بيت / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 219: Sia-Sia

مشاركة

CHAPTER 219: Sia-Sia

مؤلف: Heiho
last update تاريخ النشر: 2026-05-06 19:09:11

“Jadi, tugas utama kita sekarang adalah presentasi di acara pesta itu?” tanya Merphilus yang dijawab anggukan Hani.

“Baiklah. Catat itu, Liam,” suruh Merphilus sambil melirik Liam di sampingnya.

“Baik, pak,”

Merphilus menatap kembali dokumen di tangannya. “Lalu, kapan dilaksanakan meeting besar itu?” tanyanya lagi tanpa mengangkat wajahnya.

“Jadwalnya akan menyusul. Tapi, kemungkinan akan dilaksanakan dalam 2-3 hari lagi,” balas Hani.

Merphilus mengangguk. Ia lanjut membaca isi dokumen itu.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 219: Sia-Sia

    “Jadi, tugas utama kita sekarang adalah presentasi di acara pesta itu?” tanya Merphilus yang dijawab anggukan Hani. “Baiklah. Catat itu, Liam,” suruh Merphilus sambil melirik Liam di sampingnya.“Baik, pak,”Merphilus menatap kembali dokumen di tangannya. “Lalu, kapan dilaksanakan meeting besar itu?” tanyanya lagi tanpa mengangkat wajahnya. “Jadwalnya akan menyusul. Tapi, kemungkinan akan dilaksanakan dalam 2-3 hari lagi,” balas Hani. Merphilus mengangguk. Ia lanjut membaca isi dokumen itu. Hani menghela napas pelan. Pertemuan hari ini berjalan lancar lagi. Sepertinya, ia sudah mulai cukup terbiasa melakukan pertemuan seperti ini. Ia bisa menjelaskan lebih baik dari terakhir kali. Meski sesekali masih kebingungan menjelaskan.Mungkin, ini karena Merphilus juga sudah memberikan ruang yang nyaman untuknya. Sama seperti awal pertemuan, pria itu juga sekarang tidak menertawakan atau mengejeknya tiap dia salah bicara. Pria itu bahkan terkesan menghormatinya, seolah mereka adalah rek

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 218: Kalian Dekat, kan?

    “Hah?! Kenapa tiba-tiba begitu?!” seru Hani tak terima, “Lagian, bukannya pesta itu tidak ada?”Jefri mendengus, “Mana mungkin tidak ada. Itu kan pesta penting. Kamu tidak lupa kalau pesta itu juga bertujuan untuk mengetahui proyek setahun ke depannya?”“Tentu saja aku ingat,” dengus Hani.Pertanyaan Hani itu sebenarnya berdasarkan rumor para staf juga. Ia sempat mendengar para staf saling bergosip tentang keberlangsungan pesta itu.Hal yang dimaklumi mengingat sekarang sudah jauh dari agenda pesta awal tahun biasanya.“Pestanya hanya diundur, nona,” jelas Leo yang membuat Hani menoleh padanya, “Pak direktur sengaja mengundurnya karena kemarin ingin fokus dengan pernikahannya bersama Nona Rara.”Hani mendengus. Memang enak ya jadi direktur. Bisa mengatur seenaknya saja. . “Tapi, tetap saja ayah lagi-lagi bicara mendadak seperti ini,” desah Hani. Ia bersedekap. “Tuan Merphilus juga pasti protes kalau tiba-tiba begini.”“Karena itu, sudah jadi tugasmu untuk membuatnya tidak marah,” uca

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 217: Sekali Saja

    “Selamat pagi, Rara.” Rara melenguh pelan saat merasakan kecupan di sekujur wajahnya. Ia perlahan membuka mata dan melihat Jefri tersenyum di depannya. “Pagi, mas,” sapanya dengan suara serak. Ia berdehem sejenak karena merasakan tenggorokannya tidak enak. Jefri melebarkan senyumnya. “Biar mas ambilkan minum,” ucapnya lalu mengambil gelas di atas nakas. Pria itu lalu membantu Rara untuk duduk. Tangannya yang lain menopang punggung Rara. Setelah posisi Rara pas, Jefri segera mengarahkan gelas itu ke mulut Rara. Membantunya untuk minum perlahan. “Kamu berteriak terlalu keras semalam,” ucap Jefri geli. Wajah Rara memerah. Kembali teringat dengan kejadian semalam. Ia menggeleng-geleng. “Jangan dibahas,” ucapnya malu. Jefri tertawa geli. Ia menyenderkan wajahnya ke kepala Rara. “Tapi, semalam kamu memang berteriak lebih kencang dari biasanya,” ucap Jefri melanjutkan, tidak memedulikan peringatan Rara barusan. “Apa semalam lebih enak dari biasanya?” “A-aku nggak mau bahas,”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 216: Mas Ahli

