Share

70. It's Okay, Sayang

last update publish date: 2026-09-18 21:50:42

**

Pemikiran itu mengganggu Kayla hingga hari-hari ke depannya. Ia yang awalnya baik-baik saja, sekarang mulai merasa gundah setiap kali melihat kalender. Selalu resah begitu hari berganti.

Bagaimana jika sama seperti kepada Laskar, ia tetap tidak bisa memberikan keturunan kepada Kaivan?

Bagaimana jika ternyata memang dirinya yang bermasalah? Produk cacat yang sudah semestinya tidak usah diberi kesempatan saja?

Dan sebab rasa gundah itu, Kayla jadi agak pendiam. Ia yang biasa bertukar cerita de
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   70. It's Okay, Sayang

    **Pemikiran itu mengganggu Kayla hingga hari-hari ke depannya. Ia yang awalnya baik-baik saja, sekarang mulai merasa gundah setiap kali melihat kalender. Selalu resah begitu hari berganti.Bagaimana jika sama seperti kepada Laskar, ia tetap tidak bisa memberikan keturunan kepada Kaivan?Bagaimana jika ternyata memang dirinya yang bermasalah? Produk cacat yang sudah semestinya tidak usah diberi kesempatan saja?Dan sebab rasa gundah itu, Kayla jadi agak pendiam. Ia yang biasa bertukar cerita dengan Kaivan tentang apa saja di meja makan, sekarang lebih senang melamun dan menghabiskan makanannya dalam diam.Hal sederhana, namun Kaivan tidak suka. Kaivan senang mendengar istrinya cerewet, banyak mengeluh dan berkomentar ini itu. Bercerita hal-hal remeh atau hanya sekedar mengutarakan rasa tidak suka pada brand dunia yang suka aneh-aneh, misalnya merilis baju dari kardus bekas yang dibanderol dengan harga tak masuk akal. Ketika yang terdengar dari meja makan kecil itu hanya denting sendo

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   69. Bagaimana Jika

    **Benar-benar hanya sepuluh menit Kaivan datang menjemput Kayla. padahal dari kantor ke posisinya saat ini, setidaknya butuh sekitar dua puluh menit mengendarai mobil dengan kecepatan normal. Berarti Kaivan menyetir dua kali lipat lebih kencang dari biasanya."Aku tuh beneran nggak apa-apa, Van. Kamu nggak perlu sekhawatir itu. Ini tadi kamu kebut-kebutan ke sini, kan?" Perempuan itu bertanya dengan nada tidak senang."Aku nggak bisa tinggalin kamu lama-lama," sanggah Kaivan. "Takut ada apa-apa sama kamu. Apalagi tadi pas video call kamu kayaknya lagi kebingungan."Kayla sedikit tercekat. Haruskah ia katakan bahwa tadi ia bertemu dengan Laskar? Sepertinya tidak perlu. Lagi pun tidak ada yang terjadi. Untuk apa diceritakan segala, kan."Nggak ada apa-apa. Aku tuh tadi cuma mau belanja dikit. Lagian ini juga nggak jauh-jauh banget dari rumah. Ini kalau begini kerjaan kamu jadi keganggu, kan?"Kaivan tersenyum dan menggeleng. Ia mengusap pelan pipi sang istri yang kemerahan sebab udara

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   68. Kalah

    **"Kayla, aku ...."Karena lanjutan kalimatnya tak kunjung terucap, maka Kayla mengerutkan dahi sembari memandang pria di hadapannya. Laskar gelapagan, entah bagaimana lindap semua kata-kata yang sudah berada di ujung lidahnya. Dulu ia begitu mudah menyuarakan segala hal, bahkan hal-hal buruk kepada Kayla. Namun sekarang, bahkan untuk bertanya apa kabar pun ia tak sanggup.Kayla seperti memiliki aura lain yang jujur saja, tidak bisa lagi digapai oleh Laskar. Ketika masih menjadi istrinya, penampilan perempuan itu sungguh sederhana. Sehari-hari hanya memakai daster dan seringkali tanpa riasan. Sebab tentu saja Laskar tidak pernah mengizinkannya membeli make up. Buang-buang uang saja, katanya kala itu. Toh, Laskar juga tidak pernah mengizinkan Kayla keluar rumah. Tak pernah mengajaknya ke mana-mana juga.Tapi sekarang, saat ini, Laskar memandang Kayla sekali lagi, dan itu membuatnya gugup luar biasa.Perempuan itu tampak sangat cantik, demi apapun. Tidak berdandan berlebihan, hanya men

