author-banner
Nofriza Rahma
Nofriza Rahma
Author

Novels by Nofriza Rahma

Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda

Sentuhan Nona Membuat Presdir Dingin Tergoda

“Jangan jatuh cinta padaku. Setelah satu tahun, kita akan bercerai.” Citra mengira pernikahan kontraknya dengan Adipati, pewaris konglomerat yang dingin dan misterius, hanya akan menjadi satu tahun penuh kepura-puraan. Namun di balik sikap dinginnya, Adipati dihantui trauma dan mimpi buruk, dan hanya Citra yang mampu membuatnya tenang. Meski tetap menjaga jarak, Adipati selalu menjadi orang pertama yang melindungi Citra dari siapa pun yang berani menyakitinya. Hingga saat kontrak mereka hampir berakhir, pria yang melarang Citra jatuh cinta itu justru menjadi orang yang paling tak sanggup melepaskannya!
Read
Chapter: Mengendalikan Trauma
Serangan panic attack itu datang lagi. Meski Adipati tahu Citra berada tepat di sampingnya, refleks tubuhnya terhadap kegelapan total tidak bisa dibendung oleh logika. Otot-otot tubuhnya kembali mengencang secara mendadak. Ia bernapas menggebu-gebu, dan gemetar di jemarinya kembali terasa hebat."A-aku di sini... Adipati, aku di sini!" tegur Citra sigap. Kali ini ia tidak langsung mencari korek api. Citra meraih kepala Adipati dan mendekatkannya ke bahunya, membiarkan pria itu menyandarkan wajahnya di sana.Citra mengelus rambut tebal Adipati dengan penuh kasih sayang. "Napas pelan-pelan... dengarkan suaraku. Tarik napas... buang..."Adipati mencengkeram pinggang Citra dengan jemarinya yang menggigil. Dalam kegelapan pekat itu, ia berusaha keras memfokuskan pikirannya hanya pada aroma harum pandan nan lembut dari tubuh Citra dan suara bisikan gadis itu. Butuh waktu lebih lama dari yang pertama, namun perlahan-lahan gejolak ketakutan di dadanya mereda sebelum Citra menyalakan lilin ber
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Mati Lampu Berulang
Kegelapan di dalam kondominium transit itu terasa makin menebal seiring berjalannya waktu. Lilin kecil beraroma parafin yang dinyalakan Citra beberapa saat lalu perlahan-lahan menipis, meneteskan lelehan lilin cair yang kian menggelembung di atas piring kecil. Nyala apinya bergoyang pelan, menari-nari mengikuti embusan angin malam yang menerobos tipis lewat celah jendela.Adipati mengamati nyala api kecil itu tanpa berkedip. Dalam sorot matanya yang redup, terpancar kehangatan yang amat langka. Ia menatap Citra yang duduk bersandarkan meja kayu, tersenyum kecil sembari memperhatikan raut wajahnya. Bayangan garis-garis lembut di wajah gadis itu tampak menyala dalam rona jingga."Mengapa menatapku seperti itu?" bisik Citra tipis, memecah kesunyian yang menggantung. Jemarinya merapikan rambutnya yang agak berantakan."Hanya... memikirkan betapa absurdnya malam ini," sahut Adipati. Suaranya pelan, berat, dan tenang, karakter suara khas pimpinan Group yang selama ini selalu disegani lawan
Last Updated: 2026-10-13
Chapter: Romansa Mati Lampu
Adipati perlahan berdiri. Wajahnya yang semula penuh tawa seketika mengeras kembali, memancarkan aura dingin yang tak kalah menakutkan. Ia menempatkan tubuh tegapnya sedikit di depan Citra, menyembunyikan gadis itu dari tatapan menusuk neneknya."Nenek?" jawab Adipati formal dan dingin. "Apa yang nenek lakukan di sini?"Nenek terkekeh pelan, sebuah tawa dingin tanpa rasa humor sedikit pun. "Seharusnya aku yang bertanya padamu, cucuku. Kamu membatalkan pertemuan penting dengan investor Singapura, mematikan ponsel bisnismu, dan menghilang dari radar hanya untuk berada di tempat menjijikkan ini bersama... gadis desa ini?"Kata-kata nenek bagai sabetan cambuk yang mendarat tepat di wajah Citra. Gadis itu berdiri membeku di belakang Adipati, meremas erat gaun sederhananya."Jaga batasannyq, Nek!," tegas Adipati, suaranya memberat penuh ancaman. "Citra adalah istriku!.""Istri?" Nenek menaikkan alisnya dengan pandangan meremehkan yang sangat tajam. "Jangan mempermalukan dirimu sendiri, Adi
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Kencan di Pinggiran Kaki Lima
Pendar panggung pasar malam Menteng yang hangat mendadak pudar, tergantikan oleh aura dingin yang menusuk dari dalam sedan Rolls-Royce Phantom di seberang jalan. Kaca penumpang yang pekat perlahan terulur naik, menutup rapat bayangan Nyonya Victoria sebelum kendaraan bernilai belasan miliar rupiah itu meluncur hening membelah kegelapan malam Kebayoran Baru.Adipati sempat merasakan tengkuknya meremang. Naluri bisnis dan kewaspadaannya meronta, tetapi ketika ia menoleh dan melihat Citra yang sedang mendekap boneka beruang cokelat dengan binar mata polos, rasa janggal itu menguap begitu saja."Adipati, es krimmu meleleh!" seru Citra, menarik-narik ujung lengan kemeja Adipati yang sudah tergulung hingga ke siku.Adipati terkekeh pelan, sebuah tawa lepas tanpa beban yang belum pernah terdengar sepanjang tiga puluh tahun usianya. "Ah, benar. Konduksi panas dari udara malam ini rupanya cukup tinggi."Citra tertawa renyah, menepuk dahinya sendiri. "Aduh, makan es krim lima ribu rupiah saja m
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Mereka Harus Bercerai!
