Home / Rumah Tangga / Sentuhan Panas Bos Suamiku / Sikap yang Tidak Disangka

Share

Sikap yang Tidak Disangka

Author: Mommykai22
last update Last Updated: 2025-09-23 20:37:25

Lucas tersenyum simpul setelah mengirimkan pesannya pada Rania. Mendapatkan wanita itu membuatnya begitu antusias. Bahkan ia tidak sabar bertemu lagi dengan wanita itu.

"Aku mau menjamu tamu, Surya. Suruh restoran menyiapkan hidangan terbaik dan antarkan ke kamarku nanti malam."

"Baik, Pak," sahut Surya. "Kalau tidak ada hal lain, aku permisi dulu!"

Baru saja Surya keluar saat pintu ruangan Lucas kembali diketuk dan Elvan masuk ke sana.

"Selamat siang, Bos. Anda memanggilku? Apa Anda menginginkan Rania lagi?" Tatapan Elvan berbinar-binar menantikan jawaban Lucas.

"Aku tidak membutuhkan bantuanmu lagi untuk itu," sahut Lucas yang membuat Elvan menatapnya penuh tanya.

"Eh, tidak butuh?"

"Ya, aku hanya mau bertanya, apa Rania sudah menikah?"

"Eh?" Elvan membelalak sejenak mendengarnya. "M-menikah?"

"Dia bilang sudah punya suami."

"Dia bilang begitu? Itu ...."

"Di mana suaminya?"

"Ah, suaminya ...." Elvan gugup. "Suaminya pergi, Bos. Haha, dia sendiri sekarang."

Lucas memicing
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Muhammad Fiqry
lebih seru klo Rania bersama Lucas daripada menderita bersama elvan
goodnovel comment avatar
Kenzi Kenzo
apa jdi nya klw lukas tahu klw Rania istri Elvan, pasti terkejut lah
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Memukul Musuh Mundur

    Camilla masih membelalak begitu lebar sampai matanya sakit. Bola mata Camilla bergetar. Wajahnya yang tadi bengis dan mengintimidasi mendadak pucat seolah seluruh darahnya mengalir turun ke kaki.Bukan karena teh yang tumpah, bukan karena cek dan sertifikat yang basah, melainkan karena wajah pelayan di depannya itu.Itu bukan pelayan. Itu Lisbeth Mahendra, mertuanya. "Itu ... itu ...." Untuk pertama kalinya, Camilla merasa tidak yakin. Mulutnya membuka dan menutup lagi, lidahnya kelu, tenggorokannya serasa dicekik sampai ia tidak tahu harus berkata apa. Sungguh, Camilla tidak pernah segagap ini dalam hidupnya. Lisbeth sendiri masih menatap Camilla dengan tajam dan senyuman tipisnya itu, senyuman khas yang membuat Camilla menahan napasnya sejenak. Tentu saja ini mustahil mendadak Lisbeth ada di sini dan membungkuk seperti pelayan yang menyajikan teh. Lisbeth tidak pernah tunduk pada siapa pun. Tapi mustahil juga kalau pelayan itu bukan Lisbeth, apalagi semua yang ada dalam diri p

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Bola Mata Hampir Menggelinding

    "Astaga, bagaimana aku bisa lupa membawa ponselku yang satu lagi. Kembali ke rumah Lucas dulu, satu ponselku ketinggalan!" Lisbeth sudah duduk di mobil yang melaju saat ia ingat salah satu ponselnya ketinggalan. Ia selalu membawa dua ponsel ke mana pun. Yang satunya untuk urusan pekerjaan yang masih ditanganinya tipis-tipis, yang satu lagi untuk pribadi dan kesenangannya. "Baik, Bu," seru sang asisten yang langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah Lucas. Untung saja mereka belum jauh. Mobil Lisbeth pun berhenti tidak terlalu jauh dari rumah Lucas, tapi di jarak yang aman agar tidak ada yang melihat, sehingga penyamarannya tetap aman. Namun, baru saja ia keluar dari mobil, ia langsung mengernyit melihat sebuah mobil di depan rumah Rania. Itu bukan mobil Lucas, Raynard, maupun mobil sopir Rania karena sang sopir tadi sedang pergi membeli sesuatu. "Mobil siapa itu? Siapa yang datang ke rumah?" "Itu seperti plat mobil Bu Camilla, Bu," sahut sang asisten. Lisbeth langsung membel

