Share

Mode Serius

Author: Die-din
last update publish date: 2026-01-27 22:18:34
Setelah acara sarapan yang penuh dengan adu mulut—dan upaya Cindy untuk menghapus bayangan "roti sobek" Kresna dari kepalanya—suasana di meja makan berubah drastis.

Kresna mendorong piringnya yang sudah bersih, lalu menarik salah satu laptop yang layarnya sedari tadi menampilkan grafik berwarna ungu gelap dengan garis-garis koneksi yang rumit.

"Oke, kita masuk ke mode serius sekarang," ujar Kresna. Matanya yang tajam kini memindai barisan log aktivitas.

"Ingat tentang ID pengguna dan tanda
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Rapat terus berlanjut

    Lampu di ruang rapat eksekutif Menara Pradana masih menyala terang, meski jarum jam sudah melampaui angka dua belas malam. Di luar, Jakarta mulai meredup, namun di dalam ruangan ini, denyut nadi kreativitas baru saja dimulai. Ardi Pradana, sang CEO yang biasanya tak gentar menghadapi fluktuasi pasar saham, kini tampak tak berdaya di depan meja jatinya."Bagaimana? Ada ide?" Ardi menagih dengan nada mendesak kepada keempat staf andalannya. Wajahnya yang biasa kaku kini tampak memelas. Sebagai pria yang terbiasa berpikir logis dan strategis, urusan asmara ternyata menjadi titik buta yang membuatnya mentok total. Ia ingin melamar Ella, namun ia tak ingin acara itu terasa seperti sekadar transaksi bisnis yang kaku.Bambang, Kresna, dan Gery saling bertukar pandangan dalam keheningan yang canggung. Kresna lebih paham cara menjebol firewall daripada menyusun buket bunga. Gery lebih mahir menyusun pasal-pasal hukum daripada skenario romantis. Sementara Bambang? Ia hanya bisa memikirkan mak

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Rapat Strategi

    Lampu neon di lobi Menara Pradana berpendar dingin saat Kresna dan Cindy melangkah masuk dengan napas yang masih memburu. Keduanya tampil kontras dengan lingkungan korporat yang steril itu. Kresna dengan jaket hoodie yang resletingnya belum tertutup sempurna, dan Cindy dengan riasan tipis sisa makan malam yang mulai memudar. Ponsel Kresna tadi bergetar tepat satu menit setelah Cindy menutup telepon dari Ardi. Suara Ardi di seberang sana terdengar sangat mendesak, memerintahkan Kresna untuk tidak membuang waktu satu detik pun. "Kresna, langsung ke lantai 40." Hanya itu yang dikatakan sang CEO sebelum memutus sambungan. Di depan lift eksekutif, mereka bertemu dengan Gery. Sang pengacara perusahaan itu biasanya tampil dengan setelan jas tiga lapis yang kaku, namun malam ini ia hanya mengenakan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga siku, dasinya sudah dilonggarkan. Wajahnya tampak tegang. "Gery? Kamu juga dipanggil?" tanya Cindy sambil menekan tombol lift. Semakin penasar

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Panggilan Darurat

    Lampu neon di lobi Menara Pradana berpendar dingin saat Kresna dan Cindy melangkah masuk dengan napas yang masih memburu. Keduanya tampil kontras dengan lingkungan korporat yang steril itu; Kresna dengan jaket hoodie yang resletingnya belum tertutup sempurna, dan Cindy dengan riasan tipis sisa makan malam yang mulai memudar. Ponsel Kresna tadi bergetar tepat satu menit setelah Cindy menutup telepon dari Ardi. Suara Ardi di seberang sana terdengar sangat mendesak, memerintahkan Kresna untuk tidak membuang waktu satu detik pun. "Kresna, langsung ke lantai 40. Keamanan tertinggi," hanya itu yang dikatakan sang CEO sebelum memutus sambungan. Di depan lift eksekutif, mereka bertemu dengan Gery. Sang pengacara perusahaan itu biasanya tampil dengan setelan jas tiga lapis yang kaku, namun malam ini ia hanya mengenakan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga siku, dasinya sudah dilonggarkan. Wajahnya tampak tegang. "Pak Gery? Anda juga dipanggil?" tanya Cindy sambil menekan tombo

