Beranda / Fantasi / Sang Kusir / Bab 151 Latihan bagian 2

Share

Bab 151 Latihan bagian 2

Penulis: Pujangga
last update Tanggal publikasi: 2026-10-13 19:38:14

Hari demi hari Arga jalani dengan keras, dia tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang mendapAt banyak luka, yang terpenting sekarang adalah mendapatkan 500.000 lingkaran tenaga dalam.

Awalnya Zufu mengira Arga akan menyerah dan berhenti latihan di hari ke 7 karena sampai saat itu, Arga masih saja bergulat dalam 10 putaran.

Setiap tiba di putaran ke 10, tubuh Arga akan langsung pingsan tidak tahan dengan hawa panas yang dipancarkan oleh lahar.

Tetapi di hari ke 8, tubuh Arga mendapatkan peningkata
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sang Kusir   Bab 151 Latihan bagian 2

    Hari demi hari Arga jalani dengan keras, dia tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang mendapAt banyak luka, yang terpenting sekarang adalah mendapatkan 500.000 lingkaran tenaga dalam.Awalnya Zufu mengira Arga akan menyerah dan berhenti latihan di hari ke 7 karena sampai saat itu, Arga masih saja bergulat dalam 10 putaran.Setiap tiba di putaran ke 10, tubuh Arga akan langsung pingsan tidak tahan dengan hawa panas yang dipancarkan oleh lahar.Tetapi di hari ke 8, tubuh Arga mendapatkan peningkatan yang signifikan di mana dia mampu berlari 20 putaran.Kegigihan Arga benar-benar tidak bisa diremehkan kerena pemuda itu pantang menyerah.Zufu tidak tahu bahwa sedari kecil, Arga memang sudah terkenal sebagai anak keras kepala. Dan sifat itu terus berkembang sampai mendarah daging menjadi sebuah karakter.Selama nyawanya masih belum terpisah dengan tubuh, Arga tidak akan berhenti.Minggu demi minggu tidak terasa telah terlewati, saat ini Arga telah berlatih di cincin kawah selama 4 bulan.Dan

  • Sang Kusir   Bab 150 Latihan pertama

    7 hari berlalu begitu cepat, saat ini Mutiara Sendayu sudah bisa berjalan setelah diajarkan cara menyerap energi oleh Zufu.Tetapi untuk berlari tetap saja Mutiara Sendayu tidak bisa karena kualitas tulangnnya masih sangat rendah.Untuk meningkatkan kualitas tulang, Mutiara Sendayu terpaksa harus mengonsumsi daging tikus mentah seperti yang sering dilakukan oleh Zufu.Meski terasa menjijikkan dan tidak enak, gadis itu rela melakukannya karena tidak ingin selalu bergantung pada Arga dan Zufu.Terlebih dirinya merupakan seorang perempuan, Mutiara Sendayu sangat malu jika ingin buang air kecil atau hajat, dia harus meminta bantuan Arga untuk membawanya turun dari gubuk.Ternyata benar, selain untuk mengganjal rasa lapar, daging tikus mentah juga dapat meningkatkan kualitas tulang.Terbukti pada Mutiara Sendayu, di mana dalam beberapa hari ini, dia telah mendapatkan peningkatan yang signifikan.Menyaksikan perubahan pada tulang gadis itu, membuat Arga juga ikut memakan daging tikus mentah

  • Sang Kusir   Bab 149 Mutiara Sendayu tersadar

    Dalam kegelapan yang pekat di gubuk kayu milik Zufu, Mutiara Sendayu berteriak histeris mendapati matanya tidak bisa melihat.Tetapi tidak berlangsung lama karena saat Mutiara Sendayu kehilangan napas, teriakannya lenyap berganti kepanikan.Haaaaaa! haaaaaa! haaaa!Gadis itu berusaha mengambil napas, namun udara di sana begitu berat hingga sulit dihirup.Alih-alih bisa mengambil udara, Mutiara Sendayu malah mengalami muntah darah.Beruntung ada Arga yang langsung menenangkan kepanikannya, Arga mengatakan mereka belum mati dan ini bukan di alam baka.Selanjutnya Arga memberi tahu Mutiara Sendayu bagaimana cara menyerap udara.Mendengar Arga berada di sisinya, Mutiara Sendayu berangsur tenang. Dia tidak lagi mencoba menghirup udara tetapi mulai konsentrasi memahami sifat udara agar bisa diserap oleh paru-parunya.Setelah beberapa lama, gadis itu akhirnya bisa bernapas, tetapi masalah kali ini adalah tekanan daya tarik bumi dan penglihatan. Selain tidak bisa berdiri, Mutiara Sendayu juga

