ホーム / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 104: Permusuhan

共有

CHAPTER 104: Permusuhan

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-02-06 15:00:21

“Apa?”

“Daripada jadian, bukannya sebaiknya kita langsung nikah aja?” Jefri mengangkat satu alisnya, “Lagian Hani juga udah setuju kayaknya,”

Rara kali ini benar-benar tak tahu harus bereaksi seperti apa. Ia menarik napas pelan untuk menenangkan diri lalu pelan-pelan kembali mengangkat sendoknya, meski tangannya masih gemetar.

“Om ngomong begitu kayak aku beneran mau berhubungan sama om aja,” ucap Rara berusaha senormal mungkin.

Je
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 184: Pembohong

    “O-om Jefri?” cicit Rara. Jefri tidak mengubrisnya. Ia masih terus memukuli Bima yang berteriak kesakitan. Auranya terasa gelap dan menyeramkan. Seolah ia hendak membunuh Bima sekarang. “O-om! Berhenti!”Rara berusaha bangkit dan mendekati Jefri yang masih membelakanginya. “Om, jangan! Sadar, om!”Jefri tersentak ketika merasakan Rara memeluknya dari belakang. Gerakannya seketika terhenti. Di depannya, wajah Bima hampir tak berbentuk. Bahkan entah masih bernapas atau tidak.“Aku udah nggak apa-apa, om,” ucap Rara dengan suara gemetar. Ia mengeratkan pelukannya pada Jefri. “Aku nggak apa-apa,”Tapi, seakan mengkhianati dirinya, air mata Rara justru mengalir deras. Ia lalu terisak kencang ketika bayangan kejadian tadi melintasi benaknya. Kalau Jefri tidak datang tadi, mungkin Bima sudah menodai tubuhnya. Jefri segera berbalik badan. Ia memeluk Rara seerat mungkin membuat

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 183: Melarikan Diri

    “Bagus banget!”Hani menatap terpesona pemandangan di depannya. Matanya berbinar-binar. Ia tidak menyangka rooftop hotel ini akan begitu indah!Ada meja-meja kayu di sana yang sebagian sudah diduduki oleh orang-orang. Di depan barisan meja itu, terdapat sebuah panggung kecil. Seseorang tengah memainkan piano di sana, menampilkan lagu-lagu klasik yang menentramkan hati. Tempat ini benar-benar pas untuk menjalankan rencananya! Belum lagi dengan pemandangan langit malam yang memanjakan mata. Hani menoleh ke Leo yang ada di sebelahnya. Pria itu juga terlihat kagum dengan desain rooftop ini. Matanya menelisik kesana-kemari dengan antusias. Penampilan pria itu terlihat sangat menawan malam ini. Jas beludru biru dongker membalut tubuhnya berpadu dengan warna celananya yang senada. Rambutnya dibuat klimis seperti waktu itu. Meski yang sekarang lebih rapih. Benar-benar pemandangan yang indah. Lebih indah dari pemandangan di rooftop. ‘Rasanya seperti diberkahi,’ batin Hani berdebar. Rasan

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 182: Terjebak

    Sepuluh menit setelah Rara pergi dari kamarnya, Bima menelpon. Ia ingin memesan teh hangat untuk membantunya tidur. Rara masih menyanggupinya dengan ringan. Bima juga terlihat merasa bersalah karena telah mengganggu Rara, jadi Rara berusaha mengabaikan itu. Tapi, setelahnya, Bima tidak berhenti mengganggunya. Ia akan menelpon Rara tiap sepuluh menit sekali lalu mengajukan permintaan yang berbeda-beda!Kali ini, Rara sangat yakin pria itu benar-benar aneh!Rara menghela napas ketika menelungkupkan dirinya di atas meja. Ia baru saja menerima permintaan Bima untuk yang kelima kalinya. Benar-benar melelahkan. “Kapan kak Sandra pulang?” gumam Rara. Ia tadi sempat mengirimkan pesan untuk Sandra, tapi tidak ada jawaban dari wanita itu. Apa dia ternyata pergi ke acara kembang api itu?Rara menghela napas panjang. Jefri juga belum kembali. Tadi saat Rara bertanya lewat pesan, pria itu bilang masih ada kesibukan di hotelnya. Tapi, akan berusaha untuk menyelesaikannya secepat mungkin.RIII