    “Bukan apa-apa!” bantah Rara sambil mengalihkan pandangannya. “Kamu membuat mas semakin penasaran.”Rara mengaduh pelan saat Jefri kembali mengarahkan wajahnya ke hadapannya. Ia mengerut melihat tatapan menggebu Jefri. “Katakan,” ucap Jefri tegas sambil sedikit meremas wajah Rara.Rara menelan ludah. Ia menggulirkan bola matanya ke arah lain lalu berkata gagap, “A-aku kira, hal baru tadi maksudnya …. Ga-gaya bercinta baru …. Atau pakai alat-alat aneh ...”“Alat aneh?” Jefri mengerutkan alisnya, terlihat berpikir sejenak. Ia kemudian tersadar. “Maksudmu sex toy?”“Jangan diucapin!”Jefri menyeringai. Tatapannya terlihat geli ke Rara yang memerah padam. “Kita bisa lakukan kalau kamu mau–”“Nggak!”Jefri tertawa. Istrinya ini cepat sekali membantahnya. “Padahal itu ide kamu sendiri,” ucap Jefri ringan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, “Meski mas sedikit kaget kamu memiliki ide tersebut.”Ucapan itu membuat Rara semakin malu. Ia benar-benar merasa seperti orang mesum sekarang. A

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 215: Hal Baru

    ‘Bagaimana bisa dia berbicara seperti itu?’ batin Rara malu mengingat ucapan Jefri tadi. Meski ucapan Jefri tidak salah, tapi tetap saja atmosfer malam ini terasa berbeda dari malam-malam bersama mereka biasanya!Rara mengubah lagi posisi duduknya di atas kasur. Kakinya bergerak gelisah. Di belakangnya, ia mendengar suara kucuran air. Jefri sedang mandi di dalam sana. Rara menghela napas, berusaha menghilangkan kegugupannya meski tidak berhasil. Hal ini membuat Rara merasa deja vu. Ia teringat dengan momen ‘kelas’ pertama bersama Jefri. Sayangnya, ia tidak bisa mengingat bagaimana cara menghilangkan kegugupannya itu. Rara hanya ingat semua dimulai dengan kecupan dan sentuhan pelan dari Jefri, lalu mereka—“Kamu belum berganti baju?”Rara tersentak dari lamunannya. Ia segera mendongak dan wajahnya memerah padam.Jefri menggunakan baju handuk yang memperlihatkan dada bidangnya. Tetes air mengalir di badannya, begitu juga dengan ujung-ujung rambutnya. Pria itu segera mengusap rambutnya

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 214: Kamu Menikmatinya, kan?

    ‘Padahal aku sudah susah payah menjauhinya!’ gerutu Hani dalam hati sambil menjaga jarak seaman mungkin di sebelah Merphilus.Pada akhirnya, Hani terpaksa mengikuti perintah Jefri. Lagipula, ayahnya itu juga sangat memaksa dan Hani tidak ingin ada keributan karena hal itu.Setidaknya keadaan masih ramai sepanjang mereka berjalan menuju lobi hotel. Jadi, kekhawatirannya bisa berkurang.Begitu juga ketika mereka di luar hotel. Hani menghela napas lega melihat banyaknya orang di luar.Ia menoleh ke Merphilus, “Di mana mobil anda, Tuan?”“Dia masih tertahan di depan hotel. Di sana sedikit macet katanya,” jelas Merphilus sambil menaruh kembali ponselnya di saku.Liam pasti habis memberitahunya lewat pesan.“Anda jadi masih harus menemani saya sekarang.”Hani tertawa kaku. Pria itu sedang mengoloknya kan sekarang?Ia pasti tahu kalau Hani sebenarnya sangat enggan menemaninya.“Sudah menjadi tugas saya untuk menemani anda,” ucap Hani seformal mungkin.Merphilus tersenyum. Terlihat mencurigaka

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 77: Siapa Itu?

    ‘Kamu besok datang ke fashion show tante Rachel kan, Ra?’ tanya Hani riang dari seberang telepon. “Eh, bukannya itu butuh undangan?” tanya Rara. Ia masih rebahan di atas kasur. Pagi ini rasanya ia begitu malas untuk bangkit. Mungkin karena semalam kelamaan bermain dengan Septa. ‘Loh, tante Rachel

    last updateآخر تحديث : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 78: Kamu Bebas, Ra

    “Nyonya Rachel?”Rara menelan ludah ketika melihat Rachel berdiri di depan pintu rumahnya dengan senyum lebar. Perasannya bercampur aduk.

    last updateآخر تحديث : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 74: Hati-Hati dengan Septa

    ‘Cari tahu apakah gadis kesayanganmu itu memang korban kekerasan atau bukan. Gampang saja buatmu, kan?’Septa mencebik ketika ucapan Rachel kembali terngiang di kepalanya. Ia menghela napas panjang, membuat Rara yang habis merapihkan alat kebersihan menoleh ke Septa. “Udah join sirkel pemuda jompo

    last updateآخر تحديث : 2026-03-25
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 69: Taktik Rara

    {Om malam ini kosong? Aku pingin ketemu …] Jefri menatap datar pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Sudah lama sekali ia tidak mendapat pesan dari Rara. Jefri segera menoleh ke Leo, sekretarisnya, yang sedang menyusun dokumen. Ia sekarang sedang berada di ruang kerjanya yang ada di hotel Diamond.

    last updateآخر تحديث : 2026-03-24
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status