Beranda / Romansa / Sentuh Aku Seperti Kau Milikku / Bab 93 Puzzle yang terurai

Share

Bab 93 Puzzle yang terurai

Penulis: Strrose
last update Tanggal publikasi: 2025-09-25 13:00:01

“Ya ampun... mama kira cuma merah biasa, tapi kok jadi bengkak begini?” suara Leah terdengar khawatir ketika ia memegangi dahi Valeriah dengan kedua tangannya.

Mereka baru saja tiba di rumah. Leah bahkan belum sempat melepas mantel ketika matanya langsung menangkap benjolan kecil yang kini terlihat jelas di dahi putrinya. Cahaya lampu ruang keluarga membuatnya tampak lebih menonjol daripada saat di restoran tadi.

Valeriah, yang duduk di sofa dengan kaki berselonjor,

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 208 His Attention

    Sosok lelaki dengan tampang rupawan itu menyodorkan tumpukan chip ke dealer dengan tangan tegas, matanya hijau menatap tajam ke atas meja judi. Cahaya lampu temaram memantul di permukaan gelas kristal dan meja hijau, menambah atmosfer ketegangan di ruangan. Setiap gerakan Kaelmore Roderic terlihat penuh kendali, presisi, dan sedikit misterius.“All In” Suara Kaelmore terdengar datar, tapi tegas, menembus riuh musik dan percakapan di klub. Dealer mengangkat alis, sedikit terkejut dengan taruhan yang begitu besar.Di sekeliling meja, tiga perempuan seksi dengan pakaian minim dan wangi parfum yang memikat. Mereka berdiri dekat Kaelmore, tahu jika pria itulah yang paling memikat disana.Tubuh mereka menempel lembut, tangan mereka sesekali menyentuh lengannya, mengusap bahu atau lengan, seolah ingin menggoda sekaligus menunjukkan kekuasaan dunia malam di sekitar pria itu. Tapi Kaelmore tetap tenang. Sorot matanya tetap dingin, menatap kartu dengan fokus t

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 207 He’s Player

    “Pergilah Larisa” usir KaelPerempuan bergaun merah itu merengut. Bibir tebalnya yang dibalut dengan lipstik merah mengerucut “Aku Melisa bukan Larisa”Valeriah menahan napas, hampir tersedak menahan tawa di balik sorot matanya yang masih menatap Kaelmore. Ia tak bisa menahan bayangan dalam kepalanya: lelaki itu berdiri tegap, tatapan hijau menusuk, tapi dengan mudahnya mengusir perempuan yang jelas ingin mendekatinya.Dalam hatinya, Valeriah bergumam sinis: “Tentu saja. Lelaki ini pasti punya banyak wanita yang bermain-main di sekitarnya. Tampan, kaya, dan penuh wibawa… siapa yang tidak ingin?”Tanpa aba-aba, Valeriah mengambil langkah disisi kanan perempuan itu. Mengabaikan tatapan Kael yang terus mengikutinyaDi ujung koridor, di dekat pintu keluar utama, Morgan sudah berdiri menunggunya. Pengawal setia itu tetap tenang, ekspresinya datar tapi waspada, memindai setiap sudut seolah bisa merasakan bahaya

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 206 Such a Liar

    Langkah-langkah Valeriah terdengar tergesa di sepanjang koridor marmer. Ia meninggalkan ruang lelang yang masih bergemuruh dengan sorak dan tepuk tangan, berusaha menyingkir dari tatapan penasaran para tamu.Nafasnya masih tersengal, pikiran campur aduk antara kagum dan cemas. Semua lukisan yang Valeriah ciptakan kini berada di tangan satu orang. Kaelmore Roderic, lelaki itu.“Pergi tanpa menyapaku, kitten?”Tubuh Valeriah membeku. Perlahan ia menoleh. Di ujung koridor yang diterangi cahaya lampu gantung, Kaelmore berdiri. Tinggi, tegap, dingin, dengan jas hitam sempurna yang seakan menelan seluruh cahaya di sekitarnya. Tatapan hijaunya, menusuk langsung ke dalam diri Valeriah.“Kenapa kau disini?”Kaelmore melangkah mendekat, langkahnya tenang tapi penuh kepastian, membuat marmer di bawah kakinya seakan bergetar halus di telinga Valeriah.“Aku mengikutimu, tentu saja.” Bisik Kaelmore, suara dalam dan ding

