Share

Bab 127 We time

Author: Strrose
last update publish date: 2025-10-09 15:58:45

Alesco menepuk kepala putrinya lembut setelah beberapa suapan terakhir dari buburnya. Senyumnya tipis, tapi jelas terlihat tulus. “Kau sudah cukup makan, little sunshine. Sekarang… Papa ada urusan sebentar dengan Mama. Jadi, bagaimana kalau Papa titipkan kamu ke Juan?”

Valeriah langsung memonyongkan bibir mungilnya. “Hah? Mau dititipin? Aku bukan koper, Pa…”

Alesco terkekeh pelan, meski sorot matanya tetap tegas. “Koper tidak bisa cere

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Diana Susanti
astaga alesco
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 207 He’s Player

    “Pergilah Larisa” usir KaelPerempuan bergaun merah itu merengut. Bibir tebalnya yang dibalut dengan lipstik merah mengerucut “Aku Melisa bukan Larisa”Valeriah menahan napas, hampir tersedak menahan tawa di balik sorot matanya yang masih menatap Kaelmore. Ia tak bisa menahan bayangan dalam kepalanya: lelaki itu berdiri tegap, tatapan hijau menusuk, tapi dengan mudahnya mengusir perempuan yang jelas ingin mendekatinya.Dalam hatinya, Valeriah bergumam sinis: “Tentu saja. Lelaki ini pasti punya banyak wanita yang bermain-main di sekitarnya. Tampan, kaya, dan penuh wibawa… siapa yang tidak ingin?”Tanpa aba-aba, Valeriah mengambil langkah disisi kanan perempuan itu. Mengabaikan tatapan Kael yang terus mengikutinyaDi ujung koridor, di dekat pintu keluar utama, Morgan sudah berdiri menunggunya. Pengawal setia itu tetap tenang, ekspresinya datar tapi waspada, memindai setiap sudut seolah bisa merasakan bahaya

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 206 Such a Liar

    Langkah-langkah Valeriah terdengar tergesa di sepanjang koridor marmer. Ia meninggalkan ruang lelang yang masih bergemuruh dengan sorak dan tepuk tangan, berusaha menyingkir dari tatapan penasaran para tamu.Nafasnya masih tersengal, pikiran campur aduk antara kagum dan cemas. Semua lukisan yang Valeriah ciptakan kini berada di tangan satu orang. Kaelmore Roderic, lelaki itu.“Pergi tanpa menyapaku, kitten?”Tubuh Valeriah membeku. Perlahan ia menoleh. Di ujung koridor yang diterangi cahaya lampu gantung, Kaelmore berdiri. Tinggi, tegap, dingin, dengan jas hitam sempurna yang seakan menelan seluruh cahaya di sekitarnya. Tatapan hijaunya, menusuk langsung ke dalam diri Valeriah.“Kenapa kau disini?”Kaelmore melangkah mendekat, langkahnya tenang tapi penuh kepastian, membuat marmer di bawah kakinya seakan bergetar halus di telinga Valeriah.“Aku mengikutimu, tentu saja.” Bisik Kaelmore, suara dalam dan ding

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 205 Pelelangan

    Edinburgh, SkotlandiaSuasana sore di Edinburgh dipenuhi cahaya keemasan yang jatuh dari jendela kaca besar galeri tua yang berdiri anggun di jantung kota. Dari luar, bangunan itu tampak megah, dengan pilar-pilar batu abu-abu yang kokoh, menyimpan sejarah panjang seni dan kebudayaan. Begitu pintu kaca besar dibuka, aroma khas cat minyak, kayu tua, dan anggur mahal segera menyergap hidung para tamu yang hadir.Ruangan utama galeri itu dipenuhi percakapan berbahasa Inggris dengan berbagai aksen Eropa. Gaun-gaun mahal bergoyang anggun, jas hitam dengan dasi kupu-kupu berkilau, serta sepatu kulit yang berderap ringan di lantai marmer. Para tamu melangkah perlahan, sebagian berhenti di depan lukisan, sebagian lain berfoto dengan sampanye di tangan.Di salah satu sudut ruangan, Valeriah berdiri. Gaun panjang satin berwarna biru gelap membungkus tubuhnya, kontras dengan kulitnya yang pucat dan rambut hitam panjang yang digelung rendah. Ada sesuatu dalam tatapannya mala

