Share

BAB 194

last update publish date: 2026-05-24 20:29:36

Suara decit ban mobil bergesekan keras dengan aspal memecah teriknya pelataran parkir siang itu. Lima mobil van berwarna hitam pekat melaju cepat dan mengerem mendadak, mengepung area depan kantor.

Di bagian samping setiap mobil van itu, tercetak jelas sebuah logo kalajengking merah berukuran besar.

Melihat logo tersebut dari balik pintu kaca lobi, mata Vera membelalak ngeri. CEO muda itu langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Lututnya seketika terasa lemas, tidak sanggup menopa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Satria Idaman Wanita   BAB 195

    "Jangan remehkan dia, Bang. Pengawalku yang badannya besar besar saja tumbang semua. Anak ini lumayan licin," elak Gilang mencoba membela diri.Baru saja Bang Scorpio mau mengangkat tangannya memberi isyarat pada anak buahnya untuk maju, pintu kaca lobi tiba tiba terbuka dengan kasar.Vera berlari keluar dengan napas memburu. Wajah cantiknya pucat pasi, tapi dia memaksa kakinya melangkah maju membelah pelataran parkir yang panas. Beberapa petugas keamanan mencoba memanggil dari belakang, tapi CEO muda itu sudah terlanjur nekat."Tunggu! Tolong hentikan semuanya!" teriak Vera panik.Dia langsung menempatkan dirinya beberapa langkah di depan Satria. Kedua tangannya direntangkan seolah ingin melindungi asistennya dari amukan Geng Scorpio.Satria seketika mengerutkan keningnya. Dia benar benar heran melihat bosnya yang biasanya sangat tegas dan pemberani itu kini tampak begitu gemetar ketakutan."Pak Broto, Gilang, saya minta maaf atas kekacauan ini," ucap Vera dengan suara bergetar. Dia

  • Satria Idaman Wanita   BAB 194

    Suara decit ban mobil bergesekan keras dengan aspal memecah teriknya pelataran parkir siang itu. Lima mobil van berwarna hitam pekat melaju cepat dan mengerem mendadak, mengepung area depan kantor.Di bagian samping setiap mobil van itu, tercetak jelas sebuah logo kalajengking merah berukuran besar.Melihat logo tersebut dari balik pintu kaca lobi, mata Vera membelalak ngeri. CEO muda itu langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Lututnya seketika terasa lemas, tidak sanggup menopang tubuhnya sendiri. Dia terpaksa bersandar pada dinding kaca agar tidak jatuh terduduk di lantai."Astaga... Scorpio," bisik Vera dengan suara bergetar ketakutan. Para petugas keamanan dan karyawan yang ikut mengintip dari belakang seketika pucat pasi. Geng Scorpio sangat terkenal sebagai kelompok bawah tanah paling beringas di wilayah tersebut. Mereka tidak pernah segan menghancurkan targetnya sampai tak bersisa.Sementara itu di pelataran parkir, Satria yang sedang asyik bermain game terpaksa

  • Satria Idaman Wanita   BAB 193

    Melihat enam pengawal bayaran seharga ratusan juta tumbang berguguran seperti boneka rusak, wajah Broto dan Gilang langsung pucat pasi. Tapi rasa malu dan gengsi yang terlalu tinggi membuat ayah dan anak itu menolak menerima kenyataan. Rasa gentar di dada mereka malah berubah menjadi amarah yang meledak ledak."Bocah bangsat! Kurang ajar kau!" umpat Gilang kasar sambil menunjuk nunjuk Satria dengan jari telunjuk yang gemetar. "Kau pikir kau jagoan hah?! Kau pikir kau bisa lepas begitu saja setelah menghajar orang orangku?! Hari ini kau tidak akan bisa keluar dari sini hidup hidup!"Broto ikut menggeram marah di sebelah anaknya. Wajah tambunnya merah padam seperti kepiting rebus menahan emosi."Jangan sombong dulu kau, pengawal rendahan! Perusahaan ini dan nyawamu akan hancur hari ini juga!" teriak Broto tidak tahu malu.Gilang langsung merogoh saku celana sutranya dengan gerakan tergesa gesa. Pemuda klimis itu mengeluarkan ponsel pintarnya dan menekan sebuah nomor panggilan darurat. D

