Compartilhar

Bab 356

Autor: Nabila Ara
last update Data de publicação: 2026-05-22 23:50:15

"Enak banget gulai tunjangnya. Nanti aku mau tanya Bi Arum resepnya biar aku coba juga masak di rumah. Habisnya kalau beli di rumah makan Padang harganya mahal. Di rumah kan pada suka gulai tunjang," ucap Julia.

Mereka sedang makan siang di taman samping. Meski cuaca Jakarta sedang cerah tapi di taman samping tidak terasa panas karena ada atapnya dan di sana juga banyak pohon hingga terasa begitu asri dan dingin.

"Jangan jadi orang susah deh Jul. Suami kamu itu kaya raya. Beli rumah makan Padan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 356

    "Enak banget gulai tunjangnya. Nanti aku mau tanya Bi Arum resepnya biar aku coba juga masak di rumah. Habisnya kalau beli di rumah makan Padang harganya mahal. Di rumah kan pada suka gulai tunjang," ucap Julia.Mereka sedang makan siang di taman samping. Meski cuaca Jakarta sedang cerah tapi di taman samping tidak terasa panas karena ada atapnya dan di sana juga banyak pohon hingga terasa begitu asri dan dingin."Jangan jadi orang susah deh Jul. Suami kamu itu kaya raya. Beli rumah makan Padangnya saja dia biasa," ucap Arthur."Ah kamu nggak asyik, Arthur. Kalau masak sendiri itu bisa dapat banyak. Dan satu lagi melihat orang lain makan dengan lahap masakan kita itu ada rasa bahagia tersendiri. Kamu tanya saja Rose, pasti dia juga merasakan yang sama. Meski masak itu melelahkan tetapi orang lain makan dengan lahap masakan kita, rasa lelahnya langsung hilang. Apalagi yang makannya orang tersayang kita.""Tante Julia benar banget. Masak itu bisa jadi healing loh. Di dapur kita bebas ma

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 355

    “Kamu..” Agam berdiri begitu melihat Melani yang datang bersama Salimah.Melani sama terkejutnya saat melihat Agam karena saat ia tanya Rose apakah Agam ada datang tetapi Rose mengatakan Agam kemungkinan tidak datang hari ini.Rose yang paham mengapa Melani terkejut langsung berdiri untuk menyambut Melani.“Akhirnya datang juga. Sudah dari tadi loh aku menunggu kamu,” ucap Rose yang mendekati Melani. Kemudian Rose dan Melani saling cipika cipiki.“Ayo, duduk dulu. Ada cookies buatanku. Di coba ya. Oh iya, kamu naik apa ke sini? Tadi jadi nemanin Mama kamu?” tanya Rose.“Kurang banyak Rose tanyanya, sampai Melani bingung itu mau jawab yang mana dulu,” sahut Alana.Rose hanya menyengir saja. Lalu ia kembali duduk di samping suaminya.Sementara itu Melani duduk di sofa yang sama dengan Agam karena memang setiap sofa di ruang keluarga cukup untuk dua orang.“Bebas Melani deh mau jawab yang mana dulu.” Rose terkekeh.“Tadi aku ke sini pakai taksi online dari restoran tempat Mamaku bertemu

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 354

    "Kok kamu ada di sini?" Arthur terkejut melihat dua sahabatnya yang ia tahu sudah pulang ke Bali."Memangnya kenapa kalau aku ada di sini?" tanya Julia balik.Lalu Julia mendekati Rose dan melakukan cipika cipiki dengan Rose. Dave dan Julia baru saja tiba. Hanya singgah sebentar di rumah mereka yang ada di samping rumah Arthur untuk menyimpan barang mereka, lalu langsung datang ke rumah Arthur.Rose yang mengajak Julia untuk ikut kumpul bersama, bagi Rose semakin banyak orang maka akan semakin seru."Makasih Tante sudah mau datang," ucap Rose sambil tersenyum."Kamu yang mengajak Julia, Sayang?""Iya. Makin rame kan makin seru Pa.""Kamu bilang cookies buatanku biasa saja, terus dulu yang sering minta aku buatkan itu siapa? Kamu ini mentang-mentang istrimu pandai buat cookies, kamu melupakan jasa sahabatmu," gerutu Julia."Iya dong. Buatan istriku jauh lebih enak," ucap Arthur dengan santai. Pria itu kembali mencomot satu cookies di atas loyang."Ehhh panas," ucap Arthur kembali saa

