Share

BAB 184

last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-17 21:27:32

Cahaya matahari pagi mulai menyusup masuk lewat celah gorden jendela paviliun. Kicauan burung terdengar samar dari halaman belakang rumah mewah itu.

Di atas kasur yang berantakan, Satria perlahan membuka matanya. Rasa pegal yang aneh menjalar di beberapa bagian tubuhnya, bukan pegal karena habis bertarung, melainkan karena hal lain.

Satria merasakan ada beban hangat yang menindih lengan kiri dan dadanya. Pemuda itu menundukkan pandangannya. Matanya seketika membesar.

Di bawah selimut tebal yang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Satria Idaman Wanita   BAB 184

    Cahaya matahari pagi mulai menyusup masuk lewat celah gorden jendela paviliun. Kicauan burung terdengar samar dari halaman belakang rumah mewah itu.Di atas kasur yang berantakan, Satria perlahan membuka matanya. Rasa pegal yang aneh menjalar di beberapa bagian tubuhnya, bukan pegal karena habis bertarung, melainkan karena hal lain.Satria merasakan ada beban hangat yang menindih lengan kiri dan dadanya. Pemuda itu menundukkan pandangannya. Matanya seketika membesar.Di bawah selimut tebal yang menutupi tubuh mereka berdua, Kiki tertidur pulas dengan posisi memeluk Satria erat. Kulit mereka bersentuhan langsung tanpa ada sehelai benang pun yang menghalangi. Pakaian piyama sutra milik Kiki dan kemeja putih Satria sudah berserakan entah di mana di lantai kamar.Mengingat apa yang terjadi semalam, Satria langsung menengadah menatap langit langit kamar. Dia menghela napas sangat panjang dan berat. Bunyi hela napasnya terdengar dipenuhi rasa pusing dan frustrasi.Helaan napas itu ternyata

  • Satria Idaman Wanita   BAB 183

    Satria merebahkan tubuh besarnya di atas kasur empuk paviliun... (lanjutan sesuai cerita asli)Kiki menatap Satria dengan mata yang sudah berkabut gairah. Tanpa memberi kesempatan pria itu berpikir panjang, gadis itu menarik tengkuk Satria dan menempelkan bibirnya yang lembut dan hangat ke bibir Satria. Ciuman pertama itu lembut, hampir malu-malu, tapi penuh tekad. Bibir sutra Kiki bergerak pelan, menggoda, seolah ingin mencicipi setiap inci dari mulut pria yang selama ini selalu menjaga jarak darinya.Satria membeku sesaat. Bau harum tubuh Kiki yang manis bercampur wangi sabun mandi malam itu menyerbu indranya. Akal sehatnya berteriak bahaya, tapi darahnya sudah mendidih. Tak tahan lagi, Satria membalas ciuman itu dengan rakus. Tangannya langsung memeluk pinggang ramping Kiki, menarik gadis itu lebih rapat hingga dada mereka saling menempel. Ciuman mereka semakin panas, lidah saling menari, saling menjilat, saling menghisap. Suara kecupan basah dan napas memburu memenuhi kamar pavili

  • Satria Idaman Wanita   BAB 182

    Satria merebahkan tubuh besarnya di atas kasur empuk paviliun. Jas hitam mahal pemberian Vera sudah dia lempar sembarangan ke atas kursi kayu di pojok kamar. Kemeja putihnya dibiarkan sedikit terbuka di bagian kerah supaya tidak gerah.Rasa capek akhirnya mulai terasa merayapi otot ototnya. Tapi ini bukan capek karena habis menghajar puluhan preman atau menghindari peluru, melainkan capek mental menghadapi omelan panjang dari bosnya di ruang tamu tadi.Pemuda itu menarik selimut tebalnya sebatas dada. Baru saja dia mau memejamkan mata dan menikmati kasur yang empuk, tiba tiba terdengar bunyi dari arah luar.Tok tok tok.Satria langsung membuka sebelah matanya. Dia mendengus kesal sampai membuang napas kasar. Jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan lewat dari pukul satu pagi. Siapa lagi yang kurang kerjaan mengganggunya jam segini?"Siapa sih? Orang mau tidur juga," gerutu Satria pelan.Dengan langkah malas dan wajah ditekuk rapat, Satria berjalan gontai ke arah pintu. Dia memutar ke