Ia membelikan satu kantong berisi dua puluh gelang plastik. Penjaga stan, seorang pria paruh baya bertopi kumal, tersenyum penuh arti melihat penampilan luar biasa mewah Adipati yang kontras dengan tempat tersebut.Adipati mengambil posisi. Ia memasang kuda-kuda kokoh seperti seorang atlet panahan profesional. Tangannya diangkat setinggi dada, matanya memicing mengukur jarak, sudut lemparan, dan perkiraan hembusan angin malam.Lemparan pertama, Gelang meluncur... dan memantul keras keluar arena.Lemparan kedua. Gelang mengenai ujung botol dan terlempar jauh ke selokan di belakang stan.Lemparan ketiga hingga kelima belas. Semuanya gagal total.Wajah Adipati mulai memerah karena frustrasi. Jas mahalnya kini melar di bagian bahu karena gerakan-gerakan ekstrem yang ia lakukan. Keringat dingin mulai membasahi dahinya. Ia menyingsingkan lengan kemejanya, melepaskan dasinya yang terasa mencekik, dan membuang semua formalitas."Ini tidak masuk akal," gumam Adipati geram. "Hukum gravitasi se
Last Updated: 2026-10-10
Chapter: Kartu Kredit
Malam di kawasan Menteng semakin larut, namun riuk-pikuk kehidupan di sekitar kaki lima seolah baru saja dimulai. Di bawah pendar lampu neon yang berkedip-kedip dan kepulan asap bakaran sate yang membumbung tinggi, Adipati merasa seolah-olah dirinya telah melangkah keluar dari peta peradaban yang selama ini ia kenal.Ia telah menyetujui tawaran Citra untuk menjadi "pria biasa" malam ini. Namun, menjadi biasa ternyata membutuhkan usaha yang jauh lebih keras daripada memenangkan tender proyek bernilai miliaran rupiah."Baiklah," ujar Adipati, suaranya mencoba terdengar mantap meski ia baru saja menghabiskan gelas es teh keduanya untuk membersihkan sisa-sisa jejak cabai hijau dari tenggorokannya. "Jadi... apa protokol selanjutnya setelah kita menyelesaikan hidangan utama ini?"Citra terkekeh pelan. Ia menarik tangannya yang tadi sempat digenggam Adipati dengan lembut, meski rona merah masih tertinggal memoles kedua pipinya. "Pertama-tama, hapus kata 'protokol' dari kosakata Anda malam in
Last Updated: 2026-10-10
Hinaan Mertua yang Tiada Berujung

Hinaan Mertua yang Tiada Berujung

Dibenci mertua karena kesehariannya selalu menggunakan daster rumahan, itu yang dialami oleh Rahayu istri seorang CEO super kaya raya. Tidak hanya itu, kebencian itu juga karena Rahayu belum dapat memberikan keturunan bagi suaminya. Mertua Rahayu pun berkeinginan agar Dikta dapat menceraikan istrinya dalam jangka dekat jika masih belum hamil juga, tapi dikarenakan Dikta begitu mencintai Rahayu ucapan dari mamanya sendiri ditolak mentah-mentah. Kebencian pada Rahayu semakin menjadi-jadi, sang mertua pun tidak tahan lagi akhirnya memilih mengirimkan wanita penggoda untuk merusak rumah tangga Dikta dan Rahayu. Tidak hanya itu, mertua Rahayu pun juga memberikan fitnah ketika Rahayu hamil anak pertama mereka di usia pernikahan yang ke sepuluh tahun. Dan akhirnya Dikta terjerumus pada jebakan mamanya sendiri dan wanita penggoda tersebut, Dikta mengatakan kata cerai pada Rahayu ketika anak mereka lahir ke atas dunia. Rasa sakit, penyesalan, dendam dirasakan oleh Rahayu. Rahayu pun bertekad untuk membalaskan dendam pada semua yang terlibat dalam penghancur rumah tangga bahagianya dengan Dikta, dibantu oleh Lisa yang merupakan sahabat dekat. Rahayu pun menjalankan beberapa cara dan mengumpulkan bukti untuk membungkam mulut mertua dan wanita penggoda kirimannya.
