusia, Golden terus bekerja untuk Keluarga Lukito. Selain itu dari perkataannya barusan, hubungannya dengan David juga tampaknya cukup dekat."Aku masih ada urusan sekarang. Waktunya agak me

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 465

    Kelvin terlihat benar-benar bingung. Saat mendengar nama Golden, dia sudah mulai curiga.Begitu orang itu menyebut soal memberi makan kacang, Kelvin langsung paham.Orang ini ... adalah anjing di ujung desa mereka yang dulu bernama Golden. Waktu kecil, Kelvin punya banyak Pil Primordial Yang yang dia makan seperti camilan. Kalau sedang tidak ada kegiatan, dia juga sering memberi beberapa butir kepada anjing di ujung desa itu.Hanya saja saat Kelvin berusia belasan tahun, Golden tiba-tiba menghilang. Saat itu, Kelvin bahkan sempat sedih cukup lama."Kamu ... sudah bisa berubah wujud jadi manusia?" tanya Kelvin dengan ekspresi masih tidak percaya.Melihat Kelvin sudah mengingatnya, Golden berucap dengan sangat bersemangat, "Kamu masih ingat aku! Ini aku! Kamu benar-benar ingat!""Hari ini, aku kebetulan disuruh datang ke sini buat menagih sewa. Awalnya aku menunggu di luar, tapi tiba-tiba aku mencium baumu, jadi aku langsung lari ke sini. Pas kulihat, ternyata benaran kamu! Kenapa kamu b

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 464

    Mendengar perkataannya, Kelvin sedikit mengernyit. Dia sebenarnya tidak ingin memperbesar konflik supaya tidak menimbulkan masalah yang tidak perlu. Dia membalas sambil menggeleng, "Berapa jumlahnya? Aku bantu mereka bayar saja.""Nggak sok hebat lagi?" Orang itu memaki, "Yang paling aku benci adalah pendatang seperti kalian! Sialan! Kalian datang ke Kota Yanir cuma mencemari udara!"Kelvin menahan amarah di dalam hatinya."Sebulan tiga juta, bayar tiga bulan sekali. Total sembilan juta!" kata orang itu dengan nada tidak sabar.Kelvin sedikit mengernyit. Dia tidak menyangka bahwa tempat sekumuh ini pun biaya sewanya bisa sampai tiga juta per bulan. Kota Yanir memang benar-benar mahal, setiap jengkal tanahnya bernilai tinggi.Tentu saja, peluang di tempat ini juga jauh lebih banyak dibanding kota-kota lain."Cepat bayar! Jangan bertele-tele. Waktuku mahal!" maki orang itu.Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara langkah kaki.Kelvin menoleh ke arah suara itu. Tak lama kemudian, dia mel

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 463

    Tanpa terasa, Kelvin sudah sibuk sampai sore hari.Kelvin tidak melanjutkan mengetuk pintu lagi. Dia berencana mulai besok menyewa sebuah rumah kecil di sini dan membuka klinik. Hari ini, dia sudah mengobati cukup banyak orang dan hasilnya terlihat cukup jelas. Jika kabar tentang pengobatan gratisnya menyebar, orang-orang di sini kemungkinan akan datang sendiri ke tempatnya.Kelvin menelepon Niveria dan mengabari bahwa hari ini dia tidak pulang. Dia meminta Niveria untuk tetap menginap di rumah orang tuanya satu hari lagi. Setelah itu, dia pun kembali ke rumah Andriyan.Kelvin juga menerima kabar dari pihak pengelola Kompleks Zenada bahwa kira-kira butuh satu hari lagi untuk mengembalikan vila mereka seperti semula.Kelvin harus mengakui bahwa efisiensi Kompleks Zenada memang luar biasa.Setelah makan malam, Kelvin keluar bersama Andriyan. Mereka hendak menghadiri pertemuan kultivator minggu ini.Keduanya berjalan menuju luar gang. Baru beberapa langkah, Kelvin dan Andriyan melihat di

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 158

    Ini adalah pertama kalinya Kelvin menghadiri pertemuan seperti ini. Dia jarang berinteraksi dengan kultivator dan tentu saja tidak banyak bicara, hanya mendengarkan dalam diam.Pada saat ini, pria tua beruban itu bertanya dengan tenang, "Teknik kultivasi Tahap Inti Emas? Kapan dan di mana?""Oh, Bap

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 119

    "Pas banget!" kata Edric. "Guruku juga lagi menjamu seorang tamu makan di sini. Awalnya, dia juga ingin mengundangmu. Gimana kalau ... kita makan bareng saja?""Nggak mau!" Natasha langsung menarik lengan Kelvin sambil menolak dengan tegas.Kelvin terdiam sejenak, lalu berkata, "Sudahlah, pertemuan

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 120

    Di ruang VIP lainnya, Kelvin dan Natasha mengobrol seadanya sambil menunggu hidangan.Sejujurnya, Kelvin benar-benar tidak mengerti jalan pikiran para anak orang kaya. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Natasha bersikap begitu ramah kepadanya hanya karena dia telah menyebabkan kakaknya dipukuli s

  • Sang Dewa Pengobatan Sakti   Bab 127

    "Selain itu di generasi Revan ini, cuma dia satu-satunya anak laki-laki. Ke depannya, dia pasti akan menjadi pewaris Keluarga Wijaya. Karena itu, seluruh Keluarga Wijaya sangat memanjakannya. Hal inilah yang membentuk kepribadiannya yang arogan dan semena-mena," kata Natasha sambil tersenyum pahit.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status