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   67. Bertemu Kembali

    **Dua minggu Selin meninggalkan rumah. Perempuan itu kembali ke apartemen lamanya yang ia tinggali sebelum menikah dengan Laskar. Apartemen itu, Laskar pula yang membelikan. Dulu, saat pria itu sedang berada di puncak kejayaannya. "Kamu pasti balik lagi ke rumah, kan?" Laskar berkata dengan setengah memohon saat berhasil menemui Selin hari ini. Setelah bekali-kali usahanya gagal."Nggak janji," jawab Selin ketus. "Selama sikap ibu dan adikmu masih begitu, aku nggak sudi balik ke rumahmu.""Aku janji akan bikin mereka berubah, Sayang.""Kalau kerjaan kamu masih berantakan, aku juga nggak sudi balik lagi."Kali ini Laskar terdiam. Tak bisa ia pungkiri, keadaan finansialnya memang sedang hancur. Perusahaan kontraktor yang ia bangun terancam gulung tikar sebab banyak projek yang tak bisa diselesaikan. Juga kebutuhan rumah yang terus mendesak.Namun hal itu juga bukan hanya kesalahan Laskar semata. Sedikit banyak, manajemen keuangan Selin yang buruk juga turut andil menjadi penyebab peru

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   66. Berseteru

    **"Las, kita harus cari duit! Ini tuh udah mendesak banget! Kalau begini terus bisa-bisa kita mati, nggak bisa makan!"Laskar kala itu masih terbaring lemas di atas ranjangnya. Baru beberapa hari yang lalu ia pulang dari rumah sakit. Seharusnya, masa-masa ini ia masih recovery baik fisik maupun mental agar tubuh lekas pulih. Namun sang ibu dan adiknya justru datang membawa mala petaka."Kemarin di rumah air PAM diputusin sama tukangnya gara-gara dua bulan telat bayar," tambah Anin. Gadis itu sedang memandang masam kepada kuku-kuku jari tangannya yang belakangan sudah tidak dihiasi nail art. "Kita mau mandi aja nggak bisa loh, Mas.""Ini kayaknya kalau nggak bayar listrik, bulan ini juga bakal diputus sama PLN." Widya menggaruk rambutnya yang hanya dicepol biasa. Tak lagi mengenakan sanggul yang anggun seperti kemarin-kemarin.Laskar memejamkan mata. Mencoba memblokir suara-suara tersebut dari pendengaran. Kepalanya pusing dan telinganya berdenging."Nah! Jual aja rumah kalian buat ba

  • Sentuh Aku Lagi, Adik Ipar   65. Jangan Merajuk Lagi

    **Kaivan pusing. Sudah tiga hari Kayla tidak berbicara kepadanya. Meski tidur masih bersama dan Kaivan masih setia memeluknya, meski makan juga masih bersama, tapi Kayla sama sekali tidak berbicara dengannya. Perempuan itu membisu, meski berkali-kali Kaivan membujuknya untuk bicara. Hanya mengangguk atau menggeleng saat ditanya, dan tidak menjawab jika Kaivan memberikan pertanyaan yang memerlukan jawaban panjang."Tolong jangan begini terus lah, Sayang. Aku nggak bisa kalau kamu terus diem begini. Mendingan marahin aku aja nggak apa-apa, daripada diam ...."Kaivan masih terus membujuk saat keduanya sarapan bersama pada hari keempat. Kayla memandang sekilas dari atas piringnya. Masih diam sejenak sebelum kemudian mengangkat bahu. Ini sudah tiga hari, jadi Kayla rasa memang sudah waktunya diakhiri."Kamu yang bikin masalah," tuturnya pelan.Kaivan kaget sekaligus senang. Akhirnya suara yang ia rindukan itu terdengar kembali. Tidak mengapa masih merajuk pun. Setidaknya, perempuan kesay

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status