Home / Romansa / Secret Service 21+ / 2. Agen Secret Service

Share

2. Agen Secret Service

last update Petsa ng paglalathala: 2025-02-26 21:29:07

Chapter 2

Agen Secret Service

Menjadi pengawal Nichole Georgia Elingthon bukanlah ide yang menyenangkan bagi seorang anggota Secret Service yang terbiasa menghadapi tingkat stres setara dengan pilot pesawat tempur setiap kali mengawal presiden. Dengan pelatihan tingkat atas yang pernah dijalani dari pada menjadi pengawal seorang nona muda, Maxim Parker Hilton lebih baik diberi misi mematikan sepanjang Minggu atau tidur di hutan yang penuh dengan serigala, harimau, beruang, dan binatang buas dibandingkan harus mengawal seorang gadis.

Di lingkungan kerjanya Max terkenal dengan dedikasinya yang tinggi, juga belum pernah Max gagal dalam menjalankan misi dan sukses menjadi agen kesayangan kepala bagian perlindungan, Jhon Praeger dan Jhon merekomendasikan dirinya kepada Tuan Presiden. Tentunya setelah mempelajari sepak terjang dan latar belakang Max, presiden akhirnya memilihnya padahal bagi Max mendapatkan misi mengawal cucu presiden adalah sebuah kesialan pertama seumur hidupnya.

Max telah mempelajari profil Nichole, gadis itu selalu mendapatkan peringkat di sekolahnya dan bahkan mendapatkan gelar cumlaude di universitas, sepertinya Nichole adalah tipe orang yang sangat serius dalam menjalani kehidupannya. Sikap serius seperti itu tentunya akan memudahkan dirinya dalam menjalankan protokol pengawalan dan Max tidak menyukai hal-hal yang tidak mengandung tantangan, bisa dibilang mengawal misi Nichole sepertinya akan menjadi hal yang membosankan.

Ia juga menanyakan beberapa hal pada Frederick Massa, sesama agen Secret Service yang dua tahun menjadi pengawal Nichole. Fred mengatakan jika Nichole adalah nona yang baik dan itu menjadi kesialan kedua.

Max pernah mendengar kabar jika putra bungsu wakil presiden sudah mengganti pengawalnya karena tidak ada yang bertahan menghadapi sikapnya dan jujur saja Max lebih senang jika Nichole adalah pribadi yang seperti itu agar dirinya bisa terbebas dari misi menjaga cucu presiden.

Ini bukan kali pertama Max melihat Nichole, lebih dari satu tahun yang lalu tahun yang lalu ketika presiden dilantik Max menjalankan tugasnya sebagai anggota Secret Service, Nichole juga hadir dalam acara pelantikan presiden bersama anggota keluarga lainnya. Sosok Nicole sama sekali tidak jauh berbeda dengan dua tahun lalu, ekspresi wanita itu datar, tenang, dan terkesan angkuh.

Max menyimak pembicaraan presiden dengan cucunya dan menarik kesimpulan jika Nichole sangat ingin kembali ke Cambridge, mungkin Nichole memiliki kekasih di Cambridge sehingga gadis itu merasa tidak senang harus tinggal di New York, pikir pria berkulit cokelat dengan tinggi 190 cm itu.

Ah, tahu apa Max tentang hubungan asmara. Di usianya yang sudah menginjak tiga puluh dua tahun ia belum pernah menjalin asmara dengan wanita mana pun. Baginya hubungan asmara adalah hal yang tidak ada dalam daftar rencana hidupnya, tetapi tidak berkencan dengan wanita mana pun bukan berarti Max tidak memiliki rencana untuk menikah.

Ia berencana menikah di saat yang tepat, setelah memiliki posisi yang aman pada kariernya dan berbicara soal pernikahan ibunya sudah sering menanyakan rencana pernikahan dan Max selalu tidak bisa memberikan jawaban yang membuat ibunya puas. Bukan hanya menanyakan soal pernikahan, ibunya juga selalu mempertanyakan soal teman wanita padahal ibunya adalah orang yang paling tahu jika Max tidak pernah bergaul dengan wanita kecuali rekan kerjanya. Itu pun hanya sebatas di tempat kerja.

Sejak kecil Max bercita-cita menjadi anggota militer dan ingin mendedikasikan hidupnya untuk negaranya sehingga Max memilih pendidikan di Akademi Militer Angkatan Udara Amerika.

