/ Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 215: Hal Baru

공유

CHAPTER 215: Hal Baru

작가: Heiho
last update 게시일: 2026-05-04 22:36:40
‘Bagaimana bisa dia berbicara sesantai itu?’ batin Rara malu mengingat ucapan Jefri tadi.

Meski ucapan Jefri tidak salah, tapi tetap saja atmosfer malam ini terasa berbeda dari malam-malam bersama mereka biasanya!

Rara mengubah lagi posisi duduknya di atas kasur. Kakinya bergerak gelisah. Di belakangnya, ia mendengar suara kucuran air dari kamar mandi. Jefri sedang mandi di dalam sana.

Rara menghela napas, berusaha menghilangkan kegugupannya meski tidak berhasil. Hal ini membuat Rara merasa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 261: Pertanyaan Leo

    “Anda belum pulang, Tuan Leo?” tanya Merphilus, memecah pembicaraan. Ucapannya terdengar ramah, tapi nada suaranya tidak mengenakkan di telinga Leo.“Saya habis dari toilet,” balas Leo tenang.“Ah, kalau begitu, Nona Hani juga di sana?”“Tidak. Beliau sudah menunggu di mobil.”Merphilus hanya ber-hm pelan untuk menanggapi. Ia melangkahkan kakinya lagi, hendak masuk ke toilet. Sebelum suara Leo kembali menghentikannya.“Apa yang terjadi antara anda dan Nona Hani?”Merphilus kembali menoleh padanya. Tatapannya menajam.“Apa maksud anda?” tanyanya rendah.Leo menarik napas sejenak. Ia menatap lurus Merphilus dengan tatapan yang tak kalah sengitnya.Dipikirkan bagaimana pun, ucapan Liam tadi terasa mengganjal baginya. Merphilus mengalami mood buruk sehari setelah meeting besar. Sama seperti Hani yang muram di waktu yang sama. Hani tidak muram sampai meeting selesai dan melakuka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 260: Kejanggalan

    “Pak direktur, Nona Hani dan Tuan Leo datang ke kantor.”Merphilus sontak mendongakkan kepalanya. Menghentikan aktivitas men-scroll ponselnya yang sedari tadi ia lakukan.Sudah beberapa hari ini, Liam mendapati bosnya itu suka bermain ponsel. Sebenarnya bukan hal yang aneh, mengingat Merphilus memang orang yang sibuk jadi sudah pasti banyak yang menghubunginya.Tapi, intensitasnya lebih tinggi dari biasanya. Dan ia hanya terlihat menscroll ponselnya sambil memasang wajah masam.Sekali waktu, Liam pernah tidak sengaja melihat layar ponselnya dan menemukan kolom pesan terpampang di sana. Itulah yang Merphilus sering lihat selama ini.Dengan kata lain, bosnya itu mungkin sedang menunggu pesan dari seseorang?Orang seperti apa yang membuat Merphilus begitu menantikan pesannya?Meski ia penasaran, tentu saja Liam tidak bisa menanyakannya. Pekerjaannya bisa langsung terancam.“Kenapa mereka tiba-tiba datang?” tanya Me

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 259: Merphilus dan Hani

    Hani bertambah muram. Itu yang Rara tangkap ketika melihatnya sekarang.Tapi … kenapa? Setelah meeting kemarin, dia masih terlihat baik-baik saja. Atau dia yang tidak memerhatikannya saja karena sibuk bertengkar dengan Jefri kemarin?‘Tidak. Aku yakin dia kemarin masih biasa saja,’ batin Rara meyakinkan dirinya. Ia menatap lamat-lamat Hani yang tengah berdiskusi dengan Jefri. Membahas kelanjutan programnya.Kemuraman itu sebenarnya tidak terlihat jelas di wajahnya. Hani berhasil menyembunyikannya dengan baik.Insting Rara lah yang mengatakan hal itu. Insting persahabatan selama bertahun-tahun. Haruskah ia mulai menanyakannya ke Hani? “Ada apa, nyonya Rara?”Rara tersentak. Kaget karena seseorang tiba-tiba menginterupsinya. Wanita itu segera menoleh dan melihat Leo menatapnya penasaran.“O-oh, kenapa tiba-tiba bertanya, om?” tanyanya tergagap. Masih dipenuhi rasa kaget.“Anda menatap nona Hani sangat serius,” balas Leo, “Apa ada sesuatu yang salah?”“Oh, tidak! Itu cuma—”Rara menela

