LOGIN"Chef, akhirnya Anda datang juga!"
"Maaf aku terlambat!"
Saat para peserta baru mulai berlomba, seorang pria yang merupakan juri undangan baru saja tiba di hotel Royal Palace.
Pria tampan itu berpenampilan santai dengan kemeja lengan panjang yang lengannya digulung sampai ke sikunya, dan panitia acara pun langsung menyambutnya.
"Tapi ada masalah apa di jalan, Chef? Anda baik-baik saja kan?"
"Aku baik-baik saja. Sebenarnya tadi i
"Ke mana saja kau? Mengapa lama sekali menjemputku?" Melinda mengernyit begitu Lira tiba, tidak biasanya Lira terlambat menjemputnya di rumah. "Maaf, Bu, tadi ada sedikit kendala." "Kendala apa?" Lira terdiam sejenak, berpikir keras untuk memberitakan pertemuannya dengan Raynard atau tidak, tapi akhirnya ia memilih untuk tidak menceritakannya. "Hanya bertengkar kecil dengan Ruli," jawab Lira akhirnya. Dua tahun lamanya Melinda mengenal Lira, ia pun tahu tentang bagaimana latar belakang Lira, walaupun ia tidak pernah banyak bertanya. "Hmm, apa masalahnya sudah selesai?" "Sudah, Bu." Melinda menatap Lira sejenak dan mengangguk. "Baiklah, tidak masalah. Sekarang antar aku ke restoran Raynard, kau tahu tempatnya kan?" Lira membelalak sejenak. "Restoran ... Chef Raynard?" "Iya, ibuku menitipkan wine untuk Raynard dan katanya aku harus menyerahkannya sendiri. Aku tahu ini hanya akal-akalannya saja agar aku dekat dengan Raynard. Tapi aku tidak masalah karena aku juga ingin mengena
Raynard tidak pernah menyangka ia akan bertemu dengan Lira. Lagi-lagi secara kebetulan. Sejak Lira keluar dari mobilnya dan menutup pintu mobil dengan penuh emosi, Raynard sudah melihatnya. Dinding kafe itu dari kaca sehingga Raynard bisa melihat kondisi di luar. Raynard takjub dan tersenyum kecil karena kebetulan itu. Ia berniat menyapa Lira begitu wanita itu mendekat. Tapi wanita itu tidak melihatnya. Bukan hanya tidak lihat, tapi Lira melangkah begitu cepat sampai ke meja di belakang Raynard dan mendadak menggebrak mejanya penuh emosi. Raynard tersentak kaget melihat betapa barbar wanita itu, padahal ia pikir, Lira itu cukup kalem dan anggun. Lira membentak dan bertengkar dengan seorang pria sampai menjadi tontonan orang satu kafe. Entah mengapa, Raynard mendadak ikut malu padahal Raynard tidak ada hubungannya dengan ini. Awalnya Raynard pikir, pria itu adalah kekasih Lira, tapi belakangan ia baru tahu kalau pria itu adalah adik Lira. Sampai akhirnya pertengkaran itu selesai,
Raynard mencari tentang Melinda Tanaya di internet malam itu. Semua foto Melinda dan sepak terjangnya di dunia bisnis muncul begitu saja. Raynard menggeram kesal. "Sial! Seandainya aku mencari tentangnya sejak awal, aku tidak mungkin salah mengenali orang." Ditatapnya foto-foto Melinda. Sama sekali bukan foto seksi, melainkan foto anggun dan berwibawa layaknya pengusaha pada umumnya. Cantik, sangat cantik. Bahkan saat akhirnya bertemu di acara makan malam tadi, Melinda juga sangat ramah, sangat pintar, dan sangat menyenangkan. Namun, anehnya, Raynard terus memikirkan sang asisten yang bernama Lira itu. "Ah, Raynard! Apa yang sebenarnya ada di otakmu sampai kau bisa mengira dia itu Melinda. Biasanya kau tidak begitu." Sampai Raynard akhirnya sudah berbaring di ranjangnya sendiri, ia masih tidak berhenti memikirkan kebodohannya. Pagi itu, seperti biasa Raynard ke restoran untuk melihat progres restorannya. Lucas mampir ke sana pagi itu dan mengajak adiknya minum kopi bersama di se
Raynard masih mematung di tempatnya, belum benar-benar mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sampai tidak lama kemudian, suara Lira terdengar duluan. Untung saja Lira sudah melepaskan tangannya dari Raynard atau akan terjadi salah paham di sana. "Selamat malam semua," sapa Lira sambil menunduk sopan pada semuanya. Lira tersenyum, sebelum ia menyapa bosnya. "Pak Tanaya, Bu Tanaya. Bu Melinda, maaf aku masuk seperti ini." "Tidak apa. Ibu, tolong barangnya," seru Melinda. Bu Tanaya langsung mengeluarkan sebuah kotak dan Melinda pun menyerahkannya pada Lira. "Tolong antarkan ke rumahnya." "Baik, Bu." Lira menerima kotak itu. "Siapa ini, Melinda?" tanya Lisbeth yang langsung menyukai Lira pada pandangan pertama. Tipe wajah Lira itu hangat, sama seperti Rania. Dan Lisbeth menyukainya. "Oh, ini asistennya Melinda, Bu Lisbeth," sahut Bu Tanaya. "Masih muda sekali." "Dia masih ... berapa umurmu, Lira?" tanya Bu Tanaya lagi. "24 tahun, Bu," jawab Lira. "Ah, masih 24 tahun, hanya leb
"Selamat malam semua, maaf aku terlambat." Melinda masuk ke ruang VIP dengan gaun santainya yang anggun. Ia buru-buru berganti baju dan memoleskan make up tipisnya agar ia terlihat cantik di depan semua orang. Melinda tahu bahwa orang tuanya berencana mengenalkannya pada Raynard, anak dari pemilik Skyline. Melinda sudah mencari tahu banyak tentang Raynard dan Melinda mengagumi sosok Raynard. Bahkan, tidak jarang Melinda menonton YouTube dan Tiktok milik Raynard dan ia makin tertarik. Walaupun perjodohan ini belum resmi diumumkan, tapi Melinda berharap ia bisa berhubungan lebih jauh dengan pria itu. Hanya saja, pria itu belum terlihat di dalam ruang VIP malam itu. "Oh, akhirnya Melinda datang." Pak Tanaya dan Bu Tanaya langsung bangkit berdiri. "Melinda, ayo sapa semua!" Melinda berdiri di tengah orang tuanya dan menunduk sopan. "Apa kabar semua?" Rosano dan Camilla ikut berdiri. "Apa kabar, Melinda? Kau cantik sekali!" puji Camilla. "Terima kasih, Tante. Apa kabar, Om? Da
"Bagaimana pesta kemarin?" Keluarga Mahendra sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi itu dan Camilla langsung menatap anaknya penasaran. Raynard melirik ibunya sejenak dan mengangguk. "Lancar, aku bertemu banyak teman di sana." "Lalu apa kau sudah bertemu Melinda?" Raynard terdiam sejenak mendengarnya. "Haruskah aku bertemu dengannya?" "Dia ada di pesta itu mewakili Tanaya Group, seharusnya kau berkenalan dengannya." Raynard tidak menyahut dan hanya mengunyah makanannya, tapi akhirnya ia tahu kalau wanita itu memang benar Melinda. Raynard memang tetap tidak mencari tahu apa pun tentang Melinda di internet karena harga dirinya tidak mengijinkan. Dan sampai detik ini, ia masih yakin wanita yang ia temui itu adalah Melinda. "Tidak apa! Kalau tidak bertemu juga tidak apa, bukankah kalian akan makan malam bersama?" sahut Lisbeth tiba-tiba. "Ya, akhir pekan besok, kita akan makan malam bersama dengan keluarga Tanaya sekaligus memperkenalkan Raynard dan Melinda secara resm







