Beranda / Romansa / Sentuhan Lembut Om Duda / CHAPTER 8: Menyembuhkan Luka

Share

CHAPTER 8: Menyembuhkan Luka

Penulis: Heiho
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-07 14:46:48

“Kamu selingkuh kan, Ra?” desis Satrio sambil menekan kedua tangannya di bahu Rara. Mata pria itu menatapnya nyalang, terlihat sangat menyeramkan seolah ia siap membunuh Rara jika perempuan itu salah bicara.

“Aku nggak ngerti maksud kamu,” desis Rara balik.

Tubuhnya sekarang sangat gemetar dan jantungnya bertalu-talu begitu kencang. Tapi, ia sudah menduga hal ini akan terjadi sehingga ia berusaha bersikap setenang dan seberani mungkin.

Lagipula, ia juga sudah putus! Tidak ada lagi alasan yang membuatnya harus takut dengan pria itu.

“Kamu pasti putusin aku karena takut ketahuan selingkuh. kan?” Satrio menyeringai. Tatapan matanya terlihat sangat percaya diri dengan tebakannya sendiri.

“Tenang aja Ra, walaupun kamu selingkuh, aku bakal tetep maafin kamu–”

“Dasar gila! Bisa-bisanya kamu berpikir seperti itu!”

Rara menatapnya tajam, “Kalau pun aku selingkuh, aku pasti bakal terang-terangan nunjukkinnya ke kamu!”

Rara tersedak seketika ketika tangan Satrio mencengkram lehernya. Ia mem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 76: Teman Baikku

    Rara mengerutkan alis ketika mengecek riwayat panggilan di ponselnya saat pagi hari. Ia meng scroll layar ponselnya ke atas dan bawah berulang kali, tapi tetap tidak menemukan nama Jefri. Pria itu sama sekali tidak menelponnya tadi malam. Apa berarti dia tidak datang lagi semalam? Rara lanjut mengecek kolom chatnya dengan Rachel. Masih belum ada balasan untuk pesan terakhir yang Rara kirimkan. Mungkin wanita itu sedang sibuk menyiapkan fashion shownya yang semakin dekat dan lupa untuk membalas. Rara kembali menghela napas. Ia merebahkan badannya kembali ke kasur. Suasana ini terasa sangat membingungkan baginya. Ia tidak tahu apakah masalahnya sekarang sudah selesai atau belum. Tapi, mengingat Rachel tak lagi mengganggunya dan Jefri menjauhinya, mungkin ia bisa bilang kalau masalahnya selesai? Rasanya ada yang menyelekit di hati Rara ketika membayangkan Jefri dan Rachel bersama. Sek

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 75: Satrio, Mantan Rara

    “Loh, Septa?”Septa tertegun seketika melihat Hani tersenyum lebar ke arahnya ketika ia masuk ke dalam kantor Mario. Ya, sepulang kerja tadi, dia langsung menuju ke sini untuk memenuhi tugas Rachel padanya.“Tumben kamu ke sini,” ejek Hani.Septa mendengus. Satu alisnya terangkat, “Kamu sendiri kenapa di sini?” tanya Septa sambil bolak-bolik mengamati Mario dan Hani.“Pacaran?” celetuk asal Septa.Hani tertawa, ia mengibas-ibaskan tangan seolah tengah menyangkal ucapan Septa. “Mana ada! Mario katanya juga punya gebetan! Iya kan, Rio?”

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 74: Hati-Hati dengan Septa

    ‘Korek informasi dari Rara langsung tentang masalahnya di hotel. Kau pasti bisa, kan?’Septa mencebik ketika ucapan Rachel kembali terngiang di kepalanya. Ia menghela napas panjang, membuat Rara yang habis merapihkan alat kebersihan menoleh ke Septa. “Udah join sirkel pemuda jompo sekarang, ya?” ejek Rara menirukan Septa. Septa mendengus. Ia meremas pel untuk terakhir kali lalu keluar dari kamar mandi sambil membawa ember dan pel. Rara tertawa melihat wajah masam Septa. “Kenapa, sih? Ada masalah di acara keluarga kemarin?” tanya Rara. Septa tak menjawab. Ia menaruh pel dan ember ke tempatnya lagi, membelakangi Rara yang berdiri di belakangnya. “Nggak ada apa-apa,” jawab Septa pelan. Hal itu membuat alis Rara merengut bingung. Ia melongok ke depan, berusaha menelisik wajah Septa. Rara seketika menelan ludah saat melihat raut menggelap pria itu. Pasti ada sesuatu kemarin!Rara buru-buru menegakkan badannya lagi. “Ngomong-ngomong, jadi mau ke kursi pijat yang mau kita datangin kem

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 73: Rencana Rachel Selanjutnya

    “Semangat selesaiin urusan keluarganya!” kekeh Rara sembari turun dari motor Septa. Ia baru saja diantar pulang oleh rekannya itu.Septa mendengus, mengetahui rekannya hanya mengejeknya. Ia menyentil pelan dahi Rara yang membuat perempuan itu tertawa.“Tidur yang bener. Jangan sampai harus pake koyo lagi karena salah tidur,” ejek Septa. Rara mendelik mendengarnya. Wajahnya merengut kesal membuat Septa tertawa.Septa menyalakan kembali motornya. Ia menatap Rara sejenak yang mengerjap-ngerjapkan mata bingung melihat tatapan Septa.“Kenapa?” tanya Rara sambil mengerutkan alisnya.“Gapapa,&

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 72: Berhenti Mengejarku

    Rachel menelusuri lamat-lamat ekspresi Jefri. Wajah pria itu mengeras dan sorot ekspresinya terlihat gelap. Tatapan tajamnya terasa dingin tapi tetap menusuk Rachel. Rachel menggigit bibirnya sejenak kemudian menyeringai lebar.“Jadi begitu, ya?” dengus Rachel, “Kau mengakui sendiri kalau kalian memang ada hubungan gelap,”Jefri tak menjawab. Tapi, tatapannya tetap lurus dan tajam ke Rachel.“Apa yang dia katakan padamu?” tanya Rachel sambil mendekat ke Jefri.“Tidak ada,” balas Jefri sambil mengikuti pergerakan Rachel yang kini berdiri lima senti darinya,“Aku hanya tahu ada sesu

  • Sentuhan Lembut Om Duda   CHAPTER 71: Jangan Ganggu Dia

    “Aku akan bekerja sama dengan tante,” Ucapan Septa itu membuat senyum puas terukir lebar di wajah Rachel. Mata wanita itu berkilat-kilat senang, tapi hal itu terlihat mengerikan di mata Septa. Ia menatap Rachel gusar yang kini terkekeh. “Pikiranmu sudah tercerahkan ya sekarang,” kekeh Rachel. Septa mendengus. “Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?”“Hanya menunggu,” balas Rachel sambil menyesap tehnya dengan elegan, “Kemarin aku sudah memintanya untuk berpisah dengan Jefri dalam satu minggu ini, jadi sekarang kita menunggu kabar darinya,”Septa menaikkan alis. Tidak ia duga wanita itu sangat santai. Septa pikir, Rachel akan lebih beringas untuk memisahkan Rara dan Jefri. “Baiklah,” balas Septa akhirnya, “Lalu kalau dalam satu minggu ini mereka tidak berpisah, apa rencana tante?”Raut wajah Rachel berubah menggelap. Sudut bibirnya terangkat naik. Septa seketika merasa was-was melihat ekspresi Rachel. Perasaannya tidak enak. Septa buru-buru meminum teh pesanannya untuk merilekskan d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status