공유

Bab 175

작가: Saggyryes
last update 게시일: 2026-03-12 02:30:05

"Sayang?" panggil Andini lagi.

Satria tidak langsung menjawab. Ia hanya melirik sekilas ke arah pintu ruangan yang masih terbuka.

Beberapa karyawan terlihat berjalan melewati koridor di luar.

Pria itu kemudian berkata dengan nada tenang, "Kita masuk ke ruangan saya aja."

Andini sedikit mengernyit. "Kenapa?"

Satria mendekat sedikit ke meja.

"Kalau kita bicara di sini terlalu lama, nanti Dila datang."

Andini langsung mengerti maksudnya. Ia tersenyum kecil.

"Takut dia dengar?"

Satria menganggukk
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 203

    "Iya, Bu," jawab Bastian.Ia mengakhiri panggilan telpon dan menaruh kembali ponselnya di atas meja. Bastian sudah lebih dulu duduk di kursi meja makan ketika Siska keluar dari kamar. Rambut Siska masih sedikit basah dan menjuntai perlahan di bahu dengan aroma khas seperti biasanya. Ia mengenakan baju mini yang cukup nyaman. Sementara wajahnya terlihat lebih segar meski tubuhnya masih menyimpan sedikit lelah.Di atas meja, dua piring nasi goreng terlihat masih mengepul. Irisan telur dadar, potongan ayam, dan taburan bawang goreng membuat aromanya langsung memenuhi ruangan. Dua gelas teh tawar panas juga sudah disiapkan. Uapnya tipis naik ke udara.Siska tersenyum kecil. "Kamu panasin lagi nasi gorengnya?" tanyanya sambil mendekat.Bastian menganggukkan kepalanya perlahan. "Iya. Biar lebih enak pas di makan."Siska menarik kursi dan duduk di hadapannya. "Kamu tuh ya. Padahal habis olahraga, malah masak lagi. Emang nggak capek?""Justru ini cara recharge aku," jawab Bastian ringan. "La

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 202

    "Uhm..." renguh Siska. Bastian menggiring Siska menuju bathup. Ia menyalakan keran air dan mengaturnya agar terasa hangat seperti biasa tanpa melepas ciumannya dan meremas bokong Siska secara perlahan. Ia sengaja melakukannya agar Siska lebih rileks dan kembali hanyut ke dalam hasrat yang mungkin akan semakin meninggi. Setelah air terasa cukup, Bastian menjulurkan tangan kanannya untuk mematikan keran air dan memasukkan bath bomb beraorama melati dan vanilla yang sengaja ia taruh tidak jauh dari bath up. Begitu bola itu menyentuh permukaan air, suara desis halus terdengar. Warna lembut perlahan menyebar, diikuti aroma hangat yang merupakan perpaduan vanilla dan melati yang cepat memenuhi udara. Tipis tapi cukup untuk membuat nafas terasa lebih dalam."Ah.. Beb.." renguh Siska lagi, saat bibir Bastian turun ke leher jenjangnya. Dan menyalakan shower yang menghadap ke bathup. Bastian melepas ciuman dan melangkah lebih dulu. Ia turun ke dalam bathtub dengan hati-hati. Air hangat lan

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 201

    "Mau?" tanya Bastian lagi. "Boleh di coba," jawab Siska, akhirnya. Bastian menatap Siska sejenak, memastikan anggukan dan jawabannya itu benar-benar datang dari keinginannya, bukan sekadar ingin memuaskan hasrat pribadinya. Tangan Bastian bergerak mengambil pelumas dan membubuhkannya ke bagian inti miliknya. Setelah itu, ia mulai memasukkan bagian intinya ke dalam lubang bagian belakang Siska secara perlahan. "Kalau sakit, bilang ya Beb.." ucapnya pelan.Siska hanya mengangguk lagi, napasnya mulai tidak teratur. Ada gugup yang belum sepenuhnya hilang, tapi juga rasa penasaran yang membuatnya bertahan.Bastian tidak terburu-buru. Ia melakukannya perlahan, sangat hati-hati, seolah setiap gerakan adalah pertanyaan. Dan tubuh Siska yang menjawab semuanya.Untuk membuat rileks, tangan kanan Bastian juga memainkan klitoris Siska. Namun, Siska refleks menegang saat sensasi itu mulai terasa. Jemarinya mencengkeram pinggiran wastafel lebih kuat. "Beb…" lirihnya, antara kaget dan belum ter

