Share

Bab 313

Author: Nabila Ara
last update publish date: 2026-04-13 23:40:43

"Sebenarnya kami..."

Obrolan mereka terhenti saat pelayan kedai bubur daging itu mengantarkan pesanan Rose dan Arthur.

"Sudah sudah. Kita makan dulu buburnya," ucap Arthur.

Agam menghela napas lega begitu juga dengan Melani melakukan hal yang sama seolah baru saja terlepas dari sidang dadakan Rose padahal mereka juga sadar kalau Rose hanya bertanya saja.

Entah kenapa tetap saja rasa gugup mereka rasakan.

Arthur dan Rose pun memulai sarapan mereka.

"Gimana, Pa rasa buburnya? Enak kan?" tanya Ros
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 325

    "Besok ikut ke kantor lagi atau nggak?" tanya Arthur begitu mereka tiba di rumah.Hari ini Rose ikut ke kantor sampai Arthur selesai bekerja. Untungnya hari ini semua meeting Arthur dengan klien di kantor, jadi Rose tidak ditinggalkan sendirian."Besok aku di rumah saja ya, Pa. Eh lihat besok pagi deh. Kalau triplets mau ikut dengan Papa mereka, jadi aku ikut deh ke kantor. Tadi pagi aku ikut ke kantor kan karena triplet nggak mau jauh-juah dari Papanya.""Triplets atau Mamanya Triplets yang nggak mau jauh-jauh sama Papanya?" goda Arthur."Dua-duanya." Rose hanya bisa nyengir saja.Mereka pun sama-sama keluar dari dalam mobil."Tuan..." panggil Jaka hingga Arthur menghentikan langkah kakinya.Jaka menghampirinya sambil membawa satu paket di tangannya."Tuan, ini ada paket milik Tuan. Tidak lama sebelum Tuan dan Nona Rose datang, kurir paketnya baru mengantarkan ini jadi belum saya bawa ke dalam rumah."Kening Arthur mengernyit. "Paket? Dari siapa Jaka? Aku tidak ada belanja online akh

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 324

    "Egghhh..." Rose membuka matanya, masih dalam posisi baring.Ia diam sejenak sambil mengumpulkan nyawanya.Selang beberapa menit, ia menatap kesekeliling dan hanya ia sendiri di kamar itu. Kemudian ia mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya yang tadi Arthur simpan di atas nakas.Di kamar itu memang tidak ada jam dinding hingga Rose tidak bisa melihat saat ini sudah pukul berapa.Gadis itu mengambil ponselnya di dalam tas kemudian ia langsung menyalakannya. "Ternyata sudah pukul sebelas," gumamnya.Ia pun membuka akun sosial medianya di aplikasi bewarna merah muda. Ia melihat status di akun sosial media Alana. "Pengantin baru yang mau berangkat honey moon. Lancar-lancar honey moonnya kalian berdua di Maldives ya Al. Aku senang banget sekarang kamu sudah menikah dengan Ken," ucap Rose sambil tersenyum bahagia melihat postingan Alana di storynya yang menampilkan gambar kedua tangan saling bertautan dengan backgroundnya di Bandara. Sudah jelas tautan tangan itu milik Alana dan Ken.

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 323

    Arthur menatap istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan menangis. Tadi Rose cukup lama menangis di pelukan Arthur, hingga ia kelelahan dan mengeluh mengantuk. Arthur membawa istrinya ke kamar pribadinya yang memang ada di ruangannya ini. Dulu saat ia masih sendiri bahkan belum mengenal Rose, Arthur sering menggunakan kamar pribadi ini untuk ia menginap jika ia malas pulang ke rumah.Tetapi sejak mengenal Rose apalagi dulu Zumi membawa Rose untuk tinggal di rumahnya, ia sudah tidak pernah menginap di kantor lagi..Jika ada pekerjaan yang belum selesai, ia pasti bawa pulang ke rumah. Apalagi di saat Rose sedang mengalami masa-masa sedihnya karena masalah rumah tangganya dengan Zumi, Arthur lebih sering berada di rumah hanya demi Rose.Dulu Arthur termasuk pria yang sangat workaholic, tetapi semua itu berubah sejak ia bersama Rose. Rasanya ia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya ini.Arthur mengusap lembut pipi istrinya dengan lembut. Sejak masuk ke kamar ini tadi, Rose la

