공유

Bab 44

작가: Skyy
last update 게시일: 2026-03-16 21:59:06

Arka menstabilkan mobilnya kembali, suaranya tetap tenang saat berkata. “Sepertinya sayembara itu sudah membuat banyak orang gelisah.”

Mireya menepuk dadanya perlahan, rasa takut sempat muncul di matanya. Namun segera digantikan kilatan dingin. “Pengaruh Keluarga Wijaya benar-benar besar.”

Ia mendengus. “Uang memang bisa membuat iblis bekerja.”

Arka tersenyum tipis. “Hanya karena aku terlihat mudah diganggu.”

Ia melirik Mireya. “Coba pikirkan. Kalau kita menawarkan satu miliar untuk kepala Arma
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 372

    Sesaat kemudian., seluruh retakan di permukaan Celah Mahesa memancarkan cahaya merah secara bersamaan. Lalu bencana itu pun datang, yang terjadi bukan sekadar ledakan, melainkan gunung itu runtuh.BANG! BANG! BANG!Seluruh batuan bagian atas Celah Mahesa pecah dan ambruk bersamaan, diiringi rentetan dentuman yang mengguncang bumi.Bongkahan-bongkahan batu raksasa beterbangan ke segala arah, dinding gunung terbelah, dan bangunan-bangunan di desa utama tercabik seperti mainan rapuh sebelum lenyap ditelan lautan debu. Gelombang kejut menyapu seluruh kawasan, merobohkan pepohonan, menghancurkan bebatuan, dan melumat apa pun yang berada di jalurnya.Tak ada yang mampu bertahan, semuanya lenyap dalam sekejap.Sebuah bongkahan batu sebesar truk meluncur lurus ke arah Morgan. Bahkan tekanan angin yang dibawanya sudah cukup untuk membuat tubuhnya nyaris tercabik sebelum hantaman itu benar-benar tiba.Di ambang kehilangan kesadaran, hanya satu pemandangan yang tertanam kuat di dalam ingatannya.

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 371

    Perintah itu langsung dijalankan tanpa ragu. Para tentara bayaran mendobrak setiap pintu, memeriksa seluruh ruangan, bahkan menggeledah ruang penyimpanan dan gudang kecil, tetapi yang mereka temukan hanyalah bercak darah, perlengkapan yang tertinggal, serta jejak evakuasi yang tergesa-gesa.Tak ada satu pun anggota Keluarga Mahesa, tidak ada korban yang masih hidup, bahkan tidak ditemukan mayat baru selain mereka yang gugur di garis pertahanan terakhir. Seluruh desa utama terlihat seperti telah ditinggalkan beberapa saat sebelum mereka tiba."Lapor! Seluruh kompleks bangunan telah diamankan. Tidak ditemukan musuh.""Lapor! Dataran tinggi sudah berada dalam kendali. Tidak ada aktivitas penembak jitu.""Lapor! Perimeter aman."Laporan demi laporan terus memenuhi saluran komunikasi.Tak lama berselang, Morgan akhirnya memasuki desa utama dengan dikawal beberapa anggota inti Organisasi Blackwing. Langkahnya tenang saat melewati puing-puing pertahanan yang telah hancur, sementara embusan a

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 370

    Dor!Tepat ketika ujung bayonet hendak menembus dadanya, sebuah peluru melesat lebih dahulu.Pria yang mengacungkan bayonet itu langsung terhuyung dengan lubang menganga di antara kedua alisnya sebelum ambruk tanpa suara.Garda membeku sesaat lalu menoleh ke arah asal tembakan. Di tikungan jalur pegunungan, Arga memimpin lima orang keluar dari balik hutan. Mereka tidak datang dari arah garis pertahanan, melainkan menyusup melalui sisi sayap layaknya belati tajam yang membelah formasi Keluarga Montara.Dor-dor-dor!Senapan otomatis di tangan Arga memuntahkan rentetan peluru yang seketika merobohkan lima hingga enam musuh. Lima anggota di belakangnya juga merupakan petarung pilihan dengan koordinasi yang sangat rapi. Setiap tembakan dilepaskan dengan presisi tinggi hingga barisan Keluarga Montara langsung kacau."Bala bantuan! Bala bantuan datang!"Semangat para pengawal Keluarga Mahesa yang sempat runtuh kembali menyala.Arga tidak menghentikan langkahnya. Begitu mencapai posisi Garda,

