Share

Chapter 101.

Author: Amaleo
last update publish date: 2026-04-17 23:58:42
Mobil berhenti di sebuah bukit kecil di pinggir kota. Tempatnya sepi dan hanya diterangi cahaya lampu kota yang berkelap-kelip jauh di bawah seperti lautan bintang yang jatuh. Angin malam bertiup dingin membawa aroma tanah basah dan dedaunan.

Yuna turun dari mobilnya. Angin langsung menyapu wajahnya yang masih basah air mata hingga membuat rambutnya beterbangan. Ia merangkul tubuhnya sendiri menahan dingin yang perlahan menusuk.

Firas mengikuti di belakang. Tanpa banyak bicara, ia melepas jake
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 121.

    Yuna berdiri kaku di samping Kai, jantungnya berdegup begitu kencang hingga terasa mau meledak. Karena detik itu juga, Yuna tahu ini bukan sekadar pertemuan biasa. Yuna merasa dunia berputar. Ini sangat … sangat salah. Karena seingat Yuna, ini tidak seharusnya terjadi! Dalam cerita Novel yang ia ingat, tidak pernah ada adegan seperti ini. Tidak ada pertemuan antara Firas dan Kai di rumah sakit, apalagi di koridor rawat inap seperti sekarang! Situasi seperti ini … tidak ada di alur yang ia kenal. Dan sekarang, semuanya terasa sudah melenceng terlalu jauh dari jalur semestinya. Firas menatap mereka berdua bergantian. Wajahnya masih tenang, tapi sorot matanya berubah waspada. “Kai … Verazo?” ulangnya pelan sambil memastikan. Kai tidak terlihat terkejut. Ia justru berjalan maju setengah langkah dengan sikap tenang dan penuh kendali. Ia mengulurkan tangan lebih dulu. “Dokter Firas,” sapa Kai datar sambil sedikit mengangguk. “Senang bertemu dengan Anda. Terima kasih atas kerj

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 120.

    Kai mengangkat alis seolah memastikan ia tidak salah dengar, sebelum sudut bibirnya terangkat membentuk senyum dingin yang tipis.“Sudah saya duga, kamu akan pilih itu.”Yuna menunduk dan merasakan jantungnya berdegup kencang sambil memejamkan mata. Rasa bersalah pada Yuvita terus menekan dadanya seperti batu berat.Ia tidak bermaksud tidak mau merawat ibunya di rumah sendiri. Tapi setelah dipikir ulang, ia juga butuh celah agar tidak terkekang sepenuhnya—apalagi dengan sopir tetap yang akan mengawasi setiap gerak-geriknya.Di sisi lain, ia tahu pilihan ini akan membuatnya semakin berhutang budi dan terikat lebih dalam pada Kai.Kai maju mendekat. Tangan besarnya mengangkat dagu Yuna dengan lembut namun tegas dan memaksa gadis itu menatap langsung ke matanya. Wajah mereka sangat dekat.“Kamu akhirnya bisa berpikir rasional, Yuna,” bisiknya rendah. “Selama kontrak ini berjalan, jangan buat saya kewalahan dengan sikap kamu yang emo

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 119.

    Yuna merasa jantungnya hampir copot. Ia menarik napas cepat, berusaha menenangkan diri sambil memasang senyum ringan yang dipaksakan.“Oh … itu teman kampus saya, Pak,” jawabnya dengan nada biasa, seolah tidak ada yang aneh. “Dia kebetulan lewat dan mampir sebentar. Mau ngajak makan siang, tapi saya tolak karena masih banyak kerjaan.”Kai menatapnya tanpa berkedip. Tatapannya seperti sedang meneliti jika ada kebohongan di wajah Yuna. Untungnya mereka masih di lobi gedung yang cukup ramai, jadi Kai tidak langsung menekan.“Begitu,” katanya datar dengan nada suara yang tidak menunjukkan percaya atau tidak. “Nanti kita bicara lagi setelah pulang.”Yuna mengangguk kecil sambil berusaha terlihat tenang meski telapak tangannya sudah berkeringat dingin.“Iya, Pak.”Kai tidak berkata apa-apa lagi. Ia berbalik dan berjalan menuju lift pribadi. Yuna baru akan berjalan ke arah lift biasa ketika ingatannya tersentak keras.Tadi pagi

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 118.