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 200

    "Bagus kalo kamu tau..," ucap Siska, sambil menahan geli karena deru nafas Bastian yang masih terasa di telinganya."Udah ah, aku mau mandi dulu," lanjutnya, sambil berusaha melepas diri dari dekapan Bastian. Bastian tersenyum tipis. Bibirnya yang tadi berada di telinga Siska, kini mundur perlahan. Wajahnya kini berhadapan dengan wajah Siska. "Aku mandiin ya..," kata Bastian, menawarkan. Siska mengerutkan kening. Sejak tadi, ia sudah mengendus aroma sabun dan parfum yang khas milik Bastian. "Ngapain? Kamu kan udah mandi. Nanti kamu basah, Beb..," tanya Siska. Seolah ia tidak mengerti maksud Bastian. "Yakin nanya gitu? Nggak jadi pengen aku?!" tanya Bastian, sambil menarik lembut hidung Siska yang mancung. "Tentu aja aku mau. Kamu tau kan aku ke sini untuk apa," ucap Siska dengan senyum nakalnya yang khas. . "Kalo gitu, ayok!" ajak Bastian. Ia menggendong Siska dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi. Senyuman tak lepas dari wajahnya saat memandang wajah cantik Siska. Siska

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 199

    "Di kantor, Beb. Kenapa?" tanya Bastian dari balik ponselnya. Siska berdecak pelan. "Bukannya sekarang udah jam pulang kantor, ya?" tanyanya. Pandangan Siska fokus ke jalan, tapi ekspresi wajahnya terlihat kesal karena ternyata kekasihnya itu belum ada di apartemen. "Iya. Cuma karena ada kerjaan yang deadlinenya besok pagi Beb, jadi aku harus selesaikan pekerjaan itu hari ini," ucap Bastian. Ia sangat tidak nyaman jika Siska mengatakan hal tersebut. Karena ia tau hal itu yang akan menjadi awal mulai percikan pertengkaran antara mereka berdua. Pertengkaran yang bagi Bastian sebenarnya tidak penting dan bisa ditanggulangi hanya dengan sedikit pengertian. Tapi kadang hal tersebut tidak dipahami oleh Siska dan membuatnya kepikiran. Sehingga ia jadi kurang fokus dan menghambat pekerjaannya karena pikirannya terpecah menjadi dua. "Uhm.. Masih lama nggak? Aku lagi pengen banget nih.."Bastian tersenyum tipis. Ucapan Siska tadi membuatnya sedikit merasa lega. Karena jika Siska mengatak

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 198

    "Bu..," panggil Siska. Ia merasakan sesuatu yang berbeda setelah ke luar dari kamar mandi. Ia berjalan mendekat ke sisi Zaskia. Zaskia menghapus air mata yang tersisa di pipinya. Setelah itu, ia menoleh ke arah Siska. "Iya sayang..""Apa ada sesuatu, Bu? Kenapa Ibu nangis?" tanya Siska, dengan wajah penuh kekhawatiran. Zaskia menganggukkan kepalanya. "Iya, sayang. Perempuan yang udah mencelakai Ibu, udah ditangkap polisi sore tadi.""Bagus. Tapi, prosesnya cepet juga ya, Bu. Padahal kejadiannya baru kemarin, tapi hari ini orangnya bisa langsung ditangkap," ucap Siska, wajahnya menyiratkan kecurigaan. Rasa khawatir dan takut menjalar ke tubuh Siska. Ia khawatir Bob ikut andil dalam kecelakaan tersebut. Ia pun melihat ke arah Bob, seolah meminta penjelasan. Bob yang sadar akan perasaan Siska mulai membuka suara. "Buktinya sangat kuat. Rekaman CCTVnya sangat jelas. Selain itu, ada saksi mata yang mendukung saat kejadian berlangsung, Sis."Mendengar ucapan Bob membuat Siska menghembu

  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 10

    "Andini?!" tanya Siska. Bi Sarmi mengangguk. "Bibi yakin?" Siska kembali memastikan."Iya, Non."Siska melihat ke arah Andini. Tersirat banyak tanda tanya dari wajahnya. "Ngapain Ayah nyariin lo, An?"Andini mengedakkan bahunya. 'Nggak mungkin kan Satria mau melanjutkan yang tadi tertunda.' Andi

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 13

    "Om Satria?!" gumam Andini. Siska berdiri menyambut Ayahnya. Dia memeluk dan mencium kedua pipi Satria. Satria tersenyum. Dia mengelus pipi anak perempuan yang sangat disayangi itu dengan kedua tangannya. "Kamu udah nunggu dari tadi?""Nggak kok, Yah! Aku juga belum lama sampai!" Siska nyengir.

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 7

    "Cukup, Sis!" tegas Satria masih dengan suara berbisik. Namun, Siska tidak mau kalah. “Aku butuh sosok Ibu. Yang seperti Andini, Yah." Siska sedikit menurunkan volume suara. Tidak mau Andini mendengarnya. Satria menghela napas. "Kamu tau kan pekerjaan Ayah sangat padat! Ayah nggak ada waktu beru

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
  • Sentuhan Panas Ayah Sahabatku   Bab 11

    "An?" panggil Dila. "Iya Mbak, kenapa?"Andini menghentikan aktifitasnya di depan laptop. Dia memutar kursinya dan melihat ke arah Dila. "Aku titip ruangan sebentar ya, An. Pak Satria minta aku ke ruang SDM untuk ambil beberapa dokumen soalnya.""Siap Mbak.""Nanti, kalau ada yang kurang kamu pah

    last update최신 업데이트 : 2026-03-17
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status