Home / Urban / Sang Dewa Perang Terkuat / 246. Mereka Menolak!

Share

246. Mereka Menolak!

Author: Zila Aicha
last update Huling Na-update: 2024-11-04 20:54:08
Riley menoleh ke arah James dan berkata, “Aku akan maju ke sana sendirian.”

Reiner dan dua orang komandan perang lain melongo kaget, sementara James dengan tegas berkata, “Tidak. Apa kau sudah gila?”

“Ini salah satu cara yang bisa kita gunakan untuk mengetahui sebenarnya apa yang mereka inginkan,” balas Riley.

James menggelengkan kepala dan bangkit dari kursinya dengan menunjukkan ekspresi marah.

“Kita sudah tahu tujuan mereka menyerang kerajaan kita. Sudah jelas mereka ingin menguasai sebagian dari daerah kerajaan kita. Lalu, apalagi yang harus kita selidiki? Bukankah yang paling penting itu mengalahkan mereka?” James berkata dengan jengkel.

Jika James sudah terlihat emosi seperti itu, hampir tidak ada yang berani menentangnya. Padahal dia masih sangat muda dan semua orang di dalam ruangan itu lebih tua darinya, kecuali Riley.

Namun, faktanya mereka tahu bila apapun yang dikatakan oleh pemuda yang menjabat sebagai seorang wakil jenderal perang itu kebanyakan adalah kebenaran.

Akan te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Sang Dewa Perang Terkuat    95. Apa Dia Mati?

    Niall membelalakkan mata, tampak begitu terkejut. Pemuda berusia 18 tahun itu segera berlari mendekati orang yang dia kenal itu.Alec mendesah pelan dan segera menyusul Niall tanpa berkata apapun.Dengan cepat Niall memegang tangan orang itu dan bertanya, “Apa yang terjadi?”“Leo.” Alec yang telah menyusul Niall tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya melihat Leo Wein terkapar di tanah dengan luka yang serius.First Kiansa terlihat kaget melihat Niall Anderson yang datang bersama dengan rekan satu timnya. “Niall.”“Ini Leo Wein?” Niall ternganga.Dia langsung duduk dan memeriksa orang yang diseret oleh First itu.“Apa dia … mati?” Alec menatap ngeri ke arah mantan temannya itu. Niall yang tidak menemukan tanda-tanda kehidupan di tubuh Leo langsung mengangkat kepala dan menatap First.“Bagaimana dia bisa kehilangan nyawanya, First?”Alec menutup mulutnya begitu mendengar perkataan Niall yang tentu saja langsung menjawab apa yang dia tanyakan tadi.First menggelengkan kepalanya, “

  • Sang Dewa Perang Terkuat    94. Boleh Bergabung?

    Knox memutar bola mata, “Aku tidak membencinya. Aku hanya kesal karena dia … mengabaikan aku ketika aku diserang oleh Kyland dan Reinhard.”Elliot mengernyitkan dahi, menatap Knox dengan tatapan sulit percaya.Knox pun tertawa masam, “Aku sudah mengira kalau kau tidak akan percaya, jadi lupakan saja apa yang aku katakan.”Pria muda itu pun lanjut melangkah ke arena selanjutnya dengan dipenuhi rasa kecewa. Sementara itu Elliot malah justru terdiam.Dia memang mengenal First lebih dulu daripada Know dan dia tidak melihat adanya tanda-tanda hal yang aneh dari First.Pangeran dari Kerajaan Kiansa itu bahkan membantu Gale di saat sahabat baiknya itu terkena jarum-jarum beracun.Dikarenakan hal itu, dia pun sulit mempercayai apa yang dikatakan oleh Knox.Akan tetapi, dia bisa membaca ekspresi Knox yang penuh dengan kejujuran. Sehingga dia menjadi sekit agak bingung.“Sudah aku katakan,

  • Sang Dewa Perang Terkuat    93. Ini Belum Berakhir, Gardner!

