แชร์

Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya
Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya
ผู้แต่ง: Kayla

Bab 1

ผู้เขียน: Kayla
Pihak hotel meneleponku dan secara halus mengingatkanku bahwa ada tagihan pemakaian kondom yang belum dibayar semalam. Biayanya telah dipotong dari kartu memberku.

Aku merasa sedikit bingung. Semalam, aku bekerja lembur dan sama sekali tidak pergi ke hotel. Aku pun bertanya kepada satu-satunya yang tahu nomor kartu memberku, yaitu suamiku, tentang apa yang terjadi.

Suamiku menatapku dengan ekspresi bingung. "Sayang, harga hotel itu lebih dari 20 juta per malam. Mana mungkin aku menghabiskan uang sebanyak itu? Pasti sistem mereka yang salah. Seharusnya ada yang salah masukkan nomor kartu member. Aku akan pergi ajukan komplain kepada mereka besok!"

Aku tidak mau berdebat lagi dengan suamiku. Investor hotel itu adalah sahabatku. Jadi, aku langsung meneleponnya. "Sayang, bantu aku cari tahu siapa yang Lionel ajak ke hotel semalam. Aku mau memergokinya selingkuh!"

Begitu mengingat alasan suamiku, aku tak bisa menahan tawa. Begitu menjadi penanggung jawab hotel, sahabatku langsung menghubungiku dan secara khusus memberiku kartu member VIP untuk sewa kamar gratis seumur hidup. Katanya, itu hadiah ulang tahunku.

Kartu itu terhubung dengan informasi pribadiku. Tidak ada orang lain yang dapat menggunakannya. Namun, pihak hotel malah menelepon, lalu mengatakan aku check-in ke presidential suite dan bahkan menggunakan kondom di kamar semalam.

Aku sudah mengonfirmasi tiga kali, tetapi resepsionis bersikeras mengatakan bahwa Hannah Loranka sendirilah yang melakukan check-in. Aku tidak bisa menerima hal ini.

Selain itu, ketika aku menyebutkan ingin merasakan pengalaman menginap di hotel, suamiku yang bernama Lionel itu malah berkata dengan tidak sabar, "Memangnya rumah nggak cukup kamu tinggali? Kenapa kamu bersikeras menginap di luar? Aku belum pernah ketemu sama orang seboros kamu!"

Namun, sahabatku yang memberiku kartu ini. Kenapa aku tidak boleh menggunakannya? Memikirkan hal ini, aku makin marah. Jadi, aku langsung pergi ke hotel.

Dengan hari libur nasional yang makin dekat, lobi dipenuhi tamu yang check-in. Aku menunggu hampir setengah jam sebelum resepsionis agak senggang.

"Halo, aku Hannah Loranka, orang yang kalian telepon pagi ini," kataku. Aku hampir tak mampu menahan amarahku.

Wanita di meja resepsionis menatapku dengan ekspresi bingung, "Bu Hannah? Bukannya kamu sudah kembali ke kamar? Tadi, kamu bahkan sengaja berpesan bahwa kamu nggak butuh layanan kamar."

Ekspresiku langsung berubah muram.

Resepsionis itu melanjutkan, "Sepuluh menit yang lalu, Bu Hannah baru menelepon dan minta kami untuk mengaktifkan layanan jangan diganggu."

Seluruh tubuhku gemetar karena marah. Beraninya wanita penggoda itu memesan kamar atas namaku! Aku menggertakkan gigi dan berkata, "Tapi, aku barulah Hannah yang asli!"

Resepsionis itu mengamatiku dari atas ke bawah dengan tidak sabar. "Bu, kalau kamu nggak punya reservasi, silakan pergi. Kami sangat sibuk hari ini. Tolong jangan membuat masalah di sini. Bu Hannah datang bersama suaminya dan pakai kartu member VIP. Meski aku nggak pernah ketemu Bu Hannah, Pak Lionel adalah pelanggan tetap hotel ini. Mana mungkin itu palsu?"

Aku merasa bagaikan disambar petir. Suamiku telah menjadi suami orang lain. Ini sungguh ironis.

Tepat pada saat ini, pintu lift terbuka. Melly Wijaya keluar dengan mengenakan setelan Chanel terbaru. Kalung berlian di lehernya adalah kalung yang kubeli di lelang perhiasan dengan harga 3,6 miliar. Sejauh yang kutahu, Melly adalah junior suamiku dari masa kuliah.

Seolah telah melihat sang penyelamat, resepsionis itu menunjuk ke arah Melly dan berkata kepadaku, "Itu baru Bu Hannah. Karena orang aslinya sudah ada di sini, kusarankan sebaiknya kamu segera pergi. Jangan membuat masalah di sini."

Wajah Melly berubah drastis ketika melihatku. Namun, dia dengan cepat memasang senyum palsu, "Kak, kebetulan sekali! Kamu juga datang untuk menginap di hotel ini?"

Aku menepis tangannya dengan dingin, "Melly, bukankah kamu seharusnya memberiku penjelasan? Kenapa kamu check-in atas namaku? Kenapa kondom yang kamu gunakan harus ditagih ke aku? Selain itu, kenapa kamu bisa pakai sepatuku? Kapan suamiku jadi suamimu?"

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 10

    Ayahku menatapku dengan tatapan lembut namun tegas. "Nggak apa-apa. Fondasi Grup Loranka nggak akan terguncang oleh sedikit uang itu. Tapi, Ayah mau beri tahu kamu bahwa Ayah sudah setuju untuk membiarkanmu melanjutkan penelitianmu. Lakukan apa pun yang ingin kamu lakukan. Ayah akan mendukungmu." Air mataku langsung mengalir. Aku telah menyakiti mereka begitu dalam demi apa yang disebut cita-cita dan cinta. Namun, mulai sekarang, itu tidak akan pernah terjadi lagi.Aku kembali fokus pada penelitian dan memimpin timku untuk menangani topik penelitian baru.Vera bercerita bahwa setelah kejadian di hotel, dia sudah sepenuhnya meningkatkan sistem manajemen keamanan dan verifikasi identitas pelanggan. Dengan begitu, penipuan identitas tidak mungkin terjadi lagi.Dengan sedikit rasa bersalah, aku bertanya padanya apakah kejadian itu berdampak signifikan pada citra hotel.Dia tertawa terbahak-bahak, "Jangan khawatir. Yang salah adalah pasangan bajingan itu, bukan kamu. Sekarang, hotel kami t

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 9

    "Kamu nggak punya pilihan." Aku memejamkan mata dan menolak untuk melihat wajahnya yang menjijikkan. "Itu bukan keputusanmu." Kemudian, Lionel dan Melly dibawa pergi oleh polisi.Selama aku dirawat di rumah sakit, orang tuaku dan Vera bergantian menjagaku. Mereka sangat berhati-hati dan tidak pernah mengungkit tentang Lionel. Mereka hanya berusaha sebaik mungkin untuk menghiburku karena takut kejadian ini akan meninggalkan trauma.Pada hari aku keluar dari rumah sakit, ibuku menggenggam tanganku dan berkata dengan mata sedikit memerah, "Hannah, pulanglah. Ayahmu ... sangat merindukanmu. Kita sekeluarga kumpul kembali, ya?" Melihat garis-garis halus baru di sekitar mata ibuku, hatiku terasa pahit. Aku sangat berterima kasih kepada mereka. Dari kecil hingga dewasa, aku tidak pernah kekurangan apa pun. Satu-satunya keinginan mereka adalah aku hidup dengan sehat dan bahagia.Namun, seiring bertambahnya usia, aku menjadi sangat keras kepala dan hanya fokus pada penelitian ilmiah. Terkadan

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 8 

    Aku membaca mutasi rekening yang jelas di layar ponsel, lalu menatap Lionel dengan terkejut. "Kamu berani menggelapkan dana perusahaan?""Nggak!" Lionel sudah sepenuhnya panik. Suaranya juga melengking."Apa itu fitnah atau bukan, kita akan segera tahu." Sebuah suara tegas terdengar dari ambang pintu.Ayahku berdiri di sana dengan ekspresi muram. Dia diikuti oleh dua petugas polisi yang berseragam. Pandangannya menyapu Lionel dan Melly, lalu akhirnya tertuju padaku. Dia menatapku dengan sedih."Pak Polisi, buktinya sudah diserahkan. Kalian boleh tangani orang-orang yang bersangkutan sesuai prosedur." Lionel akhirnya menunjukkan rasa takut. Kemunafikannya runtuh dalam seketika dan digantikan oleh kepanikan. Dia menerjang ke arah Melly, lalu mencoba menarik kalung berlian dan jam tangan mahalnya dengan panik. Gerakannya begitu kasar sehingga hampir membuat Melly jatuh."Hannah! Hannah, percayalah padaku!" Suaranya bergetar dan terdengar tercekat. "Aku benar-benar nggak tahu apa-apa. Aku

