共有

The Key

作者: Die-din
last update 公開日: 2026-03-04 09:00:13

Senin pagi di Menara Pradana pasca-liburan Anyer terasa seperti mesin yang baru saja diminyaki; segalanya berjalan terlalu mulus hingga terasa mencurigakan.

Di lobi, para karyawan masih sibuk bertukar cerita tentang serunya permainan Blind Navigation atau betapa cantiknya Dokter Ella malam itu. Namun, bagi Bambang, setiap langkah yang ia ambil di koridor lantai eksekutif terasa seperti berjalan di atas hamparan kulit telur.

Bambang masuk ke dalam lift dengan napas yang tert
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Rapat terus berlanjut

    Lampu di ruang rapat eksekutif Menara Pradana masih menyala terang, meski jarum jam sudah melampaui angka dua belas malam. Di luar, Jakarta mulai meredup, namun di dalam ruangan ini, denyut nadi kreativitas baru saja dimulai. Ardi Pradana, sang CEO yang biasanya tak gentar menghadapi fluktuasi pasar saham, kini tampak tak berdaya di depan meja jatinya."Bagaimana? Ada ide?" Ardi menagih dengan nada mendesak kepada keempat staf andalannya. Wajahnya yang biasa kaku kini tampak memelas. Sebagai pria yang terbiasa berpikir logis dan strategis, urusan asmara ternyata menjadi titik buta yang membuatnya mentok total. Ia ingin melamar Ella, namun ia tak ingin acara itu terasa seperti sekadar transaksi bisnis yang kaku.Bambang, Kresna, dan Gery saling bertukar pandangan dalam keheningan yang canggung. Kresna lebih paham cara menjebol firewall daripada menyusun buket bunga. Gery lebih mahir menyusun pasal-pasal hukum daripada skenario romantis. Sementara Bambang? Ia hanya bisa memikirkan mak

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Rapat Strategi

    Lampu neon di lobi Menara Pradana berpendar dingin saat Kresna dan Cindy melangkah masuk dengan napas yang masih memburu. Keduanya tampil kontras dengan lingkungan korporat yang steril itu. Kresna dengan jaket hoodie yang resletingnya belum tertutup sempurna, dan Cindy dengan riasan tipis sisa makan malam yang mulai memudar. Ponsel Kresna tadi bergetar tepat satu menit setelah Cindy menutup telepon dari Ardi. Suara Ardi di seberang sana terdengar sangat mendesak, memerintahkan Kresna untuk tidak membuang waktu satu detik pun. "Kresna, langsung ke lantai 40." Hanya itu yang dikatakan sang CEO sebelum memutus sambungan. Di depan lift eksekutif, mereka bertemu dengan Gery. Sang pengacara perusahaan itu biasanya tampil dengan setelan jas tiga lapis yang kaku, namun malam ini ia hanya mengenakan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga siku, dasinya sudah dilonggarkan. Wajahnya tampak tegang. "Gery? Kamu juga dipanggil?" tanya Cindy sambil menekan tombol lift. Semakin penasar

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Panggilan Darurat

    Lampu neon di lobi Menara Pradana berpendar dingin saat Kresna dan Cindy melangkah masuk dengan napas yang masih memburu. Keduanya tampil kontras dengan lingkungan korporat yang steril itu; Kresna dengan jaket hoodie yang resletingnya belum tertutup sempurna, dan Cindy dengan riasan tipis sisa makan malam yang mulai memudar. Ponsel Kresna tadi bergetar tepat satu menit setelah Cindy menutup telepon dari Ardi. Suara Ardi di seberang sana terdengar sangat mendesak, memerintahkan Kresna untuk tidak membuang waktu satu detik pun. "Kresna, langsung ke lantai 40. Keamanan tertinggi," hanya itu yang dikatakan sang CEO sebelum memutus sambungan. Di depan lift eksekutif, mereka bertemu dengan Gery. Sang pengacara perusahaan itu biasanya tampil dengan setelan jas tiga lapis yang kaku, namun malam ini ia hanya mengenakan kemeja putih yang lengan bajunya digulung hingga siku, dasinya sudah dilonggarkan. Wajahnya tampak tegang. "Pak Gery? Anda juga dipanggil?" tanya Cindy sambil menekan tombo

