Se connecter"Sudah siap, Sayang?"Alana mengangguk pelan. Detak jantungnya sudah tidak karuan. Meski sudah sangat siap untuk menyerahkan apa yang telah ia jaga selama ini pada Ken, suaminya tetapi tetap saja rasa gugup itu ada.Ken duduk bersimpuh di hadapan tubuh sang istri. Seketika Ken membuka kaki gadis itu hingga ia menempatkan tubuhnya di antara kedua kaki Alana."Aku tidak akan menundanya malam ini, Sayang dan sama sekali tidak bisa. Tubuhku saat ini sudah sangat panas. Kamu percaya padaku kan? Kali ini biar aku yang memimpin dan kamu cukup menikmatinya saja. Kita akan sama-sama belajar. Bukan kan jika kita rajin belajar nantinya kita akan sama-sama pandai?"Saat kalimat itu terucap dari bibir Ken di sertai dengan ekspresi polos, Alana rasanya ingin mencakar wajah suaminya karena di saat seperti ini, bisa-bisanya Ken bercanda dalam keadaan segenting ini.Dalam satu gerakan, kemudian Ken menarik lengan Alana hingga gadis itu berada di posisi duduk dengan kaki berselonjor.Tidak ingin membua
“Jika nanti benih premiumku sudah menjadi kecebong di rahim kamu, aku akan merumahkanmu, Sayang.”Alana langsung menegakkan tubuhnya begitu mendengar ucapan suaminya. Pipinya langsung merona, entah kenapa ia malah membayangkan bagaimana proses peletakan benih premium suaminya dalam rahimnya."Pipi kamu kenapa merah, Sayang?" tanya Ken."Hah?" Alana langsung memegang kedua pipinya. "Merah? Itu... itu... kok di sini rasanya panas. Gerah." Menggunakan tangannya ia mengipasi wajahnya."Aku pun merasa gerah, Sayang. Mungkin efek kerang tiram yang kita makan tadi.""Ken, anu.....""Anu?" tanya Ken bingung. "Itu, aku ke dalam dulu ya. Mau ke kamar mandi." Alana langsung bangun duduknya dan berlari masuk ke dalam kamar."Dia kenapa?" tanya Ken.Lalu ia menghabiskan minumannya yang memang masih belum habis tadi. Begitu minumannya habis, Ken membawa semua piring kosong untuk di simpan di depan kamar karena akan ada pelayan hotel yang akan membersihkannya.Sementara di dalam kamar mandi.."Ten
“Kenyang banget...” Alana menyandarkan tubuhnya di kursi.Ia baru saja menghabiskan makanan yang ada di piringnya sementara Ken masih makan karena masih beberapa makanan mereka yang belum habis.Alana sudah menyerah, perutnya sudah tidak bisa menampung makanan lagi.Ia menatap ke arah suaminya yang masih semangat mengabiskan makan malam mereka. Pria itu sedang menikmati menu kerang tiram yang memang sengaja di pesan oleh Ken.Arthur yang menyarankan Ken untuk memesan menu kerang tiram, pria itu mengatakan jika makan kerang akan membuat hasratnya semakin besar. Ken bahkan mencari manfaat kerang tiram di internet dan ternyata memang bagus untuk pria karena bisa meningkatkan libido, serta memperbaiki kualitas dan jumlah sperma. Meski tanpa makan kerang tiram pun Ken yakin malam ini ia akan memberikan kenangan yang tidak akan dilupakan istrinya.Ken ingin pengalaman pertama harus berkesan apalagi untuk istrinya.Bukankah pengalaman pertama itu sangat penting bagi para wanita?Pokoknya mal
"Sayang, makanannya sudah datang," ucap Ken saat Alana baru saja keluar dari dalam kamar mandi.Alana pun mendekati suaminya. "Kita makan di balkon yuk," ajak Alana sambil menatap ke arah makanan yang Ken pesan di restoran hotel.Ken mengangguk, sebenarnya ia juga ingin mengajak Alana untuk makan di balkon kamar hotel. "Biar aku saja yang memindahkan makanan kita ke balkon, Sayang. Kamu tunggu saja di sana," ucap Ken."Nggak mau. Aku juga mau bantu bawa. Memangnya kamu bisa sekalian bawanya? Banyak makanan yang kamu pesan itu. Entah kita bisa habiskannya atau tidak."Ken memang memesan banyak makanan. Tidak hanya satu atau dua jenis tetapi ada enam jenis makanan di tambah cemilan lagi.Alana hanya bisa geleng-geleng kepala saja melihat tingkah suaminya. Meski ia termasuk yang bisa makan banyak tetapi melihat banyaknya makanan yang di pesan suaminya membuatnya tidak yakin untuk menghabiskannya."Baiklah, Sayang. Kamu bawa minuman kita saja ya. Makanannya biar aku saja yang pindahin ke