  • Satria Idaman Wanita   BAB 181

    Jalanan sepi itu ditinggalkan begitu saja oleh Satria. Dia sama sekali tidak peduli dengan nasib empat pembunuh bayaran elit yang sedang pingsan menumpuk di aspal. Biar saja mereka diurus oleh warga besok pagi.Alih-alih mencari taksi atau menelepon bala bantuan, Satria malah memilih berjalan kaki. Jarak dari lokasi kejadian ke rumah mewah Vera di Menteng sebenarnya lumayan jauh. Tapi bagi pendekar gunung yang terbiasa mendaki tebing curam setiap hari, berjalan di atas trotoar aspal ini rasanya hanya seperti jalan-jalan santai di taman.Satria berjalan sambil bersiul pelan. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. Sesekali dia berhenti sebentar untuk melihat-lihat lampu jalanan kota yang masih menyala terang. Perjalanannya memakan waktu cukup lama, hingga jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan lewat tengah malam.Begitu sampai di depan gerbang rumah keluarga Vera, Satria melihat pemandangan yang tidak biasa. Lampu ruang tamu dan teras depan menyala sangat terang bender

  • Satria Idaman Wanita   BAB 180

    Rasa sakit dan malu bercampur menjadi satu di dalam dada Elang Hitam. Sebagai pembunuh bayaran dengan reputasi tanpa cacat, dikalahkan tanpa perlawanan seperti ini jauh lebih menyakitkan daripada tusukan pisau.Dengan sisa tenaga dan raungan marah, Elang Hitam memaksakan dirinya untuk berdiri. Dia mengabaikan rasa kebas di kakinya dan memaksakan satu serangan terakhir. Pria itu melompat maju, mengumpulkan seluruh sisa tenaganya ke dalam satu pukulan mematikan yang mengarah tepat ke wajah Satria.Satria hanya menghela napas panjang melihat kekerasan kepala pria di depannya ini."Masih ngeyel aja," ucap Satria datar.Bukannya menghindar, Satria menyambut pukulan itu. Dia menangkap kepalan tangan Elang Hitam dengan telapak tangan kirinya. Bunyi benturan keras terdengar, tapi Satria tidak bergeser satu sentimeter pun.Sebelum Elang Hitam menyadari apa yang terjadi, tangan kanan Satria melesat cepat seperti kilat dan menghantam telak ulu hati pria tersebut. Pukulan itu tidak terlihat keras

  • Satria Idaman Wanita   BAB 179

    Satria menoleh ke arah Elang Hitam, masih dengan Kobra yang meronta ronta kehabisan napas di cengkeraman tangan kanannya."Gimana, Bos? Mau lanjut main tembak tembakan, atau mau kita selesaikan pakai cara sehat dan berolahraga tangan kosong?" tawar Satria sambil menyeringai tipis.Melihat temannya tumbang dengan begitu memalukan, wajah Elang Hitam berubah menjadi merah padam. Harga dirinya sebagai pembunuh bayaran nomor satu di dunia bawah tanah Jakarta terasa diinjak injak oleh pemuda yang kini tersenyum mengejek di depannya.Satria melepaskan cengkeramannya. Tubuh Kobra langsung jatuh membentur aspal. Pria bertato itu batuk batuk keras meraup oksigen sebanyak mungkin sambil memegangi lehernya yang memar parah."Sialan kamu, anak muda!" geram Elang Hitam dengan suara yang bergetar menahan amarah.Bukannya mundur atau melarikan diri, Elang Hitam malah melemparkan senapan laras pendeknya ke tanah. Bunyi logam beradu dengan aspal terdengar nyaring. Dia sadar kalau senjata api tidak akan

  • Satria Idaman Wanita   BAB 34

    Satria perlahan memejamkan matanya. Tangan kanannya yang tadinya mengambang di udara kini turun, bertengger ragu-ragu di pinggang ramping Dinda. Merasakan sentuhan itu, Dinda semakin berani. Gadis itu mengalungkan kedua lengannya ke leher Satria, menarik tubuh pemuda itu agar semakin rapat denganny

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Satria Idaman Wanita   BAB 33

    Hening sejenak. Dinda mencerna kata-kata Satria dengan mata terbelalak."Kamu ... tinggal di sana?" suara Dinda bergetar, nada suaranya berubah menjadi sangat rendah dan berbahaya. "Di rumah gedongan itu? Sama tiga cewek kaya yang cantik-cantik itu setiap hari? Pagi, siang, malam?!""Iya, tapi kan

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Satria Idaman Wanita   BAB 21

    Dia melempar beberapa lembar foto ke tengah meja. Foto-foto itu memperlihatkan pertemuan rahasia antara Pak Handoko, Pak Rudianto, dan orang kepercayaan Tuan Brata di sebuah kelab malam. Ada juga bukti transfer rekening mencurigakan."Saya tahu kalian bermain mata dengan Brata," lanjut Vera, suaran

    last updateHuling Na-update : 2026-03-20
  • Satria Idaman Wanita   BAB 17

    Sementara Satria sedang menikmati Wagyu A5 yang meleleh di mulutnya di restoran Jepang yang sejuk, situasi yang sangat kontras terjadi di belahan lain kota Jakarta.Di sebuah gedung perkantoran mewah di kawasan Kuningan, tepatnya di lantai 40 yang merupakan penthouse pribadi, suasana terasa begitu

    last updateHuling Na-update : 2026-03-19
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status