แชร์

Bab 92 Who is he?

ผู้เขียน: Strrose
last update วันที่เผยแพร่: 2025-09-24 19:00:49

Pagi itu hujan turun tipis, meninggalkan genangan air yang memantulkan cahaya pucat dari langit berawan kota Wellington. Udara membawa aroma tanah basah, bercampur wangi samar bunga yang mulai mekar di sudut taman.

Tangannya yang ramping menggenggam cangkir kopi kertas yang sudah mulai kehilangan panasnya, namun ia tak berniat menyesapnya lagi. Pandangannya terarah pada gerbang kecil berwarna biru di ujung halaman, tempat anak-anak berlarian dengan seragam kuning cerah, tertawa dan men

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
DEWW PUS
paling bena tunggu banya bab la
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 202 Maximoff Family

    Washington D.C. USA“Selamat datang, Nona Ria.”Seorang perempuan paruh baya membuka pintu menyambut kedatangannya. Dia adalah Nauren, kepala pelayan di mansion Maximoff, tempat tinggal kedua orang tuanya dan kedua adik lelakinya.“Halo, Bibi Nau.”Valeriah menyapa ramah sambil menyunggingkan senyum kecil, berusaha menutupi rasa penat setelah penerbangan dan insiden tak disukainya“Mama Papa ada di rumah?” Valeriah kembali bertanya sembari melangkah masuk ke dalam ruang tengahNauren mengangguk sambil mengambil mantel dari tangan Valeriah. “Ada, Nona. Mereka sedang di ruang makan. Nyonya menunggu Anda untuk makan siang bersama. Ah, kedua Tuan Muda juga sudah pulang sejak pagi.”Mendengar itu, Valeriah spontan menghela napas panjang. Ia tahu betul apa artinya, meja makan siang yang ramai, penuh interupsi, dan… seringkali berakhir dengan perdebatan kecil yang menyenangkan.Langkahnya menggema di lantai marmer saat menuju lorong panjang menuju ruang makan. Aroma sup krim dan roti panggan

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 201 Gotcha

    “Ini… wajahku kan?” tanya Kael. Ekspresinya haus akan validasi, seolah ia sengaja menjerat Valeriah dengan bukti yang tak bisa disangkal.Wajah Valeriah langsung pucat. Ia meraih bukunya dengan panik, tapi Kaelmore lebih cepat mengangkatnya tinggi, jauh dari jangkauannya.“Untuk apa aku menggambar orang mesum sepertimu” Gerutu Valeriah kesalKaelmore tertawa rendah, tawa yang lebih terdengar seperti ancaman ketimbang hiburan. “Mesum?” ia mengulang kata itu, bibirnya melengkung penuh godaan. “Kitten, kau bahkan bisa menutupinya dengan hinaan, tapi tanganmu sudah mengkhianatimu. Kau mengukirku di kertas, garis demi garis… seolah aku sudah terpatri di kepalamu.”“Berhenti mengada-ada!” Valeriah mencoba meraih buku itu lagi, tubuhnya setengah berdiri dari kursi pesawat. Tapi Kael dengan mudah menahan bahunya, membuatnya kembali terhempas duduk. Sentuhan itu tidak keras, tapi cukup memberi tekanan kalau ia memang berkuasa penuh.Tatapan hijau gelap itu

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 200 His Planed

    Suasana bandara internasional Toronto dipenuhi hiruk-pikuk penumpang yang berlalu-lalang dengan koper masing-masing. Valeriah berjalan cepat, sepatu boots-nya berdetak di lantai marmer, sementara Morgan mengikuti dari belakang sambil menarik koper besar.Mereka tiba di check-in counter. Seorang petugas berseragam biru muda menyambut dengan senyum profesional, lalu meminta paspor Valeriah terlebih dahulu.“Miss Valeriah?” tanyanya sambil memverifikasi layar.Valeriah mengangguk kecil. “Ya.”Petugas itu mencetak boarding pass, lalu menyerahkannya dengan nada ramah. “Kursi Anda, Nona, business class, 2A.”Morgan yang berdiri di sebelahnya langsung mencondongkan tubuh dan menyerahkan pasportnyaPetugas itu tetap tenang, memeriksa layar kembali. Lalu ia mencetak boarding pass Morgan dan menyerahkannya. “Untuk Tuan Morgan Lowell… kursi 26D. Ekonomi.”Valeriah mengerutkan kening. “