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 205 Pelelangan

    Edinburgh, SkotlandiaSuasana sore di Edinburgh dipenuhi cahaya keemasan yang jatuh dari jendela kaca besar galeri tua yang berdiri anggun di jantung kota. Dari luar, bangunan itu tampak megah, dengan pilar-pilar batu abu-abu yang kokoh, menyimpan sejarah panjang seni dan kebudayaan. Begitu pintu kaca besar dibuka, aroma khas cat minyak, kayu tua, dan anggur mahal segera menyergap hidung para tamu yang hadir.Ruangan utama galeri itu dipenuhi percakapan berbahasa Inggris dengan berbagai aksen Eropa. Gaun-gaun mahal bergoyang anggun, jas hitam dengan dasi kupu-kupu berkilau, serta sepatu kulit yang berderap ringan di lantai marmer. Para tamu melangkah perlahan, sebagian berhenti di depan lukisan, sebagian lain berfoto dengan sampanye di tangan.Di salah satu sudut ruangan, Valeriah berdiri. Gaun panjang satin berwarna biru gelap membungkus tubuhnya, kontras dengan kulitnya yang pucat dan rambut hitam panjang yang digelung rendah. Ada sesuatu dalam tatapannya mala

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 204 Sang Putri Maximoff

    Awalnya Valeriah datang ke Washington guna menghibur diri dan melupakan ingatan kelamnya tentang malam ia kehilangan keperawanan. Tapi setelah dirinya pikirkan lagi, semua itu sama sekali tak penting.Masa bodo.Lagipula siapa yang mau menghakimi? Dunia Eropa tempat ia tumbuh dan bersosialisasi jauh lebih liar dari sekadar itu. Gadis seusianya bercampur dengan lelaki yang lebih tua, pesta wine dan musik hingga fajar, rahasia yang disimpan dalam hotel-hotel mewah yang hanya mereka tahu.Jadi, apa artinya satu malam kelam dibandingkan semua topeng yang pernah ia pakai?Ia tersenyum miring di depan cermin besar di kamarnya. Jemarinya menyusuri garis leher, lalu berhenti di kalung kecil pemberian ibunya. Dari pantulan kaca, sorot matanya terlihat dingin, jauh berbeda dengan wajah manja yang biasanya ia tunjukkan pada keluarganya.Menghibur diri?Tidak.Ia datang ke Washington bukan hanya untuk itu. Ia butuh pelarian. Butuh ruang

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 203 Abadi dalam karya

    Setelah makan siang dan menghabiskan waktu dengan mamanya, Valeriah berjalan menuju studio lukisnya.Bangunan berbentuk kubah dengan diameter hampir lima belas meter itu berdiri di sisi kanan Mansion Maximoff, terhubung dengan taman mawar putih yang selalu dirawat Leah dengan penuh cinta.Dinding luarnya didominasi kaca transparan, sehingga sinar matahari sore bisa menembus masuk dan memandikan ruang itu dengan cahaya keemasan.Begitu membuka pintu, aroma khas cat minyak dan terpentin langsung menyambutnya.Di dalam, kanvas-kanvas setengah jadi berderet tak teratur, sebagian hanya berupa coretan kasar, sebagian lagi nyaris selesai namun ditinggalkan begitu saja. Di tengah ruangan, ada sebuah kanvas besar yang masih kosong. Putih polos, seakan menantangnya.Valeriah meletakkan sketsa bukunya di meja kayu panjang yang penuh noda cat, lalu melepas sweater tipis yang tadi Ia kenakan. Ia menggulung lengan bajunya, mengambil kuas, dan mulai mencampur war

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 115 Uncover

    Ruang makan rumah itu hangat diterangi lampu gantung berwarna keemasan. Aroma sup hangat berpadu dengan suara sendok kecil Valeriah yang sibuk mengaduk nasi dan lauknya. Leah duduk di sebelah kanan, sementara Alesco di ujung meja, memperhatikan piring kecil putrinya yang berantakan dengan sisa sa

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 114 Prioritas baru

    Langit sore merona oranye, cahaya matahari menimpa taman bermain dengan lembut. Musik ceria masih mengalun, tapi langkah keluarga kecil itu kini menuju kedai es krim.Valeriah sudah lebih dulu memilih rasa. “Aku mau cokelat! Sama sprinkle warna-warni, Mama!” serunya antusias.

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 100 He got you, Leah

    Kacau...Semuanya sungguh kacauLeah tak tahu jika ada saat dimana dia menjadi sangat kacau selain lima tahun lalu“Hari yang indah untuk bertemu dokter cantik, bukan?” suaranya ringan, nyaris jenaka, seakan ia hanya pasien biasa yang datang untuk berkonsultasi. T

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 99 Klaim seorang suami

    Leah tak tahu jika keputusannya mengusir Franco Mordeli akan membuat dirinya berhadapan dengan Elizabeth Mordeli, ibu dari Franco.Wanita paruh baya itu datang ke klinik tanpa membuat janji, mengenakan gaun biru tua yang elegan dengan mantel tipis di bahunya. Wajahnya terawat, sorot matany

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status