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 369

    "Arka," ujar Adhyaksa dengan suara pelan, "Serangan dari sisi barat ternyata benar seperti perkiraanmu.""Hmm…" Arka tetap fokus memeriksa Titan-13 di tangannya tanpa mengangkat kepala."Organisasi Blackwing diisi oleh tentara bayaran profesional. Mereka tidak mungkin hanya menyerang dari satu arah. Tebing memang jalur yang paling sulit ditembus, tetapi justru karena itulah pertahanannya sering dianggap aman. Jadi, aku menyiapkan sedikit 'kejutan' di sana."Ujung jarinya menyusuri laras senapan dengan tenang sebelum kembali melanjutkan, "Aku hanya tidak menyangka kemampuan mereka setinggi itu. Dari dua puluh orang yang memanjat, masih ada satu yang berhasil naik ke bibir tebing meski dihujani tembakan penembak jitu.""Orang itu jelas bukan prajurit biasa." Adhyaksa mengernyit. "Aku harus mengirim bala bantuan ke sana.""Tidak perlu." Arka akhirnya mengangkat wajahnya. Sorot matanya sedingin es. "Niko sudah bergerak."Kalimat itu baru saja selesai diucapkan ketika suara ledakan menggem

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 368

    Dor!Peluru menghantam titik yang baru saja ditinggalkannya hingga serpihan batu beterbangan. Ia segera mengangkat senapan dan membidik balik, tetapi penembak lawan sudah lebih dulu menghilang ke balik celah batu, hanya menyisakan posisi kosong yang mustahil ditembak.Orang keempat adalah tentara bayaran yang bahunya tertembus peluru.Alih-alih berusaha mencapai bibir tebing, ia memanfaatkan momentum saat tubuhnya melonjak ke atas untuk melempar granat yang pin pengamannya telah lebih dulu dicabut ke arah celah tempat rentetan tembakan berasal."MATILAH!"DUAAR!Granat itu meledak tepat di dalam celah batu.Gelombang kejutnya menghancurkan dinding batu di sekitarnya hingga serpihan dan debu beterbangan ke segala arah. Di tengah ledakan, terdengar jeritan singkat yang segera lenyap bersama runtuhnya bebatuan.Posisi penembak itu akhirnya membisu.Kruger terbaring di permukaan tebing sambil mengatur napas yang memburu. Tatapannya segera menyapu sekeliling dan membuat wajahnya mengeras.

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 367

    Kruger meraih sebuah pipa pelontar dari sabuk perlengkapannya. Senjata sederhana itu menggunakan anak panah bius khusus yang ujungnya dilapisi neurotoksin berkekuatan tinggi, cukup untuk melumpuhkan seekor kerbau hanya dalam hitungan detik.Ia menarik napas perlahan.Whoooss!Anak panah melesat nyaris tanpa suara.Sekitar dua puluh meter di atas sana, seorang penjaga Keluarga Mahesa yang sedang mengawasi tepi tebing hanya sempat menggoyangkan bahunya sebelum tubuhnya kehilangan tenaga dan roboh tak bergerak. Bahkan ia tidak sempat menyadari apa yang telah mengenainya."Bersih," bisik Kruger. "Lanjut naik."Tim Talon kembali bergerak. Jarak mereka kini tinggal sekitar lima meter dari bibir tebing.Dor!Suara tembakan mendadak memecah kesunyian.Peluru itu bukan berasal dari atas tebing, melainkan dari sisi kanan sekitar tiga puluh meter jauhnya, ketika sebuah laras senapan muncul dari balik celah bebatuan yang sebelumnya sama sekali tidak mencurigakan.Peluru pertama menghantam dada sa

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 143

    Ravian tersenyum dingin. “Biarkan orang lain yang merasakannya.”Sejenak, ruangan itu hening.Namun ia tidak berhenti, justru semakin dalam.“Arka sekarang mengandalkan warga kota untuk mencari kita, kan? Ia membangun jaringan dari orang-orang biasa. Menggunakan mereka sebagai mata, sebagai telinga

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 142

    Bima tidak langsung menjawab. Ia duduk dengan santai, tangannya mengambil cangkir teh di meja, meniup permukaannya perlahan sebelum menyesap dengan tenang. Gerakannya lambat, terkontrol, seolah situasi yang membuat Ravian gelisah itu sama sekali tidak menyentuhnya.Tatapannya kemudian bergeser ke p

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 141

    “Ugh!” Mireya menjatuhkan tubuhnya kembali ke ranjang, lalu memutar badan dengan kesal. “Sial! Seharusnya aku curang aja dari awal…”Namun pikirannya tidak berhenti di situ, justru semakin liar.Tanpa sadar, ia mulai membayangkan apa yang sedang terjadi di bawah. Bayangan-bayangan itu muncul sendir

  • Sang Pengawal : Dewa Perang Yang Kembali   Bab 140

    Detak jantungnya bergerak cepat dan tidak stabil.Arka melangkah menuju ranjang di tengah ruangan, gerakannya mantap tanpa ragu. Ia menurunkannya dengan hati-hati ke atas kasur empuk, membuat tubuh Keira sedikit tenggelam di permukaan yang lembut itu.Rambut basahnya menyebar di bantal, napasnya be

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status