Tujuh tahun menjadi anggota Angkatan Udara Amerika Serikat, ia sudah ratusan kali menerbangkan peswat tempur di wilayah berkonflik Max lalu memutuskan untuk mengikuti tes seleksi menjadi anggota Secret Service dan setelah melalui banyak tes yang sangat ketat bahkan pernah menjalankan misi yang berbahaya bebrapa hari yang lalu justru John memberitahu jika Max akan mengawal seorang nona muda. Sepertinya tahun ini akan menjadi tahun yang santai dan tidak banyak tantangan hingga akan sangat membosankan.

Sudahlah, pikir Max muram. Berharap akan ada keajaiban dan ia segera kembali bergabung dengan timnya berada di gedung putih lagi.

Setelah presiden selesai dengan penjelasannya, Max mengikuti Nichole yang keluar dari ruangan kakeknya dengan lunglai.

"Kau baik-baik saja?" tanyanya kepada Nichole.

Nichole berhenti di depan pintu perpustakaan dan menatap Max dengan geram. "Apa aku terlihat baik-baik saja? Aku harus menemukan seorang mata-mata dari Rusia dan mantan seorang komandan militer angkatan darat. Yang benar saja!"

Max tersenyum tipis. "Baiklah, pertama-tama aku perkenalkan diriku. Aku agen Maxim Parker Hilton dari Secret Service yang akan menemanimu selama misi ini dan kau bisa memanggilku Max."

Nichole manatap Max beberapa saat, ia baru saja kehilangan kesempatannya masuk ke program studinya tahun ini karena misi yang diberikan kakeknya dan sekarang harus menjalankan misi-mendekati seseorang untuk mengorek informasi keberadaan ayahnya sementara dirinya adalah seorang cucu presiden. Kakeknya itu apa tidak berpikir jika misi ini benar-benar mustahil? Ia adalah cucu presiden Amerika, seluruh benua Amerika mungkin sudah mengenali wajahnya.

"Katakan bagaimana caranya agar misi kita tidak mengundang kecurigaan anak Igor Rumanov itu?" kata Nichole dengan kesal, "apa aku harus mengoperasi plastik wajahku agar tidak seorang pun mengenaliku?"

"Kita akan menemukan cara," kata Max dengan ekspresi sangat santai.

"Ya Tuhan," dengus Nichole seraya melipat kedua lengannya di depan dada dan menatap Max dengan serius. "Aku tidak bisa berpikir lagi."

"Dari keterangan yang kubaca, Oleg telah tinggal di New York selama tiga tahun. Tentu saja selama tiga tahun pastinya Oleg telah memiliki banyak teman di New York. Kurasa kita bisa mulai dari teman-temannya," kata Max seraya menyodorkan map di tangannya kepada Nichole.

"Maksudmu, aku harus berteman dengan teman-teman Oleg?"

Max menagngguk. "Itu lebih terkesan natural, kurasa."

Nichole mengambil berkas dari tangan Max dan membukanya dengan malas lalu membacanya seraya berpikir keras kemudian berkata, "Aku akan menyelesaikan misi ini dalam waktu satu bulan."

Karena sepertinya jika menyelasaikan misi itu dalam satu bulan kemungkinan besar Nichole masih sempat mendaftarkan diri untuk melanjutkan studinya di Cambridge University. Meskipun mungkin dirinya harus bekerja sangat keras demi tercapainya misi itu.

Max menatap Nichole yang mengucapkan kalimatnya dengan sangat tegas, bibirnya mengulas senyum tipis penuh arti. Semakin cepat Nichole menyelesaikan misi, maka semakin cepat juga ia kembali ke gedung putih, pikirnya.

"Dan untuk itu aku minta bantuanmu. Kita harus bekerja keras," ujar Nichole lalu menutup map di tangannya lalu mengembalikannya pada Max.

"Kau sudah memiliki rencana?" tanya Max seraya meletakkan map ke dalam jasnya.

"Masih ada tiga hari lagi sebelum Senin dan kurasa kita harus segera pergi ke New York dan menyusun rencana."

"Baiklah," kata Max sembari tersenyum. "Sampai jumpa besok pagi, Nona Elingthon."

Bersambung....

