Share

17. Trust Simulation

Penulis: pensaether
last update Tanggal publikasi: 2026-02-02 17:59:29

Lampu desa mati.

Bukan redup—mati.

Gelap total.

Kabut buatan mulai menyebar pelan dari sisi lapangan, dingin, tipis, tapi cukup bikin jarak pandang jadi nol. Kamera night-vision aktif. Drone naik. Infrared mode.

Suara MC terdengar dari speaker.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   58. Labor

    Rumah Sakit Bunda Jakarta, ruang emergency. Ara di-rush masuk dengan kursi roda, Zayn berlari di sampingnya sambil pegang tangannya erat."Nyonya Alaric, kondisi Anda sekarang?" Dr. Anita—obgyn Ara—muncul dengan cepat, langsung cek tanda vital."Kontraksi... lima menit sekali... air ketuban udah pecah..." Ara tersengal-sengal, pegang perutnya yang kram hebat. "Tapi ini terlalu cepat, Dok! Aku baru 34 minggu!"Dr. Anita menatapnya serius. "Persalinan prematur. Kita harus lihat kondisi bayi dulu. Segera ke ruang pemeriksaan."Ruang pemeriksaan. Ara berbaring di ranjang dengan mesin USG di sampingnya. Zayn berdiri di sebelahnya, tangannya gemetar saat menggenggam tangan Ara.Dr. Anita menggerakkan probe USG di perut Ara dengan

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   57. Pertemuan

    Starbucks Plaza Indonesia jam 1:45 siang. Ara duduk di pojok dengan tangan memegang cup latte decaf—karena caffeine is a no-go untuk ibu hamil—dan mata scanning setiap orang yang masuk.Zayn duduk dua meja di belakangnya, pakai hoodie dan kacamata hitam seperti intel murahan. Ara hampir ketawa waktu lihat dia. Tapi sekarang bukan waktnya.Jam 2 tepat, seorang pria masuk.Tinggi, mungkin 185 cm. Berkulit tan, rambut dark blonde yang rapi, mata biru-grey yang dingin. Setelan jas Armani yang perfectly tailored. Wajahnya... tampan, dalam arti yang intimidating. Ada aura power di sekeliling dia.Matanya langsung menemukan Ara.Dia tersenyum—senyum yang tidak sampai ke matanya—dan berjalan mendekat."Nyonya Alaric." Dia mengulurkan tangan. "Ian Harrington."Ara menjabat tangannya dengan tegas. "Mr. Harrington. Atau... boleh aku panggil Ian?""Silakan." Ian duduk di depannya, memesan espresso dengan gaya santai

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   56. Kembali ke Jakarta

    Tiga bulan setelah Bali, Ara berdiri di depan cermin kamar dengan tangan memegang perut yang sudah sangat besar—8 bulan. Hampir waktunya. Tapi kali ini, dia nggak takut lagi. Karena dia nggak sendirian."Kamu yakin mau keluar hari ini?" Zayn muncul di belakangnya lewat pantulan cermin, tangannya melingkar protektif di pinggang Ara. "Dokter bilang kamu harus istirahat."Ara tersenyum tipis. "Aku udah istirahat tiga bulan di Bali, Zayn. Aku bukan porselen yang akan pecah kalau kena angin.""Tapi—""Tuan Alaric udah di penjara. Marcus Huang juga. Ancaman udah hilang." Ara berbalik menghadap Zayn, matanya tajam. "Aku nggak akan bersembunyi lagi. Aku mau hidup."Zayn menghela napas panjang, tapi matanya melembut. "Baik. Tapi aku ikut kemana pun kamu pergi.""Deal."Mobil melaju pelan memasuki kawasan elite Jakarta Selatan. Ara menatap keluar jendela—pemandangan yang familiar tapi terasa asing setelah tiga bulan menghilang

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   55 Hiding di Bali - Marcus Huang Muncul

