ログインArthur baring di samping Rose, lalu ia membawa sang istri dalam pelukannya."Kamu bahagia hari ini, Sayang?" tanya Arthur.Rose mengangguk. Saat ia mendongak untuk menatap sang suami, Arthur mencium bibirnya. "Bahagia banget. Papa benar-benar mengabulkan semua keinginanku. Intimate wedding dan hanya dihadiri oleh orang-orang yang dekat denganku dan juga Papa. Terima kasih banyak ya, Pa. Aku tidak akan bosan-bosan mengucapkan terima kasih sama Papa. Jika tidak bersama Papa, mungkin aku tidak akan mendapatkan kebahagian yang luar biasa seperti ini. Kadang aku pernah berpikir jika semua ini mimpi sampai aku berharap tidak terbangun dari mimpi ini. Setelah semua sakit yang aku alami, aku sama sekali tidak berekspektasi akan mendapatkan kebahagiaan yang sangat besar, Pa."Arthur mengusap punggung sang istri dengan lembut. "Kamu tidak sedang mimpi, Sayang. Kebahagiaan ini nyata. Kamu sangat pantas untuk mendapatkannya. Ini hadiah dari Tuhan karena selama ini kamu sudah sabar, Sayang. Kamu h
Acara perayaan pernikahan Arthur dan Rose sudah selesai. Para tamu undangan sudah pulang satu jam yang lalu.Tim dekor sudah mulai melepaskan dekorasi tempat pernikahan Arthur dan Rose tadi. Begitu juga dengan tim catering yang sudah mulai berkemas.Para asisten rumah tangga juga ikut membantu.Arthur dan Rose sudah masuk ke kamar karena Arthur meminta Rose untuk segera istirahat. Sejak mereka selesai melaksanakan ijab qobul, Rose memang lebih banyak berdiri karena bercengkrama dengan para tamu undangan dan asisten rumah tangga. Arthur yang sangat mengkhawatirkan kondisi sang istri, akhirnya memaksa Rose untuk istirahat.Belum lagi gaun pengantin yang Rose gunakan pasti berat, Arthur tidak ingin Rose kelelahan."Aku bantu lepas gaun pengantinnya ya, Sayang." Arthur yang sudah berdiri di belakang Rose langsung membuka risleting gaun pengantin Rose."Makasih, Papa." Rose menatap Arthur lewat pantulan cermin. Mereka memang berdiri di dekat meja rias Rose. Tidak membutuhkan waktu yang la
Ken mengusap bahunya yang baru saja ditampar oleh Agam karena pria itu kesal. Siapa yang tidak kesal saat dicurigai tidak normal alias penyuka batangan."Habisnya kamu itu sudah lama sendiri, Gam. Mana tidak nampak dekat dengan satu gadis pun," ucap Ken."Artinya aku boleh dong curiga sama kamu. Sebelum kamu menjalin hubungan dengan Alana, kamu itu jomblo sejati, Ken. Ingat itu. Alana itu kekasih pertama kamu," gerutu Agam.Arthur hanya bisa geleng-geleng melihat dua sahabat itu."Sudah-sudah. Aku doakan kamu segera bertemu dengan kekasih yang akan menjadi pendamping kamu, Agam.""Terima kasih, Tuan." Agam tersenyum tulus ke arah Arthur.Bagi Agam, Arthur tidak hanya sekedar atasannya melainkan lebih dari itu. Sama seperti Ken yang menganggap Arthur malaikat penolongnya.Bahkan Agam sudah menganggap Arthur sebagai orang tuanya.Ia sangat bahagia, Arthur kembali mendapatkan kebahagian bersama Rose. Apalagi sebentar lagi Arthur dan Rose akan menjadi orang tua. Impian Arthur yang sudah
Praaanggg....Ririn melemparkan gelas ke dinding saat ia menerima pesan dari Zumi jika Arthur dan Rose menikah pada hari ini.Wanita itu merasa sangat marah pada Zumi karena baru memberitahunya setelah Arthur dan Rose telah resmi menjadi pasangan suami istri. Suaminya itu seolah sengaja baru memberitahunya."Aarrrkkkhhh.... Sial. Beruntung sekali Rose bisa menjadi Nyonya Bramasta. Harusnya aku yang menjadi istri Papa, bukan gadis itu. Kenapa dia bisa seberuntung itu. Dulu aku pikir dengan menyuruh Zumi mengabaikan dan menceraikan Rose, gadis itu akan menderita karena gara-gara dia aku hanya menjadi istri siri Zumi padahal aku yang dicintai Zumi. Ternyata setelah Zumi yang menceraikannya justu dia mendapatkan yang lebih lagi. Kekayaan yang Zumi miliki tidak ada apa-apanya dibanding dengan kekayaan Papa. Aakhh... Sial, aku terlambat." Napas Ririn naik turun karena ia menahan emosinya.Ririn mengusap wajahnya dengan kasar. Ia kalah start. Rose dengan mudah mendapatkan Arthur karena gadi
Arthur berjalan menuju balkon hanya untuk melihat tempat dilaksanakan prosesi pernikahannya bersama Rose. Ia sengaja belum turun ke bawah karena masih cukup lama hingga waktu pernikahannya tiba.Dari balkon, ia bisa melihat dengan jelas dekorasi yang sangat cantik sesuai dengan keinginan Rose. Kali ini ia benar-benar hanya mengikuti pernikahan impian Rose. Ia tahu saat menikah dengan Zumi, Rose lebih banyak mengalah karena semuanya diatur oleh Zumi.Ia berdiri di pembatas balkon, seketika ia mengingat pernikahan sebelumnya.Pernikahan pertamanya dulu penuh kebahagiaan tapi juga berakhir dengan luka kehilangan.Sedangkan kali ini—Ia akan memulai kehidupan baru bersama wanita yang benar-benar ia cintai.Wanita yang kini juga tengah mengandung anak-anaknya.Arthur menutup matanya sejenak, lalu berdoa dalam hati.Semoga kali ini, ia bisa menjaga kebahagiaan itu sampai akhir.“Semua sudah siap di luar, Tuan,” ujar Ken saat pria itu menghampiri Arthur di balkon.Arthur membuka matanya dan
Beberapa hari kemudian....Hari yang sangat ditunggu Arthur dan Rose akhirnya tiba.Hari ini mereka akan melangsungkan pernikahan di rumah Arthur. Bagian belakang rumah tepatnya di dekat taman bunga sudah di dekor sangat cantik. Walau pernikahan Arthur dan Rose bertema intimate wedding, namun Arthur tetap ingin memberikan pernikahan yang cantik untuk Rose.Arthur sengaja memesan catering serta pelayan dari restoran tempat Arthur memesan karena ia juga ingin para asisten rumah tangga hari ini diliburkan dan menyaksikan pernikahannya dengan Rose.Pria itu ingin semua orang di rumah ini menikmati perayaan pernikahannya bersama Rose.Ia juga sudah menghubungi Zumi bahwa hari ini ia akan menikah dengan Rose, namun Zumi tidak bisa datang ke Jakarta karena bersamaan dengan jadwal terapinya.Arthur tidak mempermasalahkan hal itu karena ia memang hanya ingin memberitahu Zumi saja dan tidak mengharapkan putranya hadir. Arthur tidak ingin kehadiran putranya yang artinya Ririn akan ikut bersama Z







