공유

BAB 430

작가: Rainina
last update 게시일: 2026-05-22 20:16:36

Mendengar cerita masa lalunya kembali diungkit, Baroness yang masih ditahan oleh ksatria di lantai kembali menjerit.

Ia meronta, kembali meneriakkan makian dan menyalahkan Sienna atas segala kemalangan hidupnya. Mengutuk eksistensi Sienna yang terus hidup sementara anak kesayangannya harus meregang nyawa.

Namun, kali ini Sienna tidak lagi tersentak oleh makian ibunya. Ia hanya berdiri mematung di tempatnya.

Perlahan, seberkas air mata bening menetes dari pelupuk matanya, mengalir turun membasa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
dan lottie tidak bijaksana mengambil langkah,, padahal dah resmi jadi istri orang,, wlpun ada janji masa lalu
goodnovel comment avatar
Nia Khair
kesian sebenarnya masib percintaannya si Alexander
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 430

    Mendengar cerita masa lalunya kembali diungkit, Baroness yang masih ditahan oleh ksatria di lantai kembali menjerit. Ia meronta, kembali meneriakkan makian dan menyalahkan Sienna atas segala kemalangan hidupnya. Mengutuk eksistensi Sienna yang terus hidup sementara anak kesayangannya harus meregang nyawa.Namun, kali ini Sienna tidak lagi tersentak oleh makian ibunya. Ia hanya berdiri mematung di tempatnya.Perlahan, seberkas air mata bening menetes dari pelupuk matanya, mengalir turun membasahi pipinya yang pucat. Tangisan tanpa suara itu memancarkan kepedihan akan nasib seorang bayi yang dikhianati oleh darah dagingnya sendiri.Sienna menunduk, menatap ibunya yang masih meronta dengan pandangan yang kabur oleh air mata. Rasa benci yang sedari tadi bersarang di hatinya perlahan tergantikan oleh rasa kasihan yang mendalam pada wanita tua yang telah ditipu seumur hidupnya ini."Ibu..." bisik Sienna pelan.Suaranya terdengar begitu rapuh dan serak, namun entah bagaimana mampu memotong

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 429

    Baroness terdiam sejenak. Di bawah tatapan mata merah darah sang Kaisar yang mengintimidasi, wajah wanita paruh baya yang semula pucat pasi dan keriput itu perlahan berubah tegang. Ketakutannya seolah menguap, digantikan oleh sebuah emosi gelap yang telah berkarat selama lebih dari dua puluh tahun di dalam dadanya. Urat-urat di lehernya menonjol, dan wajahnya seketika dipenuhi oleh kemarahan yang meluap-luap."Apa maksud kalian berdua membahas itu sekarang?!"Suara Baroness menggema tajam, memecah keheningan yang mencekam di dinding-dinding batu kediaman itu. Ia mengangkat kepalanya, menatap lurus ke arah Lucian dan Sienna dengan dada yang naik-turun menahan emosi yang meledak.Sienna tersentak hebat. Tubuhnya secara refleks mencondongkan diri ke depan, menghancurkan postur tenangnya sebagai seorang permaisuri. Matanya membelalak lebar, mencari kebenaran di wajah wanita yang melahirkannya itu. Darahnya seakan berdesir cepat di telinganya."Ibu, apa maksud Ibu?!" panggil Sienna, suar

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 428

    "Sienna, apa kau memiliki saudara?" tanya Lucian dengan suara yang teramat hati-hati, memecah keheningan yang mencekam di dalam ruang kerja. Matanya tidak lepas dari raut wajah sang istri yang masih terpaku, memandangi replika wajahnya sendiri pada lukisan Ratu Charlotte.Tidak. Itu adalah jawaban otomatis yang ingin sienna lontarkan detik itu juga. Seumur hidupnya, ia tahu bahwa ia adalah putri tunggal keluarga Borgia. Namun, dengan semua rentetan informasi kelam dan lukisan yang dibawa oleh mata-mata Lucian di hadapannya sekarang, keyakinan itu runtuh. Fakta tentang jaringan perdagangan manusia asal Rivendia belasan tahun lalu dan kemiripan yang mustahil ini membuat dadanya sesak oleh badai pertanyaan baru.Sienna perlahan meragu pada asal-usul wanita dalam lukisan yang bahkan tidak pernah ia temui itu."Aku... tidak tahu..." bisik Sienna parau. Kepalanya mendadak pening, dipenuhi teka-teki tentang siapa dirinya yang sebenarnya.Lucian mengangguk paham. Ia tidak mendesak istrinya

