Beranda / Rumah Tangga / Sentuhan Panas Bos Suamiku / Jangan Harap Aku Akan Lembut

Share

Jangan Harap Aku Akan Lembut

Penulis: Mommykai22
last update Terakhir Diperbarui: 2025-09-24 11:44:04

"Aku memberimu waktu dua hari. Datanglah kemari untuk melakukan tugasmu dua hari lagi, tanpa aku harus menghubungimu lagi."

Pesan Lucas terus terngiang di telinga Rania saat ia melangkah di koridor rumah sakit malam itu. Pria itu benar-benar hanya mengajaknya makan lalu membiarkannya pulang.

Bahkan Lucas benar-benar membungkus semua menu yang sama dengan menu yang ada di meja makan tadi, termasuk buah dan kuenya juga. Rania sampai tidak tahu harus mengatakan apa.

Lucas juga meminta sopir mengantar Rania pulang ke rumah sakit dan untuk sesaat, Rania merasa menjadi wanita yang tidak punya beban hidup.

"Wah, kau dari mana sampai bisa membawa makanan sebanyak ini, Kak?" Rendy membuka semua kotaknya dengan begitu antusias.

Sama seperti Rania, saking tegangnya Rendy sama sekali tidak berselera makan. Ia hanya minum minuman penambah energi siang tadi. Namun, melihat begitu banyak makanan, rasa lapar pun akhirnya datang.

"Aku ... makan bersama temanku tadi."

"Teman yang mana, Kak? Apa
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Kenzi Kenzo
klw lukas tw Rania istrinya Elvan, singkirin aja tu Elvan
goodnovel comment avatar
Mujiah Ynwa
benci bgt model kaya rania
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menyukai Mereka

    Lucas terus mengembuskan napas lelahnya malam itu. Ia lelah dalam arti yang sesungguhnya karena ulah Lisbeth. Rania yang melihat Lucas kelelahan sampai tidak tega, ia merasa bersalah seolah karena dirinya, Lucas menerima Oma Lis di rumah ini. "Lucas, aku minta maaf. Karena aku, kau jadi terpaksa menerima Oma Lis," seru Rania yang sudah duduk di kursi di meja makan bersama Lucas. "Hei, mengapa kau menyalahkan dirimu? Aku tidak masalah." "Tapi kau jadi kelelahan. Sebenarnya apa yang kau lakukan tadi di atas?" "Hanya memindahkan beberapa barang bersama Raynard, tidak masalah. Dan tidak apa, Oma Lis pantas tinggal di sini. Tapi kau harus baik padanya, Rania. Jangan menganggapnya seperti pelayan, tapi seperti nenek sendiri. Kau mengerti maksudku kan?" Rania mengangguk. "Tentu saja. Aku tidak akan menganggap dia pelayan, dia sudah terlalu tua untuk bekerja. Aku pun tidak mungkin menyuruhnya bekerja." "Baguslah kalau begitu. Tapi apa tadi kau membuat klepon? Baunya sampai ke sini. Aku

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Dari Pewaris Jadi Kuli

    "Minum dulu, Oma. Oma terlihat lelah." Rania langsung menyajikan minum begitu Lisbeth selesai memotong rumput. Wanita tua itu terlihat sumringah dan sama sekali tidak lelah, seolah pekerjaan fisik sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari. "Ah, terima kasih, Nak Rania. Kau baik sekali." Lisbeth berdiri bangga menatap lapangan golf mininya sambil meneguk minumannya. "Hmm, tapi membersihkan rumput di taman tidak perlu dikerjakan juga, Oma," seru Yetty juga. "Seperti yang Lucas bilang, ada tukang kebun. Jadi jangan terlalu lelah, kerjakan yang bisa dikerjakan saja." Yetty benar-benar takut melihat Oma Lis bekerja. Tentu saja di kampung semua orang, mau tua mau muda sudah terbiasa bekerja, tapi tetap saja Oma Lis sudah nenek-nenek. Bahaya sekali kalau wanita tua itu sampai kelelahan dan pingsan. Itu akan menjadi masalah baru bagi mereka. "Ya ampun, kau perhatian sekali, Bu Yetty. Tapi tenang saja! Semuanya aman, aku ini sudah biasa bekerja sejak muda. Tidak ada yang tidak bisa kulakuka

