공유

Kecemasan

작가: Mommykai22
last update 최신 업데이트: 2026-03-07 14:33:35

Leni tidak bisa membuka matanya setelah mengirim pesannya. Kepalanya sangat pusing dan tubuhnya mulai panas.

"Ya ampun, panas sekali. Ada apa ini? Ternyata mabuk sangat tidak enak."

Dengan tangan gemetar, Leni menyimpan ponselnya kembali. Belum sempat ia membuka pintu bilik toilet, ketukan sudah terdengar.

Dua wanita yang tadi di toilet sudah keluar, dan Hendy langsung masuk ke sana, tidak akan membiarkan mangsanya kabur begitu saja.

"Leni, kau di dalam? Kau baik-baik saja kan?"

Leni membu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Harni
ayo kak, lanjut lagi
goodnovel comment avatar
Dita Leny Raffiyya
ayo Thor satu bab lagi dong
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kecemasan

    Leni tidak bisa membuka matanya setelah mengirim pesannya. Kepalanya sangat pusing dan tubuhnya mulai panas. "Ya ampun, panas sekali. Ada apa ini? Ternyata mabuk sangat tidak enak." Dengan tangan gemetar, Leni menyimpan ponselnya kembali. Belum sempat ia membuka pintu bilik toilet, ketukan sudah terdengar. Dua wanita yang tadi di toilet sudah keluar, dan Hendy langsung masuk ke sana, tidak akan membiarkan mangsanya kabur begitu saja. "Leni, kau di dalam? Kau baik-baik saja kan?" Leni membuka pintunya dan karena sempoyongan, langsung jatuh ke pelukan Hendy. "Kak Hendy, aku mabuk." "Tidak apa, mabuk itu normal setelah minum alkohol, aku akan mengantarmu pulang nanti ya." "Tapi aku mau pulang sekarang." "Hei, tidak boleh begitu, acara belum selesai. Teman-temanku belum pulang, itu tidak sopan." Sejak tadi, bukan pertama kalinya Leni minta pulang. Ia sudah berbisik pada Hendy untuk pulang saja karena ia tidak nyaman, tapi Hendy tidak mau pulang. Itulah yang membuat Leni minta Li

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Mabuk

    Leni menelan salivanya. Menatap begitu banyak pria mendadak membuat nyalinya ciut. Awalnya ia masih percaya diri membayangkan bersama Hendy. Mungkin mereka akan berpelukan atau berciuman, Leni sudah siap. Namun, sekarang, ia mulai gentar. "Selamat datang, Hendy dan Leni. Benar namamu Leni kan? Cantik sekali!" seru salah satu pria di sana. "Ayo Sayang!" Hendy dengan santai masih memeluk bahu Leni masuk dan langkah kaki lebih mulai terasa berat. "Hmm, Kak, ini ...." "Ini teman-temanku. Ayo kenalkan!" Hendy mendorong Leni makin dekat dengan teman-temannya sampai Leni makin tegang. Satu persatu teman Hendy mengulurkan tangan dan Leni terpaksa menyambutnya sambil tersenyum singkat. Namun, tatapan para pria itu berbeda dan sangat mesum. "Wah, tanganmu dingin sekali? Kau gugup?" tanya salah satu teman Hendy sambil menjabat tangan Leni lebih lama. Leni pun menarik tangannya paksa. "Ah, aku tidak apa." "Haha, ayo duduk, Sayang!" Hendy menarik Leni dan duduk di sampingnya. Di samping

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Klub Malam

    Jantung Lira mengentak tidak karuan mendengar ucapan Raynard. "Itu ... berdua maksudnya ...." "Hanya kau dan aku saja, Lira. Tapi aku tidak menerima penolakan. Kita makan berdua malam ini," seru Raynard yang melajukan mobilnya makin cepat. "Tunggu, Chef. Aku belum setuju. Sungguh, rasanya ini tidak benar. Aku tidak bisa makan berdua bersama Anda." "Sayangnya, aku memaksa, Lira," sahut Raynard sambil kembali tersenyum sampai jantung Lira memacu makin tidak karuan. Sementara itu, di rumah keluarga Lira, Leni sedang bersiap dengan gaun barunya. Lira akhirnya mengirim uang padanya dan Leni langsung membeli gaun yang memang sudah ia incar, gaun santai selutut berwarna beige. Leni pun tampak sangat cantik dan anggun memakainya. "Anak Ibu cantik sekali," puji Dewi, ibu Leni. "Gaunnya bagus sekali, Ibu." "Untung kakakmu mengirimimu uang." "Tapi ada syaratnya." Leni menggerutu. "Syarat apa?" "Aku harus mengirimkan lokasiku padanya nanti karena dia ingin memastikan aku aman." "Astag

