Home / Romansa / Sang Penakluk Wanita / Bab, 15. Sarapan Pembawa Bencana

Share

Bab, 15. Sarapan Pembawa Bencana

Author: Miss Lia
last update Last Updated: 2025-12-30 00:55:21
Bab.

Mobil Tante Angel meluncur menuju resto ala Jepang. Resto favorit Tante Angel. Sehan tidak tahu jika status asli Tante Angel masih sah menjadi istri.

"Tuan, nyonya pergi bersama selingkuhannya. Kita harus bagaimana?"

"Habisi saja keduanya. Bikin kecelakaan, ingat jangan sampai ada satu bukti pun. Dengan begitu aku bisa menikah lagi dengan Alinda secara resmi!"

"Baik, siap laksanakan, Tuan!"

Dua orang lelaki dengan jas hitam dan berkaca mata hitam mengawasi gerak-gerik Sehan d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Penakluk Wanita    Bab. 45. Hack Akun

    Tuan Dimitrio menatap tajam ke arah tante Angel seakan dia menantang jika tante Angel tidak menuruti apa yang ia inginkan maka akan benar-benar terjadi semua ancaman yang dikatakan oleh Tuan Dimitrio. Dengan senyum sempurna, tuan Dimitrio memandang salam cari kertas yang sudah terpampang tanda tangan tante Angel. Dia pun segera ikut tanda tangan di atas nama dirinya. "Bagus, Sayang. Seharusnya sedari dulu kamu patuh padaku, maka kejadian ini tidak akan terjadi. Aku pastikan hanya satu hari saja berita ini akan viral, keesokan harinya berita itu sudah tidak ada. Kalian lepaskan dia, dan ayo kita pulang!" ucap Dimitrio memberi perintah pada anak buahnya Beberapa lelaki dengan tubuh tinggi kekar mengangguk patuh. Mereka sedari tadi berdiri mengepung tempat duduk Sehan dan tante Angel mereka berjaga agar sehat ataupun tanpa Injil tidak melarikan diri ataupun memberikan perlawanan yang bisa membahayakan nyawa Tuan Dimitrio. "Siap, Tuan. Laksanakan!" Jawab mereka deng

  • Sang Penakluk Wanita    Bab 45.Fakta Terbagi

    Perdebatan antara Nyonya Angel dan tuan Dimitrio semakin memanas dan menegangkan Keduanya sama-sama tidak ingin mengalah. Tuan Dimitrio di desa oleh Alinda untuk segera mencarikan tante Angel. Sedangkan tante Angel sendiri tidak ingin kehilangan apa yang sudah dirinya dan Tuan Dimitrio miliki bersama. Tante Angel tidak terima jika harta yang sudah dirinya dan suaminya kumpulkan menjadi milik wanita lain. "Cepatlah tanda tangani berkas ini dan semuanya akan cepat selesai Aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi dan kamu tidak usah mengganggu kehidupanku lagi. Masalah harta akan kita bagi dua bagaimana?" Tuan Dimitrio beri kode pada anak buahnya untuk memberikan waktu yang sudah ia siapkan sebelumnya. Seorang lelaki dengan memakai jas hitam berjalan dengan sedikit menunduk memberikan map pada tante Angel. "Silahkan, Nyonya." Anak buah Dimitrio menyingkir. Sedangkan Nyonya Angel menatap dengan penuh curiga kalau Dimitrio akan membodohi dirinya. "Kamu tidak memainkan trik

  • Sang Penakluk Wanita    Bab.43.Dalang Sebenarnya

    Kuku tajam Sehan menembus telapak tangannya. Semua itu karena saking eratnya dia mengepalkan tangannya setelah mendengar pengakuan dari dua orang itu. "Jadi selama ini mereka berdua lah yang sudah menghancurkan bisnis keluargaku! Pantas saja aku tidak bisa mendapatkan informasi apapun tentang penyebab bangkrutnya perusahaan papa. Ternyata Tuan Dimitri lah yang bertanggung jawab. Tentu saja dia bisa membungkam semua mulut pegawai dan juga relasi papa. Kekuasaan dialah yang menyebabkan semua itu bisa dia lakukan!" geram Sehan. Sehat sangat ingin menghajar habis lelaki yang ada di depannya itu. Namun saat ini ia hanya bisa menahan diri dulu. Setelah malam ini Sehan mempunyai rencana untuk membalas semua sakit hati dan juga penderitaan yang sudah dibuat oleh Tuan Dimitrio. "Aku sangat beruntung malam ini tanpa aku mencari tahu penyebab bangkrutnya perusahaan papa, informasi itu datang sendiri!" gumam Sehan lagi, ia masih menyimak pembicaraan tuan Dimitrio dan Tante Angel. Sesek

