Beranda / Romansa / Semalam Bersama Sahabat Kakakku / 22. Flashback - Putus (Part 3)

Share

22. Flashback - Putus (Part 3)

Penulis: pensaether
last update Tanggal publikasi: 2026-02-03 18:15:40

Dua Tahun Lalu - Satu Bulan Setelah Malam di Pasar

Ara duduk di kafe yang sama—kafe tempat dia dan Zayn sering bertemu. Tapi kali ini, dia sendirian.

Ponselnya terus bergetar dengan pesan dari Zayn.

Zayn: "Kamu di mana? Aku tunggu dari tadi."

Zayn: "Ara, jawab."
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   61. The Confrontation

    Ara duduk di ruang pemulihan dengan laptop terbuka di depannya. Catatan keuangan dari Ian masih terpampang di layar—bukti hitam putih bahwa Zayn menyabotase Mahendra Corp 10 tahun lalu.Transfer dana. Tanda tangan persetujuan. Korespondensi email.Semuanya ada.Kaia tidur di boks bayi di sebelahnya—sudah keluar dari NICU kemarin karena kondisinya stabil. Keajaiban kecil yang tidur dengan damai, tidak tahu drama yang sedang terjadi di sekelilingnya.Pintu terbuka. Zayn masuk dengan plastik berisi makanan."Aku bawa sup ayam dari—" Dia berhenti ketika melihat layar laptop. Wajahnya langsung pucat. "Ara...""Duduk." Suara Ara dingin seperti es.Zayn

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   60. Broken

    Tiga hari kemudian.Ara duduk di kursi roda dengan perawat mendorongnya ke NICU. Pemulihan setelah melahirkan berjalan lambat—secara fisik dan emosional.Papa dimakamkan kemarin. Ara tidak datang. Dia masih terlalu lemah untuk bepergian. Zayn yang menghadiri—sendirian, atas nama Ara.Leo dan Lia datang menjenguk kemarin. Canggung sekali. Mereka bilang "turut berduka" dengan mata yang tidak tulus. Nadine tidak muncul—entah dia di mana.Tapi Ara tidak peduli tentang itu semua sekarang.Yang dia peduli adalah Kaia.NICU. Ruangan yang penuh dengan inkubator dan monitor yang berbunyi. Hati Ara mencengkeram setiap kali melihat bayi-bayi mungil di sana—berjuang untuk hidup merek

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   59. Truth & Consequences

    Pukul 3 pagi. Ara terbangun karena perawat datang untuk mengecek tanda vitalnya. Pemantauan setelah melahirkan."Tekanan darah normal. Suhu normal." Perawat mencatat di catatan medis. "Anda bisa menjenguk bayi di NICU jam 6 pagi nanti, Nyonya Alaric.""Terima kasih." Ara tersenyum lemah.Begitu perawat pergi, Ara menatap ponselnya. Tidak ada kabar dari Zayn tentang Papa. Dia mengirim pesan:Ara: Bagaimana Papa?Tidak ada balasan.Ara merasakan kecemasan mulai merayap. Tapi dia berusaha tetap tenang. Zayn pasti sibuk dengan situasi di sana.Matanya jatuh ke tas di kursi—di mana flashdisk dari Ian masih tersimpan.

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   58. Labor

    Rumah Sakit Bunda Jakarta, ruang emergency. Ara di-rush masuk dengan kursi roda, Zayn berlari di sampingnya sambil pegang tangannya erat."Nyonya Alaric, kondisi Anda sekarang?" Dr. Anita—obgyn Ara—muncul dengan cepat, langsung cek tanda vital."Kontraksi... lima menit sekali... air ketuban udah pecah..." Ara tersengal-sengal, pegang perutnya yang kram hebat. "Tapi ini terlalu cepat, Dok! Aku baru 34 minggu!"Dr. Anita menatapnya serius. "Persalinan prematur. Kita harus lihat kondisi bayi dulu. Segera ke ruang pemeriksaan."Ruang pemeriksaan. Ara berbaring di ranjang dengan mesin USG di sampingnya. Zayn berdiri di sebelahnya, tangannya gemetar saat menggenggam tangan Ara.Dr. Anita menggerakkan probe USG di perut Ara dengan

