Short
Saat Janji Tinggal Janji, Aku Pilih Tuk Pergi

Saat Janji Tinggal Janji, Aku Pilih Tuk Pergi

By:  DoraCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
7Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah mengetahui Nathan Sanjaya berselingkuh, aku memberinya tiga kesempatan. Kesempatan pertama, aku mengeluarkan surat cinta yang pernah dia berikan kepadaku saat kami berusia delapan belas tahun. Saat itu, Nathan masih begitu polos. Tangannya bahkan gemetar ketika menyodorkan surat itu kepadaku. Dia menerima kembali surat cinta itu dengan wajah penuh penyesalan. Lalu, tepat di depan mataku, dia menghapus kontak Whatsapp Bianca Haris. Kesempatan kedua, aku membuka video pernikahan kami yang tersimpan di galeri ponsel. Di dalam rekaman itu, Nathan yang telah meraih kesuksesan dan berada di puncak kariernya datang menjemputku untuk menikah. Dia menatap video itu dalam diam untuk waktu yang lama. Setelahnya, dia menyuruh sekuriti mengusir Bianca yang datang meminjam uang. Namun malam itu… Dia justru mabuk hingga tak sadarkan diri. Kesempatan ketiga... Adalah hari ini. Di depan ruang rawat Bianca, aku memberikan hasil pemeriksaan kehamilanku kepada Nathan. Dia hanya menyalakan sebatang rokok. Asapnya membuatku terbatuk-batuk. Namun, pandangannya tak pernah sekalipun berpaling dari Bianca yang terbaring di dalam ruang rawat. Jawabannya… Sudah sangat jelas. Tak perlu lagi diucapkan. Saat itulah aku benar-benar mengerti. Hubungan kami... Tak lagi memiliki hari esok.

View More

Chapter 1

Bab 1

Sejak mengetahui Nathan berselingkuh hingga aku hamil, tepat satu tahun lamanya.

Jawaban yang selama setahun menggantung tanpa kepastian akhirnya menghantamku tanpa ampun.

Kupikir aku akan hancur.

Kupikir aku akan menangis histeris.

Namun kini, yang kurasakan hanyalah ketenangan.

Ketenangan yang mati rasa, seolah seluruh hatiku telah berubah menjadi abu.

Air mataku telah habis terkuras pada malam-malam yang tak terhitung jumlahnya.

Dan penantian panjang itu akhirnya berakhir.

Di dunia orang dewasa, tak semua hal membutuhkan penjelasan.

Aku tahu diri…

Dan bersiap untuk pergi.

Nathan, yang sejak tadi hanya diam, akhirnya angkat bicara.

“Felicia, jangan jadikan anak sebagai alat untuk bercanda. Bersyukurlah, dan berhenti membuat keributan.”

“Bianca adalah yatim piatu. Dia nggak punya siapa-siapa. Kenapa kamu nggak bisa menerimanya?”

Aku menatap Nathan dengan tatapan penuh kebingungan.

“Membuat keributan? Memangnya apa yang sudah kulakukan?”

“Aku nggak pernah membongkar hubunganmu dengan Bianca sampai semua orang tahu. Aku juga nggak pernah mencari dan memaksanya meninggalkanmu.”

“Aku cuma memperlihatkan lagi semua janji dan sumpah yang dulu pernah kamu ucapkan padaku.”

“Itu yang kamu sebut membuat keributan?”

“Itu yang kamu sebut nggak tahu bersyukur?”

“Apa kamu ingin aku terus berpura-pura nggak tahu saat kamu berkali-kali berselingkuh?”

“Nathan… aku nggak buta. Aku juga nggak tuli.”

“Seumur hidup, aku nggak akan pernah bisa berpura-pura seolah semua itu nggak pernah terjadi.”

Jelas-jelas air mataku sudah lama mengering.

Aku bahkan sudah bersumpah tak akan lagi meneteskan setitik pun air mata karena Nathan.

Namun air mata itu tetap mengalir tanpa bisa kutahan.

Dulu…

Melihatku setetes air mataku saja sudah membuat Nathan begitu panik.

Kini…

Seolah-olah dia tak melihat apa pun.

Bahkan, dia justru mencibir.

Setiap kata yang keluar dari mulutnya terasa seperti pisau yang menusuk ke dadaku.

“Aku cuma kasihan melihat Bianca sakit dan nggak ada yang merawatnya. Lalu sekarang kamu datang membawa anak itu untuk mengancamku?”

“Berapa lama lagi kamu akan terus memakai masa lalu untuk menekanku secara moral?”

“Manusia bisa berubah, Felicia. Kamu tahu itu, ‘kan?”

“Ya, dulu aku memang sangat mencintaimu.”

“Tapi cinta bisa berpindah.”

“Apa kamu juga tahu itu?”

Ucapan Nathan bagaikan pedang tajam yang menembus jantungku.

Jadi…

Begitu rupanya.

Cinta Nathan bisa berpindah ke lain hati.

Tak lagi hanya menjadi milikku.

Seluruh cinta yang dulu diberikan kepadaku…

Kini telah berpindah pada Bianca.

Dia telah menarik kembali semua cintanya dariku.

Karena itulah dia terus berselingkuh.

Kupikir masa lalu kami adalah kenangan yang indah.

Kupikir tiga kesempatan yang kuberikan adalah kesempatan bagi kami berdua.

Ternyata…

Di mata Nathan, semua itu hanyalah belenggu moral yang mengikatnya.

Kenangan-kenangan itu mendadak menyerbu pikiranku seperti arwah gentayangan yang terus menghantui.

Wajahku perlahan memucat.

Tubuhku limbung.

Tanpa sadar, kedua tanganku memeluk erat perutku.

Jantung yang sudah lama mati rasa kembali merasakan nyeri yang begitu menusuk.

Melihat wajahku berubah pucat, Nathan buru-buru membuang punting rokoknya lalu berlari menghampiriku.

Dia menopang tubuhku.

Namun aku langsung menepisnya.

Sentuhan yang dulu begitu hangat…

Kini justru membuatku mual.

Aku berpegangan pada dinding, lalu memuntahkan isi perutku tanpa henti.

Air mata bercampur keringat membasahi wajahku.

Emosiku akhirnya mencapai batas.

Tubuhku gemetar tanpa bisa kukendalikan.

Nathan tampak panik.

Dia segera memanggil perawat dan meminta obat penenang untukku.

Dengan tangan yang gemetar, aku refleks mendorongnya menjauh.

Ibu hamil tak boleh menggunakan obat penenang.

Aku berbaring di ranjang cukup lama.

Barulah perlahan-lahan kembali tenang.

Nathan tetap berjaga di sampingku.

Begitu melihatku tenang, dia menyodorkan apel yang sudah dikupasnya.

Aku tak menerimanya.

Aku hanya memalingkan wajah, enggan menatapnya.

“Felicia…”

“Biarlah masa lalu tetap menjadi masa lalu.”

“Manusia harus terus hidup untuk hari ini.”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status