Share

52. End

last update publish date: 2026-07-06 21:09:08

Chapter 52

Kepastian (End)

Menjelang sore, pesawat kecil yang diterbangkan Max mendarat mulus di sebuah bandara privat di pinggiran New York. Begitu baling-baling berhenti berputar, keheningan perlahan menggantikan dengungan mesin yang sejak beberapa jam terakhir menemani perjalanan mereka. Nichole melepaskan sabuk pengamannya, tetapi tidak langsung bangkit. Ia memandang keluar jendela kecil di sampingnya, menyadari bahwa perjalanan singkat itu juga menandai berakhirnya beberapa hari yang teras
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Secret Service 21+   Epilog

    EpilogSembilan bulan berlalu sejak pertemuan Max dan Nichole di Cambridge, akhir musim semi menyelimuti halaman tua universitas dengan hamparan bunga-bunga yang mulai bermekaran. Langit cerah tanpa awan, sementara keluarga dan para wisudawan memenuhi lapangan utama dengan toga hitam serta senyum lega setelah melewati satu tahun yang melelahkan.Nichole berdiri di antara teman-teman seangkatannya sambil memegang ijazah yang baru diterimanya dan semua perjuangan selama satu tahun terakhir akhirnya terbayar. Saat acara resmi selesai, ia berjalan menuruni anak tangga batu menuju taman kampus, tempat keluarganya sudah menunggu.Ayahnya berdiri paling depan dengan senyum bangga, begitu pula ibu dan kedua adiknya yang berada di sana. Nichole menghampiri keluarganya lalu memeluk mereka bergantian, sementara Fred berdiri beberapa langkah di belakang dengan kedua tangan di dalam saku jasnya."Selamat, Dokter...!" tata Miller lalu terkekeh. "Atau sekarang harus kupanggil Master of Laws?"Nichol

  • Secret Service 21+   52. End

    Chapter 52Kepastian (End)Menjelang sore, pesawat kecil yang diterbangkan Max mendarat mulus di sebuah bandara privat di pinggiran New York. Begitu baling-baling berhenti berputar, keheningan perlahan menggantikan dengungan mesin yang sejak beberapa jam terakhir menemani perjalanan mereka. Nichole melepaskan sabuk pengamannya, tetapi tidak langsung bangkit. Ia memandang keluar jendela kecil di sampingnya, menyadari bahwa perjalanan singkat itu juga menandai berakhirnya beberapa hari yang terasa seperti mimpi.Di luar, sebuah SUV hitam milik keluarga Ellingthon sudah menunggu dan sopir keluarga berdiri beberapa meter dari mobil.Max mengambil koper Nichole dari ruang bagasi pesawat, sementara Nichole berjalan di sampingnya dengan langkah pelan. "Aku masih tidak percaya tiga hari berlalu secepat ini," gumam Nichole sambil menatap jalan di depannya.Max melirik Nichole sekilas. "Kau masih bisa membatalkan tiket ke Cambridge."Nichole terkekeh pelan. "Lalu, tinggal selamanya di rumah or

  • Secret Service 21+   51. Cinta di Langit

    Chapter 51Cinta di LangitTiga hari berlalu begitu cepat bagi Nichole padahal pagi pertama di rumah keluarga Max, ia masih merasa seperti seorang tamu yang mencoba menyesuaikan diri dengan kehidupan yang sama sekali berbeda. Namun, setelah tiga hari, ia sudah tahu letak cangkir favorit ibu Max, sudah terbiasa mendengar suara ayah Max membuka pintu gudang setiap pagi, bahkan sudah hafal kebiasaan kecil Max yang selalu bangun lebih awal lalu pergi memeriksa peternakan sebelum sarapan.Hal-hal sederhana itu justru menjadi sesuatu yang membuatnya enggan pergi. Nichole berdiri di depan kamar yang selama beberapa hari terakhir menjadi tempatnya beristirahat dan memandangi koper yang sudah tertutup rapi di atas ranjang, tetapi kehidupannya menunggunya.Ia harus kemabali ke New York bertemu orang tuanya lalu terbang ke Cambridge dan untuk pertama kalinya, meninggalkan sebuah tempat terasa begitu berat. Rumah keluarga Max begitu sederhana dibandingkan tempat-tempat yang biasa ia tinggali, ti