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 7

    Aku memaksakan seulas senyum. Namun, sebelum aku sempat berbicara, pintu kamarku didobrak.Lionel berdiri di ambang pintu dengan tampang suram. Matanya sama sekali tidak mengandung rasa bersalah, malah penuh tuduhan.Dia menerjang ke samping tempat tidur dan menunjukku sambil berseru, "Hannah, kenapa kamu nggak beri tahu aku dari awal bahwa orang tuamu adalah bos Grup Loranka? Kalau kamu beri tahu aku dari awal, aku nggak akan menyinggung Grup Loranka dan Grup Sorana. Lihat apa yang terjadi sekarang! Aku sudah dipecat dari perusahaan dan hidupku jadi hancur! Apa kamu sudah puas?"Lionel yang begitu tidak tahu malu benar-benar membuatku jijik."Aku pernah ngomong." Aku berujar dengan jelas, "Lebih dari sekali. Kamu sendiri yang nggak pernah sabar untuk mendengarnya. Kamu merasa masalah keluargaku nggak penting. Lionel, kamu bisa berakhir begini akibat perbuatanmu sendiri!" Berhubung merasa terpukul oleh kata-kataku, dia menjadi makin histeris dan malah menyalahkanku, "Kamu salahkan aku

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 6 

    Melihat keraguan di mata Lionel, Melly melanjutkan, "Lagian, aku pernah lihat postingan media sosial Bu Vera dan nggak temukan foto Kak Hannah. Apa Kak Hannah yang pakai entah cara apa untuk menipu Bu Vera?" Tatapan Lionel ke arahku kembali dipenuhi kecurigaan. Dia berkata pada Vera dengan sok pintar, "Bu Vera, kamu pasti sudah tertipu sama wanita ini. Dia paling jago pasang tampang kasihan untuk dapatkan simpati. Jangan sampai kamu tertipu! Mana mungkin dia itu sahabatmu?" Untuk lebih meyakinkan, Lionel bahkan mendorong Melly ke depan. "Bu Vera, ini Melly Wijaya. Dia sebenarnya putri Pak Ardi dari Grup Loranka. Kamu pasti pernah bertemu dengannya. Dia bisa bersaksi bahwa kamu sama sekali nggak mengenal Hannah!" Mendengar ini, bukan hanya aku yang terkejut, bahkan Vera juga tertawa kesal.Putri Grup Loranka? Aku adalah satu-satunya putri Grup Loranka. Berhubung aku bersikeras ingin melakukan penelitian, aku bersitegang dengan ayahku. Setelah itu, aku meninggalkan rumah untuk sementa

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 5

    Panggilan itu sudah sepenuhnya mengonfirmasi identitas sahabatku sebagai investor. Para penonton yang tadinya mengejekku saling bertukar pandang dengan terkejut dan merasa malu."Astaga ... dia nggak berbohong?""Jadi, memang suaminya yang suruh selingkuhannya nyamar jadi istri sah? Apa pria ini masih manusiawi?""Ya Tuhan, dia bukan cuma bantu selingkuhannya menindas istrinya, tapi juga memukul orang! Berengsek banget!""Dasar pasangan pezina! Kalian benar-benar menjijikkan!"Opini publik langsung berubah.Orang yang berlibur bersama anak-anak atau pasangan sangat membenci perselingkuhan. Mereka pun mulai memaki dengan makin kasar.Para satpam melepaskan cengkeraman mereka dengan malu dan tidak berani menyentuhku lagi.Sahabatku sangat kasihan padaku dan hendak berlutut untuk membantuku berdiri. Namun, sebelum tangannya sempat menyentuhku, Lionel langsung meraihnya.Dia menunjukkan senyum menjilat namun gugup, lalu menjabat tangan sahabatku secara paksa dan berkata, "Halo, Bu Vera. Ma

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 4 

    Lionel juga ikut bersandiwara dan mencium kening Melly. Kemudian, dia menatapku dengan dingin dan berkata, "Keluar dari sini sekarang juga. Kalau nggak, aku akan lapor polisi!"Dia menoleh ke arah resepsionis dan berseru, "Suruh satpam untuk usir wanita gila ini! Siapa tahu hal berbahaya apa lagi ya

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 3

    Lionel melepaskan tangan Melly, lalu berjalan menghampiriku dan menampar wajahku dengan kuat."Melly! Kamu nggak punya rasa malu? Karena mau diangkat jadi karyawan tetap setelah magangmu berakhir, kamu mengisyaratkan bahwa aku boleh mengambil keuntungan darimu. Aku menolak, makanya kamu menyimpan de

  • Selingkuh Pakai Identitasku? Aku Akhiri Semuanya   Bab 2

    Suaraku menggema di seluruh lobi. Kerumunan yang tadinya ribut langsung terdiam. Semua mata tertuju pada Melly.Melly melirik ke sekeliling. Matanya langsung berkaca-kaca. "Kak, apa yang kamu katakan? Karena merasa kasihan setelah melihat betapa kerasnya aku bekerja selama perjalanan bisnis, suamiku

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status