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 204 Sang Putri Maximoff

    Awalnya Valeriah datang ke Washington guna menghibur diri dan melupakan ingatan kelamnya tentang malam ia kehilangan keperawanan. Tapi setelah dirinya pikirkan lagi, semua itu sama sekali tak penting.Masa bodo.Lagipula siapa yang mau menghakimi? Dunia Eropa tempat ia tumbuh dan bersosialisasi jauh lebih liar dari sekadar itu. Gadis seusianya bercampur dengan lelaki yang lebih tua, pesta wine dan musik hingga fajar, rahasia yang disimpan dalam hotel-hotel mewah yang hanya mereka tahu.Jadi, apa artinya satu malam kelam dibandingkan semua topeng yang pernah ia pakai?Ia tersenyum miring di depan cermin besar di kamarnya. Jemarinya menyusuri garis leher, lalu berhenti di kalung kecil pemberian ibunya. Dari pantulan kaca, sorot matanya terlihat dingin, jauh berbeda dengan wajah manja yang biasanya ia tunjukkan pada keluarganya.Menghibur diri?Tidak.Ia datang ke Washington bukan hanya untuk itu. Ia butuh pelarian. Butuh ruang

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 203 Abadi dalam karya

    Setelah makan siang dan menghabiskan waktu dengan mamanya, Valeriah berjalan menuju studio lukisnya.Bangunan berbentuk kubah dengan diameter hampir lima belas meter itu berdiri di sisi kanan Mansion Maximoff, terhubung dengan taman mawar putih yang selalu dirawat Leah dengan penuh cinta.Dinding luarnya didominasi kaca transparan, sehingga sinar matahari sore bisa menembus masuk dan memandikan ruang itu dengan cahaya keemasan.Begitu membuka pintu, aroma khas cat minyak dan terpentin langsung menyambutnya.Di dalam, kanvas-kanvas setengah jadi berderet tak teratur, sebagian hanya berupa coretan kasar, sebagian lagi nyaris selesai namun ditinggalkan begitu saja. Di tengah ruangan, ada sebuah kanvas besar yang masih kosong. Putih polos, seakan menantangnya.Valeriah meletakkan sketsa bukunya di meja kayu panjang yang penuh noda cat, lalu melepas sweater tipis yang tadi Ia kenakan. Ia menggulung lengan bajunya, mengambil kuas, dan mulai mencampur war

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 202 Maximoff Family

    Washington D.C. USA“Selamat datang, Nona Ria.”Seorang perempuan paruh baya membuka pintu menyambut kedatangannya. Dia adalah Nauren, kepala pelayan di mansion Maximoff, tempat tinggal kedua orang tuanya dan kedua adik lelakinya.“Halo, Bibi Nau.”Valeriah menyapa ramah sambil menyunggingkan senyum kecil, berusaha menutupi rasa penat setelah penerbangan dan insiden tak disukainya“Mama Papa ada di rumah?” Valeriah kembali bertanya sembari melangkah masuk ke dalam ruang tengahNauren mengangguk sambil mengambil mantel dari tangan Valeriah. “Ada, Nona. Mereka sedang di ruang makan. Nyonya menunggu Anda untuk makan siang bersama. Ah, kedua Tuan Muda juga sudah pulang sejak pagi.”Mendengar itu, Valeriah spontan menghela napas panjang. Ia tahu betul apa artinya, meja makan siang yang ramai, penuh interupsi, dan… seringkali berakhir dengan perdebatan kecil yang menyenangkan.Langkahnya menggema di lantai marmer saat menuju lorong panjang menuju ruang makan. Aroma sup krim dan roti panggan

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 98 Makin kacau

    “Valeriah... anak pria itu kan?” Suara Franco terdengar rendah, nyaris seperti bisikan ditelinga LeahMata coklat itu menatap Franco lalu senyum tipis terulas dibibir Leah “Aku tak perlu menjawabnya” ucap LeahFranco menatap Leah dalam diam cukup lama, seakan

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 97 Another trouble

    Pagi itu langit masih basah oleh sisa hujan malam, udara lembap menempel di kulit Leah saat ia melangkah menuju klinik. Ia mencoba menata napas, membangun kembali rutinitas yang selama ini menjadi satu-satunya pelarian dari kekacauan hidupnya.Tapi ketika pintu klinik diketuk, Leah sedikit

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 95 Manipulatif Alesco

    Alesco membuka kemejanya perlahan, gerakannya tenang, terkontrol, seperti setiap detil sudah diperhitungkan. Kainnya jatuh rapi, bahunya menegaskan postur tinggi dan tegasnya. Cahaya dari jendela memantul di rambutnya yang gelap, membuat sorot matanya terlihat lebih dalam dan menusuk.Leah

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 94 He’s back

    Hujan menggantung di langit sore, menetes pelan di balik kaca besar ruang praktik Leah Caldwell. Aroma kopi hitam yang sudah mendingin bercampur dengan wangi antiseptik yang menenangkan namun sejak kemarin, aroma itu tak terasa menenangkan lagi.Pikirannya Leah dipenuhi potongan-potongan y

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status