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 427

    Philippe terhempas dan terduduk lemas bersandar pada dinding batu yang dingin. Belum sempat pria bertubuh besar itu mengatur napasnya yang putus-putus, sebuah tekanan brutal kembali menghantamnya.Raja Alexander mengangkat sebelah kakinya, menekan sol sepatu bot kulitnya yang keras dan berat tepat di atas bahu Philippe, mengunci tubuh ajudannya itu ke dinding agar tidak bisa beringsut seinci pun."Ugh... Yang Mulia..." rintih Philippe tertahan. Ia memejamkan mata, merasakan tulang selangkanya seolah akan remuk di bawah injakan sang raja.Alexander mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap ajudannya dari atas dengan sorot mata sedingin dasar lautan es. Tidak ada lagi amarah yang meledak-ledak atau teriakan histeris seperti malam sebelumnya. Tapi kemarahannya jelas telah membekukan hati dan pikirannya."Ini adalah kesempatan terakhirmu untuk menebus kebodohan fatalmu, Philippe," desis Alexander, suaranya mengalun sangat pelan. Sepatu botnya menekan bahu Philippe semakin kuat hingga ajud

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 426

    Untuk sesaat, hanya hening yang mengisi ruang baca paviliun tersebut. Tidak ada kata yang terucap, hanya suara detak jarum jam yang seolah menghitung detik-detik kebimbangan di dalam dada Alice.Gadis itu tidak bisa segera menjawab. Lidahnya terasa kelu oleh beban realitas yang menghimpitnya. Di sisi lain meja, Caesar menolak untuk mendesak, memberikan Alice seluruh waktu dan ruang yang ia butuhkan untuk mencerna segalanya.Hingga akhirnya, sebuah helaan napas panjang meluncur dari celah bibir Alice.Gadis itu perlahan mengangkat wajahnya. Kepalanya yang sejak tadi tertunduk kini menatap lurus ke arah pria di hadapannya. Akal sehatnya mulai mengambil alih, menamparnya dengan kenyataan yang lebih besar. Alice sadar, ia tidak bisa terus bersikap egois dengan hanya memikirkan kenyamanan, waktu kesiapan, dan traumanya sendiri.Kekaisaran saat ini sedang berada di ambang krisis yang tak kasat mata. Raja Alexander berkeliaran membawa ancaman, keselamatan Permaisuri Sienna sedang menjadi

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 425

    Begitu punggung Raja Alexander dan ajudannya benar-benar menghilang di balik belokan lorong batu, ketegangan tak kasat mata yang mengunci area taman itu perlahan mengendur. Para Ksatria Bayangan yang bersembunyi di atas pohon dan di balik tembok perlahan menurunkan senjata mereka, meski tetap bersiaga.Dari balik pilar, Rowan segera keluar dari persembunyiannya. Sang Marquess baru itu melangkah setengah tertatih, menumpukan sebagian berat badannya pada tongkat penyangga, dan berjalan tergesa-gesa untuk memangkas jarak yang memisahkannya dari Elizabeth."Elizabeth!" panggil Rowan dengan suara parau yang sarat akan kekhawatiran. Ia berhenti tepat di hadapan gadis itu, matanya yang tajam menelusuri wajah dan tubuh Elizabeth, memastikan tidak ada satu pun goresan padanya. "Apa kau tidak apa-apa?"Elizabeth menarik napas panjang yang sedari tadi tertahan di dadanya. Ia mengangkat tangannya yang sedikit gemetar, melepaskan topi lebar yang menutupi wajahnya."Aku baik-baik saja, Rowan," jaw

  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 82

    "....Apa?"Air mata Sienna berhenti sepenuhnya, kesedihannya menguap begitu saja digantikan oleh kebingungan atas perkataan Lucian.Lucian tidak menjawab dengan kata-kata manis. Ia menarik tubuh mungil Sienna ke dalam pelukan erat. Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher gadis itu, menghirup aroma

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 81

    Napas Lucian tersengal. Panas di tubuhnya semakin menjadi-jadi akibat sentuhan Alexandria. Obat itu berteriak padanya untuk menyerah, untuk memeluk tubuh wanita di hadapannya dan menuntaskan hasrat yang membakar dirinya dari dalam.Tapi wajah kecewa Sienna saat melihatnya tadi memenuhi kepala Lucia

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 77

    "Apa yang kau lakukan?"Suara bariton yang berat itu mengejutkan Sienna, membuatnya nyaris menjatuhkan pipet kaca di tangannya.Sienna menoleh cepat. Di ambang pintu yang menghubungkan kamar tidur utama dengan kamar Sienna, Lucian berdiri dengan tangan terlipat di dada. Pria itu menatapnya dengan a

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
  • Satu Malam Bersama Duke   BAB 74

    Lorong Sayap Barat dijaga ketat. Dua ksatria berarmor hitam dengan lambang Duchy Lorraine berdiri mematung di depan pintu kamar Alexandria, tangan mereka bersiaga di tombak panjang.Langkah kaki Arthur menjadi satu-satunya suara yang memecah kesunyian koridor.Arthur berdiri dengan santai di depan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status