Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 293: Pengungkapan

Share

CHAPTER 293: Pengungkapan

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2026-08-27 15:01:36

Satu bulan kemudian.

Hani menatap pantulan dirinya di depan cermin. Tatapan matanya terlihat sedikit tidak percaya melihat penampilannya sekarang.

Ia terlihat …. Sangat berbeda.

Bukan dalam artian buruk. Justru karena saking bagusnya, Hani tidak memercayai wajah cantik di cermi

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 293: Pengungkapan

    Satu bulan kemudian.Hani menatap pantulan dirinya di depan cermin. Tatapan matanya terlihat sedikit tidak percaya melihat penampilannya sekarang.Ia terlihat …. Sangat berbeda.Bukan dalam artian buruk. Justru karena saking bagusnya, Hani tidak memercayai wajah cantik di cermin itu adalah dirinya sendiri. Penata rias benar-benar melakukan pekerjaan yang bagus!“Apa gaunnya terasa nyaman, Nona Hani?”Hani menoleh ke belakang. Menatap para penata busana yang tadi membantunya untuk memakaikan gaun pernikahan. Ia mengulas senyum lalu mengangguk pelan.“Sudah sangat nyaman. Ter

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 292: Sebulan Lagi

    Hani tersentak. Wajahnya memerah padam. Ternyata Merphilus masih mengingat janjinya itu!Hani tentu saja tidak melupakan hal itu. Bahkan, sejak mereka bertemu tadi, benaknya sudah terbayang-bayang dengan janji tersebut.Tapi, ia tidak ingin mengungkitnya lantaran malu. Hani sendiri juga masih belum siap untuk melakukannya meski sudah sering berlatih. Karena itu, dia berharap Merphilus tidak akan mengingatnya.Tapi, sepertinya memang mustahil untuk menghindar dari Merphilus …. Pria itu selalu mengingat segala hal bahkan dulu saja begitu.Terkutuklah Merphilus dan ingatan jangka panjangnya!“Kenapa kamu diam sekarang, hm?”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 291: Menagih Bayaran

    “Jadi, bagaimana?”Jefri menegakkan badannya. Menyedekapkan tangannya. Ia sedikit memiringkan kepalanya, menatap dua insan di hadapannya dengan wajah datar.“Apa kita lanjut membahas pernikahannya sekarang?” ucap Jefri melanjutkan. Hani menelan ludah. Melirik Merphilus yang duduk di sebelahnya. Setelah lamaran yang menghebohkan itu, Jefri segera membawa mereka ke kamar VIP yang jauh dari aula. Acara sudah terlanjur chaos karena perbuatan Merphilus, jadi rasanya tidak memungkinkan untuk dilanjutkan. Karena itu, ia menugaskan Leo untuk mengurus sisa jalannya acara.Situasi sekarang sangat mirip dengan sebelumnya. Saat Jefri memberikan syarat kepada mereka. Bedanya, sekarang ada Rara di sisi Jefri. Hal itu membuat suasana tidak se-mencekam sebelumnya. Bahkan, melihat Rara tersenyum-senyum berkebalikan dari Jefri, membuat Hani merasa lebih tenang.“Kalau begitu, apa saya sudah lulus dari syarat Anda?” tanya Merphilus balik. Membalas tatapan datar Jefri. Ia terlihat lebih berani dan per

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 290: Lamaran

    “Dengan ini, saya serahkan jabatan Direktur Nickelson Suite kepada putri saya, Hani Nickelson. Semoga perusahaan ini tetap berjaya di bawah pimpinannya.”Suara tepuk tangan bergema kencang di aula hotel. Wajah-wajah sumringah dan senang terpancar dari para tamu. Mata mereka menatap antusias Hani yang naik ke atas panggung.Hani menyisir pandangannya ke seluruh aula. Ada banyak sekali tamu yang hadir, sepertinya jumlahnya lebih dari ratusan. Hal itu membuat Hani sedikit gugup. Apalagi kalau mengingat dia lah yang sekarang harus menjaga kerja sama dengan orang-orang tersebut!Hani berdiri berhadapan dengan Jefri. Ayahnya itu tersenyum, menatap Hani dengan pancaran kasih sayang dan keteduhan.Sa

