Home / Fantasi / Sang Kusir / Bab 99 Pertarungan Puncak dan sosok bergelar Rantai Arwah

Share

Bab 99 Pertarungan Puncak dan sosok bergelar Rantai Arwah

Author: Pujangga
last update publish date: 2026-09-16 19:30:19

Itulah jurus tertinggi pedang elang yang dia kuasai, sebuah jurus penghancur yang tidak pernah Arga keluarkan sebelumnya.

Gabungan jurus segel dewa dan pedang elang menciptakan pusaran energi yang tidak menentu hingga mengakibatkan beberapa organ dalam Arga hancur seketika.

Tetapi dia harus terus bertahan karena musuh kali ini tidak bisa dibiarkan hidup. Jika siluman kelelawar tetap hidup, maka umat manusia akan mengalami bencana besar.

Angin badai tercipta entah dari mana bergemuruh memenuhi l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Kusir   Bab 102 Aji Penyembuh Kuil Batara

    9 hari yang dijanjikan Ariani sudah terlewati membuat kondisi Arga saat ini menjadi semakin memburuk.“Mengapa dia tidak kunjung tiba? Apa terjadi masalah di perjalanannya?” tanya sang kakek tua.“Aku juga tidak mengerti Resi, seharusnya dia sudah tiba semalam,” jawab Jantaka cemas.“Apa benar kuda putih itu bisa berlari melebihi kecepatan para pendekar?” sang kakek tua mulai ragu dengan pernyataan Jantaka di dusun Pandira.“Itu memang sebuah kenyataan Resi, aku sangat yakin Ariani pasti mendapat masalah di perjalanannya,” tutur Jantaka.Mendengar itu sang kakek tua tidak lagi bersuara, kali ini dia malah terus mengelus janggutnya yang telah memutih seperti sedang berpikir keras.“Tunggulah di sini, aku akan menyusul temanmu,” ungkap sang kakek tua tiba-tiba.“Aku mengerti, terima kasih Resi,” Jantaka membungkuk dengan mata berbinar.Dia cemas terhadap Ariani, tetapi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa karena menyusul dengan ilmu meringankan tubuh sama saja dengan mempercepat kematian

  • Sang Kusir   Bab 101 Nasib Raja Kelelawar Iblis

    Ariani bersama Liwa melesat ke arah kerajaan Bunisora menuju hutan Bugang tempat di mana lembah tanaman langka berada.Sementara Jantaka bersama kakek tua pergi membawa tubuh Arga menuju gunung Gadog tepatnya menuju Kuil Batara.Tidak ada yang dapat mengangkat pedang hitam milik Arga selain sang kakek tua, itupun pedang hitam harus ditempelkan di tubuh Arga.Jika tidak ditempelkan pada tubuh Arga, sang kakek tua pun tidak bisa mengangkatnya, membuat dia bertanya-tanya senjata macam apa itu?.“Aku baru mendapati ada senjata yang tidak bisa dipegang oleh orang lain, dari mana dia mendapatkannya?” tanya sang kakek tua kepada Jantaka.“Hahaha, aku juga heran Resi. Dia mendapatkan itu dari alam lelembut ketika berkelana di hutan kabut,” jawab Jantaka.“Alam lelembut? Hutan Kabut? Bagaimana cara dia bisa masuk ke alam lelembut?” sang kakek tua mengerutkan kening.Sementara para pendekar cenayang di belakangnya lagi-lagi dibuat terkejut oleh sosok Arga.“Itu hanya sebuah kebetulan Resi, mung

  • Sang Kusir   Bab 100 Kondisi Arga

    Pagi hari di dusun Pandira tepatnya di halaman penginapan milik Sapto sangat ramai sekali oleh para penduduk.Mereka penuh sesak berbondong-bondong datang ke sana untuk mengucapkan terima kasih kepada para pendekar yang telah membebaskan dusun ini dari terror mayat hidup.Subuh hari saat sang kakek tua tiba di penginapan, Sapto langsung memukul kentungan dan berteriak bahwa mayat hidup telah berhasil dimusnahkan.Satu rumah ke rumah saling memberi kabar hingga pada akhirnya seluruh warga dusun pandira mengetahuinya.“Kami sangat berterima kasih kepada pendekar semua, mohon diterima hormat kami,” Karjo sang pemimpin dusun pengganti memimpin para warga untuk memberi penghormatan.Jambang yang melihat itu tidak bisa berkata-kata karena yang berjasa atas semua ini adalah kelompok Arga.“Maaf para warga serta pemimpin dusun, kami tidak layak menerima semua ini karena yang paling berjasa atas penumpasan mayat hidup adalah kelompok anak muda ini,” Bopeng memberanikan diri untuk berbicara dan