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Berdua Saja

    Niat hatinya ingin segera mencari Lira siang itu. Namun, apa daya, begitu tiba di restoran, Raynard langsung sangat sibuk sampai tidak bisa berkutik dari restorannya, mengatur semua persiapan, termasuk mengurus bisnisnya secara online. Hingga malam pun tiba dan akhirnya semua pekerjaannya selesai. Ia pun kembali teringat tentang niatnya untuk mencari Lira. "Apa yang sedang dia lakukan malam-malam begini? Apa dia masih bekerja juga? Sebenarnya bos macam apa Melinda itu yang menyuruhnya bekerja sampai malam. Bahkan saat makan malam waktu itu, Lira masih disuruh mengantar barang." Raynard terdiam dengan pikirannya sendiri, sebelum ia kembali tersenyum. "Kalau dia masih bekerja, dia ada di kantor atau di luar?" Raynard terus tersenyum, sebelum ia pun menyetir mobilnya meninggalkan restoran dan melajukan mobilnya sampai ke perusahaan Melinda, mencoba keberuntungannya siapa tahu bisa bertemu dengan Lira di sana. Tentu saja, Raynard tidak akan mencari Lira secara terang-terangan, tapi

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Antusias

    "Lira, bangun! Bangun!" Suara Mefi benar-benar membuat Lira tersentak kaget. Lira membuka matanya dan Mefi pun langsung bernapas lega. "Kupikir kau pingsan atau mati, kau benar-benar tidur seperti orang mati, Lira." "Astaga, Mefi, jam berapa ini? Mengapa kau sudah mandi?" "Karena ini sudah jam tujuh, memang sudah waktunya aku berangkat kerja dan kau masih belum bangun juga!" "Jam tujuh? Mengapa kau tidak membangunkan aku dari tadi, Mefi?" "Kupikir kau bisa bangun sendiri, bukankah biasanya kau juga bangun sendiri?" "Ya, aku juga tidak tahu mengapa aku bisa terlambat bangun!" Lira segera meloncat bangun dan masuk ke kamar mandi. Sambil mandi, ia pun terus merutuki dirinya sendiri yang semalam tidak bisa tidur. Bukan karena ada masalah, tapi karena ia terus memikirkan Raynard sampai hampir gila. "Ini semua karena kau terlalu absurd, Lira! Bisa-bisanya kau memikirkan chef itu sampai tidak bisa tidur. Tapi ini aneh sekali, mengapa aku harus terus-terusan bertemu dengannya dan men

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menghukum dan Dihukum

    "Kurasa Raynard menyukai wanita itu," seru Rania malam itu saat ia sudah duduk berdua bersama Lucas di kamarnya. Lucas menaikkan alis. "Mengapa kau bisa berpikir begitu?" "Entahlah, hanya perasaanku saja. Sejak awal dia masuk ke ruang VIP bersama Lira saat makan malam, kau tahu apa yang terlintas di pikiranku saat itu?" "Apa?" "Wajah mereka mirip. Haha. Aku tahu ini absurd sekali, tapi entah mengapa saat melihat mereka berjejer, aku merasa mereka mirip. Bukankah kalau mirip artinya jodoh?" "Hmm, lalu apakah kita mirip?" Lucas mendekati istrinya dan menempelkan wajah mereka sampai Rania tergelak sendiri. "Seharusnya kita tidak mirip, tapi kau tahu apa yang orang bilang? Katanya dibanding Rendy denganku, kau lebih mirip denganku." Lucas ikut tergelak mendengarnya. "Mungkin setelah lama bersama, kita menjadi mirip." "Haha, mungkin saja. Tapi aku serius, Lucas. Lira dan Raynard bertemu secara kebetulan tadi, lalu bagaimana mereka bisa jalan bersama? Itu kan aneh, pasti Raynard ya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status