LOGINSehan berdiri dengan gagahnya bersama tiga teman lainnya. Baik Sehan maupun ketiga temannya hanya memakai penutup bawahan berlogo Moon Light Agency. Sehan agak merasa risih karena dirinya menjadi pusat wanita yang jauh lebih tua darinya.
"Ow My God! Kenapa aku seperti rusa di kandang singa? Gila, benar-benar gila mereka semua. Tapi aku harus kuat demi tujuanku!' Sehan bergumam dengan sesekali menarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan rasa malu dan rasa canggungnya.
Tante zola maju ke depan memunggungi keempat anak buahnya. "Selamat malam para perindu kehangatan, seperti yang sudah saya janjikan sebelumnya di group bahwa akan ada yang baru dan fresh!" Tante Zola berkata sambil berjalan mendekat ke arah Sehan.
"Perkenalkan dia adalah Kenzi Rich, anggota terbaru kami. Dan kabar bahagianya ia memiliki senjata tempur yang pastinya tidak dipunyai oleh suami kalian semua.Berurat dan tentunya mentok sampai dalam, yeiii ...! Seperti biasa, untuk harga sewa, siapapun yang menawar harga paling tinggi maka dia pemilik pertama."
Tante Zola bertepuk tangan lalu kembali menatap ke arah para wanita yang merupakan anggota klub berkuda Beauty Horse. "Para nyonya semua, penawaran dimulai."
Para wanita kaya itu mulai berbisik-bisik. Mata mereka tidak berpindah menatap bahkan memelototi tubuh Sehan yang kekar dan juga berotot.
"Seratus juta!" Seorang wanita setengah baya dengan penampilan glamour dan juga riasan yang menyala. Tante Zola menoleh ke arah wanita itu. "Nyonya Aprilia? Baiklah, penawar pertama seratus juta. Selanjutnya, adakah penawar berikutnya?'
Suara Tante Zola kembali memenuhi ruangan ber- AC seluas separuh lapangan sepak bola. Gedung itu sengaja dibangun untuk tempat berkumpul para istri pebinis sukses yang sama-sama mencintai hobby berkuda.
"Seratus lima puluh juta," seru sosok wanita dengan tubuh gemuk dan pendek. Sehan bergidik ngeri, dalam hati berharap jangan sampai yang berhasil memenangkan dirinya adalah wanita itu.
"Nyonya Nancy. Penawar kedua dengan harga tertinggi yakni seratus lima puluh juta dolar. Masihkah ada yang lainnya? Jika tidak ada maka Kenzi akan menjadi milik nyonya Pricilia. Sedangkan yang kalah akan ditemani oleh mereka." Tante zola menunjuk ke arah tiga lelaki tampan, penghibur bagi penawar yang tidak menang.
Wanita anggota Beauty Horse terlihat masih saling berbisik. Mereka rag karena harga yang ditawarkan cukup tinggi. Tidak semua istri pebisnis itu memiliki uang khusus untuk bersenang-senang dengan gigolo milik tante zola yang terkenal mahal sewanya.
"Ayo, apakah ada yang mau menawar lagi? Jika tidak maka Kenzi akan menjadi milik nyonya Nancy. Bagaimana apakah ada yang mau menawar lagi? Akan saya beri waktu lima menit dari sekarang," Tante Zola kembali menunggu ada yang akan menawar lagi atau tidak.
"Seratus juta lima puluh ribu pertama."
Suasana mendadak sunyi dan tegang. Apalagi Sehan yang saat ini dirinya tengah gelisah. Membayangkan bercinta dengan wanita spek galon air mineral. "Please, tolong ada yang nawar lagi. Ayoo, jangan biarkan aku melayani dia. Wanita spek galon mineral mana bisa membuatku semangat!" gerutu sehan dalam hati. Meski hati menggerutu, Sehan tetap harus tersenyum dengan manisnya.