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 353

    "Tuan, saya sudah ketemu pengirim paket teror itu."Arthur langsung menelpon Ken begitu ia membaca pesan yang di kirim oleh pria itu."Siapa Ken?" tanya Arthur begitu Ken menerima panggilan teleponnya.Masih hanya memakai handuk, Arthur berjalan menuju balkon kamarnya karena ia tidak ingin menggangu tidur istrinya.Begitu ia membuka pintu ke arah balkon, angin malam yang berhembus langsung menerpa tubuh basahnya.Arthur menyandarkan satu tangan di pagar balkon kamarnya sambil menunggu jawaban dari Ken.“Orangnya ternyata hanya suruhan, Tuan,” jawab Ken dari seberang sana. “Dia dibayar seseorang untuk mengirim paket itu ke rumah Tuan.”Rahang Arthur langsung mengeras. Ia mencengkeram erat pagar balkon.“Dia lihat wajah orang yang menyuruhnya, Ken?”“Tidak jelas, Tuan. Orang itu memakai masker dan topi. Tapi kami berhasil mendapatkan rekaman CCTV saat transaksi pembayaran dilakukan. Dan...""Dan apa Ken?""Dia mengatakan yang menyuruhnya adalah seoarang wanita dengan tubuh tinggi sekita

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 352

    Arthur mengusap keringat yang ada di kening Rose.Di bawah sana benda purbakala Arthur sudah menyatu bersama istrinya. Arthur sempat memejamkan mata saat ia kembali merasakan sensasi yang ia rindukan karena beberapa waktu lalu ia harus berpuasa untuk tidak memasuki istrinya karena kondisi kandungan Rose.Hanya satu menit saja Arthur mendiamkannya karena nyatanya Arthur tidak berdaya menghalau gelisah yang ada. Ia tidak kuat menahan sensasi dari jepitan pada benda purbakalanya di goa sempit milik istrinya.Tubuh pria itu mulai bergerak dengan vibra yang lambat. memutar dan menekan, lalu maju mundur seolah sengaja memberi rasa yang akan dinikmati oleh istrinya.Seperti janjinya tadi, ia akan melakukan dengan lembut untuk buka puasa kali ini.Bagaimanapun ini pertama kali mereka melakukan penyatuan setelah Rose dinyatakan hamil buah hati mereka.Kedua tangan Rose mencengkeram seprei dengan kuat.Arthur masih bergerak dengan pelan, hanya menggunakan kecepatan dua puluh kilometer per jam

  • Sentuhan Panas Papa Mertua   Bab 351

    Deru napas Rose tidak beraturan. Gerakan yang tercipta dari bibir dan lidah Arthur yang telah bersinergi, mampu menghadirkan gelenyar aneh yang merayap, pertama-tama dari bawah kemudian naik ke atas hingga napas Rose tersengal-sengal.Rasa yang ia rindukan malam ini kembali ia rasakan. Setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya selalu membuatnya menggila akan gelora gairah yang mulai membakarnya."Aaaahhhh..."Suara itu begitu lirih, sebuah kata yang tidak berada dalam kamus besar bahasa tetapi memiliki makna yang luar biasa untuk Arthur.Pria itu lalu mendongak, mengusap bibirnya perlahan kemudian lengannya kembali menumpu pada kedua ranjang, menyangga berat tubuhnya agar tidak menimpa sang istri.Ia tidak mungkin begitu saja mengabaikan pesan Dokter Mala yang berkata untuk melakukannya dengan lembut dan seminim mungkin demi menghindari gerakan kasar serta menjalankan SOP (Standar Operasional Percintaan) untuk ibu hamil di usia yang masih rawan."Aku akan melakukannya dengan lembu

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status