Beranda / Romansa / Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin / EPISODE 14 LANGKAH MENJAUH

Share

EPISODE 14 LANGKAH MENJAUH

Penulis: Isabella Hart
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-29 20:15:48

Happy Reading ☺️

Keputusan itu tidak datang tiba-tiba.

Ia tumbuh perlahan, dari setiap tatapan yang terlalu lama, setiap kalimat yang bermakna ganda, dan setiap perlindungan yang berubah menjadi sorotan. Pagi itu, Nadira bangun dengan perasaan yang lebih ringan sekaligus lebih berat dari biasanya.

Lebih ringan karena ia akhirnya tahu apa yang harus ia lakukan.

Lebih berat karena ia sadar, keputusan ini tidak akan mudah.

Di kamar kos yang sempit, Nadira duduk di tepi ranjang, menatap layar ponselnya yang gelap. Ia menarik napas panjang sebelum berdiri dan bersiap ke kantor. Tidak ada riasan berlebihan hari ini. Rambutnya diikat sederhana. Ia ingin tampil setenang mungkin—netral.

Seperti perasaannya yang ingin ia kembalikan ke posisi semula.

Di kantor, suasana masih sama. Rutinitas berjalan, mesin printer berdengung, suara langkah kaki bersahutan di lorong. Namun bagi Nadira, semuanya terasa seperti latar belakang yang menjauh.

Ia membuka agenda dan menambahkan satu cata
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 23 SATU KAMAR, DUA BATAS

    Happy Reading ☺️Pesawat mendarat menjelang sore.Nadira menarik napas panjang begitu roda menyentuh landasan. Perjalanan singkat itu terasa jauh lebih panjang dari yang ia bayangkan—bukan karena jarak, melainkan karena keberadaan Arka di kursi sebelahnya.Sepanjang penerbangan, Arka nyaris tidak bicara. Fokus pada tablet, jawline-nya mengeras, aura dinginnya kembali terpasang rapi. Namun Nadira tahu, diam itu bukan berarti tenang.Ia bisa merasakannya.Di bahunya.Di jarak yang terlalu dekat.Dan di keheningan yang terlalu padat.Mobil hotel melaju menembus jalanan kota yang mulai diselimuti senja. Nadira menatap keluar jendela, mencoba mengalihkan pikirannya. Tapi ketika mobil berhenti dan pintu dibukakan, ia kembali tersadar—mereka benar-benar di sini.Berdua.Hotel bintang lima itu megah, sunyi, dan terlalu elegan untuk sekadar urusan kerja.Arka melangkah lebih dulu ke meja resepsionis. Nadira berdiri sedikit di belakang, memeluk map tipis berisi dokumen. Ia menunggu dengan sabar

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 22 SETELAH JAM KERJA

    Happy Reading ☺️Gedung kantor mulai sepi ketika jam menunjukkan hampir pukul sembilan malam.Lampu-lampu sebagian telah dimatikan, menyisakan lorong panjang dengan cahaya redup yang terasa lebih sunyi dari biasanya. Nadira duduk di mejanya, menatap layar komputer tanpa benar-benar membaca apa pun.Pintu ruang CEO masih tertutup.Dan entah kenapa, justru itu yang membuat dadanya terasa sesak.Beberapa menit kemudian, pintu itu terbuka.“Nadira.”Ia menoleh. Arka berdiri di ambang pintu, jasnya sudah dilepas, dasi dilonggarkan. Tampilan yang jarang ia lihat—lebih manusiawi, lebih berbahaya.“Kamu belum pulang,” katanya.“Bapak juga,” jawab Nadira pelan.Arka melangkah keluar dan menutup pintu ruangannya kembali. Kali ini, ia tidak kembali ke kursi CEO. Ia justru berjalan mendekat ke meja Nadira.“Kamu bisa pulang,” katanya, namun nada suaranya tidak benar-benar menyuruh.Nadira menelan ludah. “Tadi Bapak bilang… ada yang perlu dibicarakan.”Arka berhenti tepat di depannya.“Aku tidak i