    Knox menggertakkan gigi, masih terlalu kesal pada First yang memilih untuk mengabaikannya dan pergi dari sana. Belum sempat pemuda itu berpikir untuk menyerang Kyland dan Reinhard, Kyland sudah menendangnya terlebih dulu. Knox yang tidak siap itu kembali terjatuh lagi. Di saat dia hendak bangkit, Reinhard dengan begitu cepat langsung menahannya dan menindihnya. Dia menggunakan pisau milik Kyland untuk berniat menusuk Knox. Tapi tidak disangka-sangka pada saat itu dia dilempar oleh batu yang tepat mengenai tangannya hingga membuat dirinya kehilangan kendali atas pisau itu. Pisau tersebut jatuh dan hal itu dimanfaatkan oleh Knox untuk memukul balik Reinhard. Kyland yang melihat hal itu segera mengambil pisau miliknya lagi dan berniat untuk mengambil alih tugas Reinhard untuk membunuh Knox. Tapi, hal itu tidak bisa dilakukan sebab tangannya malah terpanah secara tiba-tiba. “Brengsek!” Kyland mangumpat sembari menahan rasa sakit di tangannya. Orang yang melakukan serangan itu ad

  • Sang Dewa Perang Terkuat    92. Kau Pasti Akan Mati dengan Cepat!

    Richard bangkit dengan cepat lalu buru-buru menyusul Kharel.Keduanya mulai mengeluarkan senjata mereka masing-masing, bersiap-siap untuk melakukan serangan balasan terhadap si penyerang yang belum terlihat oleh mereka itu.Sebelum mereka bisa menemukan lokasi si penyerang, dua bola api kembali dilemparkan ke arah mereka.Namun, berkat kelincahan kedua pemuda itu mereka pun bisa menghindar tepat waktu.Tapi, setelah serangan itu Kharel yang memang memiliki pendengaran yang sangat tajam menoleh ke arah Richard, “Aku tahu tadi mana mereka.”Richard menaikkan alis kanan, “Bagaimana kau bisa tahu?”Kharel hanya menjawab, “Ikut aku saja! Ayo cepat, Richard!”Richard tidak memprotes meskipun dia menginginkan sebuah jawaban. Pemuda yang masih berusia tujuh belas tahun dan memiliki perbedaan umur sebanyak empat tahun itu mengikuti Kharel.Sementara itu di arena yang lain suasana ter

  • Sang Dewa Perang Terkuat    91. Fase Kedua

    “Aku … ingin keluar dari tempat ini.”Untuk sesaat Richard hanya bisa berkedip-kedip ketika mendengar jawaban Jeremy.“Aku dan salah seorang temanku sudah terlalu muak berada di sini.” Jeremy menambahkan dengan ekspresi wajah terlihat lelah. Richard menghela napas panjang, tapi belum memberikan komentar apapun.Sebelum dia sempat memberikan tanggapan, dia malah kembali mendengar jeremy berbicara lagi, “Menghancurkan perserikatan kerajaan-kerajaan yang berisi begitu banyak orang yang memiliki kekuatan besar tentu akan sulit.”Dia berhenti sejenak dan menatap Richard dengan tatapan penuh keyakinan, “Tapi … membawaku keluar dari tempat sialan ini kurasa tidak terlalu sulit. Benar begitu, Putra Mahkota?”Richard De Kruk yang memang terkenal memiliki ekspresi datar pun akhirnya menjawab, “Baiklah, sepakat.”Jeremy melebarkan mata, tampak terkejut dengan persetujuan Richard yang begitu mudahnya. “Kau setuju?”“Ya.”“Kau … tidak akan berubah pikiran?”Richard mendengus pelan, “Jika kau ber

  • Sang Dewa Perang Terkuat    Pengumuman -_-

    Hai, Pembaca Setia Mohon maaf sebesar-besarnya saya belum bisa publish lanjutan cerita buku ini di malam ini.Selanjutnya, saya akan coba publish besok ya Readers. Omong-omong masih adakah yang menunggu-nunggu lanjutan cerita ini? Bisakah beri komentar di sini?Kemungkinan besar season 4 buku ini akan segera tamat di bulan ini. Semoga masih setia menunggu akhir dari kisah Kharel Mackenzie dan teman-temannya ya.Terima kasih. ^•^Salam hangat,Zila Aicha

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status