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 322

    "Matanya Mama kok melah?"Miranda langsung tersenyum dan cepat-cepat ia menghampiri putranya. Wanita itu berjongkok di depan putranya, senyuman di wajahnya tidak luntur."Tadi matanya Mama kemasukan debu makanya jadi merah. Tapi debunya sudah hilang kok. Mama baik-baik saja Sayang. Tadi Rio sama Tante Rose darimana saja?" tanya Miranda.Rose berjalan mendekati mereka. Sementara Arthur dan Agam tetap berdiri di tempat mereka tadi."Tadi Tante cantik ajak Lio makan. Nasinya bewalna kuning, lasanya enak sekali. Lio suka. Telus tadi Lio juga makan ayam goleng," celoteh Rio.Anak laki-laki itu terlihat ceria tidak seperti tadi yang diam saja sebelum di ajak keluar bersama Rose.Miranda menepuk keningnya. "Astaga tadi sebelum kesini Mama lupa ajak Rio sarapan dulu. Maafin Mama ya Sayang. Sudah terima kasih dengan Tante Rose?"Rio langsung mengangguk dengan mantap. "Sudah Mama. Kan Mama selalu bilang kalau di kasih sesuatu sama olang lain kita halus beltelima kasih. Lio benal kan Mama.""Pin

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 321

    "Miranda..." ucap Agam pelan.Tatapan Agam dan Miranda bertemu. Helaan napas panjang terdengar dari pria itu."Aku belum bisa memutuskannya sekarang aku menerima permintaan kamu atau menolaknya karena jujur saja aku bingung harus melakukan apa. Yang menentukan hidup dan mati manusia itu Tuhan, Miranda meski dokter bisa memvonis peluang hidup pasiennya. Daripada menitipkan putramu sendiri pada orang lain, alangkah baiknya jika kamu berjuang untuk sembuh. Aku tahu kanker bukan penyakit yang ringan, tetapi bukankan peluang untuk sembuh tetap ada. Kamu sudah menjalani operasi?" tanya Agam.Miranda menggeleng. Sejak dirinya tahu menghidap kanker ginjal dua tahun yang lalu, Miranda menolak saran dokter untuk melakukan operasi. Hal itu karena ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padanya saat di meja operasi dan meninggalkan putranya yang masih kecil.Sejak ia hamil, kondisi Miranda memang tidak pernah baik. Ia berjuang sendiri menyembuhkan mentalnya agar janin yang ia kandung tetap baik

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 320

    Arthur menatap dua orang di depannya secara bergantian."Sekarang lebih baik kamu jujur saja, Nona. Apa tujuan kamu sebenarnya menemui Agam? Kalau kamu jujur, aku akan mempertimbangkan langkah selanjutnya apakah akan menuntut kamu jika sampai menjelekkan nama asisten pribadi saya," ucap Arthur.Ia harus segera menyelesaikan masalah ini karena tidak ingin membuatnya bertele-tele.Di sini ia juga harus sebagai penengah karena membiarkan Agam sendiri yang menyelesaikan di saat asisten pribadinya sedang emosi bukan pilihan yang bijak.Ia yakin pasti ada alasan mengapa wanita itu berani datang ke kantornya hanya untuk menemui Agam.Miranda tampak menghela napas panjang. Ia menatap Arthur sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah Agam yang menatapnya dengan tatapan tajam.Ia tahu Agam pasti kesal dengan apa yang ia lakukan pagi ini. Tapi semua itu karena ia sedang dalam kondisi terdesak. Bahkan ia harus mengabaikan harga diri yang ia agung-agungkan selama ini.Bagi Miranda, hanya Agam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 116

    Arthur mengangkat tubuh Rose ke atas meja yang ada di ruang kerjanya. Berkas serta laptop yang ada di atas kerja ia geser hingga gelas yang berisi kopi di bawa oleh Rose tadi juga tergeser dan....Praaaang!!"Papa.." ucap Rose terkejut karena gelas kopi itu terjatuh ke lantai hingga pecah."Aku sud

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 110

    Tiga hari kemudian.....Rose berdiri di depan cermin sambil melihat pantulan dirinya yang sudah rapi karena hari ini adalah sidang pertama perceraian yang sempat di undur waktu itu. Ia mengusap dadanya yang sejak semalam merasakan gelisah. Gadis itu menarik napas lalu ia hembuskan dan ia lakukan h

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 104

    Arthur turun dari ranjang lalu ia melepaskan baju yang masih menutupi tubuh atletisnya.Dengan gerakan yang seolah di slow motion, pria itu membuka bajunya satu persatu hingga terlihat jelas tubuh atletis yang di mata Rose terlihat seksi.Walaupun bukan pertama kalinya melihat tubuh polos Arthur, n

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 105

    Pinggul Arthur bergerak maju dan mundur dengan ritme yang cepat. Ia tidak bisa menahan gejolak di tubuhnya. Apalagi mendengar desahan yang keluar dari bibir Rose semakin membakar gairahnya.Bibirnya terbuka berusaha mengambil oksigen di ruangan itu karena hawa panas yang tercipta di dalam ruangan p

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status