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Kencan Yang Terganggu

    Setelah berbulan-bulan terjebak dalam labirin kode, ancaman spionase industri, dan sandiwara profesional di koridor Menara Pradana, hari Sabtu ini terasa seperti sebuah anomali yang indah. Untuk pertama kalinya, ponsel Kresna tidak memuntahkan barisan log peringatan merah, dan agenda Cindy bersih dari jadwal rapat koordinasi Perusahaan Pradana. Apartemen Cindy terletak di lantai dua puluh delapan, sebuah ruang minimalis yang didominasi warna krem dan abu-abu lembut, sangat kontras dengan kepribadiannya yang tajam di kantor. Di sini, tidak ada sekretaris eksekutif yang kaku atau peretas yang waspada. Yang ada hanyalah dua manusia yang mencoba merebut kembali kemanusiaan mereka dari cengkeraman korporat. Siang itu Kresna sengaja berkunjung ke apartemen Cindy sebagai ganti kencan mereka. Mereka menghabiskan hari minggu dengan suasana kesederhanaan yang tenang. Mereka tidak pergi ke mal mewah atau restoran berbintang. Kresna, yang biasanya menghabiskan akhir pekan di depan ti

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Setelah Badai

    Lobi Menara Pradana yang biasanya riuh oleh langkah kaki tergesa, pagi ini terasa seperti hamparan air tenang pasca badai. Kasus sabotase siber yang sempat mengguncang gedung itu berakhir dengan antiklimaks yang mengejutkan. Karna Nugroho, sang peretas yang sempat dianggap sebagai ancaman maut, kini duduk di lobi dengan kemeja kasual, menyesap kopi hitam tanpa beban. Tidak ada borgol, tidak ada pengawalan ketat. Di hadapannya, Cindy duduk dengan punggung tegak, sementara Kresna berdiri di sampingnya dengan tangan terlipat di dada, matanya masih memancarkan aura permusuhan yang tidak ditutupi. "Jadi," Kresna memecah keheningan, suaranya rendah dan tajam. "Semua drama pemerasan, foto Anyer, dan penyadapan itu hanya... audisi?" Karna terkekeh pelan, meletakkan cangkirnya. "Bisa dibilang begitu. Pak Irza punya obsesi kecil untuk menemukan 'tulang punggung' terbaik di industri ini. Dia tidak butuh orang pintar, karena orang pin

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Skakmat

    Pagi itu, suasana di lantai 40 Menara Pradana terasa mencekam, setidaknya bagi mereka yang peka terhadap getaran frekuensi rendah ketegangan siber. Kresna tidak tidur semalaman. Matanya yang merah tersembunyi di balik tudung hoodie, jemarinya masih bergetar kecil karena kelelahan kafein dan amarah yang dingin.Di meja sekretariat, Cindy duduk tegak, memaksakan senyum sopan kepada setiap staf yang lewat. Namun, di bawah meja, jemarinya meremas ponselnya kuat-kuat. Foto infra-merah dari nomor tak dikenal itu masih menghantui galerinya. Ancaman Karna bukan sekadar gertakan; itu adalah serangan presisi pada titik buta emosionalnya.Tepat pukul 09.00, Karna melangkah keluar dari lift. Ia tidak langsung menuju ruang rapat. Ia berhenti di depan meja Cindy, meletakkan sebuah cangkir kopi latte dengan seni latte art berbentuk kunci."Pagi, Mbak Cindy. Sudah siap untuk presentasi audit hari ini?" tanya Karna, suaranya halus seperti sutra yang menyembunyikan sembilu. "Saya harap 'modul' yang ki

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Agresi Karna

    Ketegangan pasca-pertemuan di Menara Pradana tidak mereda, justru bermutasi menjadi bentuk yang lebih halus dan berbahaya. Kerja sama strategis antara Pradana Group dan Wismail Group resmi ditandatangani, yang berarti Karna Wismail kini memiliki akses legal untuk berada di lantai eksekutif Pradana

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Pertemuan Dua Arsitek

    Lantai 40 Menara Pradana seketika berubah menjadi medan magnet dengan kutub yang saling menolak. Di balik pintu kayu jati yang kedap suara, udara terasa statis, seolah-olah oksigen di ruangan itu telah diionisasi oleh ketegangan yang dibawa oleh dua tamu tak diundang dari Wismail Group. Kresna be

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Kedatangan Wismail

    Pagi itu, atmosfer di lobi Menara Pradana tidak lagi membawa sisa-sisa aroma laut Anyer yang santai. Udara seolah terkompresi, menjadi lebih padat, formal, dan dingin. Pendingin ruangan sentral terasa menusuk hingga ke tulang, sejalan dengan ketegangan yang merayap di antara pilar-pilar marmer seti

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Keputusan Mutlak CEO

    Dua hari telah berlalu. Empat puluh delapan jam tanpa tidur penuh. CERBERUS akhirnya menunjukkan sesuatu yang selama ini bersembunyi di balik kabut kode yang berubah-ubah.Kresna menyadari adanya pola yang konsisten. Bukan di bentuk malware-nya. Bukan di struktur enkripsinya. Melainkan di gaya penu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status