Share

Bab 114. SPSG

Author: Asri Faris
last update publish date: 2025-09-23 21:36:41

Ekspresi wajah Nada langsung berubah setelah membaca pesan yang entah dari siapa. Namun, perempuan itu mencoba biasa saja sebelum teman-temannya menyadarinya.

"Nad, pesan aku udah dibaca belum?"

"Pesan apa, Nim?" tanya Nada tak paham. Belum sempat membuka room chat dari sahabatnya.

"Ish, makanya buka, biar kamu nggak galau lagi," ujar gadis itu tersenyum.

"Belum lihat, apa emang?"

"Buka lah, penasaran lihat aja sendiri."

Nada membuka pesan Nimas dengan rasa penasaran. Dia kaget saat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Suryat
aduh Nada kalau ada masalah itu di bicarakan bukan malah di pendam sendiri..
goodnovel comment avatar
baimibrahim
ini nih yg bikin aku jengkel kalau ada masalah disimoen sendiri dan ambil keputusan sendiri,egois.sebuah hubungan itu terikat dan terhubung antara 2 orang,dan 2 keluarga besar.masaph apapun harus dibicarakan dan ambil keputusan juga dirembuk,gak gini terus Nad Nad ...........aku juga capek ......
goodnovel comment avatar
Mmcoklat Jakarta
novel ini sdh agak baikan balik kestelan awal
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 225. SPSG

    "Rileks sayang, kenapa tegang begitu." "Aku ... sedikit takut Mas, hehe .... " Nada nyengir. "Takut? Memangnya aku menyeramkan?" "Nggak, tapi kan ini perdana, lagian baru banget kemarin kan aku lahiran, Mas udah minta aja." "Kan udah bersih nifas, memangnya harus nunggu berapa lama lagi." "Tiga bulan mungkin, atau lima bulan," jawab Nada tersenyum. "Itu mah udah punya adik lagi Azel. Becanda, tenang ya, aku bakalan pelan kok," kata pria itu menenangkan. Karena wajah Nada menegang dan memelas, akhirnya Saga ajak ngobrol dulu ngalor ngidul biar suasana tidak kaku lagi. "Dek, I love you," ucap Saga mengecup bibirnya sekilas. Nada terdiam sejenak, membalas tatapannya yang lekat. Jelas pria ini menginginkan dirinya. "I love you too Mas Saga," balas Nada tumben sekali mengikrarkan perkataan manis itu. Hati Saga langsung membuncah, mendekat rapat menyapa bibirnya. Menyatu dengan lembut, penuh perasaan dan cinta. Nada hanya mampu memejam saat suaminya menyentuhnya semakin dal

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 224. SPSG

    Kelahiran putri kedua mereka semakin menyempurnakan kebahagiaan keluarga kecil mereka. Pak Saga juga selalu membantu mengurus si kecil dan Zea setiap kali di rumah. Sedang menikmati menjadi bapak-bapak asuh selain kesibukannya di kantor. "Sayang, nanti jalan yuk!" ajak pria itu sepertinya butuh waktu berdua. "Jalan ke mana?" tanya Nada bingung. Tumben suaminya mengajak keluar. "Berdua aja, quality time gitu. Udah bersih kan? Tadi aku lihat kamu sholat.""Emang iya, sudah dari kemarin. Tapi kan belum di KB Mas.""Ya udah nanti sekalian keluar. Anak-anak dititip sama mama dulu.""Nggak apa-apa gitu?""Nggak apa banget dong, kan ada Mama Hira dan Bik Surti juga yank. Nanti kita singgah ke hotel.""Ish, ngapain jauh-jauh ke hotel. Di rumah juga bisa, lagian aku masih takut. Masih sabar kan?""Takut digigit enak ya Dek, nggak dong Dek, masa harus nunggu lagi. Hampir empat puluh hari loh ini. Nanti malam ya.""Nggak janji, ngomong ke mamanya gimana. Masa pergi sampai lama.""Ya perginya

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 223. SPSG

    "Kan bilangnya kalau sudah beres ASI Dek, berati masih lama lah dia tahun lagi. Warisan Papa Bian terlalu banyak, kalau bukan buat cucunya mau buat siapa. Harus ada penerus yang nantinya akan menjadi pemimpin di tahta perusahaan papanya." Benar juga, mengingat Nyonya Zee cuma punya satu putra. Makanya beliau khawatir sekali pas mereka berpisah dan hampir bercerai. Takut putranya tidak bisa move on dan trauma dengan pernikahan. Kan bisa gawat kalau tidak ada generasi penerusnya. "Kalau masih lama, bahasnya tahun depan aja." "Dimulai dari sebulan kemudian dong Dek, kan harus KB dulu, emangnya mau los aja ya." "Ish, jangan dong, kasihan Azel dan Zea, nanti rebutan bundanya." "Nanti dicariin baby sitter ya, satu anak satu pengasuh. Biar kamu nggak terlalu capek." "Nggak usah Mas, aku mau rawat anakku sendiri. Lagian aku ini kan nganggur," tolak Nada merasa belum perlu. Dia lebih suka anak-anak kepegang sendiri, apalagi dirinya memang full di rumah. Jadi belum perlu baby sitter untu