    2 Minggu Kemudian - Bali - Villa Pinggir PantaiAra duduk di balkon villa dengan buku di tangannya—menatap laut yang tenang. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya dengan lembut.Dua minggu terakhir adalah dua minggu yang... paradoks.Di satu sisi, ini adalah dua minggu paling tenang yang pernah dia alami. Tidak ada drama keluarga, tidak ada ancaman, hanya... dia dan Zayn.Tapi di sisi lain, ini juga dua minggu yang penuh kewaspadaan. Mereka tidak bisa keluar villa terlalu sering, tidak bisa pakai nama asli, tidak bisa kontak siapa pun kecuali Nyonya Alaric lewat nomor enkripsi."Ara, kamu baik-baik aja?" Zayn keluar dari dalam villa dengan segelas jus jeruk.Ara tersenyum—senyum yang lebih tulus dari dua minggu lalu. "Iya. Aku baik-baik aja. Malah... lebih baik dari sebelumnya."Zayn duduk di sampingnya, menyerahkan jus. "Kondisi bayinya?""Stabil. Nggak ada kram lagi sejak seminggu lalu." Ara memegang

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   54. Nyonya Alaric Membantu

    Keesokan Pagi - Kamar (Dikunci dari Luar)Ara duduk di tepi ranjang dengan tangan memegang perutnya—mencoba menenangkan diri demi bayi di dalam perutnya.Zayn berjalan mondar-mandir dengan wajah yang sangat tegang—mencoba mencari cara keluar.Pintu terkunci dari luar. Jendela dikunci dengan teralis besi. Bahkan ponsel mereka sudah disita oleh bodyguard Tuan Alaric.Mereka benar-benar... tawanan."Zayn, duduk. Kamu bikin aku pusing," kata Ara pelan.Zayn berhenti, menatapnya dengan wajah penuh penyesalan. "Maafkan aku. Ini semua salahku. Aku yang bawa kamu ke keluarga gila ini—""Zayn, stop." Ara berdiri, mendekatinya. "Ini bukan salahmu. Ini salah ayahmu. Dan kita akan cari cara keluar dari sini. Bersama."Zayn memeluknya—pelukan yang sangat erat, seperti takut dia akan menghilang."Aku nggak akan biarkan dia sakitin kamu. Aku janji."Ketukan pelan di pintu membuat mereka t

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   53. Konfrontasi dengan Tuan Alaric

    Ruang Kerja Tuan Alaric - Lantai 3Zayn masuk ke ruangan yang familiar tapi sekarang terasa... asing. Ruangan di mana dia dulu belajar bisnis dari ayahnya. Ruangan di mana dia dulu mengagumi Tuan Alaric sebagai role model.Tapi sekarang... ruangan ini hanya terasa seperti sarang monster.Tuan Alaric duduk di balik meja besar dengan postur sempurna—seperti raja di tahtanya."Duduklah," katanya sambil menunjuk kursi di depan meja.Zayn tidak duduk. Dia berdiri—tegak, dengan tangan terkepal di samping tubuhnya."Aku nggak akan lama, Pa. Aku cuma mau tanya satu hal." Zayn menatap ayahnya dengan tatapan tajam. "Kenapa Papa hire Marcus Huang untuk bunuh Ara?"Hening.Tuan Alaric tidak langsung menjawab. Dia hanya menatap Zayn dengan ekspresi yang... tidak terbaca.Lalu dia tersenyum tipis—senyum yang mengerikan."Siapa yang bilang?""Itu nggak penting. Yang penting... apa itu be

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   19. Pindah Rumah Bersama

    Pagi itu datang terlalu cepat.Ara berdiri di depan koper besar yang terbuka di lantai kamarnya, menatap kosong pada tumpukan baju yang belum selesai dia lipat. Tidurnya semalam berantakan—matanya terus terbuka setiap k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   18. Hasil voting

    Layar besar di arena reality show membeku pada angka yang membuat jantung Ara berdebar tidak karuan.50.1% — ZAYN49.9%

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   16. Nama yang Kembali

    Suara MC menggema dari speaker desa.“Baik, semuanya! Untuk sesi malam ini, kita nggak cuma akan masuk ke challenge pasangan… tapi juga—” Ia berhenti dramatis. “Kita akan kedatangan bintang tamu spesial!”

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   15. "Kita Nggak Saling Cinta

    Ara masih setengah basah. Rambutnya diikat asal, jubah mandi putih menempel di kulitnya yang masih hangat. Wajahnya belum sepenuhnya sadar dari suasana kamar mandi—sampai matanya menangkap satu sosok yang duduk santai di sofa ruang tengah.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status