Sore harinya...Alana membuka matanya perlahan. Ia tetap dalam posisinya mencoba untuk mengumpulkan nyawanya sambil mengkedip-kedipkan matanya.Selang beberapa saat kemudian, ia menatap ke samping dan tidak ada suaminya. Lalu ia mengambil ponselnya di atas nakas yang ada di samping ranjang, ia buka ponselnya dan ternyata saat ini sudah pukul tiga sore.Artinya ia sudah tidur selama dua jam.Alana lalu bangun dan duduk di atas ranjang. Kemudian yang dilakukan gadis itu adalah meregangkan tubuhnya. Sadar akan tubuhnya yang saat ini masih polos karena tadi setelah melakukan aktivitas pengenalan medan pendakian, baik dirinya maupun Ken memang langsung tidur tanpa memakai baju mereka kembali. Alana menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya.Ia menatap ke sekeliling kamar dan tidak menemukan suaminya."Ken..." panggil Alana namun sama sekali tidak mendapat jawaban dari Ken."Ken kemana ya?" Ia pun turun dari ranjang karena ingin ke kamar mandi. Membiarkan tubuhnya tidak tertutup satu h
"Pa...""Iya, Sayang."Rose duduk di samping Arthur yang sedang sibuk dengan tabletnya. Rose cemberut karena Arthur mengabaikannya. Meski masih menjawab panggilannya namun tatapan pria itu masih fokus pada tabletnya.Saat tidak mendengar suara istrinya, Arthur menoleh ke arah Rose. Betapa terkejutnya ia saat melihat Rose yang sedang cemberut."Kenapa cemberut, hm?""Papa sih mengabaikanku. Memangnya sedang apasih? Dari tadi sejak kita pulang dari hotel, Papa sibuk terus sama tabletnya?"Arthur meletakkan tabletnya di atas meja. Ia tersenyum sambil mengusap pipi istrinya yang mulai tembem.Meski semakin tembem, ia sangat menyukainya. Bagi Arthur, saat ini Rose semakin enak untuk di peluk. Bukan berarti yang kemarin tidak enak di peluk, tetapi efek kenaikan berat badan karena hamil membuat Rose semakin empuk untuk di peluk."Maafkan aku, Sayang. Tadi ada hal urgent yang harus aku selesaikan. Tetapi sekarang sudah selesai kok. Kamu pasti mau menyampaikan sesuatu kan. Ada apa, Sayang?""
Hari ini Rose dan Arthur kembali datang ke Pengadilan Agama di Jakarta Selatan untuk menghadiri sidang putusan perceraian Rose dan Zumi.Arthur mengendarai mobilnya sendiri. Ia sengaja tidak menggunakan supir pribadinya karena ia hanya ingin mengendarai mobil.Hari ini Arthur dan Rose juga tidak ak
Setelah kejadian Arthur cemburu oleh Leon, kliennya dari Singapura hubungan Arthur dan Rose semakin dekat. Tapi mereka masih menutupi hubungan mereka dari publik, hanya orang-orang terdekat saja yang tahu.Arthur semakin memperketat pengawasan Rose setelah beberapa hari yang lalu ia kembali mendapa
Sepanjang perjalanan menuju kantor, Arthur menekuk wajahnya karena ia masih kesal yang sebenarnya hal sepele.Sebelum berangkat, Arthur meminta Rose untuk menghapus make up-nya. Tidak ingin membuat mood Arthur buruk pagi ini karena mereka akan ada meeting penting, akhirnya Rose mengikuti keinginan
"Aku menghidap Nymphomania."Rose memejamkan matanya namun ia semakin erat menggenggam tangan Arthur.Satu detikDua detikTiga detikRose membuka matanya karena tidak ada reaksi dari Arthur. Arthur terlihat tenang saja, tidak ada ekspresi terkejut seolah apa yang ia katakan hal biasa bagi pria it