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 222. SPSG

    Setelah berjuang beberapa jam dengan rasa sakit dan mules-mules tidak karuan. Akhirnya bayi berjenis perempuan itu lahir ke dunia dengan selamat. Saga yang mendampinginya menangis haru melihat perjuangan istrinya. Betapa dia sangat mengkhawatirkan perempuan yang begitu berarti dalam hidupnya tadi saat berjuang demi keturunannya. Pria itu tak henti-hentinya mengucap syukur setelah anak itu lahir. "Terima kasih sudah berjuang, bunda hebat," ucap Saga mencium istrinya dengan perasaan penuh cinta. Nada hanya mengangguk saja, masih lemes setelah mengeluarkan semua kekuatan dan tenaganya. Rasanya tubuh itu terasa begitu lelah. Selesai ditangani, Nada dan bayinya dipindahkan ke ruang pemulihan. Setelah semuanya terpantau aman, mereka baru dipindahkan ke ruang nifas. Saga langsung mengabari kedua orang tuanya. Ibu mertuanya dan orang-orang terdekatnya dengan bahagia. Dia senang sekali akhirnya kelahiran anak kedua mereka berjalan dengan lancar. Bu Zeevanka dan suaminya langsung bergegas

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 221. SPSG

    Pulang-pulang bawa belanjaan sebegitu banyak, Saga saja sampai keheranan. Dia tidak masalah sama sekali, toh yang dia beli untuk keperluan calon anak mereka. Cuma tumben banget belanja banyak tidak nungguin suami. "Donaturnya mama, Mas, tiba-tiba banget ambil ini ambil itu, pokoknya kalau yang beliau suka digas aja. Aku udah nolak jangan dibayarin, eh mama malah bilang tidak apa-apa, rezeki cucu. Kan jadinya aku nggak enak kalau begini.""Bener kata mama, rezeki cucu sultan, uang mama lebih banyak daripada uang aku sayang, tenang jangan ngerasa nggak enak.""Uang dari Mas masih utuh dong.""Wah ... kamu seneng kalau yang ini, tapi nggak apa-apa, kalau istrinya Pak Saga itu memang harus seneng kaya gini."Rasanya seperti baru pulih dari rasa sakit kemarin, sudah banyak sekali kejutan tak terduga. Dia harus banyak bersyukur mendapatkan limpahan kasih sayang dan materi. "Ini aku cuci dulu yank, terus disimpan di lemari khusus buat calon anak kita."Baru mau tujuh bulan sudah seheboh in

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 220. SPSG

    "Aamiin ... Bunda aminin ya." "Aamiin juga, ayah aminin, semoga apa yang menjadi cita-cita Zea terkabul." "Ayah berangkat ya, nanti ke dokter sama Bunda," ucap Pak Saga mencium pipi Zea yang chuby. Gadis kecil itu mengangguk patuh, lalu melambaikan tangannya. "Hati-hati Mas!" ucap Nada mengantar sampai depan. Pamitan romantis seperti biasanya. Pria itu selalu mengelus perut istrinya yang sudah membuncit, seolah berpamitan dengan calon anaknya juga. "Nanti pesan taksi saja ya, jangan pakai motor. Maaf hari ini tidak bisa membersamai kalian."Sepertinya ke depannya Pak Saga perlu supir khusus untuk mengantar istri dan anaknya kalau mau ke mana-mana. Biar tidak repot, belum lagi dirinya super sibuk tidak bisa mesti mengantar. Biar Nada juga tidak repot, ada yang anter jemput Zea sekolah dan mengaji. "Iya Mas, aku patuh," jawab Nada membuat Pak Saga tersenyum lega. Hamil besar membuat paksu makin protektif. Dia langsung masuk setelah mobil Pak Saga berlalu dari pandangannya.

  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 164. SPSG

    "Bun ayo!" rengek Zea tak sabar menariknya masuk ke toko. "Bentar," jawab Nada masih fokus dengan pemandangan di sebelahnya. Jujur, Nada sangat penasaran mereka akan ke mana. "Ayo Bun," rengek Zea lagi menarik ibunya masuk. Bocah kecil itu sudah tidak sabar sekali. "Zea mau beli apa, bunda

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 166. SPSG

    Saga langsung menemui putrinya di kamar, penasaran ngambeknya gadis kecilnya seperti apa. Apakah seperti bundanya atau justru lebih tantrum dari Nada. "Assalamu'alaikum ... ayah pulang!" seru Saga masuk ke kamarnya. Gadis kecil yang tengah sibuk itu langsung menoleh, lalu tersenyum bahagia did

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 171. SPSG

    "Astagfirullah ... apaan sih, siapa yang kirim daleman seperti ini. Apa Mas Saga yang beli, tapi kenapa atas nama aku segala," batin Nada memungut kembali. Perempuan itu menatap dalaman wanita dan pria yang isinya berubah berantakan. Ada benda lainnya juga yang terselip di sana, sepertinya itu be

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • Sentuhan Panas Senior Galak   Bab 162. SPSG

    Duh ... Maka mancing-mancing saja, Nada tidak bisa berkata-kata lagi. Bu Hira dan Pak Arya ikut room tour melihat setiap detail ruangan sembari mengumandangkan adzan. Konon katanya masuk rumah pertama itu harus disambut agar penuh dengan keberkahan yang menghuninya. "Tidak terlalu jauh kan Pa, da

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status