Read
Chapter: Episode 16/ Anniversary Kita Sayang.
Dikta menunggu kedatangan Rahayu dan Mbok Mina yang berbelanja sedikit oleh-oleh untuk keluarga Mbok Mina yang berada di kampung. "Mumpung belum ada Rahayu, lebih baik aku siapkan semuanya sekarang," pikir Dikta segera menelepon seseorang. [Halo, bos. Ada yang bisa kami bantu?] tanya seseorang. "Ada, sekarang kamu dekorasi rumah saya dengan sangat indah. Malam ini ada kado istimewa yang akan saya berikan pada istri saya. Oh yah, kamu juga siapkan banyak bunga mawar dan beberapa barang yang perlu kalian beli. Akan saya kirimkan nanti," kata Dikta. [Baik Bos,] [Oh yah, kamar nya gimana? Apa perlu kami dekorasi juga?] tanya seseorang. "Ya iyalah, saya ingin semua sudut di rumah kamu dekorasi dengan sangat indah dan sangat romantis. Malam ini Anniversary pernikahan kami," kata Dikta. [Okay Bos,] kata seseorang. Dikta menutup sambungan telepon dan mencari tempat romantis yang akan mereka kunjungi setelah mengantarkan Mbok Mina ke bandara siang ini. "Sepertinya tempat ini bagus," g
Last Updated: 2022-07-18
Chapter: Episode 15/ Iblis Berwajah Manusia.
Rasa gelora di antara Rahayu dan Dikta semakin membara dan terus memanas dan semakin bergairah. "Ekhem, maaf Tuan, Nyonya. Saya mengganggu kegiatan bergairahnya," kata Mbok Mina dengan menundukkan kepalanya. Rahayu sangat malu pada Mbok Mina, Bagaimanapun bagi Rahayu tidak baik melakukan hubungan suami istri dihadapan orang lain. Sementara itu, Dikta masih tetap bersikap santai dengan kedatangan Mbok Mina. Bagi dirinya Mbok Mina yang akan menjadi saksi perjuangan Dikta mempertahankan rumah tangganya dengan Rahayu yang sekarang sedang diterjang badai besar yang siap menghancurkan kapal besar tersebut. "Aku tidak akan gagal dengan pernikahan yang sudah aku bina selama ini!" batin Dikta yang mendapatkan firasat buruk yang akan menerjang keharmonisan rumah tangga mereka, kesetiaan akan segera diuji. "Mbok Mina sudah mau berangkat kah?" tanya Rahayu dengan tersenyum. "Iya, Nyonya Rahayu. Mbok Mina mau berangkat sekarang, semua barang yang di butuhkan sudah berada di dalam koper ini. M
Last Updated: 2022-07-13
Chapter: Episode 14/ Benalu Itu Carina.
"Apa-apaan ini?! Enak sekali kalian bercumbu mesra di depan tamu!" murka Carina yang begitu jijik dengan ciuman bergairah yang dilakukan oleh Dikta dan Rahayu. "Itu salah kamu sendiri! Sudah tahu kamu itu hanya seorang tamu, kenapa memilih masuk. Bukannya itu tidak sopan?" kata Dikta yang memang sengaja membuat Carina menjauh dari kehidupan rumah tangga harmonis Rahayu dan Dikta. Carina yang memang sudah dari awal berniat ingin merebut Dikta dari Rahayu menggunakan berbagai cara untuk bisa menaklukkan hati Dikta. "Mas, kamu itu kenapa sih? Padahal aku kesini mau nganterin ini sama kamu," ucap Carina mengulurkan kotak makanan berwarna merah muda tepat di depan Dikta. Dikta semakin marah pada sikap Carina yang selalu berusaha mencari simpatisan dari dirinya, jelas Dikta sudah memiliki seorang istri. "Kamu tidak lihat apa? Atau kamu ini sudah buta?" kata Dikta yang membuat Carina memberikan wajah kesal pada hinaan dari Dikta. "Mas, ngomong apaan sih! Aku kesini cuman bawain bekal ma
Last Updated: 2022-07-11
Chapter: Episode 13/ Gairah Panas di Depan Tamu.