  • Satria Idaman Wanita   BAB 192

    Melihat kelima pengawal berbadan besar itu masih mematung, Satria menghela napas bosan. Dia menarik kedua tangannya dari saku celana dan memberikan isyarat tantangan dengan jari telunjuknya."Kalian dengar tidak sih?" tegur Satria dengan nada malas. "Maju semua sekalian. Jangan satu satu, buang buang waktu saja. Saya masih banyak kerjaan di dalam, tidak bisa menemani kalian berjemur lama lama di parkiran begini."Ucapan santai tapi sangat meremehkan itu bagaikan bensin yang disiramkan tepat ke kobaran api. Kelima pengawal yang tersisa seketika tersadar dari rasa kaget mereka. Harga diri mereka sebagai mantan petarung profesional benar benar merasa diinjak injak oleh pemuda berjas yang bertubuh jauh lebih kecil itu."Sombong sekali kau, anak muda!" teriak salah satu pengawal yang memiliki bekas luka sayatan di pipinya. Urat di lehernya menonjol keluar menahan amarah. "Jangan pikir kau hebat cuma karena berhasil mencuri kesempatan tadi!"Gilang yang berdiri agak jauh di belakang ikut me

  • Satria Idaman Wanita   BAB 191

    Satria melirik ke sekeliling lobi utama perusahaan. Matanya menatap lantai pualam yang mengkilap, sisa pot tanaman hias mahal yang masih utuh, dan kaca kaca besar yang membatasi ruangan."Tunggu sebentar," ucap Satria sambil mengangkat tangan kanannya, menghentikan langkah enam pengawal bertubuh raksasa itu.Satria menoleh ke arah Gilang dan Broto dengan wajah polos tanpa dosa."Kalau kalian benar benar mau olahraga sama saya, kita main di luar saja yuk. Di lobi sini terlalu sempit buat banting bantingan. Sayang barang mahal Nona Vera kalau sampai pecah lagi kena badan pengawal kalian," ajak Satria santai seraya menunjuk ke arah pelataran parkir depan gedung yang sangat luas.Mendengar ajakan bernada meremehkan itu, wajah Gilang langsung mengeras. Urat di pelipisnya berkedut menahan emosi. Salah satu pengawal kekar yang berdiri paling depan juga ikut terpancing amarahnya."Sialan, bocah kurang ajar!" bentak pengawal berwajah garang itu dengan suara serak. "Cepat mau babak belur saja k

  • Satria Idaman Wanita   BAB 190

    Berikut adalah Bab 169, di mana niat baik sang pendekar malah dianggap sebagai kelemahan oleh tamu yang sombong.Bab 169: Usiran Halus dan Tantangan AroganMelihat urat leher Gilang yang sudah menonjol karena marah, Satria menarik napas panjang. Pendekar itu tiba tiba mengubah sikapnya. Dia menurunkan tangannya dan memasang wajah yang sangat tenang, mencoba memberikan satu kesempatan terakhir agar lobi ini tidak berubah menjadi arena pembantaian siang bolong."Bapak Broto dan Mas Gilang yang terhormat," ucap Satria dengan nada suara yang jauh lebih sopan dan bersahabat dari sebelumnya. Dia bahkan menunjuk ke arah pintu kaca utama dengan telapak tangan terbuka. "Saya mohon pengertiannya. Nona Vera sedang banyak pekerjaan penting hari ini. Pintu keluar ada di sebelah sana. Silakan tinggalkan gedung ini dengan tenang, mumpung urusannya belum panjang. Kasihan petugas kebersihan kami kalau harus membersihkan sisa sisa keributan lagi."Mendengar ucapan Satria yang tiba tiba menjadi sopan it

  • Satria Idaman Wanita   BAB 17

    Sementara Satria sedang menikmati Wagyu A5 yang meleleh di mulutnya di restoran Jepang yang sejuk, situasi yang sangat kontras terjadi di belahan lain kota Jakarta.Di sebuah gedung perkantoran mewah di kawasan Kuningan, tepatnya di lantai 40 yang merupakan penthouse pribadi, suasana terasa begitu

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Satria Idaman Wanita   BAB 79

    Satria mengerjap cepat. "H-hukuman dobel gimana maksudnya, Ki?"Bukannya menjawab, Kiki malah mencondongkan tubuhnya ke depan. Gadis itu menempelkan kedua telapak tangannya di dada bidang Satria yang terbalut kaus hitam, lalu dengan berani mendorong tubuh pemuda itu ke belakang.Karena posisi duduk

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Satria Idaman Wanita   BAB 80

    Satria mengerang tertahan di dalam tenggorokannya. Akal sehatnya berteriak keras menyuruhnya untuk mendorong tubuh Kiki menjauh. Ini salah. Ini sangat berbahaya. Tapi insting alaminya sebagai laki laki muda benar benar memberontak habis habisan. Wangi tubuh Kiki, rasa manis di bibirnya, dan sensasi

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Satria Idaman Wanita   BAB 78

    Satria menelan ludah. Dia berbalik badan dengan kaku, lalu menutup pintu kamar itu rapat-rapat. Bunyi kunci yang berputar otomatis dari dalam membuat Satria merasa seperti narapidana yang baru saja dimasukkan ke dalam sel isolasi.Satria membalikkan badannya lagi menghadap Kiki, tapi dia sengaja be

    last updateLast Updated : 2026-04-05
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status