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 199 I follow you

    Valeriah terbangun dengan tubuh lelah, mata terasa berat seolah baru selesai menangis semalaman. Sunyi. Hanya suara detik jam dinding di apartemen mungilnya.Ia keluar dari kamar lalu menoleh sekilas, mendapati Morgan masih duduk di kursi dekat pintu dengan posisi tegap, seperti patung hidup. Pengawal itu bahkan tidak melepas jasnya, hanya membuka kancing paling atas dan menundukkan kepala, entah tidur atau sekadar memejamkan mata.Dengan hati-hati Valeriah bangkit, langkahnya tertatih karena balutan di kakinya. Ia berjalan kembali ke kamar menuju kamar mandi. Begitu lampu menyala, ia menatap cermin di hadapannya.Sekilas ia ingin mengusap wajahnya yang kusut, tapi tangannya berhenti. Pandangannya membeku.Terlihat jelas bekas merah samar dilehernya, berwarna lebih gelap dari kulitnya yang pucat. Ia menelan ludah, jantungnya berdegup kencang. Dengan ragu ia membuka kancing mantel yang masih dipakainya sejak tadi malam, membiarkannya terjatuh di lantai.

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 198 Being obsessed

    Conveno Hotel, Toronto, Canada.Suite room itu berantakan. Tirai setengah terbuka, menyisakan cahaya kota yang masuk samar ke dalam ruangan. Bantal sofa tercampak ke lantai, kursi miring, bahkan meja kopi kaca di dekat sofa masih menyimpan jejak gelas anggur yang belum tersentuh.Kaelmore duduk bersandar di sofa kulit hitam, hanya mengenakan celana panjang santai. Rokok menyala di antara jari-jarinya, asap tipis membubung, melingkar sebelum menghilang di udara. Ia mengembuskan napas pelan, membiarkan aroma tembakau memenuhi dadanya. Tapi pikirannya tidak ada di sini. Ia kembali pada momen saat Valeriah mengerang dibawahnyaIa adalah pria pertama yang menjamah Valeriah.Di kota besar di mana pergaulan bebas sudah menjadi hal biasa, di mana pesta, alkohol, dan cumbuan cepat seringkali dianggap lumrah, Valeriah tetap mempertahankan dirinya. Bukan karena ia polos, bukan pula karena tak tahu apa-apa, melainkan karena ia pasrah. Dan pilihan itu jatuh pada Kael,

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 197 Keep Secret

    Valeriah membelalak kaget begitu ia keluar hotel dan mendapati langit sudah sangat gelap. Dalam hati ia memaki Kaelmore yang tak mengatakan jika jam 11 yang pria itu maksud adalah jam sebelas malam“Sial banget!!” serunya pelan, menendang angin sambil memeluk tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian tipis. Pakaian yang bahkan tak cukup menahan dinginnya udara malam.Jalanan di depan hotel tampak lengang, hanya beberapa kendaraan melintas dengan lampu menyilaukan. Ia menunduk, berjalan cepat, mencoba menyatu dengan keremangan kota asing ini. Jantungnya masih berdegup cepat, campuran dari ketakutan, adrenalin, dan dorongan untuk kabur sejauh mungkin.Namun masalah segera muncul. Ia tidak membawa tas, tidak membawa dompet, bahkan tidak ponselnya. Semua tertinggal di kamar hotel itu. Satu-satunya yang ia miliki hanyalah tubuhnya dan tekad untuk tidak kembali ke kamar hotel Kael.Langkahnya semakin berat. Rasa perih menjalar dari telapak kakinya yang

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 37 Tidurlah dipelukanku

    “Dimana suamiku?” Leah bertanya pada semua pelayan yang ada di rumah. Suaranya tenang, tapi tatapannya tajam dan penuh tanda tanya. Ia berdiri di tengah ruang tengah dengan tubuh tegak.Namun, semua yang ia tanya hanya menggeleng.“Saya tidak melihat Tuan sejak pag

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 33 Kekacauan yang disengaja

    Kenneth Arden menutup pintu kamar.Suara klik dari gagang pintu terdengar ringan, tapi menghantam seperti gendang perang di kepala Valesco. Sunyi. Lalu pekat.Ia menoleh perlahan ke arah meja, ke arah amplop hitam yang ditinggalkan ayahnya. Hitam, tebal, dan lebih mengancam dari pel

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 32 Tuntutan Kenneth

    Valesco membuka matanya dengan berat. Pandangan pertamanya buram. Atap kamar yang ia kenal samar-samar melayang di atasnya, tapi dunia tampak miring—seolah otaknya belum kembali sepenuhnya dari gelap.Ia menarik napas dalam, dada terasa berat, lalu matanya perlahan menoleh ke kiri&he

  • Sentuh Aku Seperti Kau Milikku   Bab 25 Merasa ‘gerah’

    ”Keluarlah” ucap Leah dengan suara tenangnyaNola bangkit dengan langkah tergesa, nyaris tersandung kakinya sendiri saat mencoba berdiri. Kepalanya tertunduk, tak berani menatap Leah atau Valesco.Tak ada satu kata pun keluar dari mulutnya, hanya deru napas tak teratur d

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status