Rahayu keluar dari kamar mandi dengan raut wajah kesal, sementara Dikta member kesan sumringah ketika keluar. "Maaf yah Sayang, kebablasan atuh. Kamu marah yah?" tanya Dikta dengan memeluk pinggang Rahayu. Wajah cantik Rahayu jelas terpantul di kaca besar yang terpasang megah di kamar Rahayu dan Dikta. "Kamu semakin cantik saja, Sayang. Kamu pakai apaan sih?" goda Dikta pada Rahayu yang sedang cemberut. "Huhhhhh," Rahayu menghela nafas. "Maaf, Mas. Maafkan Rahayu," ucap Rahayu. Dikta membalikkan badan Rahayu dan memegang kedua pipi Rahayu dengan senyuman manis yang selalu hanya Rahayu yang akan dapat melihat senyum itu. "Kenapa meminta maaf? Jika kamu tidak pernah melakukan kesalahan apapun, kenapa harus memberikan wajah ini? Kamu tidak salah sedikitpun, Rahayu istriku. Istri tercinta ku," ucap Dikta menghapus air mata Rahayu. Rahayu memang terkenal memiliki hati seperti kaca dan begitu rapuh, dan mungkin itu semua memang kodrat semua wanita yang memiliki hati serapuh itu. Dan
Last Updated: 2022-07-05
Chapter: Episode 12/ tawaran panas untuk Rahayu.
Dikta masih mencoba menetralisir rasa emosional nya sekarang, bagaimanapun dirinya tahu terhadap kesalahan yang telah diperbuat pada mama sambung nya tersebut. "Astaghfirullah …." kata Dikta dengan memejamkan matanya berharap emosional nya dapat dikendalikan. "Mas," kata Rahayu yang berusaha menenangkan Dikta dengan memegang kedua tangan Dikta. Dikta menatap lekat pada Rahayu dan terlihat air mata di pelupuk mata Dikta. Dikta meraih kedua tangan Rahayu dan mencium dengan sangat lembut dan dipenuhi dengan perasaan cinta pada kedua tangannya Rahayu. "Kamu memang benar, Rahayu. Tidak ada yang lebih baik dan lebih nyaman kecuali memandang orang yang kita sayangi," kata Dikta dengan tersenyum dan menarik tubuh Rahayu dalam pelukannya sekarang. Dikta menghembuskan nafasnya dan kembali berucap. "Maafkan aku Rahayu," kata Dikta dengan tetap memeluk Rahayu. "Kenapa meminta maaf Mas? Kamu tidak salah," ucap Rahayu yang mempererat pelukannya. Dikta menggelengkan kepalanya yang masih teta
Last Updated: 2022-07-04
Chapter: Episode 11/ Tertipu di Malam Pertama.
"Menikah lah dengan diriku Martha," kata Tuan Raka mengeluarkan cincin tunangan yang terbuat dari berlian. "Maksud Anda Tuan? Saya hanya pembantu di rumah Tuan," kata Martha menolak. "Saya tidak peduli itu, saya ingin mempersuntingmu menjadi istri saya. Apapun status, saya tidak memperdulikan itu!" ucap Tuan Raka. Suara teriakan terdengar dari warga kampung. "Terima," "Terima," "Terima," teriak warga kampung. Raka tersenyum ketika mendengar teriakkan setuju dari warga kampung untuk melamar perawan desa yang dinobatkan sebagai kembang desa. "Warga kampung saja setuju, bagaimana dengan kamu Martha? Saya ingin kamu menikah dengan saya," kata Tuan Rakas yang masih berharap kembang desa tersebut menerima lamaran dari dirinya. "Saya harus tanyakan pada kedua orang tua saya terlebih dahulu. Saya tidak bisa memutuskan itu semua sekarang," ucap Martha menolak dengan sangat baik. Martha adalah ibu tiri dari Dikta, sekaligus mertua kejam bagi Rahayu. Martha memang seorang kembang desa k
Last Updated: 2022-06-27
You May Also Like
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas
Mas Duda, Tolong Buat Aku Puas
Romansa · CH. Blue Lilac
325.7K views
Mas Duda Nyebelin
Mas Duda Nyebelin
Romansa · helloimironman
325.7K views
Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Pembantu Pemuas Nafsu Sang Majikan
Romansa · Leona Valeska
323.9K views
SWEET MY LOVE (INDONESIA)
SWEET MY LOVE (INDONESIA)
Romansa · Jezlyn
320.2K views
ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH
ISTRI CERDAS PURA-PURA BODOH
Romansa · YATI CAHAYA HATI
316.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status