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tekanan Darah Naik

    Lucas menyesali ucapannya bahkan sebelum kalimat itu benar-benar selesai menggantung di udara.Semua orang terdiam kaget, tapi Lisbeth malah langsung bangkit dari duduknya dengan lincah."Kalau begitu, mulai sekarang Oma kerja ya! Oma boleh masuk rumah kan?" seru Lisbeth yang langsung bersemangat. "Ayo masuk, Bik!" ajaknya pada Bik Nur. Lisbeth masuk rumah bersama Bik Nur, menyisakan Rania dan Yetty yang masih berdiri di luar tanpa tahu apa-apa. "Apa ini tidak masalah, Lucas? Kau baru saja menerima orang asing bekerja tanpa tahu asal usulnya dulu," seru Yetty khawatir. "Ah, itu ... aku yakin dia orang baik, Ibu. Tidak masalah," sahut Rania membela Lucas. "Tapi kita benar-benar tidak tahu siapa dia dan asalnya dari mana. Minta bekerja juga memaksa sekali, ini terlalu aneh," seru Yetty waspada. "Ibu, Ibu yang mengajari aku jangan berprasangka buruk dulu kan? Tidak apa. Tidak apa," sahut Rania lagi. Yetty tidak bisa berkata-kata. "Kalau begitu, Ibu lihat ke dalam dulu!" Yetty langs

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Pelayan Baru

    Lucas masih berdiri kaku di tempatnya. Ia tidak pernah menyangka akan melihat seseorang di sana. Itu Grandma Lisbeth. Wanita tua dengan penampilan lusuh seperti pengemis itu Grandma-nya, dan Lucas tidak mungkin salah mengenali neneknya sendiri, apalagi setelah nenek tua itu tersenyum penuh makna menatapnya, senyuman yang sangat Lisbeth. Raynard sendiri ikut mematung. Untuk sesaat, ia tidak bisa mengatakan apa pun saat melihat Lisbeth di sana. Tatapan wanita tua itu menyapa, tapi juga penuh ancaman, seolah tidak mau dikenali. Tatapan itu seolah mengatakan, "Jangan berisik, aku di sini." Baik Lucas maupun Raynard sampai tidak berani membuka mulutnya untuk bicara atau sekedar menyapa. "Lucas! Raynard! Kalian sudah pulang?" sapa Rania sumringah. Lucas tersentak, mengalihkan tatapannya ke arah Rania dengan tatapan goyah dan ia menelan salivanya. "Ah, iya, Sayang, aku ... sudah pulang," sahut Lucas yang melangkah kaku mendekati Rania. Tatapannya sesekali masih melirik Lisbeth di sa

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Bukan Pengemis Biasa

    Mobil berhenti tepat di depan pintu pagar saat Rania masih duduk bersama Oma Lis di teras. Rania tidak berani membiarkan orang asing masuk rumah, tapi tidak tega mengusirnya juga. Rania hanya duduk di sana, tidak banyak bergerak, menemani Oma Lis mengobrol, sedangkan Bik Nur sendiri juga tidak berani beranjak dari sisi Rania, menjaga bosnya itu karena sungguh, Oma Lis adalah nenek tua random yang tidak jelas. Yetty yang tadinya masih di dalam mobil pun langsung mengernyit melihat Rania bersama orang yang tidak dikenal, sampai ia segera turun. "Rania!" sapa Yetty. "Nah, itu Ibuku. Ibu!" Yetty tersenyum singkat pada Oma Lis. Bukannya tidak ramah, tapi Yetty masih bingung mendapati seorang wanita dengan dandanan lusuh di sana. Entah siapa wanita tua itu sebenarnya. "Ini siapa, Rania?" tanya Yetty waspada, tapi berusaha setenang dan seramah mungkin. "Ibu, kenalkan ini Oma Lis." Rania berdiri. "Oma Lis ini tersesat, dia mencari cucunya, tapi dia haus dan kelelahan, jadi numpang isti

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Panggil Aku Oma

    Rania masih berdiri terpaku di balik gorden. Semakin melihat, ia semakin tidak tega. Sejak hamil, perasaannya memang menjadi semakin sensitif, tapi rasa overthinking juga membuatnya selalu berpikiran buruk. Rania mengembuskan napas panjangnya dan berniat kembali ke sofanya. Mungkin kalau ia tidak melihat, rasanya akan lebih baik. Baru saja Rania menutup gorden dan akan melangkah ke sofanya kembali, tapi suara itu kembali terdengar. "Tolong sekali saja ...." Suara itu bergetar, parau, suara yang penuh harap seolah sudah terlalu sering ditolak. Rania kembali mengembuskan napas panjang dan ia tidak tahan lagi. Rania akhirnya mengikuti hati nuraninya untuk membuka pintu dan ia melihat secara langsung bagaimana nenek itu berdiri di depan pintu pagar pendek di depan rumahnya. Wanita itu berdiri membungkuk, tubuhnya kurus, bajunya lusuh dan tampak kebesaran. Rambutnya disanggul asal, sebagian sudah memutih. Wajahnya tampak kotor, entah oleh debu atau apa. Namun, yang membuat Rania ter

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status