Short
Membiarkanku Jadi Pasien Terakhir

Membiarkanku Jadi Pasien Terakhir

By:  LintangCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Dalam perjalanan untuk mendaftarkan pernikahan, kami mengalami kecelakaan mobil. Aku dan adik angkatku, Jemima, yang berada di mobil yang sama, langsung dilarikan ke rumah sakit. Ibuku yang dikenal sebagai salah satu dokter bedah terbaik di rumah sakit itu, hanya melirik sekilas ke arah diriku yang punggungnya sudah berlumuran darah. Kemudian, dia buru-buru memanggil seluruh tenaga medis untuk memeriksa Jemima yang hanya mengalami luka sepanjang lima sentimeter di lengannya. "Luka Mima kelihatan jelas dari luar. Kalau nggak segera ditangani, nanti bisa meninggalkan bekas!" "Kita ini ibu dan anak kandung. Kalau sekarang Ibu mendahulukanmu, orang-orang pasti bakal bilang Ibu pilih kasih!" "Setelah luka Mima selesai ditangani, Ibu akan datang mengurus lukamu!" Aku tidak punya pilihan selain menarik tangan tunanganku yang baru saja selesai mengenakan jas dokter. "Raditya, tolong aku ...." Hanya saja sebelum aku sempat menyelesaikan kalimatku, dia sudah menepis tanganku dengan dingin. "Kamu duduknya di kursi belakang yang paling aman. Mima duduk di kursi penumpang depan. Memangnya lukamu bisa lebih parah daripada dia?" "Claudia Lukman, bisa nggak sekali saja kamu berhenti rebutan sama Jemima?" Tanpa menoleh padaku sedikit pun, Raditya langsung bergegas masuk ke ruang gawat darurat dengan raut wajah penuh kecemasan. Namun, Raditya melupakan satu hal. Saat kecelakaan terjadi, dialah yang membanting setir ke arah berlawanan untuk melindungi Jemima yang duduk di kursi depan. Akibatnya, aku yang duduk di belakang justru menerima sebagian besar benturan. Ibuku juga lupa bahwa gelang merah yang terpasang di pergelangan tanganku mengartikan satu hal, yaitu kondisiku kritis. Kesadaranku mulai mengabur. Aku tahu pecahan kaca yang sudah menancap ke dalam tubuhku itu sebentar lagi akan merenggut nyawaku.

View More

Chapter 1

Bab 1

Raditya menepis tanganku terlalu keras.

Tubuhku yang memang sudah terluka langsung kehilangan keseimbangan dan jatuh menghantam lantai keramik koridor.

Pada momen itu, terdengar suara kulit dan daging di punggungku seperti terkoyak.

Disusul erangan tertahanku.

Pecahan kaca yang menancap di punggungku pun terdorong masuk makin dalam.

Aku meringkuk di lantai. Cahaya di atas begitu terang hingga terasa menyilaukan, sementara pemandangan di depanku mulai berputar.

"Perawat ...."

Seseorang di konter perawat sempat berdiri dan melirik ke arahku, lalu duduk kembali.

"Tolong bantu aku berdiri, lalu panggilkan dokter ...."

Tidak ada yang menjawab. Sebagian sibuk membereskan rekam medis, sementara yang lain malah memalingkan tubuh dan terus memainkan ponsel mereka dengan suara yang cukup keras.

"Perawat ...."

"Nona Claudia, sebaiknya Anda bangun sendiri dan menunggu dulu di ruang tunggu!"

Akhirnya seseorang menjawab. Nada suaranya terdengar jelas penuh ketidaksabaran.

"Bu Diana sudah berkali-kali menegaskan, kalau ada yang coba cari keuntungan dengan menjilat Anda, dia bakal menghukumnya tanpa ampun!"

"Minggu lalu saja, padahal Dokter Lisa cuma membiarkan Anda nggak mengantre saat pemeriksaan pranikah, tapi sekarang dia sudah dipindahkan ke bagian logistik untuk mensterilkan seprai!"

Aku terpaku. Padahal aku sama sekali tidak menyerobot antrean. Lisa hanya kebetulan langsung menyerahkan hasil pemeriksaanku setelah selesai merapikannya.

Akan tetapi, hal sesederhana itu ternyata dianggap sebagai perlakuan khusus oleh ibuku yang selama ini selalu menjunjung prinsip tidak boleh pilih kasih.

Aku ternganga dan coba menjelaskan.

Hanya saja, gerakan itu menarik luka di punggungku. Kepalaku langsung terasa ringan, pandanganku berkunang-kunang, dan keringat dingin membasahi tubuhku.

Para perawat masih terus berbincang.

"Dokter Diana memang orangnya cukup keras, tapi kalau soal keadilan dan nggak pilih kasih, benar-benar nggak ada yang bisa mengkritiknya."

"Benar. Jadi, aku sarankan kalian jangan macam-macam. Dokter saja bisa langsung dihukum, apalagi kita yang cuma perawat biasa. Salah sedikit, bisa-bisa pekerjaan kita ikut hilang!"

Dinginnya lantai dan rasa hangat lembap dari darah di punggungku bercampur menjadi sensasi yang aneh.

Napas makin berat, tetapi pikiranku justru terasa sangat sadar.

Aku tahu itu karena adrenalin masih bekerja.

Begitu efeknya hilang, aku mungkin akan menghadapi keadaan yang jauh lebih buruk. Kukuku mencengkeram celah di antara ubin sekuat tenaga. Aku mencoba berulang kali untuk menopang tubuh dan berdiri.

Namun setiap kali berusaha, tubuhku kembali jatuh ke lantai dalam keadaan yang makin mengenaskan.

"Astaga!"

Seorang wanita paruh baya di ruang tunggu menutup mulut sambil menunjuk ke arahku.

"Ada darah di lantai ...."

Ekspresi beberapa orang di konter perawat akhirnya berubah. Namun, mereka masih saling mendorong dan ragu siapa yang harus mendekat.

Akhirnya, seorang gadis yang mengenakan seragam perawat magang berlari menghampiriku.

Begitu tangannya menyentuh punggungku untuk membantuku berdiri, wajahnya langsung memucat.

"Ada apa ini .... Di bawah sini ...."

Jarinya menekan perlahan. Aku langsung menarik napas tajam karena kesakitan.

"Ada bagian yang keras di bawah kulit ...."

Suara gadis itu mulai bergetar.

"Ini bukan luka lecet biasa. Sepertinya ada benda asing yang masuk jauh ke dalam jaringan .... Jangan-jangan terjadi perdarahan dalam?"

Gadis itu langsung berdiri. Dengan langkah sempoyongan karena panik, dia berlari menuju ruang gawat darurat.

Suara ketukan tergesa-gesa menggema di seluruh aula IGD.

"Bu Diana ... cepatlah keluar dan periksa Nona Claudia!"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status