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 21 BATAS YANG MULAI KABUR

    Happy Reading ☺️Malam itu, hujan turun tanpa peringatan.Nadira masih duduk di kursinya ketika jam dinding menunjuk angka delapan. Lantai eksekutif sudah lengang. Lampu-lampu meja menyala temaram, meninggalkan bayangan panjang di koridor.Pintu ruang Arka masih tertutup.Ia menutup laptop, merapikan agenda, lalu berdiri. Baru dua langkah melangkah, suara pintu terbuka membuatnya berhenti.Arka Mahendra keluar dari ruangannya.Jasnya sudah dilepas. Kemeja putihnya digulung hingga siku. Rambutnya sedikit berantakan—tidak seperti biasanya.“Kamu belum pulang?” tanyanya.Nadira menoleh. “Saya menunggu Bapak. Ada berkas yang perlu ditandatangani.”Arka mendekat. Jarak mereka kini terlalu dekat untuk disebut profesional.“Besok saja,” ucapnya pelan. “Hujan.”Seolah itu alasan yang cukup.Nadira ragu. “Saya bisa pulang sendiri, Pak.”Tatapan Arka turun sejenak—ke jemarinya yang masih menggenggam map—lalu kembali naik ke wajahnya.“Saya tidak mengulang perintah,” katanya.Nada itu tidak kera

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 20 JARAK YANG TERLALU DEKAT

    Happy Reading ☺️Pagi itu hujan turun tipis sejak subuh, membasahi kaca gedung Mahendra Group dengan gurat-gurat air yang bergerak pelan. Nadira tiba lebih awal dari biasanya, mantel tipisnya masih lembap saat ia menggantung tas di kursi.Ia menarik napas panjang.Sudah hampir tiga minggu ia bekerja sebagai sekretaris pribadi Arka Mahendra, dan entah sejak kapan jantungnya mulai berdetak berbeda setiap kali pintu lift terbuka.Belum sempat ia menyalakan laptop, pintu ruang direktur utama terbuka.Arka keluar dengan jas abu gelap, rambut rapi, ekspresi dingin yang selalu sama—namun matanya berhenti sesaat ketika melihat Nadira sudah duduk di meja.“Kamu datang lebih pagi,” ucapnya.“Iya, Pak. Hujan, jadi saya berangkat lebih cepat.”Arka mengangguk singkat. “Bagus.”Satu kata itu selalu terdengar sederhana. Namun dari Arka Mahendra, kata bagus adalah bentuk persetujuan tertinggi.Ia masuk ke ruangannya tanpa menoleh lagi.Nadira baru saja membuka agenda hari ini ketika interkom menyala

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    BAB 19 BATAS YANG MULAI RETAK

    Happy Reading ☺️Malam itu, kantor Mahendra Group sudah jauh lebih lengang dari biasanya.Lampu-lampu di lorong sebagian telah dimatikan, menyisakan cahaya putih redup yang membuat suasana terasa lebih sunyi. Nadira masih duduk di mejanya, menatap layar laptop dengan mata sedikit lelah. Notulen rapat hari itu hampir selesai, hanya perlu satu kali pengecekan terakhir sebelum dikirim.Di dalam ruang Direktur Utama, Arka belum keluar sejak satu jam lalu.Biasanya, Nadira tidak terlalu memikirkan jam pulang Arka. Namun entah sejak kapan, ia mulai otomatis memperhatikan—lampu ruangannya masih menyala, pintu belum terbuka, dan tidak ada tanda-tanda ia akan meninggalkan kantor dalam waktu dekat.Nadira menarik napas pelan, lalu kembali fokus.Beberapa menit kemudian, pintu kaca buram itu akhirnya terbuka.“Nadira.”Ia mendongak. Arka berdiri di ambang pintu, jasnya sudah dilepas, dasi sedikit dilonggarkan. Wajahnya tetap datar, tapi terlihat lebih lelah dari biasanya.“Iya, Pak?”“Kamu masih

  • Sekretaris Sexy Milik CEO Dingin    EPISODE 18 DI BALIK SIKAP DATAR

    Happy Reading☺️Pagi datang dengan langkah yang terlalu cepat bagi Nadira.Ia berdiri di depan cermin kamar mandi, merapikan kerah kemejanya yang sederhana. Rambutnya diikat rapi, wajahnya tampak tenang—setidaknya di permukaan. Namun ada sesuatu di balik tatapannya yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.Ia tidak lagi sekadar bersiap untuk bekerja.Ia bersiap untuk menghadapi dirinya sendiri.Lift kantor membawa Nadira naik dalam diam. Beberapa karyawan masuk dan keluar, menyapanya singkat. Ia membalas dengan senyum profesional yang sudah menjadi kebiasaan. Namun jantungnya berdetak sedikit lebih cepat saat lantai tujuan semakin dekat.Pintu lift terbuka.Langkah pertamanya keluar terasa lebih berat dari biasanya.Di meja resepsionis, semuanya terlihat normal. Aroma kopi, suara keyboard, dan percakapan ringan mengisi ruangan. Namun Nadira tahu, hari ini tidak akan sesederhana itu.Ia berjalan ke mejanya dan mulai menyalakan komputer. Belum sempat duduk sepenuhnya, suara tenang itu ter

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status