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Kencan Yang Terganggu

    Setelah berbulan-bulan terjebak dalam labirin kode, ancaman spionase industri, dan sandiwara profesional di koridor Menara Pradana, hari Sabtu ini terasa seperti sebuah anomali yang indah. Untuk pertama kalinya, ponsel Kresna tidak memuntahkan barisan log peringatan merah, dan agenda Cindy bersih dari jadwal rapat koordinasi Perusahaan Pradana. Apartemen Cindy terletak di lantai dua puluh delapan, sebuah ruang minimalis yang didominasi warna krem dan abu-abu lembut, sangat kontras dengan kepribadiannya yang tajam di kantor. Di sini, tidak ada sekretaris eksekutif yang kaku atau peretas yang waspada. Yang ada hanyalah dua manusia yang mencoba merebut kembali kemanusiaan mereka dari cengkeraman korporat. Siang itu Kresna sengaja berkunjung ke apartemen Cindy sebagai ganti kencan mereka. Mereka menghabiskan hari minggu dengan suasana kesederhanaan yang tenang. Mereka tidak pergi ke mal mewah atau restoran berbintang. Kresna, yang biasanya menghabiskan akhir pekan di depan ti

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Setelah Badai

    Lobi Menara Pradana yang biasanya riuh oleh langkah kaki tergesa, pagi ini terasa seperti hamparan air tenang pasca badai. Kasus sabotase siber yang sempat mengguncang gedung itu berakhir dengan antiklimaks yang mengejutkan. Karna Nugroho, sang peretas yang sempat dianggap sebagai ancaman maut, kini duduk di lobi dengan kemeja kasual, menyesap kopi hitam tanpa beban. Tidak ada borgol, tidak ada pengawalan ketat. Di hadapannya, Cindy duduk dengan punggung tegak, sementara Kresna berdiri di sampingnya dengan tangan terlipat di dada, matanya masih memancarkan aura permusuhan yang tidak ditutupi. "Jadi," Kresna memecah keheningan, suaranya rendah dan tajam. "Semua drama pemerasan, foto Anyer, dan penyadapan itu hanya... audisi?" Karna terkekeh pelan, meletakkan cangkirnya. "Bisa dibilang begitu. Pak Irza punya obsesi kecil untuk menemukan 'tulang punggung' terbaik di industri ini. Dia tidak butuh orang pintar, karena orang pin

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Skakmat

    Pagi itu, suasana di lantai 40 Menara Pradana terasa mencekam, setidaknya bagi mereka yang peka terhadap getaran frekuensi rendah ketegangan siber. Kresna tidak tidur semalaman. Matanya yang merah tersembunyi di balik tudung hoodie, jemarinya masih bergetar kecil karena kelelahan kafein dan amarah yang dingin.Di meja sekretariat, Cindy duduk tegak, memaksakan senyum sopan kepada setiap staf yang lewat. Namun, di bawah meja, jemarinya meremas ponselnya kuat-kuat. Foto infra-merah dari nomor tak dikenal itu masih menghantui galerinya. Ancaman Karna bukan sekadar gertakan; itu adalah serangan presisi pada titik buta emosionalnya.Tepat pukul 09.00, Karna melangkah keluar dari lift. Ia tidak langsung menuju ruang rapat. Ia berhenti di depan meja Cindy, meletakkan sebuah cangkir kopi latte dengan seni latte art berbentuk kunci."Pagi, Mbak Cindy. Sudah siap untuk presentasi audit hari ini?" tanya Karna, suaranya halus seperti sutra yang menyembunyikan sembilu. "Saya harap 'modul' yang ki

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Staff Gathering

    Pagi itu, Menara Pradana tampak seperti sebuah bangunan yang baru saja mendapatkan nyawa tambahan. Pintu-pintu kaca yang biasanya memantulkan ketegangan korporat kini seolah bersinar lebih terang. Sejak Ardi Pradana kembali bersama Ella, suasana kantor yang tadinya kaku dan penuh

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Jebakan Cinta

    Keheningan di dalam kantor Ardi terasa begitu berat dan menyesakkan. Setelah dua minggu sejak insiden pingsannya, Ardi Pradana seolah kehilangan jiwa. Ia duduk di kursi kerjanya yang menghadap jendela besar, menatap cakrawala Jakarta yang abu-abu tanpa berkedip selama berjam-jam. Ia tid

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker   Terima Kasih

    Dua hari telah berlalu sejak malam dramatis di kediaman Ardi Pradana. Menara Pradana pagi itu tampak seperti sirkuit yang baru saja di-reboot. Ardi kembali ke kantor dengan aura yang sangat berbeda; tidak ada lagi wajah kuyu atau tatapan kosong yang tersembunyi di balik tumpukan dokumen.

  • Sekretaris Cantik Vs Mr. Hacker    Mision Complete

    ​Ardi mulai membuka matanya sedikit, mencoba memfokuskan pandangan walau kepalanya masih terasa seperti dihantam palu super besar. Saat sosok Ella melangkah masuk ke dalam pendar cahaya lampu tidur, Ardi membeku. Ia seolah mengira dirinya sedang berhalusinasi akibat demam tinggi.Dalam m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status