Share

⁸¹ | Operasi

Hari-hari tegar lainnya datang mengguncang. Beberapa rintangan telah berlalu meski bekasnya tak akan pernah hilang. Meski perjalanan masih cukup panjang—atau justru sangat panjang mengingat target Louis tak berhenti di gerbang kursi perwira—tapi beberapa kali pikirannya diguncangkan bayangan masa depan. Lagi-lagi pembicaraan malam itu bersama Linus Wroldsen yang menyinggung soal waktu menyentaknya untuk menjadi bijak.

Terkadang, dalam celah antara detik dan menit pun ia menemukan kenangan yang menyentil kepala agak kencang. Jika dirinya menarik mundur waktu, maka teringatlah Natal saat itu di mana surat di balik hadiah Richard membahas topik yang sama. Hal itu pula yang menjadi alasan arloji berkaca retak ada di genggamannya selagi sepasang netra tertutup dan hati menyenandungkan harapan serta doa.

Begitu tangan seseorang mendarat pada bahunya, hilang sudah fokus untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Tersibak pula tirai itu menampakkan sepasang netra biru yang dikilaukan sinar sang surya.
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status