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 258: Sekali Lagi

    “Tidak mau menginap lagi?”Tangan Hani yang sedang mengancingkan kemeja mendadak berhenti. Ia menatap pantulan Merphilus di jendela yang sedang berbaring miring di atas kasur.Hani menghela napas sejenak lalu menggeleng perlahan. Tangannya kembali bergerak mengancingkan kemeja.“Saya tidak ada izin untuk pergi malam ini,” jawab Hani tenang.“Anda bisa beralasan.”“Saya rasa itu bisa membuat mereka curiga. Lagipula, saya sendiri juga tidak punya alasan untuk menginap.”Merphilus mendengus pelan. Ia mengubah posisinya menjadi telentang. Tangan satunya menopang belakang kepalanya.“Baiklah kalau begitu,” ucapnya, “Padahal saya rasa akan menyenangkan kalau kamu menginap lagi.”Menyenangkan? Karena ia jadi bisa membayangkan bercinta bersama Rara sepanjang malam?Hani menarik sedikit sudut bibirnya. Hanya sepersekian detik sebelum bibirnya kembali berubah datar. Ia menyelesaikan kegiatan mengancingnya lalu ke

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 257: Setelah Ini

    “Kenapa diam saja? Anda seperti baru pertama kali kesini.”Hani menatap Merphilus yang menyeringai ke arahnya. Terlihat geli juga mengejek. Ia tidak menanggapi dan lanjut berjalan mendekati Merphilus.Merphilus mengangkat satu alisnya melihat Hani hanya diam. Matanya mengikuti langkah Hani yang mendekatinya.“Anda baik saja-saja?” tanyanya, “Apa terjadi sesuatu?”“Saya baik-baik saja,” balas Hani pelan.“Benarkah? Tidak ada bertemu Nona Grace tiba-tiba seperti waktu itu?”Hani menghela napas cukup kencang. “Tidak ada. Saya benar baik

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 256: Hani?

    Jefri dan Rara masih berdiam diri hingga di perjalanan pulang. Keduanya sudah berada di dalam mobil. Duduk bersisian dengan Jefri di kursi pengemudi dan Rara di sebelahnya.Suasana di antara mereka dingin. Berbeda dengan biasanya yang penuh kehangatan. Rara bahkan mengalihkan pandangannya ke jendela.Pasalnya setelah Hani pergi tadi, mereka tidak langsung menyelesaikan pertengkaran. Suasana masih panas dan Rara tahu pertengkaran tidak akan berakhir sebelum mereka mendinginkan kepala.Jadilah, ia mengajak Jefri untuk pulang terlebih dahulu. Siapa tahu mereka bisa lebih tenang setelah istirahat. Jefri menyetujuinya dan berakhirlah mereka dalam situasi ini.Rara memainkan jari-jemarinya di pangkuan. Ia sebenarnya merasa tidak nyaman dengan situasi canggung ini. Mungkin Hani benar kalau memang aneh untuk mereka bertengkar.Kapan terakhir kali mereka bertengkar? Sepertinya saat Rara bersikeras ingin melawan Rachel sendiri.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 125: Sekretaris Jefri?!

    “Apa?” Jantung Rara berdegup semakin kencang, “Apa maksud anda?” Leo mengamati lekat wajah di hadapannya. Matanya memicing. Ia sebenarnya tidak terlalu yakin dengan tebakannya itu. Meski sudah sering melihat foto Rara yang diberikan Jefri, tapi ia belum pe

    last update최신 업데이트 : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 130: Pelanggan Datang

    “Hari ini om Jefri pergi lagi untuk mencari Rara?” tanya Septa. Ia melirik Hani yang tengah merebahkan dirinya di sofa.“Iya. Dari kemarin juga kerjaannya begitu, sih,” balas

    last update최신 업데이트 : 2026-04-01
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 118: Jefri Mencari Rara

    “Kalian bilang belum bisa menemukannya?”Leo menelan ludah ketika mendengar nada dingin Jefri. Ia melirik para staf lain di ruangan itu yang ikut menegang sambil menatap Jefri yang berdiri di depan jendela, membelakangi mereka semua. “Be-benar, pak,” ucap salah satu staf gugup,

    last update최신 업데이트 : 2026-03-31
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 111: Pengakuan Rachel

    “Jadi, apakah benar kalau terdakwa datang pada malam itu untuk membeli palu?” tanya hakim ke staf kasir di hadapannya. Tubuh staf kasir itu gemetar. Wajahnya sedikit pucat, membuat Rara tidak tega. Pelan-pelan, kasir itu berkata dengan gagap, “Be-benar, Yang Mulia,”“Apakah kau

    last update최신 업데이트 : 2026-03-30
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status