"Dua ratus juta!" Suara wanita terdengar dari arah pintu masuk . Sehan menoleh ke arah sumber suara, ia ingin tahu siapa yang sudah menyelamatkannya dari tante Nancy. Seorang wanita cantik dengan penampilan elegan dan dua bodyguard di belakangnya menuju ke arah tante Zola.
Tante Zola menyambut dengan penuh hormat pada wanita setengah baya namun masih cantik dan terlihat jauh lebih muda dari usianya itu. Sehan tersenyum senang. malam ini ia terselamatkan dari wanita yang bukan seleranya.
"Wow .. seperti biasa ketua kita lah yang memenangkan lelang ini. Nyonya Zura selamat. Anda lah yang berhak mendapatkan pelayanan dari Kenzi Rich. Silakan, Nyonya Zura." Tante Zola memberi kode pada Sehan untuk mendekat ke arahnya.
Senyum sumringah menghiasi wajah Sehan. Sehan sangat senang karena pelanggan pertamanya adalah wanita kaya raya dan juga cantik. Selain itu nyonya Zura sudah membayar mahal pada tante Zola.
Hati tante Zola senang bukan kepalang. Bayangan uang erkeliling di kepala tante Zola. Sama sekali tante zola tidak menyangka bakal mengeruk banyak uang pada event malam ini. Tante menatap Zola dengan tatapan bangga pada Sehan.
"Bagus, Kenzi. Layani tante Zura dengan baik. Jangan sampai ada kesalahan. Tante Zura sangatlah kaya. Mudah baginya untuk mengeluarkan uang. Namun, ingat Kenzi, jika ingin menjadikan wanitaiitu sebagai ATM berjalanmu maka kau harus bisa menuruti semu keinginan dia. Dari yang aku dengar dia sangat hyper!" ucap tante Zola dengan sedikit berbisik.
Netra elang Sehan membulat sempurna mendengar apa yang dikatakan oleh tante Zola. Seketika ia memandangi tubuh bak biola milik tante Zura. Tidak Sehan sangka jika tante Zura ternyata wanita hyper juga.
"God! Kali ini kau mendengar doaku. Selain cantik, ternyata pelanggan pertamaku itu juga wanita kaya raya dan Hyper. Mimpi apa aku semalam?" Sehan bergumam senang. Malam ini hasrat Sehan yang tertunda akan terkabul juga.
Sehan mengikuti tante Zura dan bodyguardnya. Malam itu juga mereka pergi ke Villa tante Zura di pinggir kota. Sebuah Villa yang sering tante Zura gunakan untuk memuaskananafsu yang tidak ia dapat dari sang suami.
Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam melaju dengan cepat. Di dalam mobil itu sehan duduk diam dengan sedikit menunduk. Dulu dirinyalah yang duduk dengan angkuh membawa pelacur ke villa pribadinya. Kini villa dan juga mobil mewah miliknya semua disita bank dengan alasan untuk melunasi hutang.
"Ekhem, Kenzi. Namamu benar Kenzi?" Suara tante Zura lembut namun tegas. "Benar, Tante." Sehan menjawab sesuai dengan peraturan dari agencynya, yakni tidak boleh menyebut nama asli.
"Baiklah, Kenzi. Kamu boleh panggil aku Zura saja. Aku belum terlalu tua untukmu. Tapi ada sastu hal yang harus kamu ingat dan tidak boleh kamu langgar."
"Apa itu, Tante? Eh ... maksudku Zura?"
David menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan kasar. Ia harus menaiki mobil sempit dan panas. Tidak seperti pelanggan David yang lain yang memakai mobil mewah. Mobil dengan AC dingin dan juga ruang yang longgar. "Astaga, apa pula ini. Aku harus naik taksi? Oh di mana harga diriku nanti jika netizen tau kalau aku naik mobil biasa. Benar-benar kelewatan si Sehan dan juga Tante Zola. Awas saja mereka. Aku akan menghancurkan bisnis mereka. Jangan panggil namaku David jika aku tidak bisa membalas dendam kepada kedua orang itu!" geram David di dalam hati sembari duduk melamun di kursi belakang sopir di samping Tante Sean. Mobil taksi itu bergerak ke Luxury hotel membawa dua penumpang yang saling diam. Supir taksi itu pun terheran. Mereka tahu kalau Moonlight agensi adalah agensi elit untuk menyalurkan para pria pemuas nafsu wanita. Supir itu terheran baru kali ini ia membawa penumpang dari agency itu. Biasanya mobil-mobil mewah lah yang menjemput penumpang di age
David menoleh ke arah sumber suara, seketika matanya melotot tidak percaya. Sosok wanita yang ia lihat tidaklah sesuai dengan ekpektasinya. Wajah memang biasa saja, body memang khas seorang ibu-ibu yang tidak terurus dengan baik. Memang selama ini David selalu melayani wanita yang berkelas dan cantik terawat. Tidak seperti hari ini, ia mendapatkan pelanggan yang jauh dari kata cantik. M\alah terlihat seperti ibu-ibu yang berpenampilan seperti anak remaja. "Tidak, bukan dia pelangganku kan?" Tanya David pada wanita yang menjadi pegawai di kantor tanda Zola. Pegawai tante Zola itu pun tersenyum. Udah semacam pertanyaan dari David. "Maaf tuan memang nyiapin inilah yang memberikan kontrak dengan Tuan David. Pesan dari Tante Zola, buat David harus bersikap profesional," ucap si gadis dengan senyum yang ramah. David tidak bisa menolak. Sebab dirinya sendiri pun sudah membuat satu kesalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan bicara saja. 'Baik lah jika ini yang kalian inginkan. Y
Tante Sean hanya menatap dua orang yang tiba-tiba tertawa sembari melirik dirinya. Ia merasa jika Sehan dan tante Zola sedang mempermainkan dirinya. "Nyonya Zola, ada apa ini? Apa anda berniat mempermainkan saya?" seru tante Sean dengan nada tinggi. Dengan anggun dan lembut, tante Zola mendekat ke arah tante Sean. Ia menepuk lembut bahu tante Sean. "Tenang, Nyonya. Sebentar lagi akan datang anak buah saya paling senior di sini. Pelayanannya tentu saja lebih memuaskan dari si Kenzi yang baru saja bergabung di sini." Tante Zola menenangkan tante Sean, hingga tante Sean mengangguk paham. Ia tidak tahu kalau David masih di bawah Sehan dalam melayani pelanggan. "Jadi, nanti saya dapat yang selain dia?" tanya tante Sean menunjuk ke arah Sehan. Sehan yang ditunjuk hanya tersenyum garing. Sungguh tidak menyangka wanita itu begitu polos hingga tidak tahu kalau diri Sehan sudah viral. "Benar sekali. Nyonya akan mendapatkan pemuda yang pelayanannya luar biasa. Dia akan
Sehan terdiam, ada rasa berat saat ingin menjawab iya. namun, Sehan tahu kalau dia menolak, pasti tante Zola akan merasa sedih karena pemasukan tidak bertambah. Teman Sehan yang lain hanya melayani dengan harga sewa standard biasa saja. "Apa harus Sehan yang layani? kan masih ada David. Lagian hari ini bukannya akan datang pelanggan seperti yang tante katakan di WA tadi?" tanya Sehan mengingatkan tante Zola untuk apa ia diundang. "Kamu benar, Sehan. Mengapa aku bisa luoa. untung saja kamu ingatkan. Tapi bagaimana dengan tante Sean? David dah keluar dari agensi," jawab tante Zola menepuk jidatnya sendiri. Merutuki dirinya yang sudah melipakan janji penting dengan Sehan. Sehan tersenyum seketika mendapat ide untuk membalas perbuatan David hari ini. "Tante tenang saja, aku akan membujuk David agar mau, dan aku yakin dia pasti mau karena aku tahu kalau dia saat ini butuh uang yang banyak. David marah karena ia iri denganku dan juga sedang butuh uang yang banyak. Tante tunggu saja,