    Yuna menarik napas tajam. Emosinya sudah berada di ujung tanduk. “Tidak, Darren. Saya masih banyak kerjaan. Kalau ada yang penting, bilang saja lewat telepon.” Darren terdiam sebentar, lalu tiba-tiba suaranya sedikit naik. “Kalau begitu saya naik ke lantai kamu sekarang.” Yuna langsung panik. Bayangan Alya melihatnya bersama Darren, rekan kerja yang sedang memperhatikan, dan gosip yang akan menyebar membuat darahnya serasa surut. “Jangan!” potongnya cepat. “Baik, saya turun. Tunggu di parkiran saja. Jangan masuk ke lobi.” Ia menutup telepon tanpa menunggu jawaban Darren, lalu berjalan cepat menuju lift dengan jantung berdegup kencang. Beberapa menit kemudian, Yuna sampai di lantai lobi. Ia langsung menemukan mobil SUV hitam milik Darren yang diparkir di area parkiran tamu. Ia membuka pintu penumpang dan langsung masuk. Darren menyapa dengan hangat. “Yuna, yuk. Kita mak—” “Langsung ke intinya saja,” potong Yuna dingin. “Saya nggak mau pergi makan siang. Bicara di

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 117.

    Yuna merasa dadanya seperti diremas kuat-kuat yang selama ini ia coba kubur dalam-dalam. Apa ia harus terus berbohong? Apa ia boleh menyakiti orang yang tulus seperti Alya hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri? Yuna menarik napas pelan sambil berusaha menjaga wajahnya tetap tenang meski jantungnya berdegup kencang. “Eh? Enggak kok, Alya,” jawab Yuna cepat sambil berusaha terdengar ringan. “Saya juga heran kenapa dia jadi nanya-nanya soal saya. Padahal kita jarang banget ketemu, apalagi sampai dekat.” Alya tidak langsung mengangguk. Matanya masih menyipit penasaran seolah belum sepenuhnya percaya. “Beneran, Kak? Tapi… kok rasanya aneh. Dia sering nanya soal Kakak, tapi kalau nggak bahas Kakak, malah hampir nggak pernah chat aku.” Yuna merasa dadanya semakin sesak. Ironis sekali. Ia sendiri yang masuk ke dalam sandiwara ini, ia sendiri yang berbohong berkali-kali pada Alya, tapi sekarang justru berusaha mati-matian menjaga hubungan Alya dan Darren tetap utuh. Ia meng

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 116.

    Yuna langsung merasa dadanya sesak. Tawaran itu seharusnya melegakan, tapi justru membuatnya panik. Bayangan ancaman Kai semalam langsung muncul—lisensi Firas yang bisa hilang dalam sekejap hanya karena terseret ke dalam hidupnya. “Tidak usah, Firas,” jawab Yuna cepat, nada suaranya sedikit terlalu tinggi. “Saya bisa urus sendiri. Terima kasih.” Firas terdiam sesaat di seberang sana. “Kenapa?” tanyanya pelan, ada kekhawatiran yang jelas. “Kamu tiba-tiba terdengar … tegang.” Yuna menelan ludah. Tangan kirinya mencengkeram setir hingga buku-buku jarinya memutih. Suara Kai yang dingin terus terngiang-ngiang dipikirannya mengenai Firas. “Nggak apa-apa,” jawabnya cepat dengan suara bergetar. “Benar-benar nggak apa-apa. Saya cuma … lagi banyak pikiran soal Ibu saya.” Firas diam lebih lama kali ini. Yuna bisa merasakan perubahan di nada suaranya ketika pria itu akhirnya berbicara. “Yuna … kamu lagi menghindar lagi ya seperti dulu? Seolah kamu takut terlalu dekat dengan saya.” Yuna m

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 26.

    Dunia Yuna langsung berhenti berputar. Tubuh Yuna menegang keras. Kata 'cantik' itu keluar begitu saja dengan nada lembut dan tulus sebelum Firas tersentak sendiri. Wajahnya memerah tipis. “M–maksud saya … kamu kelihatan berbeda hari ini. Lebih sehat,” ralatnya cepat, suaranya masih hangat meski a

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 25.

    Di restoran mewah, Yuna duduk dengan postur sangat canggung, sendok dan garpu di depannya terasa asing hingga ia hanya berani mengambil sedikit salad dan daging panggang. Pikirannya berisik dan tatapannya kosong menatap piring. Dibenaknya, ia masih takut jika ia lupa siapa dirinya yang dulu, yang k

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 23.

    Yuna menelan ludah panik. Refleks, ia melepaskan pelukan Kai dari pinggangnya dengan paksa. Kai tidak langsung melepaskan, tapi genggamannya melonggar cukup untuk Yuna bisa sedikit mundur.“D–Darren?” suaranya tercekat, hampir tak terdengar. “Kamu ngapain di sini?”Darren masih

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 22.

    Yuna menoleh cepat, matanya membelalak. “Sa–salon?” Kai mengangguk sekali. “Kamu kelihatan seperti orang yang tidak merawat diri selama berminggu-minggu. Itu tidak boleh.” Yuna merasa darahnya naik ke wajah. Bukan karena malu, tapi karena kata-kata itu terdengar seperti perintah sekaligus pe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status