  • Sang Kusir   Bab 99 Pertarungan Puncak dan sosok bergelar Rantai Arwah

    Itulah jurus tertinggi pedang elang yang dia kuasai, sebuah jurus penghancur yang tidak pernah Arga keluarkan sebelumnya.Gabungan jurus segel dewa dan pedang elang menciptakan pusaran energi yang tidak menentu hingga mengakibatkan beberapa organ dalam Arga hancur seketika.Tetapi dia harus terus bertahan karena musuh kali ini tidak bisa dibiarkan hidup. Jika siluman kelelawar tetap hidup, maka umat manusia akan mengalami bencana besar.Angin badai tercipta entah dari mana bergemuruh memenuhi langit membuat rambut panjang Arga berkibar layaknya api yang berkobar.Matanya biru terang seperti terangnya pedang besar di tangan-nya.“Arga!” Ariani menghentikan laju larinya karena merasakan firasat buruk terhadap Arga.Begitu juga dengan Jantaka membuat semua pendekar cenayang juga ikut berhenti.“Petir biru? Badai? Ada apa sebenarnya ini?” teriak Jambang tidak mengerti.Sementara yang ditanya tidak menjawab karena Jantaka dan Ariani kini mematung memandangi langit dengan perasaan cemas.“K

  • Sang Kusir   Bab 98 Segel Pengekang Tingkat Dewa

    “Apa yang terjadi di atas sana?” teriak Buki cemas. Semakin lama entah mengapa perasaan-nya menjadi semakin buruk.“Aku juga tidak tahu, energi ini sungguh tidak manusiawi, aku sendiri tidak bisa berdiri,” jawab Jantaka sembari menancapkan pedang sebagai tumpuan.Tika, Nuri, dan Kamala sudah sedari tadi muntah darah tidak tahan dengan tekanan energi dari atas langit. Tubuhnya lemas bertelungkup di tanah.“Arga sedang apa dirimu? Kami membutuhkan bantuanmu,” gumam Ariani.Jambang, Buki, Bopeng, dan Apud sama-sama masih bertahan dengan mengalirkan energi pada tubuhnya.Tetapi tetap saja, energi dahsyat yang menekan membuat mereka harus merasakan sakit luar biasa.Wajah memerah serta semua otot menegang mengumpulkan seluruh energi agar tidak terkena luka dalam.Beruntung para mayat hidup juga mengalami hal yang sama, sepulihnya dari dampak ledakan mereka tidak lagi dapat bergerak karena tertekan aura mengerikan dari atas sana.Andai mayat hidup bisa bergerak, riwayat Jantaka dan semua or

  • Sang Kusir   Bab 97 Jurus Pedang Penghancur Gunung

    Semakin larut, energi siluman kelelawar entah mengapa semakin besar. Membuat Arga semakin terpojok oleh serangannya.“Pedang Elang!” teriak Arga.100 pedang energi tercipta di belakang punggung, pedang bercahaya kuning tersebut melayang di sekitar tubuh Arga, membuat siluman kelelawar menyipitkan mata menyaksikan-nya.“Hahaha, kau anak manusia pertama yang menarik perhatianku. Siapa sebenarnya kau bocah? Apa kau ingin bergabung denganku?” tanya siluman kelelawar dengan mata berbinar.Andai dia dapat merekrut Arga menjadi pasukannya, siluman kelelawar sangat yakin ambisinya di dunia ini akan cepat tercapai.“Cih! berapa kau akan membayarku jika aku mau mengabdi padamu?” tanya Arga sembari melemparkan tatapan sinis.“Hahaha, tentu saja kau akan mendapatkan kekuasaan mutlak di seluruh dunia. Dengan begitu, apa pun yang kau inginkan bisa dirimu raih,” Siluman Kelelawar tertawa mendengar Arga melakukan penawaran.“Hanya kekuasaan ya. Hahaha sayang aku sudah memilikinya,” jawab Arga sembari

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status