LOGINAnanta memperkosa Andara demi membalaskan dendamnya pada Shankara—kakak Andara yang telah berselingkuh dengan kekasih Ananta hingga perempuan itu hamil dan Shankara menikahinya. Ananta melakukan hal yang sama—membuat Andara hamil dengan caranya sendiri. Ketika Shankara meminta pertanggungjawaban Ananta agar menikahi adiknya, dengan ringan Ananta mengiyakan. Tidak ada yang tahu di balik keputusan besar itu ada luka serta amarah. Juga dendam yang tidak pernah selesai! Trigger Warning: toxic marriage, abusive, gaslighting, dominant, revenge. IG Author: distrakzii
View MoreTiga tahun telah berlalu sejak acara resepsi besar mereka.Waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan. Sama dengan cinta mereka yang terus berembus seperti angin laut di belakang villa Zevalena, villa milik mereka berdua.Anak-anak tumbuh dengan sehat, pintar dan ceria. Ketiganya mewarisi gen ayah mereka.Zelena dan Zevia, si kembar yang menjadi kebanggaan mereka berdua, keduanya begitu mirip dengan Ananta.Mereka bagai pinang dibelah dua, dengan kulit seputih susu, hidung mancung kecil, bibir tipis nan cerah, dan sepasang mata indah berwarna coklat. Jangan pernah lupakan lesung pipi menggemaskan di wajah mereka yang merupakan ciri khas utama dari sang ayah. Andara kini memprotes. "Pa, mereka semua kenapa mirip sama kamu? Aku sampai nggak kebagian."Ananta tertawa mendengarnya. "Aku punya ide.""Ide apa?" Andara memandangi dengan serius.Lelaki yang seolah tidak menua itu mengerling nakal. "Gimana kalau kita bikin lagi?"Andara spontan melempar bantal kecil ke arah Ananta yang duduk
Ada pengumuman di akhir bab.***Shankara sempat mempertimbangkan permintaan Thalia. Ada perasaan kasihan melihat keinginan menggebu-gebu anak itu untuk melihat bayi yang ia anggap sebagai adiknya. Tapi di sisi lain ia juga harus realistis. Melihat anak tersebut sama artinya dengan memberi peluang pada Calista untuk berharap padanya.Shankara akhirnya menolak. “Nggak usah, Thal. Kita ke sini buat lihat Tante Dara, ingat?”“Tapi--"“Dengar Papa baik-baik,” potong Shankara lembut namun tegas. “Adek yang kamu maksud itu bukan tanggung jawab kita. Dia bukan anak Papa, artinya dia bukan adek kamu. Sekarang Tante Dara baru punya bayi kembar. Itu yang mau kita lihat, kan?”Thalia diam. Bibirnya mengerucut kecewa, tapi ia menurut."Din, tolong nggak usah bilang ke Calista kalau aku ada di sini," kata Shankara pada Dina."Iya, Mas," jawab perempuan itu.Setelahnya, Shankara menggandeng tangan sang putri menuju kamar VVIP, tempat di mana Andara berada.Begitu masuk ke kamar itu, aroma wangi kha
Shankara berjalan sambil menggandeng tangan Thalia menyusuri koridor rumah sakit. Ia baru saja mendapat kabar bahwa Andara telah melahirkan."Pa, nanti setelah melihat Tante Dara kita lihat adek juga ya, Pa?" pinta Thalia di sela-sela langkah mereka. "Adek yang mana?" tanya Shankara."Adek aku, Pa. Bayinya Mama."Shankara mengembuskan napas lelah. Ini adalah untuk kedua kalinya Thalia meminta mengunjungi anak Calista setelah Shankara menolak permintaannya waktu itu. Gadis kecil itu masih belum benar-benar mengerti situasi."Mana ada dia di sini," jawab Shankara. Ia yakin Calista tidak mungkin bersalin di rumah sakit sekelas tempat Andara melahirkan. Calista mana punya uang. Tapi entahlah. Shankara baru saja hendak berbelok ketika pintu sebuah kamar terbuka dari arah berlawanan.Seorang perawat keluar dari dalamnya sambil menenteng map rekam medis. Shankara mengenal wajah itu. Dina. Salah satu teman lama Calista yang dulu pernah datang ke rumah saat Calista masih menjadi istrinya.Di
Mobil Ananta meluncur cepat di jalanan pagi itu.Lampu hazard menyala, klakson dibunyikan agar pengendara lain memberi jalan.Dio memandangi rear view mirror berkali-kali, melihat Andara yang berbaring di pangkuan Ananta dengan wajah pucat dan keringat bercucuran membasahi tubuhnya."Sakit, Mas, sakit banget. Aku udah nggak tahan," rintih Andara lirih. Suaranya hampir tidak terdengar karena tertelan oleh rasa sakit itu sendiri. Setelah dua kali persalinan yang menyedihkan, kini Andara memiliki tempat untuk mengadu."Iya, Andara. Sabar ya. Sebentar lagi kita sampai," jawab Ananta. Tangannya tidak beranjak dari perut Andara dan terus mengelus-elusnya.Andara mencekal lengan Ananta kuat-kuat, mencari tempat menumpukan segala rasa sakitnya. Gelombang air mata berdesakan di pelupuk matanya yang kemudian menuruni kedua sisi pipinya. Bukan hanya karena sakit tapi juga karena merasa haru. Pada akhirnya ada Ananta di sisinya yang menemani menyambut detik-detik kelahiran buah cinta mereka."Ma
"Gimana hasilnya, Mas?" buru Andara tidak sabar setelah suaminya pulang."Nihil," jawab Ananta sembari membuka jas dan melemparkannya dengan asal ke sofa. "Nggak ada jejak sama sekali. Dari bandara, stasiun, kafe, butik, sampai pelabuhan, semuanya."Andara menatap suaminya yang terlihat benar-benar
"Mas Nata mau ke mana?" tanya Andara begitu bertemu dengan suaminya di lobi. Sejak tadi Andara mencarinya."Vanka hilang. Aku dan Abang mau nyari dia.""Apa, Mas? Hilang?!" pekik Andara tertahan dan cepat-cepat membekap mulutnya dengan telapak tangan lantaran orang-orang di sekeliling memandang ke
Pagi itu Ananta dengan keluarga kecilnya sudah berada di restoran. Mereka duduk melingkari meja yang di atasnya terdapat hidangan kontinental yang menggugah selera seperti croissant hangat berlapis mentega, omelet keju yang masih mengepulkan uap, potongan keju brie dan smoked salmon, serta semangk
Langit sore Monaco menyambut dengan hangat saat pesawat mereka mendarat di Bandara Nice Cote d’Azur. Dari jendela, Andara bisa melihat lautan biru Mediterania berkilauan disinari mentari yang condong ke barat. Monaco menyambut dengan pesonanya yang mahal, dan entah mengapa, jantung Andara berdegup






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore