Share

Merasa Dicintai

Author: Mommykai22
last update Last Updated: 2025-11-05 11:15:02

Lucas tidak sabar. Sama sekali tidak sabar.

Bahkan saat para teknisi akan menjebol pintu itu, Lucas merebut alatnya dan melakukannya sendiri.

Saat pintu berhasil dijebol, uap dingin menyembur keluar seperti kabut tebal. Dan Lucas langsung berlari masuk.

"Rania!" panggil Lucas yang dengan cepat mengedarkan pandangan ke sekeliling.

Dan hatinya mencelos saat menemukan Rania di sana, duduk tidak jauh di samping pintu, tubuhnya sudah hampir membeku, rambutnya memutih karena es, wajahnya tidak berwarna, dan bibirnya membiru.

"Rania!" serunya lagi dengan panik.

Lucas langsung berjongkok dan membelai pipi serta kepala Rania.

"Rania, kau dengar aku? Kau masih sadar kan? Buka matamu? Ini aku!" seru Lucas begitu cepat.

Semua orang yang melihatnya mematung. Mereka tidak pernah melihat bos mereka begitu ekspresif seperti ini.

Kelopak mata Rania bergerak sedikit, membuka samar. Napasnya tersengal, tapi masih ada. Dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah wajah tampan Lucas yang menatap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Siti Nurlaili
kurang kak minimal up 5🫴🏼...
goodnovel comment avatar
Nurpurwaningsih
makasih kak udah up
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Bola Mata Hampir Menggelinding

    "Astaga, bagaimana aku bisa lupa membawa ponselku yang satu lagi. Kembali ke rumah Lucas dulu, satu ponselku ketinggalan!" Lisbeth sudah duduk di mobil yang melaju saat ia ingat salah satu ponselnya ketinggalan. Ia selalu membawa dua ponsel ke mana pun. Yang satunya untuk urusan pekerjaan yang masih ditanganinya tipis-tipis, yang satu lagi untuk pribadi dan kesenangannya. "Baik, Bu," seru sang asisten yang langsung melajukan mobilnya kembali ke rumah Lucas. Untung saja mereka belum jauh. Mobil Lisbeth pun berhenti tidak terlalu jauh dari rumah Lucas, tapi di jarak yang aman agar tidak ada yang melihat, sehingga penyamarannya tetap aman. Namun, baru saja ia keluar dari mobil, ia langsung mengernyit melihat sebuah mobil di depan rumah Rania. Itu bukan mobil Lucas, Raynard, maupun mobil sopir Rania karena sang sopir tadi sedang pergi membeli sesuatu. "Mobil siapa itu? Siapa yang datang ke rumah?" "Itu seperti plat mobil Bu Camilla, Bu," sahut sang asisten. Lisbeth langsung membel

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Badai Belum Berakhir

    "Kau datang pagi sekali, Sissy." Sissy berkunjung ke rumah Rania pagi itu sambil membawa buah-buahan untuk ibu hamil yang sedang suka makan buah itu. "Karena aku libur, jadi aku mau main seharian di sini. Ini buah-buahan untukmu." "Ya ampun, terima kasih ya!" "Jangan sungkan! Tapi ... rumahmu jadi ramai ya," bisik Sissy sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Sejak Lisbeth menginap, ini pertama kalinya Sissy datang ke rumah Rania lagi dan terlihat para pelayan berjalan kesana kemari. Rumah itu ramai sekali. "Aku sudah menceritakan semua lewat chat kan? Rumahku sekarang memang ramai sejak Oma Lis datang. Oma Lis itu sangat rajin dan dia tidak bisa diam, dia membersihkan setiap sudut sampai Lucas memanggil tiga pelayan lagi untuk membantunya." "Tapi untungnya para pelayan itu sangat baik, mereka tidak tega melihat Oma Lis mengerjakan semua sendiri, jadi mereka selalu siaga layaknya bodyguard yang mengikuti Oma Lis ke mana-mana," imbuh Rania dengan heboh. Sissy memicingkan

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Kejutan yang Menantinya

    Hampir satu minggu berlalu sejak Lisbeth tinggal di rumah Lucas. Dan dalam satu minggu itu, rumah Lucas berubah menjadi medan perang bagi para pelayan.Seperti kata Lucas, Surya akhirnya datang membawa tiga pelayan tambahan. Tentu saja rumah itu tidak sebesar itu sampai harus memakai banyak pelayan, tapi rumah yang ada Lisbeth di dalamnya selalu butuh banyak pelayan. Tiga pelayan itu fokus melayani Lisbeth, sedangkan Bik Nur tetap fokus melayani Rania dan Yetty. Awalnya Rania protes karena terlalu banyak pelayan, padahal tidak banyak yang dikerjakan, tapi Lucas ngotot harus ada tambahan pelayan. Dan benar saja, tambahan pelayan memang adalah solusi yang tepat karena setiap hari selalu ada drama baru di rumah. Pagi-pagi sekali, sebelum matahari benar-benar naik, suara sapu sudah terdengar menyapu halaman.Seorang pelayan selalu siap sedia berdiri di belakang Lisbeth dengan wajah tegang. Setiap kali ujung sapu hampir menyentuh tanah, pelayan itu refleks bergerak."Tangkap!" serunya

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Menyukai Mereka

    Lucas terus mengembuskan napas lelahnya malam itu. Ia lelah dalam arti yang sesungguhnya karena ulah Lisbeth. Rania yang melihat Lucas kelelahan sampai tidak tega, ia merasa bersalah seolah karena dirinya, Lucas menerima Oma Lis di rumah ini. "Lucas, aku minta maaf. Karena aku, kau jadi terpaksa menerima Oma Lis," seru Rania yang sudah duduk di kursi di meja makan bersama Lucas. "Hei, mengapa kau menyalahkan dirimu? Aku tidak masalah." "Tapi kau jadi kelelahan. Sebenarnya apa yang kau lakukan tadi di atas?" "Hanya memindahkan beberapa barang bersama Raynard, tidak masalah. Dan tidak apa, Oma Lis pantas tinggal di sini. Tapi kau harus baik padanya, Rania. Jangan menganggapnya seperti pelayan, tapi seperti nenek sendiri. Kau mengerti maksudku kan?" Rania mengangguk. "Tentu saja. Aku tidak akan menganggap dia pelayan, dia sudah terlalu tua untuk bekerja. Aku pun tidak mungkin menyuruhnya bekerja." "Baguslah kalau begitu. Tapi apa tadi kau membuat klepon? Baunya sampai ke sini. Aku

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Dari Pewaris Jadi Kuli

    "Minum dulu, Oma. Oma terlihat lelah." Rania langsung menyajikan minum begitu Lisbeth selesai memotong rumput. Wanita tua itu terlihat sumringah dan sama sekali tidak lelah, seolah pekerjaan fisik sudah menjadi kebiasaannya sehari-hari. "Ah, terima kasih, Nak Rania. Kau baik sekali." Lisbeth berdiri bangga menatap lapangan golf mininya sambil meneguk minumannya. "Hmm, tapi membersihkan rumput di taman tidak perlu dikerjakan juga, Oma," seru Yetty juga. "Seperti yang Lucas bilang, ada tukang kebun. Jadi jangan terlalu lelah, kerjakan yang bisa dikerjakan saja." Yetty benar-benar takut melihat Oma Lis bekerja. Tentu saja di kampung semua orang, mau tua mau muda sudah terbiasa bekerja, tapi tetap saja Oma Lis sudah nenek-nenek. Bahaya sekali kalau wanita tua itu sampai kelelahan dan pingsan. Itu akan menjadi masalah baru bagi mereka. "Ya ampun, kau perhatian sekali, Bu Yetty. Tapi tenang saja! Semuanya aman, aku ini sudah biasa bekerja sejak muda. Tidak ada yang tidak bisa kulakuka

  • Sentuhan Panas Bos Suamiku   Tekanan Darah Naik

    Lucas menyesali ucapannya bahkan sebelum kalimat itu benar-benar selesai menggantung di udara.Semua orang terdiam kaget, tapi Lisbeth malah langsung bangkit dari duduknya dengan lincah."Kalau begitu, mulai sekarang Oma kerja ya! Oma boleh masuk rumah kan?" seru Lisbeth yang langsung bersemangat. "Ayo masuk, Bik!" ajaknya pada Bik Nur. Lisbeth masuk rumah bersama Bik Nur, menyisakan Rania dan Yetty yang masih berdiri di luar tanpa tahu apa-apa. "Apa ini tidak masalah, Lucas? Kau baru saja menerima orang asing bekerja tanpa tahu asal usulnya dulu," seru Yetty khawatir. "Ah, itu ... aku yakin dia orang baik, Ibu. Tidak masalah," sahut Rania membela Lucas. "Tapi kita benar-benar tidak tahu siapa dia dan asalnya dari mana. Minta bekerja juga memaksa sekali, ini terlalu aneh," seru Yetty waspada. "Ibu, Ibu yang mengajari aku jangan berprasangka buruk dulu kan? Tidak apa. Tidak apa," sahut Rania lagi. Yetty tidak bisa berkata-kata. "Kalau begitu, Ibu lihat ke dalam dulu!" Yetty langs

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status