Tante Zola masih belum konek dengan apa yang dikatakan oleh tante Sean. Wanita setengah baya dengan penampilan modis seperti anak usia duapulh lima tahun itu sudah lama ingin tahu bisnis yang digeluti oleh tante Zola. Sementara itu Sehan menonton dari dalam melalui jendela kantor. "Siapa wanita yang berbicara de ngan tante Zola itu? Kenpa dia melihat ke arah sini terus?" bathin Sehan dengan alis yang bertaut menjadi satu. Melihat sosok yang berbicara dengan tante Zola terlihat aneh, Sehan menjadi penasaran. Selain itu Sehan juga merasa senang dan puas melihat pemandangan di mna si security yang menghinanya tadi tampak ditangkap dua orang bodyguard tante Zola. Sehan tahu pastilah security itu dipecat oleh tante Zola. "Rasakan kau tua bangka. Jelas pasti tante Zola memihakku karena aku lah yang membawa kontribusi terbesar untuk kantor ini. Manalah mungkin tante Zola akan melepasku begitu saja." bathin Sehan lagi. Sehan menyugar rambutnya ke atas agar terlihat rapi apabila bertem
Nama David sudah menjadi satu nama yang dimasukkan ke dalam kotak hitam oleh Tante Zola. "Awas kau David! Sengaja kau lakukan ini padaku! Kau boleh menghina pekerjaanku, akan tetapi tidak dengan harga diriku!" geram Sehan mengepalkan tangan kanannya membentuk tinju yang ingin security itu dan juga David. Tidak pernah Sehan sangka jika sahabatnya itu kalau iri ya akan bersikap lebih kejam dari para residivis. Sehan pun memilih duduk menunggu di depan lobi kantor Moonlight Agensi. Ia tersenyum puas, yakin saat ini security tengah merengek meminta maaf pada Tante Zola. "Please, Nyonya! Saya tidak tahu menahu tentang konsekuensi menghina tuan Sehan. Jadi jangan salah mengira kalau saya sengaja membuat tuan Sehan marah pada saya, Nyonya. Ampuni saya, sungguh saya tidak tahu apa-apa," ucap si Security memohon ampun pada Tante Zola. Tante Zola ola mencebik kasar. Iya sangat tahu kalau itu hanyalah trik si security itu untuk meminta maaf padanya. "Apa kamu kira aku bodoh?" te
Bab. Tante Zola memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas. "Sehan, besok kamu boleh pulang. Aku pulang dulu. Ada job menanti. Andai kau tidak sakit mungkin sudah aku berikan padamu. Sekarang aku berikan dulu pada David. Kamu istirahat dulu, besok boleh pulang!" ucap Tante Zola. Ekspresi wajah
Mata Sehan tidak luput dari mobil minibus yang ada di depannya. Terlebih lampu hazard mobil itu menyala. "Tidak ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mengambil keputusan yang tepat. Minim cedera ringan daripada mati konyol. Jika dibiarkan yakin mobil ini akan nabrak mobil di depan itu. Sepertinya m
Mobil sedan mewah yang dikemudikan Sehan melaju dengan kencang. Tante angel yang sudah kenyang mulai aktif hypernya. Ia mulai menggoda Sehan. "Sayang, jangan kau ganggu aku mengemudi mobil. Bisa bahaya!" seru sehan menepis tangan tante Angel. Tangan usil tante Angel sudah berada di celana p
Detak jantung Sehan tidak karuan melihat foto cantik di album itu. "Tidak salah lagi ini benar wanita pemilik butik itu. Jadi nanti aku akan melayani ibu dari wanita ini? Oh, shitt! Pasti aku akan semakin direndahkan oleh wanita itu. Mengapa semua ini harus terjadi?" ucap Sehan sembari m