  • Sang Kusir   Bab 148 Jadikan Aku Murid

    “Maaf aku selalu menyusahkanmu,” Arga menunduk merasa bersalah.“Tidak apa, itu salahku karena aku tidak memberitahumu tujuanku berburu,” ujar Zufu sembari tersenyum.“Tapi untuk apa kau mencariku? Bukankah kau bisa menungguku pulang?” tanya Zufu merasa aneh.Arga tersenyum malu sebelum menjawab, “Waktu itu aku terlalu bersemangat ingin menanyakan pedang milikku, siapa tahu dirimu pernah menemukannya,” ungkap Arga.“Apa pedang besar yang mirip batu dengan gagang berwarna merah?” tanya Zufu membuat Arga melebarkan mata.“Benar, benar itu pedangku, dimana dia sekarang?” tanya Arga penuh semangat.“Hahaha, ternyata itu pedangmu. Aku menguburnya di bawah pohon ini karena kukira itu hanya sekedar sampah yang tidak sengaja terbawa kemari,” Zufu tertawa terbahak-bahak.“Di-di—dikubur? Apa kau bisa mengangkat pedangku?” tanya Arga sulit percaya di mana di alam manusia, tidak ada seorangpun yang bisa mengangkat pedang itu selain dirinya.“Hahaha, mengapa tidak bisa, itu hanya sekedar pedang, d

  • Sang Kusir   Bab 147 Ular Hutan Kematian

    Di dalam gubuk kayu, 300 meter di atas permukaan tanah, Arga begitu senang menikmati daging hiu bakar yang sebelumnya dia panggang di atas batu besar di bibir pantai.Panas sore di sana mampu membakar ikan hiu besar hanya dalam waktu 10 menit saja.Setelah ikan tersebut matang, Zufu membawanya pulang ke gubuk untuk mereka santap di sana.“Huuuuuaaaa, ini nikmat sekali! Aku tidak percaya daging ikan akan memiliki rasa seenak ini,” Arga heboh sendiri dengan terus memasukan daging hiu kemulutnya.“Hahaha, terang saja enak. Hewan laut di sini sudah mengandung garam, jadi selain gurih, daging ikan juga terasa nikmat karena ada rasa asinnya,” Zufu tertawa.“Lalu mengapa kau tidak menangkap ikan saja setiap hari? Bukankah daging tikus itu terasa menjijikan?” tanya Arga sembari terus menikmati makanannya.“Hahaha, itu tidak bisa kulakukan karena cuaca dilaut berubah-ubah dengan cepat,” jelas Zufu.“Dalam satu tahun, hanya terdapat waktu satu bulan laut bisa dikunjungi. Dan tadi adalah hari te

  • Sang Kusir   Bab 146 Alam Kehampaan

    Dua hari berada dihutan kematian, Arga hanya menghabiskan waktu dengan bertapa menyesuaikan tubuhnya dengan alam di sana.Di hari ke 3, Zufu mengajak dia berburu karena melihat Arga sudah mulai bisa berlari cepat.Zufu turun dari gubuk dengan cara melompat, sementara Arga menuruni gubuk menggunakan sebuah tali.Arga tidak dapat melompat karena tulang kakinya pasti akan patah saat mencapai daratan.Di alam kehampaan, tubuh Arga tidak ubahnya seperti seorang anak kecil yang rapuh.Dia juga tidak bisa menggunakan energinya karena sejak masuk jurang tanpa dasar, energi Arga lenyap begitu saja.Zufu mengatakan bahwa di alam kehampaan segala macam energi dari alam manusia tidak akan berguna di mana udara dan semua partikel di sana akan menekan tubuh bahkan sampai ke inti energi.Sementara semua hewan, tanaman, bahkan rerumputan di alam kehampaan mampu menghisap energi kehidupan, membuat Arga harus menghindari mereka.Kecuali ranting kering dan semua yang tidak bernyawa di sana dapat disentu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status