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Secret Service 21+   50. Hal Konyol yang Tidak Pernah Nichole Miliki

    Chapter 50 Hal Konyol yang Tidak Pernah Nichole Miliki Suasan pagi di rumah keluarga Max terasa sangat berbeda dengan suasana di rumah keluarganya, bahkan saat berada di Cambridge sekalipun. Tidak ada jadwal rapat ataupun panggilan mendadak dan tidak ada pengawal yang berdiri beberapa langkah di belakangnya, juga tidak ada orang yang memperlakukannya sebagai cucu keluarga Ellingthon yang harus selalu menjaga sikap. Nichole hanya menempatkan diri sebagai seorang tamu di sana, meskipun merasa sedikit canggung dengan perbedaan suasana di rumah orang tua Max dan lingkungannya dibesarkan. Ia bahkan masih terlihat terlalu rapi untuk berada di halaman rumah yang dipenuhi tanah dan rumput. Nichole berdiri di teras sambil memegang secangkir kopi, memperhatikan Max yang berjalan menuju area peternakan kecil di belakang rumah. Pria itu mengenakan pakaian sederhana, kaus gelap, celana kerja, dan sepatu bot. Penampilannya jauh dari penampilan formalnya sebagai agen Secret Service, tetapi Ma

  • Secret Service 21+   49. Cuti

    Chapter 49CutiDi atas tempat tidur Max yang tidak lagi rapi, Nichole berbaring di damping Max yang memejamkan mata. Nichole dengan lembut menyentuh alis Max dengan ujung jari-jarinya dan perlahan gerakannya sampai ke ujung hidung Max. Pria itu membuka matanya dan menoleh sembari tersenyum lembut lalu memeluk Nichole. "Aku ketiduran," ucap Max lembut dan suaranya parau. Nichole tersenyum. "Aku pernah membaca novel dewasa dan katanya, kebanyakan pria akan tertidur setelah melakukannya." Max menatap Nichole dengan serius, ia ingin diberitahu pada Nichole bahwa itu juga pengalam pertamanya, tetapi Max kemudian memilih menyimpannya."Oh, ya?" "Apa kau selalu begitu?"Max mengusap ujung alisnya sekilas dan berkata, "Ini pertama kali aku tertidur." Nichole menyipitkan matanya. "Kau lelah?" Bukan lelah, Max hanya tidak tahu caranya mendeskripsikannya. "Itu karena kau hebat," kata Max akhirnya.Nichole tersenyum dan pipinya memerah. "Aku masih tidak berpengalaman, nanti aku akan melaku

  • Secret Service 21+   48. Pamit

    Chapter 48Rencana BaruNichole berdiri di depan sebuah rumah yang berada di kawasan tenang di pinggiran Washington, jauh dari hiruk-pikuk pusat kota dan gedung-gedung pemerintahan yang selama beberapa minggu terakhir menjadi bagian dari hidup Nichole. Rumah itu tidak besar, tetapi terlihat kokoh dan terawat. Bangunan dua lantai dengan halaman kecil di depan, garasi sederhana, dan beberapa pohon tua yang membuat suasana terasa lebih tenang. Tidak ada penjaga di depan gerbang sehingga membuatnya terkesan seperti pemiliknya adalah seseorang yang menginginkan ketenangan setelah menghabiskan sebagian hidupnya untuk bekerja demi keamanan orang lain.Nichole berhenti di depan pintu beberapa detik sebelum akhirnya mengetuk, menghela napas pelan beberapa kali karena dirinya sendiri tidak yakin mengapa ia datang. Setelah semua penjelasan dari Grayson dan mengetahui permainan besar yang terjadi di belakangnya, seharusnya ia kembali ke rumah keluarganya dan mempersiapkan kepulangannya ke Cambri

  • Secret Service 21+   47. Kebenaran

    Chapter 47KebenaranPagi itu terasa lebih berat dari biasanya, bahkan saat mereka di Baltimore atau Arlington sekalipun. Nichole duduk di dekat jendela kamar dengan beberapa jenis menu sarapan yang sejak tadi tidak disentuh, pemandangan kota Washington yang mulai ramai di bawah sana tidak menarik perhatiannya sedikit pun. Biasanya ia akan memperhatikan detail kecil di sekitarnya, memperkirakan kemungkinan, dan menyusun rencana berikutnya.Namun, pagi ini ia bahkan tidak memiliki rencana apa pun. Luka di benaknya yang disebabkan oleh kakeknya masih menganga hingga rasanya sulit menerima kenyataan bahwa selama ini ia berjuang mencari jawaban, sementara orang yang memiliki jawabannya hanya diam dan membiarkannya berjalan dalam kegelapan.Max berdiri tidak jauh dari sana, memperhatikan Nichole yang sudah hampir setengah jam duduk tanpa bergerak. Semalam, Nichole cukup lama menangis di pelukannya dan tidak berusaha menenangkan, hanya membiarkan perempuan itu meluapkan kekecewaannya dalam