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   57. Pertemuan

    Starbucks Plaza Indonesia jam 1:45 siang. Ara duduk di pojok dengan tangan memegang cup latte decaf—karena caffeine is a no-go untuk ibu hamil—dan mata scanning setiap orang yang masuk.Zayn duduk dua meja di belakangnya, pakai hoodie dan kacamata hitam seperti intel murahan. Ara hampir ketawa waktu lihat dia. Tapi sekarang bukan waktnya.Jam 2 tepat, seorang pria masuk.Tinggi, mungkin 185 cm. Berkulit tan, rambut dark blonde yang rapi, mata biru-grey yang dingin. Setelan jas Armani yang perfectly tailored. Wajahnya... tampan, dalam arti yang intimidating. Ada aura power di sekeliling dia.Matanya langsung menemukan Ara.Dia tersenyum—senyum yang tidak sampai ke matanya—dan berjalan mendekat."Nyonya Alaric." Dia mengulurkan tangan. "Ian Harrington."Ara menjabat tangannya dengan tegas. "Mr. Harrington. Atau... boleh aku panggil Ian?""Silakan." Ian duduk di depannya, memesan espresso dengan gaya santai

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   56. Kembali ke Jakarta

    Tiga bulan setelah Bali, Ara berdiri di depan cermin kamar dengan tangan memegang perut yang sudah sangat besar—8 bulan. Hampir waktunya. Tapi kali ini, dia nggak takut lagi. Karena dia nggak sendirian."Kamu yakin mau keluar hari ini?" Zayn muncul di belakangnya lewat pantulan cermin, tangannya melingkar protektif di pinggang Ara. "Dokter bilang kamu harus istirahat."Ara tersenyum tipis. "Aku udah istirahat tiga bulan di Bali, Zayn. Aku bukan porselen yang akan pecah kalau kena angin.""Tapi—""Tuan Alaric udah di penjara. Marcus Huang juga. Ancaman udah hilang." Ara berbalik menghadap Zayn, matanya tajam. "Aku nggak akan bersembunyi lagi. Aku mau hidup."Zayn menghela napas panjang, tapi matanya melembut. "Baik. Tapi aku ikut kemana pun kamu pergi.""Deal."Mobil melaju pelan memasuki kawasan elite Jakarta Selatan. Ara menatap keluar jendela—pemandangan yang familiar tapi terasa asing setelah tiga bulan menghilang

  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   35. Rumah Alaric- Closure

    Ara terbangun dengan perasaan... aneh.Semalam, setelah Zayn konfrontasi ibunya, mereka tidur dalam pelukan. Tapi pagi ini, Zayn sudah tidak ada di samping—mungkin sudah berangkat ke kantor.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   32. Endra Marah

    Ara bangun dengan tubuh yang terasa berat. Tidurnya tidak nyenyak—mimpi tentang keluarganya, tentang Arga, tentang semua yang terjadi.Zayn sudah bangun lebih dulu, duduk di meja sarapan sambil membaca tablet. Beg

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   31. Pindah ke Rumah Alaric

    Pagi, Jam 9 Tepat ,di Apartemen AraDriver keluarga Alaric datang tepat waktu—seorang pria paruh baya dengan seragam hitam rapi dan sikap profesional yang kaku."Selam

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Semalam Bersama Sahabat Kakakku   30. Keluarga Alaric Tahu

    Ara baru saja selesai mandi saat doorbell berbunyi berkali-kali dengan sangat... mendesak."Ara! Buka pintunya!" Suara Zayn dari luar—terdengar tegang.Ara membuka pintu den

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status