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Badai Belum Berakhir

    "Kau datang pagi sekali, Sissy." Sissy berkunjung ke rumah Rania pagi itu sambil membawa buah-buahan untuk ibu hamil yang sedang suka makan buah itu. "Karena aku libur, jadi aku mau main seharian di sini. Ini buah-buahan untukmu." "Ya ampun, terima kasih ya!" "Jangan sungkan! Tapi ... rumahmu jadi ramai ya," bisik Sissy sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Sejak Lisbeth menginap, ini pertama kalinya Sissy datang ke rumah Rania lagi dan terlihat para pelayan berjalan kesana kemari. Rumah itu ramai sekali. "Aku sudah menceritakan semua lewat chat kan? Rumahku sekarang memang ramai sejak Oma Lis datang. Oma Lis itu sangat rajin dan dia tidak bisa diam, dia membersihkan setiap sudut sampai Lucas memanggil tiga pelayan lagi untuk membantunya." "Tapi untungnya para pelayan itu sangat baik, mereka tidak tega melihat Oma Lis mengerjakan semua sendiri, jadi mereka selalu siaga layaknya bodyguard yang mengikuti Oma Lis ke mana-mana," imbuh Rania dengan heboh. Sissy memicingkan

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kejutan yang Menantinya

    Hampir satu minggu berlalu sejak Lisbeth tinggal di rumah Lucas. Dan dalam satu minggu itu, rumah Lucas berubah menjadi medan perang bagi para pelayan.Seperti kata Lucas, Surya akhirnya datang membawa tiga pelayan tambahan. Tentu saja rumah itu tidak sebesar itu sampai harus memakai banyak pelayan, tapi rumah yang ada Lisbeth di dalamnya selalu butuh banyak pelayan. Tiga pelayan itu fokus melayani Lisbeth, sedangkan Bik Nur tetap fokus melayani Rania dan Yetty. Awalnya Rania protes karena terlalu banyak pelayan, padahal tidak banyak yang dikerjakan, tapi Lucas ngotot harus ada tambahan pelayan. Dan benar saja, tambahan pelayan memang adalah solusi yang tepat karena setiap hari selalu ada drama baru di rumah. Pagi-pagi sekali, sebelum matahari benar-benar naik, suara sapu sudah terdengar menyapu halaman.Seorang pelayan selalu siap sedia berdiri di belakang Lisbeth dengan wajah tegang. Setiap kali ujung sapu hampir menyentuh tanah, pelayan itu refleks bergerak."Tangkap!" serunya

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menyukai Mereka

    Lucas terus mengembuskan napas lelahnya malam itu. Ia lelah dalam arti yang sesungguhnya karena ulah Lisbeth. Rania yang melihat Lucas kelelahan sampai tidak tega, ia merasa bersalah seolah karena dirinya, Lucas menerima Oma Lis di rumah ini. "Lucas, aku minta maaf. Karena aku, kau jadi terpaksa menerima Oma Lis," seru Rania yang sudah duduk di kursi di meja makan bersama Lucas. "Hei, mengapa kau menyalahkan dirimu? Aku tidak masalah." "Tapi kau jadi kelelahan. Sebenarnya apa yang kau lakukan tadi di atas?" "Hanya memindahkan beberapa barang bersama Raynard, tidak masalah. Dan tidak apa, Oma Lis pantas tinggal di sini. Tapi kau harus baik padanya, Rania. Jangan menganggapnya seperti pelayan, tapi seperti nenek sendiri. Kau mengerti maksudku kan?" Rania mengangguk. "Tentu saja. Aku tidak akan menganggap dia pelayan, dia sudah terlalu tua untuk bekerja. Aku pun tidak mungkin menyuruhnya bekerja." "Baguslah kalau begitu. Tapi apa tadi kau membuat klepon? Baunya sampai ke sini. Aku

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Dari Pewaris Jadi Kuli

    "Minum dulu, Oma. Oma terlihat lelah." Rania langsung menyajikan minum begitu Lisbeth selesai memotong rumput. Wanita tua itu terlihat sumringah dan sama sekali tidak lelah, seolah pekerjaan fisik sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari. "Ah, terima kasih, Nak Rania. Kau baik sekali." Lisbeth berdiri bangga menatap lapangan golf mininya sambil meneguk minumannya. "Hmm, tapi membersihkan rumput di taman tidak perlu dikerjakan juga, Oma," seru Yetty juga. "Seperti yang Lucas bilang, ada tukang kebun. Jadi jangan terlalu lelah, kerjakan yang bisa dikerjakan saja." Yetty benar-benar takut melihat Oma Lis bekerja. Tentu saja di kampung semua orang, mau tua mau muda sudah terbiasa bekerja, tapi tetap saja Oma Lis sudah nenek-nenek. Bahaya sekali kalau wanita tua itu sampai kelelahan dan pingsan. Itu akan menjadi masalah baru bagi mereka. "Ya ampun, kau perhatian sekali, Bu Yetty. Tapi tenang saja! Semuanya aman, aku ini sudah biasa bekerja sejak muda. Tidak ada yang tidak bisa kulakuka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status