  • Secret Service 21+   46. Terlalu Lelah

    Chapter 46 Terlalu Lelah Mereka meninggalkan villa dan tidak satu pun di antara mereka yang memulai pembicaraan. Nichole duduk di kursi belakang bersama Max dan sepanjang perjalanan menuju hotel, perempuan itu tidak mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya menatap keluar jendela, memperhatikan lampu kota Washington yang perlahan bergerak melewati pandangannya. Wajahnya muram dan di dalam benaknya merasakan beribu-ribu kekecewaan terhadap kakeknya, sementara Raymond duduk di samping Fred yang mengemudikan mobil dengan perasaan kacau yang hampir tidak bisa digambarkan, ia tidak bisa memikirkan apa tujuan komandannya sehingga memainkan intrik seperti itu. Dari pantulan kaca jendela, Max melihat wajah Nichole yang berusaha tetap tenang. Perempuan itu masih mempertahankan ekspresi yang sama sejak keluar dari villa tadi, tetapi Max melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain. Nichole mulai memerah, pasti menahan sesuatu yang tidak bisa dikatakan sekarang. Nichole terbiasa tidak m

  • Secret Service 21+   45. Kecewa

    Chapter 45Kecewa"Kita harus cepat, terlambat sedikit saja kita akan kehilangan kesempatan," kata Raymond dari jok belakang.Sejak Malik menemukan koordinat tersebut, Raymond sudah memiliki perasaan buruk dan melihat kendaraan Grayson Ellingthon berada di tempat yang sama dengan titik keberadaan Igor Volkov membuat semua kecurigaannya semakin dalam.Selama ini ia mengira dirinya sedang mengejar seseorang yang bersembunyi, ternyata mungkin orang itu berada di tempat yang tidak pernah mereka pikirkan."Kau sebaiknya tidak bisa masuk bersama kami," kata Max.Nichole menoleh kepada Max. "Kenapa?"Max menatap villa itu dengan ekspresi berat. "Karena kalau Ray masuk ke sana, Kariernya mungkin tidak bisa dipertahanka. Dan jika kecurigaan kita tidak terbukti, Ray bukan lagi orang yang bisa mengumpulkan informasi, dia akan menjadi agen CIA yang memasuki properti atasannya sendiri tanpa izin.""Max benar, kalau komandanku memang terlibat dalam semua ini, aku harus tetap memiliki posisi untuk b

  • Secret Service 21+   31. Tidak Seharusnya Ada

    Chapter 31Tidak Seharusnya Ada Baltimore siang itu cukup cerah, cahaya matahari jatuh terang tanpa ampun ke permukaan mansion yang kini kehilangan kesan misteriusnya digantikan oleh garis polisi kuning dan kendaraan resmi yang terparkir di sepanjang jalan.Max, Nichole, dan Fred melangkah melewat

  • Secret Service 21+   30. Terjebak

    Chapter 30Terjebak Langit berwarna keemasan saat mereka meninggalkan arena balapan babi, meninggalkan suara riuh yang perlahan memudar di belakang mereka. Setelah berpamitan pada orang tua Max, mereka kembali menuju penginapan. Jalanan yang mereka lalui terlihat lengang, hanya sesekali dilewati k

  • Secret Service 21+   29. Terasa Normal

    Chapter 29Terasa NormalDi rumah Max, waktu bergerak dengan ritme yang berbeda dari dunia yang selama ini mereka jalani. Tidak ada suara notifikasi dan tidak ada laporan mendesak, juga tidak ada tekanan waktu yang memaksa. Hanya suara langkah di lantai kayu, dentingan peralatan dapur, dan angin ya

  • Secret Service 21+   28. Jeda yang Meresahkan

    Chapter 28Jeda yang Meresahkan Pagi datang membawa keheningan yang terasa berbeda dari malam sebelumnya. Cahaya matahari menembus tirai tipis penginapan dan jatuh di meja kecil tempat sarapan yang tersaji sederhana, roti panggang, telur, dan secangkir kopi yang masih mengepul. Nichole duduk di sa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status