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 289: Hari Terakhir

    Tidak ada kejadian apa pun setelah itu.Hani akhirnya tidak melakukan apa pun. Hanya berdiri diam di tempatnya. Begitu juga dengan sosok itu. Setelah Hani memberikan senyum padanya, sosok itu beranjak pergi.Ia tidak menoleh. Tidak berubah pikiran untuk mendekati Hani. Tetap pergi di bawah tatapan sang perempuan yang bergetar menahan diri untuk tetap diam.Hari itu berlalu seperti biasanya.Setelah kejadian itu, Hani kemudian disibukkan dengan agenda selanjutnya. Persiapan acara penyerahan suksesi oleh ayahnya.Persiapan itu memakan waktu dan pikiran. Hani bahkan lebih sibuk dari saat mengurus proyek bersama Merphilus.

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 288: Bertahan

    Beberapa hari berlalu setelah pengajuan syarat dari Jefri. Hingga tak terasa, tibalah hari wisuda kuliah Rara dan Hani dilaksanakan. …. Atau begitulah bagi sebagian orang. Karena bagi Hani, waktu sebulan itu berlalu sangat lama. Hani menghela napas. Seperti biasa menatap kalender di ponselnya dengan nelangsa. Di sisinya, hairstylist dan penata rias sibuk mengurus Hani. Mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk tampil di wisuda. Merphilus ternyata menepati syarat Jefri dengan baik. Ia tidak menemui Hani, tidak mengajaknya untuk bertemu secara diam-diam, bahkan pria itu sama sekali tidak menghubunginya!Hani sebenarnya tidak menyangka ini. Mengenal Merphilus sebagai orang licik, ia berpikir pria itu setidaknya akan melakukan kecurangan sekali saja. Hani bahkan sudah bersiap kalau Merphilus memang mau melakukannya.Toh, ia sendiri tidak tahan dengan situasi ini.Tapi, Merphilus ternyata sangat menepati ucapannya. Bahkan, meski mereka sesekali bertemu di kantor karena pria itu menemui

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 107: Kebimbangan Kate

    “Kamu sudah paham kan, Kate? Untuk sidang berikutnya, kamu akan menjadi saksi kunci. Jadi, pastikan kamu berbicara sesuai isi dokumen ini,” ucap Marco tegas sambil menatap serius Kate. “Jangan mengacaukannya sama sekali,”Kate mengangguk pelan. Marco kembali berbicara dengan pengacara Rachel, memba

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 108: Saksi Misterius

    “Apa? Anda berhasil menemukan saksi untuk membantu kita?” tanya Rara kaget pada Lexus yang duduk di seberangnya. Lexus mengangguk. Ia menyesap sejenak kopi yang disuguhkan Hani lalu menjawab, “Septa mengabari saya kemarin dan saya juga sudah bertemu dengan saksi baru kita,”“Septa?” Hani menaikkan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 105: Sidang Dimulai

    “Sidang hari ini dengan tuntutan kepada terdakwa nyonya Rachel Sullivan oleh nona Rara Hestelia, dimulai,”Suara ketukan palu hakim membahana di ruang sidang. Rara lagi-lagi membetulkan posisi duduknya. Ia melirik Rachel di kursi pesakitan yang masih menatapnya tajam. Sekarang

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-29
  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 101: Biar Aku yang Lakukan

    Kate menelan ludah. Ia menatap bergantian Rachel dan Jefri yang sedang saling berhadapan. Aura di antara mereka berdua sangat dingin, membuat Kate merinding. Kalau bukan karena tuntutan untuk menjaga Rachel yang baru siuman dari para petinggi agensi, Kate pasti sudah lari ketakutan. “Aku dengar

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-28
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status