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 181: Tamu Aneh

    “Kamu sedang menunggu tuan Jefri?”Rara yang sedang berdiri bersandar di bingkai pintu, menoleh ke belakang. Alisnya seketika mengerut melihat Sandra berpakaian rapih. “Mau keluar?” tanya Rara. Sandra mengangguk. “Aku ingin mengambil barang dari temanku sebentar,” jawabnya, “Jadi, apa tebakanku benar? Kamu sedang menunggu tuan Jefri?”Rara memerhatikan tatapan menyelidik Sandra. Ia kembali menoleh keluar dan menggelengkan kepala. “Aku hanya memerhatikan para tamu yang pergi tadi,” ucap Rara pelan, “Mereka tidak terlihat sangat senang ingin merayakan tahun baru,”Sandra menelan ludah. Ia merasa iba mendengar jawaban Rara. Sandra tahu kalau ia keterlaluan karena tidak membolehkan Rara merayakan tahun baru bersama Jefri padahal mereka keluarga. Tapi, ia juga tidak bisa melepas kekhawatiran Jefri akan melakukan sesuatu padanya. Ini semua demi Rara. “Aku tidak akan pergi lama,” ucap Sandra. Ia lalu mel

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 180: Harapan Hani

    Rara termangu mendengar ucapan Sandra. Tidak menyangka wanita yang dia anggap kakak akan berkata seperti itu. Bukankah ini sudah terlalu parah? Rara menggigit bibirnya. Ia membalas sengit tatapan Sandra. “Bukankah kakak terlalu berpikiran buruk ke om Jefri?” tanya Rara, “Dia selama ini sudah menolong kakak. Tapi, kakak malah membalasnya seperti ini?” Rara menaikkan nada suaranya, “Lagipula om Jefri juga tidak mungkin akan melakukan sesuatu padaku selama ada kakak!” “Ra, kamu terlalu dicuci otak olehnya!” seru Sandra, “Semua orang juga berpikiran sama denganku kalau melihat perilakunya padamu!” “Dan kamu tadi bilang kalau dia tidak akan melakukan apa pun selama ada aku?” Sandra mengerutkan wajahnya masam. “Kamu tidak ingat dia sangat bersikeras untuk pergi bersamamu ke acara kembang api sampai ingin memberikan pekerja padaku?! Dia terobsesi padamu, Ra!” Rara menghela napas. Ia menggeleng-gelengkan kepala. “Kan kakak sendiri yang bilang kalau kita kekurangan pekerja,” ucapnya

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 179: Protektif

    “Kenapa?” tanya Jefri dengan nada agak datar, “Rara sudah lama tidak libur. Jadi, harusnya dia diperbolehkan untuk mendapatkannya, kan?”Sandra menyipitkan matanya. Ia mengangkat dagunya, menantang Jefri yang menatapnya dingin. “Kami kekurangan pekerja. Bukankah anda sendiri tahu itu?” desis Sandra. “Hmm,” Jefri terlihat berpikir sejenak. Ia bergumam pelan, “Kekurangan pekerja, ya?”Pria itu lalu tersenyum lebar, “Saya bisa memberikan pekerja untuk menggantikan Rara,”“Apa?” Sandra terbelalak. Ia menatap Jefri tidak percaya. Pria itu sangat bersikeras!“Pekerja saya ada banyak. Saya bisa mentransfer beberapa kesini. Anda bebas mau berapa,” Jefri mengangkat bahunya santai. Sandra ternganga. Pria itu gila! Ia benar-benar melakukan apa pun agar bisa pergi bersama Rara!“Om, sudahlah,” Rara mendesah, “Aku ini karyawan kak Sandra. Kalau kak Sandra bilang tidak boleh, aku akan menurutinya,”“Tapi, kamu ter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 152: Hubungi Om

    “Rara!” seru Sandra begitu Rara memasuki kantor. Wanita itu segera berjalan mendekatinya. Ia tersentak saat melihat tubuh Rara basah kuyup.“Dasar nakal! Kamu menerobos hujan?!” seru Sandra sambil memelototkan matanya. Rara meringis. Baru saja ia tadi dimarahi Jefri, tapi sekar

    last update最終更新日 : 2026-04-05
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 149: Jadi Pasanganku

    “Apakah om mau menjadi pasanganku di acara dansa nanti?”“Apa?”Perasaan Hani berubah resah ketika melihat Leo terkejut. Apa pria itu akan menolaknya? Atau ucapannya kurang jelas?Ragu-ragu, Hani kembali berkata, “Aku pingin om jadi pasangan dansaku di acara nanti,”Kali ini, Leo harusnya mendengar

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 150: Kesempatan Kedua

    Sandra mengerutkan alis bingung, “Tunggu, Ra. Biar aku cek dulu–”“Tidak usah! Sebaiknya tetap beli untuk jaga-jaga, kan?” potong Rara lagi, “Mencegah itu lebih baik, kan?”Rara lalu menoleh ke Jefri. “Om, tolong bantu kak Sandra benerin atap, ya!”“Apa?” tany

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 128: Hotel Jefri?

    [Aku sudah menemukan informasi kalau om Leo tidak memberitahukan pertemuan kalian ke ayah. Jadi, tidak usah khawatir!]Rara menghela napas lega usai membaca pesan Hani. Tapi, di sisi lain, ia juga merasa penasaran dengan cara Hani mencari tahunya. Sahabatnya itu tidak bertanya langsung, kan?Rara

    last update最終更新日 : 2026-04-01
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status