  • Sang Penakluk Wanita    Bab.42. Terungkap Kebenaran

    Lelaki dengan tubuh kekar berdiri dengan berkacak pinggang. Tante Angel dan Sehan hanya bisa saling memandang. Apa yang dikatakan oleh Tuhan dimitrio ternyata benar-benar dia laksanakan sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakati. Rupanya rencana tuan Dimitrio hanya menunggu dia memergoki sang istri dan selingkuhannya. "Hentikan kamera mu itu, Bangsat!" hardik nyonya Angel pada salah satu anak buah Dimitrio. Anak buah Dimitrio ditugaskan untuk merekam kejadian saat itu. Semua ia lakukan untuk dijadikan bukti atas perselingkuhan Nyonya Angel dan Sehan. "Kau tidak perlu membentak anak buahku. Dia memang sudah aku tugaskan untuk merekam semua kejadian hari ini, dan itu akan menjadi bukti tentang perselingkuhanmu dengan lelaki itu." Tuhan Dimitrio menepuk bahu anak buahnya yang merekam kejadian hari ini. Tante Angel tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Beberapa bodyguard Dimitrio sudah menguasai ruangan itu. Sedangkan anak buah tante Angel sudah dikalahkan oleh Bodyguard Dimitrio

  • Sang Penakluk Wanita    Bab. 41. Tante Angel Merajuk

    Bab. Dengan hati berdebar-debar, Sehan terus berusaha menekan tombol bel pintu. "Astaga kenapa pintu ini tidak terbuka juga. Kurang 5 menit lagi aku harus bisa bertemu dengan tante Angel, tapi mengapa pintu ini tidak terbuka juga untukku?" geram Sehan karena pintu itu belum terbuka juga padahal dia sudah menekan bel berulang kali. Sehan menoleh ke belakang dan juga ke samping. Namun tidak ada yang bisa ia minta tolong untuk membukakan pintu. Seakan semua penghuni pergi entah ke mana padahal banyak mobil yang ada di garasi. "Astaga apakah ini disengaja biar aku tidak mendapatkan apa yang aku mau!" ucap Sehan sembari menyugar rambutnya dan sesekali ia mondar-mandir tidak jelas. Sehan pergi ke samping, berharap ada yang bisa Iya tanyai untuk membukakan pintu. Namun sayang sekali tidak ada satupun yang membantunya. "Aarg, sial! Bagaimana ini bisa terjadi bisa-bisa Aku tidak mendapatkan mobil dari Tante Angel!" Emosi Sehan mulai tidak terkontrol ia sangat emosi ka

  • Sang Penakluk Wanita    Bab. 40. Pesan Tante Angel

    Tante Zura bangun dari ranjang. Ia duduk dan mengikat rambut panjangnya. "Kamu mau kemana, Kenz. Aku masih merindukanmu. Kamu jangan pergi kemana-mana. Aku masih ingin bersamamu sampai nanti sore, Sayang." Tante Zura bangkit dan berjalan mendekati Sehan. Kedua tangannya melingkar di pinggang Sehan. Sehan tidak bisa mengelak saat wanita itu mendekap erat dirinya dari belakang. "Tante, aku masih banyak urusan. Nanti jika sudah selesai, aku akan kembali lagi ke sini. Aku janji dan apa yang sudah aku janjikan maka aku akan menepatinya," jawab Sehan merayu tante Zura. Hati Sehan sudah gelisah karena yakin jika saat ini tante Angel sudah menunggunya dan pasti akan sangat marah padanya. Kemarin dia tidak pamit pada tante Angel. Terlebih ada pesan dan juga panggilan banyak dari tante Angel. "Tidak, Kenz. Aku masih sangat merindukanmu. Jangan kamu tinggalkan aku, sayang. Nanti sore barulah aku izinkan kamu pergi, bahkan aku sendiri yang akan mengantarmu, Kenz," jawab tan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status