LOGINDalam perjalanan untuk mendaftarkan pernikahan, kami mengalami kecelakaan mobil. Aku dan adik angkatku, Jemima, yang berada di mobil yang sama, langsung dilarikan ke rumah sakit. Ibuku yang dikenal sebagai salah satu dokter bedah terbaik di rumah sakit itu, hanya melirik sekilas ke arah diriku yang punggungnya sudah berlumuran darah. Kemudian, dia buru-buru memanggil seluruh tenaga medis untuk memeriksa Jemima yang hanya mengalami luka sepanjang lima sentimeter di lengannya. "Luka Mima kelihatan jelas dari luar. Kalau nggak segera ditangani, nanti bisa meninggalkan bekas!" "Kita ini ibu dan anak kandung. Kalau sekarang Ibu mendahulukanmu, orang-orang pasti bakal bilang Ibu pilih kasih!" "Setelah luka Mima selesai ditangani, Ibu akan datang mengurus lukamu!" Aku tidak punya pilihan selain menarik tangan tunanganku yang baru saja selesai mengenakan jas dokter. "Raditya, tolong aku ...." Hanya saja sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, dia sudah menepis tanganku dengan dingin. "Kamu duduknya di kursi belakang yang paling aman. Mima duduk di kursi penumpang depan. Memangnya lukamu bisa lebih parah daripada dia?" "Claudia Lukman, bisa nggak sekali saja kamu berhenti rebutan sama Jemima?" Tanpa menoleh padaku sedikit pun, Raditya langsung bergegas masuk ke ruang gawat darurat dengan raut wajah penuh kecemasan. Namun, Raditya melupakan satu hal. Saat kecelakaan terjadi, dialah yang membanting setir ke arah berlawanan untuk melindungi Jemima yang duduk di kursi depan. Akibatnya, aku yang duduk di belakang justru menerima sebagian besar benturan. Ibuku juga lupa bahwa gelang merah yang terpasang di pergelangan tanganku mengartikan satu hal, yaitu kondisiku kritis. Kesadaranku mulai mengabur. Aku tahu pecahan kaca yang sudah menancap ke dalam tubuhku itu sebentar lagi akan merenggut nyawaku.
View MoreSemua orang langsung terdiam, termasuk aku yang masih melayang di udara.Bukannya aku tidak pernah menyadari bahwa Raditya lebih perhatian pada Jemima. Hanya saja, selama ini aku terus menipu diri sendiri.Aku terus meyakinkan diri bahwa semua itu hanya bentuk kasih sayang seorang kakak kepada adiknya.Wajah Ibu memerah karena marah. Jari yang menunjuk Jemima sampai gemetar hebat."Aku sudah memperlakukanmu seperti anak kandung sendiri! Semua yang dimiliki Claudia bahkan sudah kurencanakan untuk dibagi rata denganmu!""Aku nggak pernah memperlakukanmu dengan buruk! Kalau kamu punya masalah denganku, seharusnya kamu melampiaskannya padaku! Kenapa kamu malah membunuh anakku?"Ekspresi Jemima berubah makin liar dan penuh kebencian."Nggak pernah memperlakukanku dengan buruk? Itu cuma karena kamu kasihan padaku!""Kenapa sejak lahir aku dibuang orang tuaku di toilet, lalu tumbuh seperti pengemis yang harus menumpang makan dari satu rumah ke rumah lain dan dipandang rendah oleh semua orang?
Di antara pasien yang sedang mengantre di aula, kebetulan ada seseorang yang menjadi informan bagi wartawan berita sosial.Berhubung sudah menunggu terlalu lama dan mulai tidak sabar ....Dia menempelkan telinga ke pintu ruang gawat darurat saking penasaran dengan apa sebenarnya yang sedang terjadi di dalam.Namun bukannya mendengar suasana penanganan pasien yang teratur, dia justru menangkap suara pertengkaran sengit.Di sela-sela keributan itu, samar-samar terdengar kata-kata seperti meninggal, pemalsuan, dan balas dendam.Naluri yang terbentuk dari pengalamannya selama bertahun-tahun langsung membuatnya curiga bahwa rumah sakit ini mungkin sedang berusaha menutupi sebuah insiden medis serius.Orang itu segera menghubungi wartawan yang biasa bekerja dengannya.Kebetulan, mereka tiba hampir bersamaan dengan polisi lalu lintas yang datang ke rumah sakit untuk menangani tindak lanjut kecelakaan tadi.Polisi yang memimpin rombongan menyapu ruangan dengan pandangan, lalu tatapannya berhen
Beberapa menit kemudian, pintu ruang gawat darurat kembali terbuka.Lisa masuk dengan pakaian petugas kebersihan dan masih membawa alat pel di tangannya.Begitu melihatnya, Ibu langsung menerjang maju dan mencengkeram kerah bajunya erat-erat."Beri tahu aku, sebenarnya gimana hasil pemeriksaan Claudia? Kenapa dia bisa mengalami gangguan pembekuan darah?"Lisa melihat tubuhku yang terbaring di genangan darah. Sedikit keterkejutan dan rasa iba melintas di matanya.Namun sesaat kemudian, dia justru mencibir pada Ibu."Bu Diana, dari pemeriksaan pranikah memang diketahui bahwa Claudia terinfeksi virus langka yang menyebabkan gangguan pembekuan darah.""Tapi, ini juga bukan penyakit mematikan yang sulit diobati. Selama ditangani sejak awal, bagi dokter bedah sehebat Anda, kondisi seperti ini paling cuma perlu beberapa jenis obat."Lisa menatap Ibu dari atas ke bawah."Kenapa? Sudah selama ini, Anda masih nggak tahu kondisi kesehatan putri Anda sendiri?"Tubuh Ibu langsung bergetar hebat.Se
Ujung jari Ibu merasakan dingin dan kaku yang membuat jantungnya seolah berhenti sesaat.Rona di wajahnya langsung menghilang. Pupil matanya mengecil tajam."Claudia ... kamu ... jangan menakuti Ibu ...."Tanpa sadar, dia kembali mendorong tubuhku, kali ini dengan tenaga yang lebih kuat.Tubuhku yang sudah kaku dan sejak tadi hanya terbaring di separuh ranjang, langsung terguling jatuh ke lantai setelah didorongnya.Tubuhku menghantam lantai dengan bunyi berat, lalu terbalik hingga wajahku menghadap ke atas.Wajahku sudah pucat kebiruan tanpa sedikit pun tanda kehidupan. Kedua mataku masih terbuka sedikit, dengan sorot bingung dan penuh kesakitan.Darah di sudut bibirku sudah mengering dan menghitam."Ah!"Jeritan memilukan memecah suasana ruang gawat darurat.Kaki Ibu langsung lemas dan dia pingsan di tempat.Keributan itu akhirnya menarik perhatian Raditya. Dia bergegas menghampiri. Begitu melihat jelas wajahku yang terbaring di lantai, seluruh tubuhnya seketika kaku karena syok.Rad






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.