  • Secret Service 21+   50. Hal Konyol yang Tidak Pernah Nichole Miliki

    Chapter 50 Hal Konyol yang Tidak Pernah Nichole Miliki Suasan pagi di rumah keluarga Max terasa sangat berbeda dengan suasana di rumah keluarganya, bahkan saat berada di Cambridge sekalipun. Tidak ada jadwal rapat ataupun panggilan mendadak dan tidak ada pengawal yang berdiri beberapa langkah di belakangnya, juga tidak ada orang yang memperlakukannya sebagai cucu keluarga Ellingthon yang harus selalu menjaga sikap. Nichole hanya menempatkan diri sebagai seorang tamu di sana, meskipun merasa sedikit canggung dengan perbedaan suasana di rumah orang tua Max dan lingkungannya dibesarkan. Ia bahkan masih terlihat terlalu rapi untuk berada di halaman rumah yang dipenuhi tanah dan rumput. Nichole berdiri di teras sambil memegang secangkir kopi, memperhatikan Max yang berjalan menuju area peternakan kecil di belakang rumah. Pria itu mengenakan pakaian sederhana, kaus gelap, celana kerja, dan sepatu bot. Penampilannya jauh dari penampilan formalnya sebagai agen Secret Service, tetapi Ma

  • Secret Service 21+   49. Cuti

    Chapter 49CutiDi atas tempat tidur Max yang tidak lagi rapi, Nichole berbaring di damping Max yang memejamkan mata. Nichole dengan lembut menyentuh alis Max dengan ujung jari-jarinya dan perlahan gerakannya sampai ke ujung hidung Max. Pria itu membuka matanya dan menoleh sembari tersenyum lembut lalu memeluk Nichole. "Aku ketiduran," ucap Max lembut dan suaranya parau. Nichole tersenyum. "Aku pernah membaca novel dewasa dan katanya, kebanyakan pria akan tertidur setelah melakukannya." Max menatap Nichole dengan serius, ia ingin diberitahu pada Nichole bahwa itu juga pengalam pertamanya, tetapi Max kemudian memilih menyimpannya."Oh, ya?" "Apa kau selalu begitu?"Max mengusap ujung alisnya sekilas dan berkata, "Ini pertama kali aku tertidur." Nichole menyipitkan matanya. "Kau lelah?" Bukan lelah, Max hanya tidak tahu caranya mendeskripsikannya. "Itu karena kau hebat," kata Max akhirnya.Nichole tersenyum dan pipinya memerah. "Aku masih tidak berpengalaman, nanti aku akan melaku

  • Secret Service 21+   48. Pamit

    Chapter 48Rencana BaruNichole berdiri di depan sebuah rumah yang berada di kawasan tenang di pinggiran Washington, jauh dari hiruk-pikuk pusat kota dan gedung-gedung pemerintahan yang selama beberapa minggu terakhir menjadi bagian dari hidup Nichole. Rumah itu tidak besar, tetapi terlihat kokoh dan terawat. Bangunan dua lantai dengan halaman kecil di depan, garasi sederhana, dan beberapa pohon tua yang membuat suasana terasa lebih tenang. Tidak ada penjaga di depan gerbang sehingga membuatnya terkesan seperti pemiliknya adalah seseorang yang menginginkan ketenangan setelah menghabiskan sebagian hidupnya untuk bekerja demi keamanan orang lain.Nichole berhenti di depan pintu beberapa detik sebelum akhirnya mengetuk, menghela napas pelan beberapa kali karena dirinya sendiri tidak yakin mengapa ia datang. Setelah semua penjelasan dari Grayson dan mengetahui permainan besar yang terjadi di belakangnya, seharusnya ia kembali ke rumah keluarganya dan mempersiapkan kepulangannya ke Cambri

  • Secret Service 21+   3. Seseorang yang Dikagumi Nichole

    Chapter 3 Seseorang yang dikagumi Nichole Nichole memiliki dua orang adik laki-laki yang usianya masih remaja. Tetapi, di keluarga Elingthon, Nichole merupakan cucu yang paling disayang oleh kakeknya karena dirinya adalah cucu pertama di keluarga itu. Ayahnya adalah satu-satunya putra di kelu

  • Secret Service 21+   2. Agen Secret Service

    Chapter 2 Agen Secret Service Menjadi pengawal Nichole Georgia Elingthon bukanlah ide yang menyenangkan bagi seorang anggota Secret Service yang terbiasa menghadapi tingkat stres setara dengan pilot pesawat tempur setiap kali mengawal presiden. Dengan pelatihan tingkat atas yang pernah dijalani

  • Secret Service 21+   1. Misi Penting

    Chapter 1 Misi Penting “Bagaimana perjalananmu?” tanya Grayson J. Elingthon seraya merentangkan tangannya kepada Nichole Georgia Elingthon. Nichole memeluk kakeknya yang memasuki ruangan yang digunakan sebagai ruang keluarga lalu mencium pipi tua pria itu kemudian berkata, “Sejujurnya aku san

  • Secret Service 21+   Prolog

    PROLOG Di sebuah kondominium di jantung kota New York, Oleg Rumanov baru saja kembali dari pusat kebugaran. Ia meletakkan tasnya yang berisi peralatan olah raganya di atas meja kemudian membuka lemari pendingin dan mengeluarkan sebotol minuman dingin lalu menikmati isinya. "Aku akan berangkat ke p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status